
Yi Changyin terbelalak saat mendengar janji Xuan Chen yang begitu menggelitik hatinya. Ada perasaan senang, sedih, haru dan terkejut campur aduk hingga menampilkan ekspresi yang tidak jelas.
"Me.. menikah?" Tanyanya tergagap. "Tidakkah itu.."
"Tentu saja kita akan merahasiakannya dari semua orang. Termasuk pernikahan kita nanti jika kau mau." Jawab pria itu terdengar begitu serius.
"Pernikahan tidak boleh di lakukan sembarangan. Itu..."
"Sudah kubilang hari itu, lupakan janji darah. Aku ingin kita memulai hidup baru." Potong Xuan Chen masih terdengar serius.
"Tapi.."
"Apakah Yi Xuemei dan Shen Lan bisa?" Potongnya yang membuat Yi Changyin semakin terbelalak. Dan ada sedikit rasa kesal karena dia tidak diizinkan untuk mengeluarkan satu kata pun pendapat.
.......
.......
.......
"Apa kau bilang?!" Yi Xuemei terlihat marah setelah mendengar pengakuan Xuan Chen, pria itu masih bertekuk lutut di bawah kakinya.
"Aku akan bertanggung jawab!" Jawab Xuan Chen sungguh-sungguh.
"Kau kira masalah ini hanya sepele?!" Sahut Shen Lan yang berada di samping Yi Xuemei turut marah. Dia hendak menyerang Xuan Chen dengan tangan kosong, tapi Yi Xuemei segera menghentikannya.
"Biar aku yang bicara.." Kemudian dia menoleh ke arah Xuan Chen selagi Shen Lan mengangguk setuju. "Tapi, bisa-bisanya kau mengambil kesempatan dalam keadaan gentir!" Cercanya ketika sudah tak tahan dengan emosi yang meluap. Bayangkan saja setelah hatinya kacau melihat sang adik bungsu akan di lecehkan, dan sekarang hal itu benar-benar terjadi dengan pria yang berbeda.
Walaupun Yi Xuemei tahu kelas sifat dan sikap Xuan Chen, tapi entah kenapa sebagai kakak dia belum bisa merelakannya. Bukan karena Xuan Chen pria kekurangan, tapi hati tidak akan pernah bisa berkata bohong.
"Aku.."
"Akan bertanggung jawab?" Cibir Yi Xuemei. "Entah kenapa aku merasa kau yang paling di untungkan jika pernikahan ini terjadi."
"Kakak, bagaimanapun pernikahan adalah ritual menuju kehidupan baru. Tidak ada yang di rugikan dalam hal ini jika kedua mempelai saling mencintai." Jawab Xuan Chen sedikit membela diri.
"Kata-katamu sangat bagus. Kau pikir siapa yang akan lebih di perbudak dalam pernikahan ini?!" Seloroh Shen Lan tak sabar.
"Shen Lan, aku tidak pernah berniat untuk memperbudaknya!" Elak Xuan Chen.
"Karena dia sudah bersedia menjadi budakmu!" Sahut Yi Xuemei.
"Aku tidak pernah menganggapnya seperti itu. Aku bersumpah akan melupakan hubungan darah yang pernah terjadi, lalu.."
"Merenggutnya semalam dan mengikatnya dalam janji pernikahan. Bukan begitu?" Seloroh Yi Xuemei terdengar begitu sinis dan mengambil kesimpulan sendiri.
"Bukan.."
Yi Xuemei memukul meja, "kau pikir siapa yang akan di perbudak dalam pernikahan ini?! Setiap hari Yi Changyin akan melayanimu sebagai seorang istri. Dia akan bangun lebih awal dari mu, menyiapkan segala kebutuhanmu sampai yang terkecil sekalipun."
"Dan kau hanya diam bersantai karena tidak perlu bekerja! Semua kebutuhan hidup ada dalam ruang dimensi spiritual, dan itu pun Yi Changyin yang mendapatkannya. Hanya saja dia memberikannya padamu. Kira-kira seperti itu lah yang akan terjadi jika kalian menikah!"
Xuan Chen terdiam. Tapi.. sebenarnya tugas istri yang seperti itu adalah hal lumrah. Meskipun begitu, dia mengerti perasaan Yi Xuemei. Toh dia sendiri tidak mau Yi Changyin seperti itu setiap hari.
"Dan juga, seharusnya Phoenix dan Naga itu milik Yi Changyin." Shen Lan menambahkan.
Hatinya terus bersabar, dia mengerti mengapa mereka berubah menjadi dingin. Tidak bersahabat seperti sebelum kejadian malam itu. Dia mengerti dan memaklumi.
"Benar, aku memang sedikit tidak pantas berbicara seperti ini." Tutur Yi Xuemei. "Bagaimanapun dahulu aku sangat membencinya. Tapi.. sekarang aku sudah tumbuh dan berfikir dewasa, kalau hal itu sama sekali tidak berguna. Dia adikku, memiliki darah dari ayah yang sama. Melindungi dan menyayanginya adalah tugasku."
"Juga Xuan Chen, aku tidak akan pernah menyangka bisa membuat kami berdua kecewa padamu.." Tutur Shen Lan yang begitu menyakitkan hati Xuan Chen.
"Benar, aku memang brengsek yang mengecewakan.."
"Awalnya kami berharap lebih padamu." Sahut Yi Xuemei tidak mempedulikan kata-kata yang Xuan Chen lontarkan. Kemudian dia menghela nafas.
"Hal ini sudah terjadi. Kau meminta menikahi adikku, aku menyetujuinya." Ujar Yi Xuemei membuat Xuan Chen mendongkak terkejut. "Tapi dengan beberapa syarat." Sambungnya.
Tapi tak menimbulkan ekspresi keberatan di wajah Xuan Chen. Dia justru tersenyum dan mengangguk, "katakan saja, aku akan melakukannya sebisa mungkin."
"Yang pertama, tentu saja hanya kita dan penghuni ruang dimensi spiritual yang akan mengetahui perlihal pernikahan ini. Selebihnya, aku tidak mau siapapun yang tahu." Yi Xuemei mengatakan persyaratan pertamanya yang tentu saja masuk akal.
Tidak ada alasan untuk Xuan Chen tolak. "Aku setuju." Jawabnya tanpa ragu."
"Kedua, kau tidak boleh menikahi apalagi mencintai siapapun selain Yi Changyin."
Dan itu adalah niatnya. "Tentu saja."
"Ketiga...."
.......
__ADS_1
.......
.......
Yi Xuemei dan Shen Lan berjalan menyisir padatnya hutan bambu yang tertata rapi alami. Berada jauh dari puncak gunung, namun udara masih terasa segar dan tidak penuh dengan kabut.
Tak lama dia sampai di tempat agak luas tengah-tengah hutan bambu. Entah tempat apa itu. Entah di sengaja atau memang dari dulu seperti ini. Tapi sangat menarik perhatian Yi Xuemei, terlebih dia sedang mencari-cari tempat untuk pernikahan rahasia adiknya.
"Kau yakin akan mengadakannya di ruangan terbuka?" Tanya Shen Lan selagi Yi Xuemei meneliti setiap sudut tempat itu.
"Yakin."
"Bagaimana dengan Dewa guntur dan Dewi petir?" Tanya Shen Lan lagi.
Yi Xuemei menghela nafas, lalu menatap Shen Lan dengan malas. "Bukankah kau punya pelindung spiritual untuk menyembunyikannya?"
"Merepotkan!" Umpatnya yang membuat Yi Xuemei semakin melotot.
"Kau mau Yi Changyin yang menerimanya?! Mereka akan mendapatkan masing-masing tujuh cambukan petir jika melanggar peraturan kontrak!" Cercanya yang kemudian berbalik dan pergi ke sisi lain.
"Lagipula sejak kapan aku memiliki benda seperti itu?!" Ujar Shen Lan setengah berteriak. Namun mengandung kata-kata yang mengejek.
Membuat gadis yang tak jauh di depannya berhenti, "aku tidak peduli! Apapun yang terjadi kau harus membuat spiritual pelindung!"
"Apa kau gila? Hanya untuk pernikahan mereka apakah aku harus menghabiskan setengah energi spiritualku?"
"Aku akan membantumu, apakah kau puas?!" Teriak Yi Xuemei yang sudah menjauh darinya. "Jadi kita hanya menghabiskan seperempatnya saja." Tambahnya dengan santai.
Shen Lan hanya menghela nafas. Tak lama, dia pun menduduki batu yang berada tak jauh darinya, selagi Yi Xuemei berlari riang ke arahnya.
"Aku sudah memutuskan, tempatnya disini!"
"Kau yakin perihal menyetujui pernikahan mereka?" Tanya Shen Lan begitu Yi Xuemei sampai di depan matanya.
Membuat gadis itu menahan ekspresinya selama mungkin. Menjadi ceria-ceria datar yang terlihat begitu konyol. "Antara ya dan tidak.." Jawabnya tak yakin.
.......
.......
.......
"Yin'er apakah kau yakin akan menikahinya?" Tanya Yi Xuemei sambil menyisiri rambut hitam lebat yang lurus itu. Wajahnya pemiliknya terpantul dalam cermin yang berbingkai ukiran bunga persik.
Yi Changyin menatap dirinya dalam pantulan kaca dengan wajah yang datar. Tubuhnya sudah di baluti dengan gaun merah menawan bersulamkan gambar burung Phoenix.
"Tentu saja.." Yi Changyin tersenyum pada kakaknya yang terlihat dalam pantulan kaca.
"Dia sudah.."
"Itu hanya kecelakaan. Bukan sepenuhnya keinginan Xuan Chen." Potong Yi Changyin yang menghentikan laju sisir di antara barisan-barisan rambut lembutnya.
Yi Xuemei hanya menghela nafas, lalu meletakkan sisir di atas meja. Tak sedikitpun menjawab semua kata-kata Yi Changyin. Dia mulai menata rambut adiknya hingga terlihat rapi dan sebagian tergelung. Lalu meletakkan mahkota bunga persik di atas kepalanya. Begitu cantik.
"Aku tak menyangka gaun dari benang merah kakek bulan akan secantik ini." Ujar Yi Changyin sambil mendirikan tubuhnya.
Memancing kekehan dari Yi Xuemei.
"Kita tidak punya pilihan lain." Katanya sambil menutupi kepala Yi Changyin dengan kain merah. Yang menjadi poin penting saat pernikahan.
"Yin'er, kau sudah menjadi tanggung jawab orang lain. Jaga dirimu." Nasihat Yi Xuemei dengan mata yang berkaca-kaca.
.......
.......
.......
Yi Xuemei memapah jalan Yi Changyin menuju tempat suatu tempat yang telah di tentukannya kemarin. Bambu-bambu yang mengelilinginya sudah di hiasi oleh pita-pita yang merah ceria.
Dari balik kain merahnya, dia menemukan sosok jangkung yang memacu jantungnya berdebar kencang. Pria yang memakai pakaian sama merah sepertinya.
Dan Yi Changyin tak pernah menyangka kalau hari ini akan terjadi lebih cepat -dari yang dia harapkan. Tapi sangat di sayangkan, pernikahan mereka kali ini hanya sekedar menutupi aib yang di ketahui segelintir orang. Tidak sempurna. Lebih tepatnya belum sempurna.
Tapi entah kapan pernikahan sempurna itu kembali. Yang di hadiri seluruh keluarga dari kedua belah pihak. Dengan senyuman ceria dan di banjiri semangat.
Sekarang ini saksinya hanyalah Yi Xuemei dan Shen Lan sebagai pengganti orang tua. Tamunya tak lain dari Feng'er, Heilong, Xiaobai, Xiaolan, singa roh api dan kalajengking es. Tidak ada yang lain.
Jantung Yi Changyin semakin berdebar saat pria itu mendekat dan mengulurkan tangannya. Walaupun pikirannya masih melayang-layang tidak jelas, Yi Changyin berusaha meraih tangannya. Senyuman terlukis tampak samar terlihat olehnya dari belakang penutup kepala merah.
Xuan Chen membawanya berjalan menghampiri Shen Lan yang terduduk di kursi. Layaknya orang tua yang sedang menanti pernikahan putranya. Lalu Yi Xuemei menyusul duduk di sampingnya.
__ADS_1
Ketika sepasang pengantin berbalut gaun merah itu sampai di depan matanya, Shen Lan berbasa-basi, "karena ini adalah pernikahan rahasia, yang masing-masing orang tua tidak ada yang tahu. Jadi, kami lah yang menjadi wakil mereka."
Dia langsung memberikan kode pada Heilong. Naga itu mengangguk dan melantangkan suaranya, "Kedua mempelai, bersujud pada langit dan bumi!"
Yi Changyin dan Xuan Chen berbalik membelakangi mereka berdua. Lalu mulai bersujud kepada langit dan bumi. Sebagai rasa terima kasih sekaligus penghormatan karena telah mengizinkan melangsungkan hari bahagia ini.
Tanpa adanya hujan petir ataupun badai. Sekalipun ada, Shen Lan dan Yi Xuemei sudah memasang spiritual pelindung.
"Hormat pada wakil orang tua!"
Mereka berdua berbalik. Menelungkupkan kedua tangannya lalu membungkuk di hadapan Yi Xuemei dan Shen Lan.
"Suami Istri saling memberi hormat!"
Keduanya berhadapan, membuat sensasi canggung terasa oleh keduanya. Mata mereka sempat bersitatap sebelum akhirnya saling memberi hormat. Dan kini.. mereka sudah masuk dan memulai lembaran baru hari-harinya. Mungkin, selamanya. Semoga saja.
.......
.......
.......
"Berhentilah berdebar.." Bisik Yi Changyin pada jantungnya sendiri sambil menepuk-nepuk dadanya. Ada sedikit rasa kesal karena jantungnya ini terus saja melompat-lompat bak ingin keluar.
Dia menarik nafas dan membuangnya berkali-kali demi menghentikan laju cepat yang tidak terkendali. Tidak berhasil! Dia hanya berakhir meremas-remas pakaiannya frustasi.
Di luar, Xuan Chen memasuki ruang dimensi spiritual yang sepi. Dia membiarkan semua penghuninya bersenang-senang di luar. Sementara ia akan bersama pengantinnya di dalam.
Waktu di luar ruang dimensi adalah sore, waktu bebas para murid. Jadi, mereka tidak perlu khawatir akan di cari oleh guru atau kakak seperguruan lainnya.
Dengan energi spiritualnya, dia membuat ilusi gelap hingga seisi ruang dimensi menjadi malam berbintang. Dan membuat Yi Changyin terkejut bukan main. Ruangan yang tadinya terang benderang tanpa adanya kegelapan, kini berubah terbalik seperti malam.
Terlebih lagi ruangan ini tidak tersedia lilin. Sungguh gelap! Tunggu, apakah ini ulah ilusi Xuan Chen?
'Sepertinya dia..' Pikir Yi Changyin sambil tersenyum sendiri.
Di luar, Xuan Chen berjalan dengan langkah yang gontai. Tidak seperti di luar tadi yang terkesan sangat ceria. Berjalan lunglai sambil menatap pintu tertutup. Yang di dalamnya terdapat gadis dambaannya yang menunggu.
"Aku menyetujuinya, tapi dengan beberapa syarat.'
Ucapan Yi mulai mengiang di benaknya. Dia berusaha untuk menyingkirkan ingatkan kejam itu, tapi kata-kata Yi Xuemei seperti tak ada habisnya. Obrolan di gazebo akademi itu amat menusuk-nusuk hatinya walaupun dia amat teramat rela.
"Yang pertama, tentu saja hanya kita dan penghuni ruang dimensi spiritual yang akan mengetahui pernikahan ini. Selebihnya, aku tidak mau siapapun yang tahu."
"Kedua, kau tidak boleh menikahi, apalagi mencintai siapapun selain Yi Changyin."
"Ketiga.. selama pernikahan ini belum resmi dan semua alam belum tahu, kau tidak boleh merenggutnya apalagi sampai membuatnya mengandung."
"Untuk malam kemarin, aku berharap adikku belum menyimpan darah dagingmu di perutnya. Dan untuk malam pernikahan nanti, itu masih bagian dari pernikahan. Aku tidak melarangnya. Asalkan tidak berlebihan."
Xuan Chen menghela nafas panjang, dia mengeratkan kepalan tangannya. Sejujurnya Xuan Chen tidak keberatan dengan persyaratan ketiga ini. Tapi haknya sebagai seorang suami? Bukankah direnggut begitu saja oleh 'kakak ipar'nya?
"Persyaratan keempat, aku tidak ingin dia di perbudak. Aku ingin sebaliknya kau yang menjadi pembantunya."
Mengingatnya, membuat wajah Xuan Chen semakin kusam dipenuhi beban.
"Aku ingin kau menjadikan dia seorang ratu dan memanjakannya. Aku juga tidak mau kau membiarkannya memasak atau melayanimu setiap saat. Sebaliknya, aku ingin kau yang melayaninya.'
Bukankah ini terlalu berlebihan, Yi Xuemei? Walaupun Xuan Chen mengerti perasaannya, syarat-syarat ini begitu tidak adil bagi orang-orang yang sudah menikah. Tapi, jelas-jelas Xuan Chen sama sekali tidak keberatan.
"Dan syarat terakhir. Aku ingin kau mengikuti semua keinginannya, apapun itu. Dari yang mudah sampai yang tersulit. Bahkan jika Yi Changyin menginginkanmu mati. Kau tahu kan apa yang kau lakukan? Tentu saja kau harus mati.'
Suara dingin dan penuh ejekan itu sudah menguap di udara. Dan tak terasa dia sudah mencapai pintu paviliun. Namun detik berikutnya terngiang suara Shen Lan,
"Jika kau orang yang jujur. Maka datanglah padaku jika melanggar salah satu atau beberapa persyaratan Yi Xuemei. Dan bersiap menerima cambukan sulur tanaman mawar berduriku.'
"Aku siap.." Gumam Xuan Chen di depan pintu. Dia membukanya dan langsung tertuju pada seorang wanita dengan balutan jubah serba merah. Serta dengan penutup kepala yang memiliki warna senada. Wanita itu duduk di tepian kasur, dalam ruangan yang gelap. Menunggunya.
Xuan Chen menyunggingkan senyuman manis. Yang tentu saja terlihat oleh Yi Changyin walaupun samar. Dengan rasa sedih yang menghimpit dadanya, dia berkata dalam hati. 'Aku akan tetap melakukan semuanya, walaupun kalian berdua tidak memberikan persyaratan apapun.'
'Karena semua ini adalah salahku..'
.......
.......
.......
Btw, author disini mau menegaskan ya. Novel ini bukan bergenre fantasi action. Tapi fantasi romantis. Jadi wajar aja kalau kebanyakan konflik romance dibandingkan pertarungan-pertarungan. Dan MC gak sekuat yang kalian kira (untuk sekarang).
Dan di novel ini, pemeran utama perempuan dan laki-laki (Yi Changyin dan Xuan Chen), mereka sebenarnya sangat kuat dan di segani, tapi sayangnya mereka tidak tahu hal itu, bahkan seluruh dunia pun tidak tahu.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉