
"Bagaimana kau bisa menceritakannya? Sedangkan langit sendiri telah melarang cerita apapun yang berkaitan denganku." Cibir Yi Changyin sebal.
Sekarang ia sudah mulai bisa membagi perasaan yang sama dengan Bai Suyue. Walaupun belum semuanya.
"Tapi Gaoqing Dijun一"
"Tunggu!" Potong Yi Changyin dengan mata yang melotot. "Apakah si tua bangka itu juga yang membuat janji seperti ini pada langit?!" Keliatannya gadis itu teramat marah.
"Hei! Jangan memakinya, atau.."
"Memangnya kenapa? Dia yang membuat diriku tenggelam dan dilupakan orang-orang!" Yi Changyin bahkan memotong ucapan Xuan Chen dengan keji.
"Bunda tenang dulu.." Heilong berusaha berbicara walaupun sebenarnya takut. "Gaoqing Dijun tidak melarang semua orang, tapi hanya kami dan kelima peri tinggi.."
"Tetap saja dia membuatku seperti tidak pernah ada di dunia ini! Bahkan berusaha keras untuk membunuhku. Dasar keparat tua bau tanah!"
"Yin'er!" Tegur Xuan Chen dengan nada yang tegas.
Bahkan bagi Yi Changyin itu lebih menyeramkan dari apapun. Membuat ia beringsut dan mematung di tempat, lalu segera bersembunyi di dada Xuan Chen. Ya, setidaknya dapat bersembunyi dari wajah pria menyeramkan jika sudah marah itu.
"Ceritakan saja jangan banyak bicara!" Ucap Yi Changyin ketus pada Feng'er.
"Apakah kau marah?" Tanya Xuan Chen setengah berbisik. Namun Yi Changyin hanya memberenggut di bawah pelukannya sambil memainkan kuku. Membuat Xuan Chen tersenyum simpul dan mendekapnya hangat.
Sedangkan Feng'er sudah memulai dengan ceritanya.
Flashback on, ribuan tahun lalu..
Ketika matahari terik menerpa seekor bayi burung berwarna kuning yang hampir rontok setengah dari bulunya. Ekspresi burung kecil itu tampak sedih sambil menatap binatang-binatang kecil lain yang di sayangi oleh manusia.
Sedangkan ia.. malah di buang karena penyakit bulu rontok. Bahkan dalam pikiran burung kecil itu masih terngiang cacian dari manusia yang membuangnya,
"Dasar penyakitan!"
"Sia-sia aku membelimu di bazar kemarin!"
"Ternyata kau adalah seekor Phoenix yang cacat, cih!"
Sementara di sampingnya terdapat seekor bayi ular hitam yang tampak kehausan. Ia hanya bisa mengedip-ngedipkan matanya untuk menghabiskan waktu yang panjang.
Bernasib sama seperti si burung kuning. Yaitu di buang karena banyak yang memfitnah kalau dia adalah siluman ular bertanduk. Padahal sebenarnya dia menetas dari telur Naga.
"Astaga.. Phoenix dan Naga kecil ini sungguh malang.."
Tiba-tiba seorang gadis muda serba putih dan bertopeng berjongkok di pinggiran jalan demi melihat mereka berdua. Awalnya bayi Phoenix dan Naga itu mengira kalau si gadis akan sama seperti yang lainnya. Hanya mengasihani, lalu pergi.
Namun dugaan mereka salah..
Gadis itu mengeluarkan keranjang menggunakan energi spiritualnya yang berwarna biru terang. Hingga keranjang itu terbentuk nyata di tangannya.
"Ikutlah denganku.. aku akan merawat kalian dengan baik.." Ujar gadis bertopeng itu sambil memasukkan keduanya ke dalam keranjang. Yang di alasi dengan kain empuk dan nyaman.
Mengintip dari celah dalam keranjang, keduanya dapat melihat kemana gadis itu membawanya pergi. Ya, ke atas awan. Bahkan pendengaran mereka merasakan getaran dari kepakan sayap. Membuat si burung kecil mengintip pada bagian belakang keranjang.
Dan betapa terkejutnya ia melihat sayap yang mengepak di punggung gadis itu. Berwarna putih bersih dan aura-aura putih yang begitu kuat.
__ADS_1
"Cip! Cip! Cip!"
Burung kecil itu berusaha memberi tahu bayi Naga dengan bersuara dan mengepak-ngepakan sayap kecilnya sambil melompat-lompat. Yang sontak membuat bayi Naga kecil itu tertarik dan mulai menghampiri si burung kecil.
Dan bayi naga itupun terkejut melihat sayap yang berada di tubuh gadis yang kira-kira berumur empat belas tahun alam fana itu. Artinya.. yang memungut mereka bukanlah orang yang biasa. Melainkan sosok luar biasa!
Dan di lihatnya dari sela-sela keranjang itu tampak si gadis singgah di tempat yang seperti negri dongeng. Penuh dengan energi spiritual yang kuat dan dunia yang begitu berwarna.
Daun-daun berwarna ungu dan merah muda di sini terbilang sangat lumrah. Bahkan terdapat banyak di setiap sisi. Dan gadis itu tampak memasuki sebuah istana yang tingginya tak terhingga. Di sambut oleh beberapa pelayan yang menyapanya,
"Yang mulia putri.."
Membuat si bayi Phoenix dan Naga saling melirik terkejut. Ternyata gadis yang membawanya ini adalah seorang putri? Lalu memiliki sayap? Memasuki dunia aneh?
Hmm sepertinya mereka cukup beruntung kali ini.
"Yang mulia putri.." Kali ini terdengar kembali dua orang laki-laki yang memberi hormat kepadanya. Diiringi dengan derit pintu yang terbuka lebar.
Mereka masih mengintip di dalam sana. Dan suasana kamar begitu berbeda seperti yang biasanya dia lihat. Berwarna biru mengkilap bagaikan di lapisi es. Hanya itu saja sementara yang mereka lihat. Menakjubkan!
Gadis itu meletakkan keranjang di atas meja berwarna biru gelap yang entah terbuat dari apa. Mengeluarkan isi keranjang beserta bantal empuknya.
"Selamat datang makhluk kecil.." Sapa gadis itu sambil tersenyum manis.
Sementara bayi Phoenix dan Naga itu terlihat sangat mengagumi isi ruangannya yang indah. Membuat gadis itu menarik senyuman tipis.
"Aku Bai Suyue.." Ucap gadis itu memperkenalkan diri sambil duduk di depan meja. Mengeluarkan sebuah kotak oleh energi spiritualnya.
"Aku adalah putri alam peri.."
Tapi membuat Bai Suyue terkekeh, "kalian masih bayi tapi sudah pandai bereskpresi."
Phoenix dan Naga kecil itu tersipu karenanya. Selagi Bai Suyue mulai mengolesi Naga hitam kecil yang bertanduk dengan salep yang terasa dingin dan nyaman. Karena sekarang terlihat jelas, begitu banyak luka goresan di tubuh mereka berdua.
"Saat berjalan-jalan di atas daratan tengah, aku merasakan energi yang tidak biasa di sana. Dan aura itu membawaku menemui kalian. Dan ternyata benar, kalian adalah sosok yang tidak biasa." Pujinya sambil mengangguk-angguk kepalanya. Kemudian beralih mengolesi tubuh Phoenix kecil yang penuh dengan luka itu.
Tapi kata-katanya membuat keduanya merasa heran.
"Kau adalah Phoenix langka yang memiliki dua elemen sekaligus. Kau bisa di sebut sebagai Phoenix api, ataupun Phoenix es."
"Cip Cip?!" Burung kecil itu tampak terkejut yang membuat Bai Suyue terkekeh.
"Dan kau naga.." Ujar Bai Suyue lagi sambil mengambil sesuatu di dalam kotak. "Kau adalah keturunan binatang ilahi purba. Oleh karena itu auramu dapat menarikku."
Membuat keduanya semakin mematung. Bahkan mereka tidak tahu asal usul sendiri. Tapi gadis yang katanya tuan putri alam peri ini mengetahui segalanya. Sungguh kejutan.
"Makan ini, itu akan memulihkan energi kalian.."
Bai Suyue menyuapi bayi Phoenix itu dengan eliksir dua warna. Merah dan biru. Lalu yang berwarna merah ia berikan pada Naga kecil berwarna hitam dan bertanduk itu.
Seketika tubuh mereka bersinar sekilas. Menunjukkan penyembuhan di antara luka-luka luar dan dalam yang mereka terima. Juga kekuatannya terasa meningkat tinggi. Dan tubuh mereka kini terasa bugar. Bahkan bulu-bulu bayi Phoenix pun kembali tumbuh dalam sekejap.
"Yang kalian makan itu adalah eliksir pemulihan dengan kekuatan lima ribu tahun bertapa."
Lagi-lagi membuat keduanya terkejut.
__ADS_1
Untuk bertapa selama seratus tahun akan sulit bagi binatang ilahi yang baru lahir dan lemah seperti mereka. Dan tak di sangka gadis ini memberikan kekuatan begitu besar secara cuma-cuma!
Detik berikutnya mereka hanya terdiam melihat apa yang di lakukan Bai Suyue. Dimana gadis itu meraih wadah kecil yang sepertinya terbuat dari kristal murni mengkilap. Mengambil jarum, dan melukai ujung tangannya.
"Cip! Cip! Cip!"
Burung Phoenix itu tampak khawatir melihatnya. Namun Bai Suyue menggeleng sambil meneteskan darahnya ke dalam wadah kristal itu.
"Ini tidak berbahaya, burung kecil.." Katanya sambil menyodorkan wadah itu ke dekat keduanya.
"Minumlah darahku ini, aku ingin menjalin kontrak bersama kalian.." Tambahnya dengan serius. Namun membuat keduanya terkejut bukan main.
"Aku berjanji akan merawat kalian dengan baik. Menjadikan kalian binatang ilahi yang melegenda. Tenang saja, kalian aman bersamaku." Bujuk gadis itu terdengar meyakinkan.
Dan tanpa diduga naga kecil itu langsung meminum darah Bai Suyue. Membuat burung kecil itu tanpa berfikir-fikir lagi langsung mengikuti si Naga untuk meminumnya.
Seketika mereka telah terjalin kontrak. Tidak ada bencana petir di sini. Karena disini adalah alam peri. Setelah itu mereka terkejut demi merasakan tingkat kultivasi yang telah di raih gadis kecil itu.
Dewi Tertinggi?!
Dalam usia empat belas tahun alam fana dia sudah mencapai kultivasi Dewi tertinggi?!
"Mari ikut aku.. kalian belum makan kan?"
Kemudian Bai Suyue membawa mereka ke ruangan kosong tersembunyi di kamarnya. Ada satu gelembung spiritual yang mengambang-ambang di sana. Entah apa itu. Phoenix dan Naga kecil yang berada di pundaknya hanya terdiam.
"Ini adalah ruang dimensi spiritual yang khusus ku buatkan untuk binatang kontrakku." Bai Suyue terkekeh. "Aku bahkan menghabiskan setengah dari energi spiritualku."
Setengah? Kultivasi Dewi tertinggi sangatlah memiliki kekuatan yang besar. Bahkan jauh jika di bandingkan dengan Dewi kristal level tujuh. Padahal beda satu tingkat. Jika seperti itu.. artinya kekuatan yang dipakai untuk membuat hal seperti ini sangatlah besar?!
Seperti apa dalamnya?! Pasti tak terbayangkan. Karena bisa jadi itu adalah surga kecil.
"Aku ingin ruang Dimensi spiritual ini terhubung dengan kalian berdua.." Ujar Bai Suyue tak tanggung-tanggung.
Setelah menghabiskan setengah dari kekuatan yang susah payah di dapatkan, sekarang ingin memberikannya pada kedua makhluk kecil itu?!
"Jadi, aku membutuhkan darah kalian.." Tambahnya sambil terus menatap gelembung spiritual yang mengambang-ambang itu.
Tanpa aba-aba sebelumnya, naga hitam itu telah memberikan mengeluarkan darahnya, menggabungkan dengan gelembung spiritual. Dan Phoenix kecil itu ikut serta setelah nya.
Setelah bergabung dan mencampur warna, Bai Suyue menyuntikkan energi spiritual ke dalam sana. Hingga pergerakan terjadi, memberikan cahaya yang menyilaukan.
Penyuntikkan itu berlangsung begitu lama. Hingga kedua binatang ilahi itu harus menutup matanya karena silau. Setelah selesai, yang dilihat mereka bukan gelembung tadi lagi.
Mereka amat terkejut ketika melihat simbol Phoenix berwarna merah dan biru juga Naga berwarna hitam yang bersatu membentuk lingkaran bercahaya. Aura yang di rasakan nya sangat menakjubkan.
Dan tiba-tiba simbol itu dengan cepat melesat masuk ke dalam tubuh Bai Suyue.
.......
.......
.......
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉
__ADS_1