The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam


__ADS_3

'Reaksinya begitu berbeda, apakah dia mengetahui sesuatu?' Pikir Aoyi Jinqi heran.


"Ada apa?" Akhirnya dia bertanya.


Yi Changyin tersadar dari lamunannya, dia menatap Aoyi Jinqi dengan canggung. "Tidak! Tidak apa.." Katanya. "Apa kau tahu? Berapa peri yang memiliki sayap Phoenix?" Dia bertanya penasaran.


Aoyi Jinqi tampak berfikir. Sebenarnya dia sudah tahu, hanya saja jati dirinya disini bukanlah Ratu iblis. Dia harus bertingkah seperti manusia pada umumnya.


"Ketika aku membaca sejarah alam peri, di sana tidak menyebutkan berapa peri yang memiliki darah Phoenix. Hanya menyebutkan Raja Wu Yun saja yang memilikinya." Dia menghela nafas. "Jadi.. aku tidak terlalu yakin dengan kenyataan itu."


Wanita itu tidak berbohong. Saat itu alam peri terlalu tertutup untuk alam iblis. Bahkan ketika berperang, alam langit pun tidak ada yang ikut serta atau mengetahui seperti apa peperangan di sana. Apalagi alam iblis. Mereka hanya terkena dampaknya saja.


Lalu keempat dunia hanya gempar saat mendengar mereka berdua hilang di atas danau penghancur jiwa. Lalu para peri yang lainnya menghilang begitu saja seperti di telan bumi. Ini jelas sebuah misteri.


Yi Changyin mendesah pasrah. "Mengapa begitu misterius.." gumamnya.


"Apakah kau tahu.." Aoyi Jinqi mulai mengeluarkan topik baru. "Jika di hitung sampai sekarang, umur Ratu peri Bai Suyue sudah mencapai seratus sepuluh ribu tahun. Dan raja Wu Yun berbeda sepuluh ribu tahun dibawahnya."


Yi Changyin tidak terkejut. Umur sepanjang itu sudah terbiasa di alam langit. Tapi mengingat dia mengenal Aoyi Jinqi dengan sebutan Xiang Jinqi yang berasal dari alam fana, dia pura-pura terkejut. "Panjang sekali.. Tapi legenda mengatakan makhluk abadi jika semakin tua akan semakin segar. Namun jika terlalu tua akan layu secara berangsur-angsur."


Aoyi Jinqi mengangguk setuju. "Itu benar.."


Itu adalah kebenaran. Makhluk abadi akan semakin cantik dan awet muda sampai usianya lima ratus ribu tahun. Setelah itu, baru dia akan berangsung-angsur menua.


.......


.......


.......


Halaman rumah Xuan Chen tampak seperti semula. Seseorang telah membersihkannya dengan rapi dan teratur. Halaman yang tadinya berantakan seperti telah selesai terjadi peperangan dan tidak terurus, kini menjadi rumah idaman yang di impikan orang-orang biasa.


Bunga-bunga kembali di tanam dengan teratur. Pohon persik menjulang menambah keindahan tersendiri. Jalan kecil menuju rumah sudah di hiasi rentetan batu yang seukuran. Kursi-kursi depan sudah di tata rapi di sana.


Benar saja, saat itu Xuan Yao dan Xuan Rong tengah berada di dalam. Membersihkan ruangan sederhana yang di tinggali kakaknya. Mereka tidak tahu kapan Xuan Chen akan pulang. Tapi setidaknya jika di suatu hari pulang, kakak ketujuhnya tidak akan tinggal di rumah yang berantakan.


Mereka adalah anak-anak kekaisaran, tapi tak pernah bersikap manja seperti Wen Yuexin yang bahkan bukan anak kandung kaisar. Mereka bukan anak-anak manja, menghormati Xuan Chen adalah kewajiban mereka.


Saat Xuan Rong merapikan kasur itu, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang mengganjal dari bawah selimut. Dia menyibakkannya, tampak lonceng dan secarik kertas tergeletak di sana.


"Kakak kesembilan.." Xuan Rong memanggil sambil meraih kedua benda tersebut.


Xuan Yao muncul dari dapur. Tampaknya dia selesai membereskan ruangan itu tadi. Dia dapat melihat lonceng kecil dengan tali merah dan secarik kertas di tangan adik kesepuluhnya. Xuan Yao mengerutkan kening.


"Apa itu?"


"Aku menemukannya di bawah selimut. Mungkinkah kakak ketujuh meninggalkannya untuk kita?" Kata Xuan Rong jujur.


"Kita akan mengetahuinya setelah membaca surat itu."


"Baik.."


'Sementara jangan beritahu hal ini pada kaisar Xuan Zhen. Beritahu saja beliau saat keadaan mendesak. Ketika kau membaca surat ini, Pangeran ketujuh, aku dan kedua nona Yi sudah sampai di gunung Tianjin. Kalian berdua jangan khawatirkan kami. Kami baik-baik saja. Dan lonceng ini gunakanlah untuk menghubungi kami. Dari Shen Lan.'


Wajah Xuan Rong sedikit memerah saat membaca nama yang tergores dalam surat sebagai penutup. Xuan Yao mengangguk paham, sekarang tidak ada yang perlu di khawatirkan. Kakak mereka sudah aman di daratan Zhongjian yang jauh. Ada kedua Dewi yang melindunginya, dia tidak perlu khawatir.


.......


.......

__ADS_1


.......


Di kaki gunung Tianjin, Shen Lan menatap lonceng yang serupa dengan yang baru di dapatkan Xuan Rong. Dia tersenyum tipis. Sangat samar, mungkin orang-orang tidak akan menyadari kalau dia sedang tersenyum. Hatinya yang hilang secara misterius telah kembali setelah melihat wajah gadis itu. Entah apa yang di sembunyikan oleh langit.


Sebenarnya kemarin malam, dia sempat kembali ke daratan Dongfang dan menuju rumah Xuan Chen. Saat itu masih berantakan dan tidak terurus. Untuk membersihkannya, dia tidak punya waktu. Jadi Shen Lan hanya menaruh sebuah lonceng dan secarik kertas dibawah perlindungan selimut. Berharap seseorang yang dapat di andalkan yang menemukannya.


Sekarang pria itu hanya berharap Xuan Rong yang menemukan suratnya. Xuan Yao pun tidak buruk. Dia sangat ingin kedua orang itu mengetahui kebenarannya dari pada yang lain.


Tanpa di sadari, ternyata Yi Changyin sudah maju ke arena lapangan yang di tutupi dinding spiritual tembus pandang. Terdeteksi oleh para guru, kultivasinya mencapai kristal tingkat tujuh, mereka berdecak kagum. Yi Changyin sebenarnya dia bisa banyak-banyak menurunkan tingkat kultivasinya. Ini adalah sebuah batas.


Lagi-lagi tetua Ling Zhao mengetahui identitas Yi Changyin. Seperti yang dia lihat pada Yi Xuemei, kesembilan ekor ada di belakang bokongnya. Shen Lan bersama Xiaobai sudah maju waktu tadi, dia kembali tanpa luka. Tetua Ling Zhao tentu saja mengetahui identitas pria itu sebagai bunga roh mawar biru.


Walaupun Yi Changyin cukup kuat untuk melawan kedua monster itu, Shen Lan merasakan firasat yang buruk. Entah apa itu. Tapi insting nya sangat kuat. Yi Changyin sudah seperti adiknya sendiri, ini tidak akan mungkin salah.


Pria itu menoleh ke arah Aoyi Jinqi, tidak ada yang mencurigakan darinya. Beberapa orang sebelum Yi Changyin maju, adalah Aoyi Jinqi. Tak di sangka dia mengeluarkan hewan roh bangau merah dan lulus dari semua pertarungan. Tapi bangau itu tidak akan mungkin mau untuk melukai Yi Changyin.


Mata Shen Lan kembali beralih pada sosok Wei Qiao. Tadi gadis itu mengeluarkan ular hijau bersamanya. Melawan monster alam baka saja dia hampir kalah, apalagi melawan Yi Changyin. Tidak mungkin ular hijau itu.


Matanya kembali menyapu deretan para calon siswa, tidak ada yang mencurigakan sekalipun. Dia hanya menghela nafas panjang, berharap Yi Changyin akan baik-baik saja.


Gadis itu sudah bersiap di tengah-tengah lapangan, mengeluarkan kipas Zhenjie kesayangannya. Sempat ada yang menggunjing karena dia hanya mengeluarkan kipas, tapi mereka belum tahu kegunaan yang sebenarnya.


Hewan roh kali ini adalah kalajengking hitam. Ukurannya berkali-kali lipat dari Yi Changyin. Warnanya hitam legam yang mengkilap saat terkena sinar matahari. Ekor beracunnya sangat tajam dan besar, siap untuk membunuh apapun yang berada di hadapannya.


Yi Changyin tidak gentar, dia menatap kalajengking itu dengan senyuman. Otak rubahnya mulai bekerja, bagaimana kalau membuat kalajengking itu menjadi miliknya? Sepertinya akan bagus jika di latih.


Kalajengking itu sudah tinggal diam, dia segera menyerang Yi Changyin dengan ekor beracunnya. Saat Yi Changyin menghindar, ekor tajamnya menghancurkan beton hingga retak sampai beberapa senti.


Yi Changyin melompat tinggi, dia memukul kepala kalajengking itu dengan kipasnya dengan keras. Gelombang spiritual muncul berwarna emas elegan. Percayalah, betapa susahnya Yi Changyin untuk menyamarkan warna energi spiritual.


Kalajengking itu mengaum karena kesakitan, Yi Changyin segera mendaratkan serangan yang lain. Ekor kalajengking itu terus berusaha mengenai tubuh Yi Changyin, dia menghadangnya dengan kipas.


Qi Xiangma melemparkan jarum spiritual ke arah kalajengking secara diam-diam. Tidak ada yang tahu bahkan tetua Ling Zhao. Kalajengking itu kesakitan, dia mengamuk dan menimbulkan kekuatan yang besar.


Yi Changyin tak dapat menahannya dia terpukul oleh ekor besar itu hingga terpental, menabrak dinding spiritual. Dia memuntahkan seteguk darah yang membuat teman-temannya meneriakkan namanya khawatir. Kecuali Wei Qiao yang tersenyum miring.


"Gawat, kalajengking itu sedang mengamuk.." Ujar salah satu guru di sana. "Tetua Ling, bagaimana ini?" Katanya dengan cemas, melihat Yi Changyin yang terus menerus di terjang, bahkan tak di beri kesempatan untuk menyerang balik sampai tubuhnya penuh luka.


Ling Zhao menghela nafas. "Dia adalah gadis kuat, biarkan saja dia dahulu. Sebelum organ dalam rusak terdeteksi oleh dinding spiritual, kita tidak bisa mengganggunya." Katanya dengan tenang.


"Tapi.."


"Sudahlah guru Jin.." Potong Fu Jingyun. "Jika tetua Ling sudah mengatakan hal itu, tidak akan terjadi apa-apa.."


Akhirnya pria tua yang bernama Jin Guchang itu menghela nafas. Jujur saja dia mengkhawatirkan gadis yang berada ditengah lapangan itu. Sebagai guru ilmu tenaga dalam, dia tahu jelas apa yang terjadi pada Yi Changyin. Jika terus-terusan menghindar dan menahan, dia akan kehabisan energi spiritual.


Yi Changyin sendiri sudah kewalahan dengan kalajengking menjengkelkan itu. Haruskah dia juga menggunakan otak rubahnya? Yaitu menakuti-nakuti kalajengking seperti Yi Xuemei? Tidak ada waktu!


Ekor tajam itu kembali di layangkan di atasnya, Yi Changyin buru-buru menghindar hingga kerusakan beton di sana semakin parah. Kalajengking ini terus menerus mengamuk, seperti ada sesuatu yang menyangkitinya. Bahkan perisai spiritual pun hancur seketika saat di pukul oleh ekornya.


Aoyi Jinqi pun merasa aneh, pikirannya hanya tertuju pada satu. Dia melihat Qi Xiangma sedang menggunakan spiritual tersembunyi untuk membuat kalajengking itu semakin ganas. Wanita itu tersenyum, aura hitam muncul di ujung jari tengahnya.


Dia adalah Ratu iblis, tidak akan ada yang tahu pergerakannya. Dia segera menghentikan sesuatu yang membuat kalajengking itu ingin membunuh Yi Changyin. Qi Xiangma terkejut bukan main, bahkan Qi Zhongma pun merasakan energi yang terputus ini.


Matanya dengan liar mencari-cari hal yang berkemungkinan. Tapi persembunyian sang Ratu iblis begitu bersih, dia tidak dapat melacaknya. Bahkan menemukan sesuatu yang mencurigakan. Diam-diam Aoyi Jinqi tersenyum mengerikan.


'Beraninya melukai seseorang yang akan menguntungkan alam iblis.' pikirnya dengan dingin.


Yi Changyin merasa senang karena kalajengking itu tidak terlalu ganas. Para guru menghela nafas lega, apa yang di katakan tetua Ling Zhao tidaklah salah.

__ADS_1


Walaupun sudah lemah kalajengking itu tetap menyerang Yi Changyin. Gadis itu segera memasang perisai spiritual didepannya. Kalajengking itu menggunakan ekornya untuk menghancurkan, tapi tidak bisa.


Jari-jari mungil Yi Changyin membentuk formasi rumit, dia arahkan kipas Yin Zhenjie dengan posisi miring ke kiri. Spiritual merah muda menggulung dengan bentuk yang memanjang, perlahan kipas itu berubah menjadi pedang yang ramping.


Wei Qiao meremas pakaiannya. Dia merasa iri dengan apa yang di miliki Yi Changyin. Tadi yang dia punya hanya pedang yang umum sekali di miliki setiap orang. Tapi pedang milik Yi Changyin kali ini sangatlah istimewa.


Yi Changyin menebas udara kosong hingga perisai itu pecah olehnya, di sertai dengan kalajengking itu yang terlempar menabrak dinding spiritual.


Yi Changyin buru-buru melompat menghampirinya. Kalajengking itu hendak bangkit kembali, tapi Yi Changyin segera menahannya dengan energi spiritual pedang. Ujung ekornya yang hendak menyerang, Yi Changyin bungkus dengan energi spiritual. Dia mendarat tepat di depan kalajengking yang ketakutan itu.


Di tempat para guru, Fu Jingyun terkekeh pelan. "Siapa nama gadis itu?" Sepertinya dia kembali merasa tertarik.


Salah satu guru wanita menjawab, "berdasarkan data, namanya adalah Yi Changyin. Putri kedua keluarga bangsawan Yi di daratan timur. Saudari tuanya adalah Yi Xuemei, mereka berbeda lima tahun. Dan nona Yi Xuemei adalah gadis yang menaklukkan macan tutul itu." Jelasnya.


Fu Jingyun mengangguk senang. "Bagus sekali, bibit yang unggul."


Yi Changyin berjongkok di hadapan kalajengking itu. Seperti Yi Xuemei, dia mengeluarkan aura alam langitnya khusus untuk si kalajengking. Hewan itu menjadi diam membeku seraya ketakutan hingga menyusut menjadi kecil.


Yi Changyin mengambil kalajengking itu keatas telapak tangannya, sangat imut. Dia menghadap pada para guru. "Para guru, tetua dan tuan nyonya besar Fu. Yi Changyin disini meminta izin untuk mengambil hewan roh ini untukku?"


"Cih! Apakah dia tidak punya hewan roh!" Cibir Wei Qiao yang mendapat sorotan tajam dari calon murid yang berada didekatnya.


Sementara tetua Ling Zhao tersenyum kepadanya. "Apakah kau belum memiliki hewan kontrak."


Yi Changyin menggeleng. "Tidak, aku sudah memilikinya. Sekarang aku hanya ingin merawat kalajengking malang ini. Tampaknya kalajengking ini kurang pelatihan, karena itu dia begitu buas dan berwarna hitam. Aku akan melatihnya secara pribadi dan menjadikannya menjadi hewan roh yang suci."


Fu Jingyun terkekeh pelan. "Baru kali ini aku melihat calon murid sepertimu. Baiklah! Ambil saja dia, akademi tidak membutuhkannya lagi."


Yi Changyin membungkuk senang. "Terimakasih, tuan besar."


Gadis itu sedikit merobek dinding spiritual, melemparkan kalajengking itu pada tangan Xuan Chen, dia menangkapnya dengan benar. Dinding spiritual kembali merapat.


Xuan Chen segera memasukan kalajengking itu keruang dimensi spiritual, agar Heilong dan Xiaobai mengurusnya disana. Kalajengking itu baru memiliki pertapaan seribu tahun, belum bisa berbicara apalagi menjelma menjadi manusia. Karena itu Xuan Chen agak khawatir kalau dia akan di permainan oleh kedua hewan ilahi yang selalu bersenang-senang itu.


Kalajengking yang berada di ruang dimensi spiritual merasa kagum. Udara di sini penuh dengan energi spiritual, begitupula dengan pohon-pohon dan buahnya. Ikan-ikan spiritual pun banyak di kolam yang penuh teratai ajaib.


Bahkan dia dapat merasakan hutan persik ajaib dan tiga gua dari tiga elemen. Yang pastinya sangat bagus untuk meningkatkan pertapaan. Walaupun jumlah bertapa harus di sesuaikan dengan waktu tertentu, tapi jika makhluk itu memakan inti roh atau menyerap sesuatu akan menambah jumlahnya secara otomatis.


Kalajengking roh sangat beruntung dapat bertemu dengan gadis itu!


Tiba-tiba dia merasakan aura yang tidak biasa. Kalajengking itu menjadi merinding, merasakan dingin di sekitarnya. Tak lama dua sosok jangkung berdiri di hadapannya. Dia mengenali aura kedua sosok itu. Yaitu naga hitam legendaris dan kuda putih jantan! Untung saja Phoenix dua warna itu sedang tidak ada di sana, kalau tidak dia akan muntah darah.


"Yoo.. jadi ini kalajengking yang di pungut nona Yi itu?" Ujar Heilong dengan senyuman yang mengintimidasi.


"Benar, dia sangat kecil." Ujar Xiaobai.


"Aiyo makhluk mungil!" Seru Heilong sambil mengangkat ekor kalajengking itu di tangannya. "Xiaobai, ayo kita mulai pelatihan untuknya."


Xiaobai terkekeh pelan, tapi terdengar mengerikan di telinga kalajengking itu. "Tentu saja.."


Kalajengking pasrah ketika di bawa pergi oleh kedua makhluk mengerikan itu. Dia hanya bisa memekik sesekali sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Tidak bisa melawan, yang ada dia akan binasa dengan cara yang mengerikan.


Hatinya hanya bisa berteriak, 'TOLONG AKUUUU!!!!'


.......


.......


.......

__ADS_1


Jangan lupa like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉


__ADS_2