The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen


__ADS_3

Tidak ada alasan lagi untuk menolak, walaupun mereka jelas-jelas tidak mau. Yi Changyin sudah mengumumkan alasan mereka beserta bukti yang pernah Shen Lan rekam dalam mutiara. Semua orang mengetahuinya.


Kaisar Xuan Zhen dengan senang hati mengizinkan Yi Changyin dan Xuan Chen membawa pergi para tersangka. Tapi mereka tetap memberontak. Membuat Feng'er dan Heilong yang membawa mereka semua sedikit kewalahan.


Mungkin bagi Heilong sedikit tidak masalah. Naga itu terbang dengan sayap yang seperti bersekat. Tanduknya sangat besar, melayang-layang di atas awan.


Tapi Feng'er turut serta membawa Yi Changyin dan Xuan Chen di atas punggungnya. Dia harus menahan pegal dan membiarkan kedua orang itu bermesraan di atas punggungnya.


Untung mereka adalah ibunda dan tuannya. Kalau tidak, mungkin sudah ia lemparkan sejak tadi.


Saat sampai, pengadilan langit dimulai. Tidak ada yang bisa berbohong di sana. Membuat semua berjalan dengan lancar. Walaupun ada pemandangan yang sedikit tidak enak di depan mata Yi Changyin.


Yaitu keberadaan Gaoqing Dijun, Qiao Jirong dan Qi Xiangma. Wanita dari alam peri ras kuda roh itu sepertinya terkejut melihat kedatangan Yi Changyin yang sehat bugar tanpa luka. Sedangkan seminggu lalu, dia yang melukainya sampai jatuh. Keringat dingin mulai membasahi lantaran takut.


Jiang Jinwei beserta dua anaknya, Han Qiangshu dan Wen Yuexin dinyatakan bersalah. Mereka akan diberi hukuman dalam neraka kesengsaraan selama seribu tahun. Mereka akan di beri keabadian selama itu, tidak akan pernah mati sebelum keluar dari neraka.


Tapi tetap saja saat keluar neraka mereka tidak akan bisa hidup lebih lama lagi.


Namun sebelum pergi, Jiang Jinwei kembali membuat keributan perihal hubungan kontrak Yi Changyin dan Xuan Chen. Ia ingin puas, ingin melihat mereka berdua di hukum juga.


Alhasil, jaksa agung pengadilan memutuskan untuk turut menghukum Yi Changyin dan Xuan Chen juga. Mereka berdua nyatanya tidak keberatan. Tidak seheboh Jiang Jinwei dan lainnya. Membuat mereka sedikit menggertakan gigi.


"Namun, bisakah hukuman untuk mereka berdua diundur, jaksa agung?" Gaoqing Dijun bersuara ketika para terdakwa telah dilarikan ke neraka.


Yi Changyin dan Xuan Chen saling melirik, merasakan sesuatu yang dimaksudkan dari kata-kata Gaoqing Dijun. Sementara pandangan wanita di sampingnya terus-menerus memperhatikan Yi Changyin dengan senyuman.


"Apa alasanmu, raja besar?" Tampaknya jaksa agung yang sudah tua berjanggut putih dengan rambut dan pakaian selaras itu tidak keberatan.


"Pernikahanku dengan nona Qiao akan dilangsungkan esok lusa. Dan mereka adalah penguasa alam peri, aku ingin mereka hadir."


Xuan Chen masih memikirkan apa maksud mereka. Berbeda dengan Yi Changyin yang sedari tadi tersenyum karena telah mengetahui sesuatu dari awal. Namun belum tau kejutan apa yang disiapkan Gaoqing Dijun nanti.


Tanpa ragu jaksa agung itu menyetujuinya. Dan hukuman bagi Yi Changyin dan Xuan Chen adalah cambukan petir Dewa masing-masing seratus kali.


"Kau yakin akan baik-baik saja setelah itu?" Xuan Chen mengelus puncak kepalanya ketika keluar dari ruang pengadilan. Menuruni tangga panjang yang tak jauh di belakangnya adalah rombongan Gaoqing Dijun.


"Kau meremehkanku?" Yi Changyin balik bertanya dengan senyuman yang mengejek.


Namun Xuan Chen malah semakin cemas. "Biar aku yang menggantikanmu."


"Tidak!" Sahut Yi Changyin cepat.


"Tapi.."


"Lagipula ini salahku." Yi Changyin tertunduk. Namun sejurus kemudian dia tersentak ketika Xuan Chen tiba-tiba memeluknya dengan erat.


Sukses membuat rombongan di belakangnya tiba-tiba berhenti. Terutama Qiao Jirong yang mengepalkan tangannya kesal.


"Aku tidak mau melihatmu seperti kemarin lagi. Itu sangat menyakiti hatiku." Bisik Xuan Chen terdengar konyol namun serius.


Yi Changyin tersenyum dan melepaskannya segera. "Memalukan." Gumamnya sambil melangkah pergi. Senyumannya masih ada, tak luntur.


Xuan Chen tertegun. Tak lama kemudian dia segera berlari menyusul Yi Changyin dan menggendongnya tiba-tiba. Gadis itu menjerit kecil karena terkejut.


Rombongan Gaoqing Dijun hanya terdiam melihat mereka dari belakang. Sungguh pasangan yang serasi dan akur. Gaoqing Dijun tak bisa yakin akan menang pertaruhan dengan Yi Changyin.


Qiao Jirong terdiam, namun emosinya sangat kentara. Nafasnya mengebu dan tangannya terkepal sampai memperlihatkan urat-urat hijau di balik kulit putihnya.

__ADS_1


"Kau bilang mereka tidak akan akur!" Geram Qiao Jirong, masih menatap tajam mereka berdua di atas sana.


"Beraninya kau tidak sopan pada Dijun!" Qi Xiangma menunjuk Qiao Jirong dengan pedangnya, Gaoqing Dijun hanya terdiam.


"Kau pikir kau ini siapa?! Hanya putri pejabat alam fana?! Baik-baik Dijun telah menyelamatkanmu dari kekejaman hutan Diaoshi dan memberimu wajah cantik!"


Qiao Jirong hanya terdiam, memendam amarahnya. Apa yang dikatakan Qi Xiangma sepenuhnya adalah benar. Dia adalah Wei Qiao malang yang dilemparkan dengan keji ke dalam hutan Diaoshi oleh Yi Changyin.


Wajahnya hancur tak bersisa. Kecantikannya menghilang selamanya. Kekuatannya musnah, mentalnya tertekan. Jika bukan karena Gaoqing Dijun yang kekurangan personil dalam rencananya menghancurkan Yi Changyin, dia tidak akan ikut serta ke alam langit.


Menggunakan seluruh kekuatan Qi Zhongma yang malang, bahkan pria itu menggantikan dirinya untuk dikurung di dalam hutan Diaoshi. Kecantikannya kembali dengan ilusi bunga Gaoqing Dijun, namun dengan wajah yang berbeda.


Selain itu dia selalu menerima penghinaan dari Qi Xiangma yang dibiarkan oleh Gaoqing Dijun. Walaupun oleh Dewa Dewi lain dihormati dengan embel-embel 'calon permaisuri Gaoqing Dijun', dia tetap menjadi hina di hadapan Qi Xiangma.


Jika marah dan menolak untuk diperbudak, Qi Xiangma akan terus menyudutkannya dengan berbagai kebaikan Gaoqing Dijun. Namun karena imbalannya adalah tinggal bersama Xuan Chen, dia bersedia diperlakukan buruk sekalipun.


.......


.......


.......


Setelah pulang dari pengadilan langit, Yi Changyin kembali ke alam peri. Sementara Xuan Chen pergi ke daratan Dongfang karena sang ayah berpesan ada sesuatu mendesak yang harus dibicarakan sekeluarga.


"Ayah sudah menyeret keluarga Jiang dan Han dihukum. Dengan bukti mereka telah melakukan penggelapan dana dan berkorupsi." Ujar Kaisar Xuan Zhen yang duduk di kursi utama ruang kerjanya.


Mereka semua sudah berkumpul. Ada Xuan Rong dan Xuan Yao yang duduk sejajar dengan dirinya. Disebrang, adalah selir Yang, selir De dan selir Xian yang duduk sejajar.


"Maka dari itu, ayah menaikkan pangkat keluarga Yang, Jing (keluarga selir De) dan Qing (keluarga selir Xian). Jiang Jinwei, Han Qiangshu, Xuan Ye dan Xuan Hua sebagai anggota penting keluarga kerajaan telah disingkirkan langsung oleh pihak alam langit karena apa yang diperbuatnya. Maka dari itu, ayah memutuskan untuk mencari pengganti untuk mereka."


"Xuan Chen.." Kaisar Xuan Zhen memanggil putra ketujuhnya itu.


Xuan Chen mengajukan dirinya, dia menekuk lutut di hadapan tahta sang kaisar. "Ayah?" Saat itu jantung Yang Qiujiu memompa kencang.


"Aku sedikit terkejut melihat perubahan dalam dirimu. Baik itu dari fisik, jiwa dan pengetahuan. Ayah bangga padamu." Pria yang hampir tua itu tersenyum bangga.


"Terima kasih, ayah."


"Aku rasa, kau adalah putraku yang lebih pantas meneruskan tahtaku di masa depan."


Xuan Chen tersentak mendengar hal itu. Selain Yang Qiujiu, semuanya memberi senyuman tanda persetujuan.


"Maka dari itu, ayah menunjukmu sebagai一."


"Tunggu, ayah!" Xuan Chen tiba-tiba memotong pembicaraan ayahnya. "Maafkan aku karena tidak sopan. Tapi.. aku rasa sangat keberatan menerima perintah itu."


Kaisar Xuan Zhen mengerutkan keningnya, sedikit kecewa. "Apa maksudmu?"


"Mungkin adik kedelapan lebih cocok untuk menjadi pangeran mahkota..." Katanya sambil melirik ke arah Xuan Yao sekilas.


Semua orang saling menatap tak percaya. Terutama Xuan Yao, "kakak?"


"Chen'er, aku tahu dua putra dan satu putriku adalah kebanggaanku sampai kapanpun. Tapi kau adalah yang tertua di antara kedua adikmu. Menurut peraturan, kau lah yang berhak."


"Ayah benar, kakak." Xuan Yao menimpali. "Setelah menjadi kaisar, kau bisa memberikan kehidupan yang jauh lebih baik pada kakak ipar, karena dia memiliki pangkat lebih tinggi berkali-kali lipat dari kita. Bahkan kau bisa untuk tidak mengambil selir." Pria itu membujuk dan menggunakan segala cara yang memungkinkan untuk keinginan Xuan Chen.


"Tapi, istriku bahkan rela melepaskan tahtanya sendiri untuk hidup bersamaku tanpa kekuasaan. Karena itulah, aku berani menolak keputusan ayah." Tukas Xuan Chen tetap kukuh dengan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Sementara itu kening semua orang mengkerut. Yi Changyin punya kekuasaan? Bukankah dia adalah putri bungsu ketua klan rubah ekor sembilan?


Saat itu, kaisar Xuan Zhen yang mewakili semua orang untuk bertanya, "kekuasaan maksudmu? Apakah dia juga seorang pemimpin?"


Xuan Chen menunduk sesaat. "Mungkin ini saatnya bagiku untuk jujur. Yi Changyin adalah reinkarnasi Ratu alam peri, dia baru mendapatkan kembali jiwa masa lalunya, ingatannya beserta kekuasaannya."


Semua orang terkejut, membelalakkan matanya. Alam peri, adalah dunia terkuat dalam mitologi yang hampir tak dipercaya selama ribuan tahun lamanya di alam fana. Namun setelah mendengar kata-kata Xuan Chen, mereka berangsur-angsur percaya.


Kaisar Xuan Zhen tak bisa berkata-kata lagi. Ia ingin menangis darah. Ternyata menantu ketujuhnya selama ini memiliki gelar yang sama dengannya. Namun derajatnya bisa ratusan kali lipat lebih tinggi.


"Apakah dia... Bai Suyue yang melegenda itu?" Xuan Rong menebak bahkan sampai berdiri.


Xuan Chen mengangguk. "Benar..."


Xuan Rong menutup mulutnya tak percaya. Lemas, tubuhnya duduk dengan sendirinya. "Astaga.. pantas saja dia bisa berubah menjadi elang putih.." gumamnya.


"Ku kira itu hanya kemampuan rubah ekor sembilan yang bisa berubah menjadi apa saja.." Tambahnya lemas.


Sementara itu, Xuan Chen kembali melanjutkan kata-katanya, "Tak lama lagi, istriku akan meninggalkan tahtanya di alam peri. Menyerahkan semuanya pada sepupunya yang lebih berhak di sana. Kemudian dia bilang, ingin hidup tanpa kekuasan bersamaku, di tempat yang jauh."


Kaisar Xuan Zhen masih terdiam.


"Jadi, apapun alasan ayah yang ingin menjadikanku sebagai kaisar selanjutnya, aku akan tetap menolak. Karena aku akan mengikuti kemana istriku pergi dan hidup bahagia tanpa ambisi dan kekuasaan."


.......


.......


.......


"Mengapa kau terdiam?" Tanya Yi Changyin dengan tatapan yang mengintrogasi kepada gadis berpakaian putih dan rambut tergerai panjang di hadapannya. Gadis itu melihat Yi Changyin dengan tatapan yang memelas.


"Mengapa bibi tidak pernah berhenti untuk mengajariku? Aku sangat lelah.." gerutu Yue Xingfei sambil membolak-balikkan halaman buku kuno di hadapannya.


"Xiao Fei... oh xiao Fei... Bibi tidak akan pernah diam jika kau belum menyelesaikan hafalan kitab kuno ini." Yi Changyin berkata setengah jengkel, tangannya menunjuk pada buku yang sedang di bolak balikkan Yue Xingfei. "Kau ini adalah..."


"Calon ratu alam peri." Cibir Yue Xingfei dengan wajah yang menjengkelkan.


(Note : Xiao Fei adalah panggilan kecil untuk Yue Xingfei. Artinya Fei kecil)


Yi Changyin terkekeh pelan. Wajahnya sangat ramah. Namun sejurus kemudian raut menyeramkannya mulai muncul. Dia menampar wajah Yue Xingfei dengan buku yang dia sebutkan sedari tadi.


"Besok harus sudah hafal!" Bentaknya yang membuat wajah Yue Xingfei semakin beringsut.


"Kau boleh pergi, tapi jangan bermain!" Tambah Yi Changyin yang mendapatkan cibiran dari Yue Xingfei.


Gadis itu mendengus lalu bergegas pergi tanpa pamit. Yi Changyin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghela nafas frustasi. Penerus tahta kali ini terlalu liar untuk belajar.


.......


.......


.......


Selamat hari raya Idul Adha bagi yang menjalankan🤗


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗

__ADS_1


__ADS_2