The Fox Goddes Love Struggle

The Fox Goddes Love Struggle
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue


__ADS_3

Selepas apa yang terjadi di dalam hutan bambu, Yi Changyin kembali ke tempat yang sering dia jadikan tempat merenung belakangan ini. Namun kali ini wajahnya tanpak acuh tak acuh dan hanya fokus berjalan kedepan. Seolah-olah tempat ini asing baginya.


Namun dia berhenti ketika seseorang mendarat tepat beberapa meter di depannya. Dia hanya terdiam menatap datar pria itu. Namun tak berselang lama, keningnya berkerut heran.


'Pria ini tampak tak asing bagiku..' Pikir Yi Changyin sambil menatap pria dihadapannya, yang ternyata adalah Xuan Chen.


Sayangnya Yi Changyin bersikap seolah tak mengenalinya, entah apa yang terjadi. Dan Xuan Chen segera berlari lalu memeluknya.


"Apakah kau baik-baik saja Yin'er?" Tanyanya dengan khawatir sambil mengelus-elus rambut Yi Changyin.


Namun gadis itu segera mendorongnya dengan kesal, "siapa kau?! Mengapa begitu lancang?!"


Membuat Xuan Chen tertegun dengan ribuan prasangka. "Yin'er?"


"Yin'er?" Yi Changyin mengulangi ucapan Xuan Chen. "Jadi.. kau kekasihnya?"


"Siapa kau?" Tanya Xuan Chen terdengar dingin begitu menyadari kalau yang sedang berbicara dengannya adalah orang asing. "Kembalikan Yi Changyin.."


Wanita itu tersenyum. "Kau tenang saja, Yi Changyin akan aman bersamaku. Dan aku tidak akan memberi tahu siapa diriku yang sebenarnya." Jawabnya itu dengan santai.


Tanpa di duga sebelumnya, Xuan Chen mendorongnya dan mencekik lehernya. "Kembalikan Yi Changyin!"


Namun wanita itu mendorong balik Xuan Chen dengan energi spiritual yang besar dan berwarna biru keputihan. Membuat pria itu mundur terlampau jauh, punggungnya mencium batang pohon dan memuntahkan seteguk darah.


Seketika Xuan Chen dapat merasakan aura yang berbeda dari serangan itu. Sangat kuat dan mendominasi. Yang pastinya tidak Xuan Chen kenali. Seolah aura ini adalah aura berbeda yang pertama kali ia rasakan. Seseorang di dalam sana jelas bukan lawannya.


Xuan Chen kembali bangkit dengan susah payah. Dia tak mau membalas serangan karena pada akhirnya hanya akan melukai tubuh Yi Changyin. Jiwa wanita itu hanya bersemayam di tubuh wanitanya. "Si.. siapa kau?"


"Akhh!" Xuan Chen kembali menggerang saat suntikan spiritual memasuki tubuhnya. Rupanya wanita itu lah yang menyalurkannya.


Setelah selesai Xuan Chen merasakan tubuhnya kembali seperti semula. Tidak ada rasa sakit atau keluhan apapun dari organ dalamnya.


"Aku adalah Yi Changyin dan Yi Changyin adalah aku." Ujar wanita itu terdengar membingungkan.


Membuat Xuan Chen mendongkak. "Apa maksudmu?"


Namun wanita itu hanya tersenyum. "Sekarang aku dan Yi Changyin belum bisa saling memberi ingatan. Namun jika jiwaku bangkit sepenuhnya, dia akan menyatu denganku."


"Apakah setelah itu Yi Changyin akan menjadi pribadi yang berbeda?" Tanya Xuan Chen mengikuti apa yang di bicarakan wanita itu.


"Tentu tidak. Dia akan tetap menjadi Yi Changyinmu. Namun dengan kekuatan dan ingatan milikku." Jawab wanita itu jauh lebih ramah dari saat pertama kali bertemu.


"Lalu.. bagaimana aku bisa membangkitkan jiwamu?" Tanya Xuan Chen lagi dengan tidak sabar. Karena pikirnya hanya dengan ini yang bisa mengembalikan Yi Changyin seutuhnya.


"Kau hanya butuh dua bongkahan berlian jiwaku." Wanita itu tampak tidak menyembunyikan apapun darinya. "Tapi itu tersebar di seluruh penjuru bumi ini. Aku bahkan tidak yakin akan menemukannya."


"Kembalikan Yi Changyin! Aku yakin dia pasti akan mau menemukannya." Ujar Xuan Chen dengan yakin.


Namun membuat wanita itu tersenyum misterius. "Kembalikan dia sendiri jika kau bisa."


"Seharusnya kau tahu kalau jiwamu akan kembali suatu saat." Ujar Xuan Chen sambil berjalan ke arahnya secara perlahan. "Jadi tidak perlu takut jika harus mengembalikan Yi Changyin, bukan?"


"Aku tidak yakin kalau dia bisa." Jawab wanita itu kukuh.


"Tapi kami yakin bisa. Berlian itu tidak bisa di cari. Melainkan menghampirimu dengan sendirinya. Benar bukan?" Xuan Chen kini sudah berada satu langkah di depannya.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum menatapnya. "Sepertinya benar."


Kini tangan Xuan Chen sudah berada di atas pundaknya. "Maka serahkan semuanya pada kami. Juga.. ada pertanyaan yang belum kau jawab dengan benar."


"Apa itu?" Tampaknya wanita itu tidak mempermasalahkan pecahan jiwanya.


"Siapa kau?"


"Bai Suyue, Ratu alam peri." Jawab wanita itu tanpa ragu.


Membuat Xuan Chen terbelalak kaget. Bagaimana mungkin?! Tapi jika di bilang berbohong, tak mungkin aura spiritual yang menyerangnya tadi begitu kuat dan mendominasi. Jika dikatakan jujur, wanita itu tidak mempunyai bukti apapun.


"Apakah kau tidak percaya?" Tanyanya sambil meletakkan telapak tangannya di atas bahu Xuan Chen. "Untuk sekarang ini aku masih lemah, belum bisa memberikan bukti apapun padamu."


Lemah?! Dia bilang lemah? Tapi serangan tadi hampir membuat seluruh organ vital Xuan Chen mengalami kerusakan fatal. Dan dia masih bilang kekuatannya lemah? Entah apa yang terjadi jika seluruh jiwanya sudah kembali.


Mungkin saja seluruh dunia bisa hancur karena sekali kibasan pedangnya. Angin topan akan berhembus ketika ia mengepakkan sayapnya. Bumi akan bergetar ketika ia menghentakkan kakinya dengan spiritual yang penuh. Dan manusia akan hancur dalam sekali serangan dari tenaga dalamnya.


"Tunggu sampai satu berlian lagi memasuki hatiku, bukti akan ku tunjukan untukmu." Tambahnya yang menyadarkan lamunan Xuan Chen. "Dan jangan mengatakan kalau kau belum mempercayaiku."


Xuan Chen masih terdiam. Kekuatan Yi Changyin yang sebenarnya apakah semengerikan yang dia pikirkan?


"Aku akan mengembalikan Yi Changyin dan rahasiakan hal ini dahulu dari semua orang. Termasuk Yi Changyin sendiri."


Membuat Xuan Chen berbinar sambil mengangguk.


"Tapi sebelum itu, aku akan memberi tahu sesuatu padamu." Membuat Xuan Chen menatapnya serius. "Kau tidak perlu menjaga Yi Changyin sampai batas kemampuanmu." Dia menekan dadanya sendiri. "Gunung ini akan melindungi kami." Dia tersenyum di akhir kalimatnya.


"Gunung Tianjin?" Xuan Chen bertanya heran. "Apa yang.."


.......


.......


.......


Segerombolan burung elang yang berbaris rapi membentuk formasi indah keluar dari hutan bambu yang tadi tidak sengaja dihancurkan Bai Suyue. Terbang tinggi secara vertikal demi menembus awan yang tinggi.


Gerombolan yang berjumlah puluhan ekor burung elang itu terbang menuju perbatasan spiritual antara alam fana dan alam langit. Menembusnya dengan mudah.


Kemudian mereka membentuk kelompok, masing-masing lima ekor dan segera berpencar. Saling memekik bersahutan mengelilingi seluruh wilayah alam langit atas dan bawah. Mereka bagaikan memberi suatu informasi berharga pada seluruh dunia. Namun tak semua orang dapat mengerti apa yang mereka sampaikan.


Semua warga dari beribu klan mereka berhamburan keluar demi melihat apa yang terjadi di atas sana. Termasuk Yi Wang dan yang lainnya yang segera keluar melihat fenomena langka yang terjadi di alam langit.


"Elang?" Gumam Yi Wang. Dia tampak berfikir sebelum akhirnya terkejut, "seseorang telah kembali!"


Tentu saja selain Yi Wang, leluhur Yi Wutong juga melihat kejadian ini dari teras kediamannya. Dia tidak terlihat kagum ataupun terkejut seperti halnya yang lain.


Hanya menatap kelompok elang yang masing-masing berjumlah lima itu dengan tenang sambil menyesap teh hangat. Termasuk seorang pria muda yang berdiri di sampingnya, tidak ada bedanya dengan tetua Yi Wutong.


Sampai pada alam langit atas, bahkan kaisar dan permaisuri langitpun keluar untuk melihat mereka karena terpancing pekikan elang yang membanjiri volume udara di sana.


"Perintahkan semua pemimpin klan, para Dewa dan Dewi untuk berkumpul di balai utama!!" Teriak sang kaisar langit yang langsung di angguki oleh penjaga yang berada di sampingnya. Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang tidak bisa akan segera tiba di dunia ini.


Di sisi lain Hua Mu Dan melihat pemandangan di atas langit itu dengan ekspresi senang yang meledak-ledak. Dia bahkan tidak bisa menahan rasa senangnya sampai menutupi mulutnya yang tak bisa mengatup dengan sebelah tangan. Membuat Yue Xingfei yang tidak tahu apa-apa mengeyit heran di belakangnya.

__ADS_1


"Ratu kembali!!!" Teriaknya yang membuat Yue Xingfei mendelik melihat tingkah saudarinya yang sudah seperti orang gila.


Lalu di tempat Gaoqing Dijun, pria itu panik melihat burung-burung elang beterbangan. Yang seperti memberi pesan kepada seluruh alam bahwa lambat laun sesuatu yang mengangumkan akan tiba. Tapi kenapa harus elang?


"Elang adalah simbol rahasia alam peri!" Pekik Gaoqing Dijun tampak panik.


.......


.......


.......


"Lihatlah dia sudah setengah bangkit dan kita gagal membunuhnya sebelum itu!!" Teriak Qi Xiangma diiringi dengan suara meja yang dipukul keras.


"Apa yang harus di salahkan?!" Balas pria di hadapannya tak mau kalah.


Membuat Qi Xiangma mengacak-acak rambutnya sendiri frustasi. "Rombongan elang itu akan sampai pada alam langit atas. Gaoqing Dijun pasti akan mengetahui kelalaian kita! Dan semua Dewa Dewi akan mengetahui kedatangannya lambat laun!!" Kemudian Qi Xiangma menghela nafas dengan wajah yang kusut.


"Itu lebih baik. Lebih banyak yang tay, lebih banyak yang akan melindunginya."


Qi Xiangma menatapnya dengan tatapan yang meremehkan sambil mendengus. "Bukankah kau setuju untuk membunuhnya saat itu?"


Qi Zhongma tertawa kecil, membuat kening gadis itu berkerut. "Kau pikir aku percaya jika orang mati bisa bersamaku? Saat itu kau bilang hanya akan membunuh jiwanya, kau pikir itu mudah?!" Qi Zhongma mulai terlihat berapi-api. "Kau pikir bisa melukai jiwa tanpa menyentuh raganya? Jiwa Yi Changyin dan Ratu Bai Suyue tidak bisa di bagi dua begitu saja."


Qi Xiangma hanya terdiam menatapnya dengan dongkol.


"Dan saat itu aku tau kau menertawakan kebodohanku?" Dia tertawa lagi. "Kau pikir siapa yang bodoh di sini? Kau! Kau mengira aku akan sebodoh itu mempercayai semua kata-katamu?"


"Lalu mengapa hari itu kau berani mencekiknya?!" Teriak Qi Xiangma.


"Tangan yang mencekiknya bukan ini." Ujarnya sambil menunjukkan tangan kanannya. "Tapi tangan Xuan Chen."


"Kau?!" Tapi rasa kesal, Qi Xiangma telan payah-payah. Dia kemudian terkekeh pelan. "Terserah padamu! Tapi aku yakin, rencana ini akan berhasil!" Serunya dengan bangga.


Ketika Qi Xiangma akan keluar dari ruangan sempit itu Qi Zhongma menahan lengan kirinya. Dan terpaksa membuat gadis itu berhenti dan memutar bola matanya.


"Takkan ku biarkan kau!"


Qi Xiangma tersenyum miring dan mengerikan. "Kau pikir aku takut?"


Membuat Qi Zhongma merasakan firasat buruk dan segera berwaspada. Namun terlambat, sesuatu yang merah bersinar terpancar di antara jari-jari Qi Xiangma. Menyerap raga Qi Zhongma tanpa bisa melawan ketika Qi Xiangma mendekatkan jarinya.


Setelah selesai, semua kembali seperti semula. Qi Xiangma memandangi cincin berbatu kristal merah di jari tengahnya dengan senyuman miring.


"Tinggal lah di sini selama hal itu terjadi." Katanya. "Tenang saja, urusan guru akan kuurus." Kemudian dia tertawa nyaring dan mencengkram erat kepalan tangannya. Ekspresinya tiba-tiba menjadi dingin.


"Jangan salahkan aku, semuanya adalah salahmu!"


.......


.......


.......


Jangan lupa vote, like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉

__ADS_1


__ADS_2