The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka


__ADS_3

Yi Changyin mendengus, dia masih menatap danau dengan permukaan yang penuh kabut itu. Sangat misterius dan membuat bulu kuduk merinding. Auranya sangat kuat dan tidak biasa.


"Semoga berhasil, aku percaya padamu." Shen Lan memberi semangat sambil menepuk pundaknya.


Yi Changyin tersenyum ke arahnya dan mengangguk. Kemudian melangkahkan kakinya, perlahan memasuki air danau yang katanya dangkal namun mematikan ini.


Dia berjalan seperti biasa karena tidak bisa terbang di sana, walaupun sebenarnya energi spiritual perlahan-lahan tersedot. Yi Changyin terus mengedarkan pandangannya sambil terus melangkah mencari sesuatu.


Semakin lama, energi spiritual yang dikeluarkan semakin terasa. Namun ia merasa tak masalah dan tersenyum.


'Xuan Chen, sebentar lagi aku berhasil.' Pikirnya penuh bunga-bunga.


.......


.......


.......


'Yi Changyin, kapan kau kembali?' Xuan Chen membatin sambil terus menatap lukisan cantik Yi Changyin.


'Jika kau cepat-cepat kembali, maka aku akan segera meninggalkan tempat ini bersamamu.'


Jari jemarinya bergerak, menelusuri setiap garis sketsa wajah yang membentuk rupa cantik Yi Changyin. Dia kembali terisak, walaupun tak mengeluarkan air mata.


Kemudian tangannya bergerak mengambil salah satu gulungan kain kanvas berkepala emas yang berada di mejanya.


Xuan Chen membukanya perlahan, menampilkan dua wajah orang tua Yi Changyin saat menjadi Bai Suyue. Ratu Bai Jiyuan dan Shui Jifeng. Xuan Chen tersenyum.


"Mertua, aku berjanji akan menjaga putri kalian dengan baik.' pikirnya sambil tersenyum.


Dan tiba-tiba saja dia teringat dengan kata-kata Yi Changyin,


"Lukisan ini yang paling berharga. Karena, itu adalah lukisan pertama yang aku buat. Wanita di sana adalah ibuku, pria di sana adalah ayahku. Jika kau mau, kau boleh memiliknya."


Ingatannya tak berhenti di sana. Wajah imut Yi Changyin terus terlintas di benaknya. Tingkah lucunya, marahnya, senyumnya, manjanya dan sedihnya. Membuat dia semakin merindukannya.


"Yin'er, semoga kau baik-baik saja.." lirihnya sambil menatap nanar lukisan Yi Changyin.


Suara langkah kaki terdengar. Membuat dia merapikan kembali gulungan itu. Dan mengambil satu gulungan bambu dan membacanya acak.


Ingin sekali dia kabur sekarang juga, ternyata yang datang adalah Wen Yuexin!!


"Untuk apa kau datang kemari?!" Sahut Xuan Chen dengan ketus dan dingin.


Namun Wen Yuexin tak melunturkan senyumannya. Dia terus berjalan mendekati Xuan Chen. Baru saja mencapai meja, tiba-tiba Xuan Chen hendak bergegas pergi. Wen Yuexin menahannya.


"Berhenti menggangguku dan pergilah." Usir Xuan Chen terdengar sangat dingin. Mengalahkan hujan salju di luar sana.


"Tapi.. bayi ini butuh pendampingan ayahnya." Wen Yuexin berkata dengan lembut.


Xuan Chen mendengus. "Aku tahu yang berada dalam kandunganmu bukan anakku."


"Mengapa kau berkata seperti itu?" Wen Yuexin bertampang sedih. "Yang mulia, dia adalah anak一"


"Anakku hanyalah Jinmi." Potongnya. Masih dengan nada yang dingin.


Wen Yuexin baru menggerakkan mulutnya untuk menjawab, namun Xuan Chen kembali mendahuluinya.


"Dia anak Xuan Ye, bukan?" Tebaknya dengan sorot mata yang sinis.


"Aku.."

__ADS_1


"Mengapa tidak mengaku saja kalau itu anak Xuan Ye?! Mengapa harus menjebakku untuk menjadi ayah dari anak ha ram ini?!" Serunya mengebu-ngebu.


Wen Yuexin melotot, dia tak terima dengan cacian untuk anaknya. "Wu Yun! Beraninya kau menyebut anakku sebagai anak ha ram! Setidaknya dia masih memiliki ayah, bukan?!"


"Terserah padamu." Jawab Xuan Chen malas.


"Benar, dia anak Xuan Ye memangnya kenapa?!"


Xuan Chen mendengus, melihatnya dengan sinis dan penuh permusuhan. "Aku akan membongkar semuanya."


"Kau tidak bisa."


"Aku bisa."


"Kau tidak bisa karena kau akan menikahiku, Xuan Chen." Ujar Wen Yuexin dengan senyuman miring.


Xuan Chen membalasnya yang lebih sinis dari sebelumnya, "pernikahan itu takkan terjadi."


Wen Yuexin tertawa licik. Kemudian mengeluarkan energi spiritual di tangannya. Membentuk cermin yang mengarah pada seseorang. Xuan Chen yang melihatnya terbelalak.


"Beraninya kau?!"


Senyuman Wen Yuexin semakin mengembang. "Pilih menikahiku.. atau pria yang bernama Shui Jifeng ini... mati sebelum bertemu dengan putrinya."


.......


.......


.......


Yi Changyin terbatuk-batuk di tengah-tengah danau penuh dengan kabut tebal. Energi spiritualnya sudah habis sebagian, tapi dia masih berkeliling dan tak menemukan apa-apa.


Bibirnya sudah memucat, namun ia belum menyerah. Yi Changyin kembali berdiri dan kembali melanjutkan percariannya.


Ganggang hijau itu tumbuh berkerumun di satu tempat. Kristal jiwa hanya terdeteksi berada di sungai ini. Sementara ulat jamur Lingzhi berada di tiang jembatan yang jauh. Bahkan Yi Changyin tidak tahu ada di tiang yang keberapa.


Ia tak menggunakan energi spiritual untuk melacak, karena itu akan memakan banyak. Dia harus menghemat energi apapun yang terjadi.


Namun tiba-tiba telapak kakinya menginjak sesuatu yang tajam itu sangat menusuknya dan mengeluarkan sedikit darah. Dia memekik kesakitan.


Kemudian Yi Changyin berusaha meraih benda yang terinjak oleh kakinya. Dan betapa terkejutnya ia saat mengangkat benda itu.


Ternyata itu adalah kristal jiwa Bai Suyue. Yang kini telah menghisap darah miliknya. Tidak.. seharusnya jangan sekarang untuk bangkit. Tapi sayangnya terlambat, dia akan bangkit menjadi Bai Suyue yang sebenarnya sekarang juga.


Angin berhembus kencang di sekitarnya. Menerbangkan rambutnya kebelakang. Yi Changyin memejamkan matanya ketika kristal jiwa itu masuk ke dalam tubuhnya.


Angin semakin berhembus kencang bak badai sedang terjadi. Dari sela-sela tubuh Yi Changyin, cahaya putih menembus. Terlihat kontras dengan pakaian pengantin berwarna merah yang dia pakai.


Cahaya semakin terang, angin semakin dahsyat. Tiba-tiba ledakan dari tubuhnya terjadi. Menerbangkan jiwa elang putihnya hingga ke langit-langit alam baka.


Shen Lan terkejut. Orang-orang mati yang sedang menyebrangi jembatan reinkarnasi terkejut. Para hantu terkejut. Bahkan Dewi Yuan Ji beserta pengikutnya pun terperanjat kaget.


Dan sampai membangunkan sesuatu yang besar dekat danau alam baka itu..


Aura Yi Changyin semakin kuat dan kental. Cahaya putih terus menerus menyelubungi tubuhnya. Setelah jiwa elang putih puas menari-nari dan memekik keras di atas langit-langit alam baka, dia kembali pada tubuh aslinya.


Tubuh Yi Changyin kini di banjiri cahaya, namun masih belum mengalahkan kabut alam baka. Angin besar masih menerbangkan anak rambutnya bak menari-nari.


Cahayanya hilang, kini penampilannya berubah. Sebagaimana Ratu alam peri ketika bangkit di akademi Tianjin berbulan-bulan lalu. Dan kini semuanya menjadi normal.


Yi Changyin menghela nafas pasrah. Ia lebih memilih mengubah penampilannya kembali. Memakai pakaian pengantin berwarna merah dan rambut digerai panjang tanpa hiasan.

__ADS_1


Selanjutnya ia lanjut mencari, tidak boleh buang-buang waktu. Kebangkitannya saat itu pasti menimbulkan ketertarikan pada sosok-sosok tertentu. Mungkin Dewi Yuan Ji contohnya.


Sementara di sisi lain, Shen Lan sedang memakan sesuatu yang di panggang. Ketika dia merasakan aura aneh menguar di udara.


Awalnya dia tidak peduli, dan melanjutkan makan daging panggangnya. Namun saat mendengar kasak kusuk rerumputan, Shen Lan melemparkan daging panggangnya yang tinggal sedikit.


Kini dia mengeluarkan cambuk berdirinya, yang lebih pantas di sebut dengan tangkai bunga mawar panjang. Ada makhluk yang datang dan menganggu makan siangnya, dia harus maju.


Ya tidak apa-apa bukan jika bunga memakan daging?


Namun betapa terkejutnya ia saat melihat sosok besar yang berjalan ke arahnya. Setiap langkah menimbulkan gempa, raungannya menciptakan angin besar.


Itu adalah monster alam baka yang menjaga danau! Bentuknya mirip kadal besar, namun memiliki duri-duri di punggungnya dan lebih berotot. Cakarnya panjang dengan bau racun yang sangat mematikan.


Ukurannya berjuta-juta kali lipat lebih besar dari ukuran sebenarnya. Kakinya lebih besar dari tangannya, mampu untuk melindas ribuan Shen Lan sekaligus.


(Bayangin aja bentuk Godzila)


Shen Lan mundur beberapa langkah. Makhluk itu meraung ke langit, matanya lapar menatap Shen Lan. Membuat pria serba biru itu merinding.


Benar, makhluk itu tak bisa memakan hantu. Jadi ketika melihat Shen Lan, dia punya kesempatan. Mengerikan! Mereka sama-sama jenis roh, tapi perbandingan kekuatannya sangat jauh.


Yi Changyin pun dapat melihatnya, dia terbelalak. Dia segera kembali bergerak ke tepi danau, untuk membantu Shen Lan. Tak mempedulikan hal lainnya, nyawa lebih penting! Dan dia tidak mau kehilangan Shen Lan.


Baru saja Shen Lan melangkah mundur, tiba-tiba saja tangan monster itu melemparkannya hingga mencium batu besar. Lalu ambruk ke tanah, dia terbatuk-batuk penuh darah.


Namun Shen Lan tidak menyerah. Tangan besar Monster itu akan mencakarnya, dia segera menghindar dengan gesit. Hingga batu tempat ia terjatuh tadi hancur.


Satu pukulan cambukan mendarat di kaki besar Monster itu. Dia memekik kesakitan, Shen Lan tersenyum. Cambuknya itu cukup kuat dan berduri hingga membuat monster besar kesakitan.


Monster besar terus berusia mencakar, Shen Lan terus mendaratkan pukulan yang kuat dan menghindar. Hal itu selalu terulang-ulang. Bahkan monster besar itu tak sabar untuk menginjak Shen Lan.


"Shen Lan, kau baik-baik saja?!"


Sampai tiba-tiba suara gadis familiar menyapa telinganya. Shen Lan terkejut dengan Yi Changyin yang tiba-tiba datang kepadanya.


"Jangan kemari!! Akhh!!"


Saat menoleh kebelakang, monster itu mencakar punggungnya. Hingga membuat ia berkeringat besar dan memuntahkan berliter-liter darah. Namun masih harus terus menghindar.


Peringatannya pada Yi Changyin terlambat, gadis itu sudah muncul di balik kabut. Shen Lan terbelalak, monster itu berjalan menghampiri Yi Changyin.


Sedangkan bibir gadis itu sudah memucat. Walaupun sudah bangkit, energi spiritualnya terus tersedot sampai mungkin mati kekeringan.


Meskipun begitu, Yi Changyin masih sempat menatap tajam monster itu dan mengeluarkan pedang Bai Suyue. Saat monster hendak mencakar dan Yi Changyin hendak menebas, tiba-tiba seseorang menghalanginya.


Shen Lan memasang perisai pelindung tepat di depannya. Menahan cakar dari monster yang terus meraung itu. Yi Changyin terbelalak, Shen Lan begitu berani.


"Shen Lan!" Mau tak mau dia membantu menguatkan perisai pelindung itu.


"Pergilah dan cari apa yang kau inginkan, biar aku yang mengurus dia."


Suara Shen Lan tampak lemah. Membuat Yi Changyin berkaca-kaca dan menggelengkan kepalanya. Sementara dia sendiri, energi spiritualnya sudah hilang setengahnya.


.......


.......


.......


Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗

__ADS_1


__ADS_2