The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab XXII - Feng'er dan Heilong


__ADS_3

*Beberapa jam lalu..


Hutan agak gelap berkabut, matahari sudah menyingsing di ufuk barat. Seorang gadis berpakaian serba putih tak takut-takutnya menerobos hutan yang mungkin penuh misteri dan bahaya itu. Tadi hanya beberapa pohon, tapi semakin masuk ke dalam, rasanya pohon-pohon di sana semakin bertambah dan merapat.


Yi Changyin tak khawatir dengan keadaan sekitar, dia tidak perlu takut jika bertemu hewan buas. Aura Dewinya bisa menekan mereka. Yang dia fokuskan selama perjalanan adalah aura aneh yang dia rasakan. Dia terus mengikuti jejak aura itu sampai masuk ke dalam hutan.


Aneh, aura itu tercium begitu jauh. Tapi hanya Yi Changyin yang dapat merasakannya. Juga semakin masuk ke dalam hutan, auranya semakin kuat. Membuat gadis itu semakin bersemangat untuk tetap menjelajah hutan.


Tiba-tiba suara ledakan terdengar tak begitu jauh. Yi Changyin semakin bersemangat mendengarnya. Mungkin saja itu hewan roh suci atau kuno. Jika benar, dia akan mendapatkan keuntungan besar.


Benar saja, Yi Changyin menemukan dua sosok hewan yang sedang bertarung di tengah hutan sana. Hari masih siang, Yi Changyin dapat melihat hewan apa yang sedang bertarung di sana dengan jelas.


Phoenix dan Naga?!


Oh langit! Keberuntungan apa ini?! Yi Changyin menatap mereka dengan kagum. Phoenix dan Naga adalah jenis hewan ilahi. Mereka jarang di temui dan begitu misterius. Kali ini Yi Changyin menemukannya di hutan menuju arah gunung Zhongjian. Untung saja dia yang beruntung menemukannya.


Tapi Phoenix itu.. mengapa bisa berubah warna? Ketika pertarungan memanas, Phoenix itu merubah warnanya menjadi merah menyala dan berapi-api. Sedangkan jika pertarungan sedikit mereda, warnanya berubah menjadi sebiru es. Terlihat sangat dingin.


"Phoenix apa itu.." Gumam Yi Changyin bingung. Jujur saja dia baru menemukan ada Phoenix semacam ini. Di alam langit, tepatnya di klan Phoenix pun tidak ada.


Lama Yi Changyin memperhatikan pertarungan dahsyat itu. Bahkan cahaya-cahaya biru berpadu merah dan hitam terpancar di udara. Seakan menghiasi langit yang berangsur-angsur gelap. Yi Changyin menatap mereka kagum, dia tidak pernah melihat pertarungan yang sesengit ini sebelumnya, sampai-sampai dia lupa waktu.


Saat itu Phoenix merubah warnanya menjadi merah, dia menyemburkan api di mulutnya sebagai senjata. Naga itu tidak menghindar, dia malah melilit api itu hingga padam. Tapi entah kenapa ada abu-abu panas yang beterbangan dan mengenai kulit Yi Changyin.


"Aww!!"


Yi Changyin sedikit menjerit yang membuatnya keduanya menoleh dengan tajam. Mereka berdua menekankan auranya untuk menakuti Yi Changyin. Sempat terkejut, gadis itu bersikap biasa saja.


Phoenix dan Naga itu tidak menyerah untuk menekan aura. Tadi bertengkar, sekarang bekerja sama. Aneh! Yi Changyin berdiri, dia sama sekali tidak terganggu dengan aura mereka berdua.


Sebaliknya, Yi Changyin menekankan aura Dewi Rubahnya yang tajam. Aura Dewi tahap awal level empat memancar dengan cahaya ungunya. Kesembilan ekor Rubah Yi Changyin berkibar di belakang punggungnya bak tertiup angin kencang.


Phoenix dan Naga itu memekik, dia tak tahan dengan auranya. Bagaimanapun orang-orang alam langit selalu berada di atas mereka. Tidak ada yang berani, kecuali memang jika dia terlalu arogan.


Karena terlalu tertekan, Phoenix itu menyusut menjadi sebesar bebek, warnanya masih merah dengan bercak kebiru-biruan. Sementara Naga itu menyusut menjadi ular hitam bertanduk.


Yi Changyin belum menyembunyikan auranya, dia berjalan dengan pelan menuju mereka yang meringkuk ketakutan. Entah bagaimana jadinya kalau yang menggertak mereka adalah Dewa atau Dewi tertinggi. Mungkin akan sampai muntah darah.


Yi Changyin berdiri sangat dekat di depan mereka, membuat kedua hewan kecil yang tadinya besar itu semakin meringkuk. "Aku tidak akan menyakiti kalian." Ujarnya dengan lembut namun sedikit menggema.


Phoenix dan Naga itu saling melirik sebelum akhirnya berubah menjadi bentuk manusia. Namun wajah mereka masih menunduk. Sang Phoenix memakai pakaian serba biru. Surainya berwarna putih tulang dengan ikat rambut perak dihiasi permata biru.


Sementara Naga itu memakai pakaian serba hitam dengan corak rumit. Surainya juga hitam dan di kuncir kuda. Namun pakaiannya berciri khas petarung, tidak seperti sang Phoenix dua warna yang berpakaian elegan layaknya bangsawan.


Yi Changyin mematikan auranya, kedua binatang itu sudah mulai mengangkat kepalanya. Saat matanya melihat wajah polos Yi Changyin, keduanya tersentak kaget. Yi Changyin heran dengan tingkah keduanya.


Saat si Phoenix dua warna hendak mengatakan nama seseorang yang dia kenal, yang berkemungkinan mirip dengan Yi Changyin, tiba-tiba petir menyambar punggungnya. Itu sakit! Tentu saja Phoenix itu meringgis.


"Kita sudah bersumpah! Kau ingat!" Tegur si Naga hitam sambil memukul pundak Phoenix. Lihatlah, bahkan mereka terlihat seperti dua sahabat yang tidak bisa terpisahkan. Lalu mengapa tadi bertarung layaknya musuh?


"Apa yang kalian maksud?" Tanya Yi Changyin dengan tatapan yang menyelidik. Dia tidak mengerti mengapa kedua binatang ilahi itu terkejut ketika melihat wajah Yi Changyin dari dekat. Dan.. sumpah apa itu?


Phoenix dua warna itu tersenyum tak berdosa. "Tidak apa-apa Dewi Rubah, maaf.."


Yi Changyin tidak memperdulikannya lagi, tidak mungkin jika dia harus menyelidiki informasi pribadi mereka. "Mengapa kalian bertengkar?"


Wajah mereka tampak kesal, kemudian saling menunjuk satu sama lain. Seperti seorang anak yang sedang mengadu pada ibunya bahwa salah satu mereka salah. Wajah keduanya semakin mengeras.


"Kau yang salah!" Seru si Phoenix.


"Kau yang lebih dulu!"


"Hey!!" Cegah Yi Changyin hendak mengeluarkan auranya kembali. Namun si Phoenix segera melambaikan kedua tangannya, dia sangat ketakutan.


"Dewi, kami hanya berebut makanan!" Jelas si Phoenix.


Pengakuan Phoenix itu membuat Yi Changyin ingin tertawa sekencang mungkin. Apa ini? Binatang ilahi berebut makanan? Baru kali ini dia mendengar hal konyol seperti ini. Hanya masalah makanan, mereka sampai bertarung hebat seperti tadi.


Tapi entah kenapa suasana di sekitarnya menghangat, Yi Changyin merasakan hal itu. Apakah di kehidupan lalu dia punya hubungan dengan kedua hewan ilahi ini? Langit, perasaan hangat seperti bertemu keluarga ini berbeda.


"Dewi!!" Si Phoenix tampak berlutut di kaki Yi Changyin, seperti memohon sesuatu. "Naga ini merebut makanan yang ku temukan lebih dulu!!"


Si Naga itu ikut bersujud. "Tidak!! Dewi harus memihak padaku! Dia yang selalu serakah."


"Apa kau bilang?! Kau yang serakah!!"


"Apakah kau tidak ingat kalau aku yang menemukannya?" Si Naga mendorong kepala Phoenix hingga sedikit terpental kebelakang.


"Beraninya kau!!" Phoenix tak terima dan hendak menyerang.


Yi Changyin hanya melihat mereka dengan malas. Mungkin Phoenix dua warna dan Naga yang entah dari mana asalnya ini sudah hidup lebih lama dari Yi Changyin puluhan ribu tahun. Tapi kekanak-kanakan mereka sungguh tidak bisa di terima!


Akhirnya Naga dan Phoenix itu saling dorong. Saling menyerang dan menahan.

__ADS_1


"Kalian ini binatang ilahi, kenapa begitu miskin?" Komentar Yi Changyin sambil memijit dagunya.


Mereka menghentikan pertengkaran itu dan bersikap disiplin di hadapan Yi Changyin. Kemudian si Phoenix menjelaskan dengan raut wajah yang sedih, "sebenarnya kami sudah mempunyai tuan. Tapi, tuan kami meninggal dunia enam belas ribu tahun lalu. Jadi, kami hidup terlantar berdua di daratan tengah alam fana ini."


'Jadi mereka kekurangan kasih sayang?' Pikir Yi Changyin. 'Ini akan bagus jika mereka ku bawa ke akademi Tianjin.' Pikirnya nakal.


"Apakah kau bersedia ikut denganku?" Tawar Yi Changyin yang membuat keduanya berbinar. Dan Yi Changyin tidak menyangka saat melihat reaksi mereka. "Tapi sebelumnya, kenapa kau memiliki dua warna?" Tiba-tiba Yi Changyin teringat akan hal itu.


"Aku adalah binatang ilahi suci kuno! Di dunia ini, hanya aku Phoenix yang memiliki dua warna. Biru dan Merah! Melambangkan api dan air! Hebat bukan?" Jelasnya dengan bangga. Si naga hanya mengerucutkan bibirnya.


Yi Changyin terkekeh pelan.


"Kalau Dewi ingin menjalin kontrak dengan kami, kami bersedia!" Tambah si Phoenix.


"Itu benar!"


Yi Changyin menghela nafas. "Sayangnya aku juga sudah menjalin kontrak dengan orang lain. Aku sudah memiliki tuan." Katanya dengan nada yang menyesal. Tapi, bukan berarti dia menyesal telah melakukan kontrak dengan Xuan Chen. Ini hanya candaan.


Kedua hewan ilahi itu cemberut. Sebenarnya mereka sangat ingin menjadi kontrak dengan Yi Changyin. Tapi.. Ah sudahlah!


"Jika kalian mau, ikutlah denganku menjadi binatang kontrak tuanku." Tawar Yi Changyin.


Si Naga sedikit tertarik. "Eh, bagaimana tuanmu?"


"Kau saja mau menjalin kontrak dengannya, artinya tuan mu itu hebat!" Sahut Phoenix dua warna itu dengan semangat.


Yi Changyin tersenyum. "Tuan ku bukan orang yang begitu hebat. Tapi dia sangat baik dan penyayang. Walaupun ada sedikit kekurangan, tapi tumbuhan roh ku dapat melihat potensi besar di dalam jiwa nya."


"Baiklah!" Kata Naga itu tanpa ragu. Bahkan si Phoenix pun


Yi Changyin menatap keduanya tak percaya. "Benarkah?"


Keduanya mengangguk semangat.


Yi Changyin melompat senang. "Baiklah, kalau begitu siapa nama kalian?"


Phoenix dua warna itu menunjuk dirinya dengan bangga. "Feng'er." Dan di susul dengan naga hitam itu. "Heilong"


(Note :


••Feng \= Fenghuang/Phoenix. Er \= Dua.


Jadi, Feng'er bisa di istilahkan Phoenix dua warna••


Jadi, Heilong bisa di istilahkan Naga Hitam••)


.......


.......


.......


Yi Changyin selesai menceritakan apa yang terjadi selama beberapa jam itu. Di antara semuanya, Yi Xuemei lah yang paling banyak bereaksi. Apalagi saat mendengar Phoenix itu adalah jenis yang istimewa. Shen Lan pun sedikit terkagum dengan apa yang di ceritakan Yi Changyin. Mereka tidak pernah melihat apalagi mendengarnya!


Tak menunggu lama lagi, Xuan Chen segera melakukan kontrak dengan kedua binatang ilahi itu. Di dunia ini, siapa yang seperti Xuan Chen lagi? Menjalin dengan seekor binatang ilahi sekaligus dua. Sungguh mengagumkan.


Tapi sebelum itu, Yi Changyin sempat berdiskusi. Yaitu saat memasuki akademi Tianjin, Feng'er harus pura-pura menjadi binatang kontraknya. Tentu saja hal itu di setujui olehnya. Tidak masalah juga.


Baguslah.. dia menemukan binatang ilahi yang tidak begitu sombong, juga tidak meninggikan dirinya sendiri. Jadi dia tidak perlu repot-repot menasihati mereka.


Saat selesai menjalin kontrak, tiba-tiba awan gelap berkepul di atas kepala mereka, menutupi bintang-bintang dari pandangan mata. Walaupun langit gelap, tapi awan itu bisa terlihat karena pantulan bulan. Tidak salah lagi, ini adalah bencana langit untuk seseorang yang selesai melakukan kontrak. Seperti saat dengan Yi Changyin dahulu.


Semua orang menjadi waspada, terutama Yi Xuemei dan Shen Lan yang sama sekali tidak ada hubungannya. Mereka berdua segera memasuki kereta kuda untuk berlindung.


"Changyin masuklah!!" Teriak Xuan Chen berusaha menggerakkan manusia patung di hadapannya.


"Aku akan membantu kalian!" Jawab Yi Changyin enggan pergi.


"Tapi, kau tidak ada hubungannya kali ini. Kumohon, jangan bahayakan dirimu."


Saat itu Feng'er mendekati Heilong yang sedang berwaspada. "Kita apakan mereka berdua?"


Heilong langsung menoleh ke arah dua orang sang sedang berdebat itu. Tidak ada pilihan lain kecuali.. "Lemparkan mereka ke dalam ruang dimensi."


Feng'er menatap Heilong dengan geram. "Tapi mereka.."


"Tidak ada pilihan lain!!" Seru Heilong, merasa masalah ini mendesak. Sedangkan awan di atasnya sudah mulai berkepul hebat. Cahaya-cahaya tampak berkilatan di atas sana seakan siap untuk di tembakan.


"Mereka akan tersesat!!" Balas Feng'er tak terima.


"Kalau begitu, gunakan spiritual pelindung!"


Feng'er menghentakkan kakinya. "Kenapa tidak bilang dari tadi!!"

__ADS_1


"Lalu kenapa kau malah tidak mengingatnya?!"


"Sudahlah! Ayo lakukan!"


Keadaan semakin gentir, untung saja petir itu belum turun dan menimpa mereka semua. Seperti seseorang telah menghambatnya terlebih dahulu. Feng'er dan Heilong segera membentuk formasi rumit di tangannya.


Cahaya putih dengan kilatan perak itu semakin membengkak di antara jari-jemari mereka berdua. Saat gumpalan itu menjadi besar, mereka segera mengarahkannya pada Yi Changyin dan Xuan Chen yang masih saling berdebat. Mereka ini kadang terlihat pintar dan penuh pengorbanan, kadang terlihat tidak berguna.


Seketika pelindung spiritual tembus pandang mulai membentuk dari mulai atas hingga bawah. Pergerakkannya sangat cepat, hingga tak sempat bagi Yi Changyin dan Xuan Chen untuk keluar dari sana.


Tepat setelah itu, guntur-guntur menyambar kedua binatang ilahi itu tanpa ampun. Mungkin rintangan ini sudah biasa bagi mereka, wajahnya tampak menahan semuanya seperti tak ada beban.


Xuan Chen yang melihat bayangan mereka menjadi teringat sesuatu. Dimana saat Yi Changyin tersakiti karena cambukan petir itu. Entah kenapa dia merasa tak terima saat melihat kedua binatang itu melewati bencana. Walaupun memang ini sudah seharusnya.


Xuan Chen menarik Yi Changyin kedalam pelukannya. Tatapannya berubah menjadi dingin dan asing. Dia mulai membentuk gulungan spiritual aneh di tangannya, dan mengeratkan dekapannya pada Yi Changyin. Gadis itu bahkan tidak bisa bergerak walaupun memberontak.


Gulungan cahaya kehitaman itu dia cengkram kuat, sehingga spiritual pelindung pecah tak bersisa. Feng'er dan Heilong menganga melihatnya. Manamungkin manusia bisa menghancurkan pelindung kuatnya?!


Gumpalan cahaya itu Xuan Chen arahkan ke langit, seketika semua cahaya guntur masuk tersedot kedalamnya sampai habis. Bahkan di langit kepulan awan hitam menghilang tanpa bekas. Bulan kembali bersinar terang, bintang pun tampak bertaburan indah.


Lenyap, gumpalan itu hilang di udara kosong bersama dengan belasan petir di dalamnya. Entah pergi kemana, mungkin kembali ke Dewa Dewi petir yang menggerakkan mereka.


Mungkin menguras energi begitu banyak, Xuan Chen ambruk ke tanah. Dia masih sadar, tapi tubuhnya terasa lemah.


"Xuan Chen.." Panggil Yi Changyin cemas sambil setengah memeluk pria itu.


"Aku tidak apa-apa.."


"Tunggu, bagaimana mungkin?!" Seru Heilong ketika melihat hal barusan yang begitu mengejutkannya. Sedari tadi, dia masih terdiam dalam keterkejutannya.


"Tidakkah kau merasa aneh?" Feng'er tampak mengajak Heilong untuk berdiskusi.


Selagi mereka berdua berdiskusi tentang kekuatan Xuan Chen, dua orang yang bersembunyi itu datang keluar. Yi Xuemei tampak juga terkejut ketika melihat pemandangan di balik tirai kereta kuda.


Baru saja mereka berdua menghampiri Yi Changyin dan Xuan Chen, tiba-tiba hawa di sekitarnya begitu menekan. Di perkirakan seseorang telah mengepungnya diam-diam. Semua orang menjadi waspada dan mengeluarkan senjatanya masing-masing.


Yi Changyin merasakannya, dia sangat waspada. "Feng'er, Heilong, bawa Xuan Chen ke tempat yang aman. Dia butuh perawatan, energi spiritualnya telah habis."


"Changyin, aku bisa.."


"Biarkan kami bertiga menghadapinya. Aura ini sangat tidak biasa." Yi Changyin memberi nasihat. Memang, ini sangat aneh. Bahkan dia pun merinding merasakannya. Pria dalam pelukannya yang lemah itu, dia serahkan pada Heilong.


"Tapi Dewi, apakah kau bisa?" Tanya Feng'er cemas. Dia juga merasakan aura yang begitu kuat. Walaupun terasa hanya segelintir orang, tapi auranya begitu menekan. Siapa para brengsek yang menghalangi mulusnya perjalanan mereka?!


"Kami bisa, jangan khawatirkan aku. Jika butuh bantuan, aku bisa memanggilmu. Sekarang yang terpenting, kalian obati Xuan Chen."


Keduanya tampak ragu, sementara aura di sana semakin mencekik. "Cepat!!" Paksa Yi Changyin.


"Kita.. kita pergi ke ruang Dimensi saja." Ujar Heilong sambil memapah tubuh Xuan Chen yang terlihat lemah. Kultivasinya rendah, jika Xuan Chen ikut bertarung dengan kondisi luka dalam seperti ini, akan sangat berbahaya.


Ketiganya menghilang di udara kosong, pergi ke ruang dimensi yang mungkin milik mereka berdua. Karena tuan mereka sekarang adalah Xuan Chen, ada kemungkinan ruang Dimensi itu menjadi milik Xuan Chen sepenuhnya.


"Gawat, ini sangat kuat. Aku tidak bisa mendeteksi siapa mereka!" Seru Shen Lan sambil mengeluarkan cambukan hijau yang penuh duri. Lebih tepatnya, seperti batang bunga mawar yang sangat menusuk-nusuk itu.


Yi Changyin dan Yi Xuemei bersiap sedia dengan senjatanya masing-masing. Gadis itu sudah mengubah kipas Yin Zhenjienya menjadi pedang yang ramping dan mengkilat. Sementara yang di pegang oleh Yi Xuemei adalah pedang dengan ujung berwarna emas mengkilap.


Aura di sana semakin mencekik, tapi sosok itu tidak bisa terdeteksi keberadaannya. Siapa sebenarnya mereka?! Ketiganya pun segera mengeluarkan aura masing-masing, untuk melawan penekanan mereka.


Tiba-tiba secepat kilat cahaya datang. Tak terdeteksi bahkan tak di ketahui. Hanya satu kedipan mata, cahaya setajam pedang itu mengenai tubuh Yi Changyin.


"Akhhhh!!"


.......


.......


.......


hhe:v


SEKALIAN ADA VISUAL BARU YA GUYS



Notes (yang author tau) :


Zhao Liying (Xiaolan), foto diambil ketika ia syuting drama The Legend of Chusen/Noble Aspiration, sebagai Bi Yao.


Bai Shu (Feng'er), Foto diambil ketika ia syuting drama Love And Redemption, sebagai Dewa ular Teng She.


Yu Menglong (Qi Zhongma), foto diambil ketika ia syuting drama Ten Miles of Peach Blossom, sebagai Dewa rubah Bai Zhen.


Jangan lupa like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉

__ADS_1


__ADS_2