Akan Indah Nantinya

Akan Indah Nantinya
Bab 105


__ADS_3

"Gagal kenapa?"


"Yang pertama air kebanyakan sampai tumpah, yang kedua kekurangan susu dan terlalu banyak air. Jadi kata Shena aku nggak usah bikinin dia susu lagi daripada gagal terus,"


"Ya Allah, padahal timbang bikin susu lho. Kayak begitu aja harus gagal. Kamu bener-bener deh, Dio,"


Dio terkekeh hingga tatanan giginya yang rapi terlihat. Ia malu sekali mengakui kebodohannya yang tak bisa diandalkan untuk membuat susu hamil istrinya.


"Tapi kamu harusnya bikin lagi dong,"


"Iya nanti aku belajar lagi deh. Aku juga pengen banget, Ma. Cuma Shena tuh bawel sebenarnya. Nanti aku dilarang-larang, diminum sih sama dia pasti, cuma kalau nggak enak aku yang ngerasa bersalah 'kan. Misal kebanyakan air, kebanyakan susu, atau segala macamnya. Kalau masalah ngidam bukan aku nggak mau nurutin, Ma. Emang dia yang nggak mau apa-apa,"


Dio menegaskan sekali lagi bahwa Ia bukan tidak mau menjadi suami yang baik dengan memenuhi semua keinginan sang istri tapi selama hamil Shena memang tidak banyak permintaan. Kalau ada pun, pasti Ia penuhi selagi sanggup.


Shena kembali bergabung di meja makan dengan membawa satu gelas susu hamil untuk dirinya sendiri.


"Shen, mama boleh ngomong sesuatu sama kamu nggak?"


"Boleh, Ma, mau ngomong apa?"


Shena menatap Ardina dengan tatapan penasaran. Ia sampai menghentikan sejenak makannya demi mendengarkan mertuanya bicara.


"Kamu tuh kalau lagi pengen ini atau itu, langsung bilang sama Dio biar Dio turutin. Kok kamu hamilnya tenang-tenang aja sih? jarang banget pengen ini itu, kamu yang nahan atau emang bayi nggak minta apa-apa?"


Shena tersenyum, Ia pikir Ibu mertuanya ingin membicarakan hal penting apa di meja makan, rupanya soal permintaan selama hamil. Shena akui ia memang tak banyak keinginan tapi bukan Ia yang mau seperti itu. Memang dari dalam jarang minta apa-apa.


"Aku nggak nahan, Ma. Kalau emang lagi nggak pengen sesuatu ya udah, aku nggak mau ngada-ngadain,"


"Makan juga semakin susah belakangan ini, jangan begitu dong, Shen. Mama sedih kalau kamu telat-telat makan, kasian sama bayi 'kan,"


"Iya, Ma. Insya Allah aku nggak telat-telat makan lagi kok, bunda tenang aja ya,"


"Mama khawatir sama cucunya, Shen. Makanya jangan telat makan, jangan susah makan, harus jaga kesehatan,"

__ADS_1


"Siap, Mas,"


"Mama pikir kalau hamil kembar tuh malah gampang lapar dan banyak makan lho. Tapi kamu kok nggak ya? mungkin emang beda-beda,"


****


"Bee, ini tumben banget kamu posting foto kita berdua di akun instagram aku,"


Shena melirik sekilas kemudian tertawa. Ia pikir Dio tidak akan sadar kalau Ia baru saja memposting foto di akun instagram suaminya karena Dio itu terbilang tidak sering membuka sosial media miliknya sendiri.


"Iya aku iseng,"


"Tapi kenapa mukanya nggak keliatan? cuma dagu sampe perut doang masa,"


"Itu sekalian posting outfit lho, Mas. Biar estetok,"


"Oalah estetik?"


"Tumben banget nih eksis di dunia maya biasanya mah suka liat postingan orang aja tapi jarang posting di akun sendiri udah gitu sekalinya posting cuma pemandangan sama benda mati doang lagi. Ih kamu nih aneh banget. Beda ya kayak cewek kebanyakan,"


"Yang penting udah ada satu tuh muka aku. Kamu yang suruh posting, tapi kayaknya bakal aku hapus deh. Kayak yang udah-udah,"


"Ih jangan! udah cakep ada satu foto muka biar feed nggak begitu terus. Tetap estetok kok,"


"Lah ngikutin jadi estetok,"


Shena tertawa karena suaminya mengikuti gaya bahasanya. Ia mengganti estetik menjadi estetok dan Dio tak mau kalah.


"Itu muka aku yang ada di akun kamu bisa tolong di hapus aja nggak?"


"Nggak! cuma satu doang masa nggak boleh,"


Shena berdecak karena bentuk protes nya tak dihiraukan oleh sang suami yang beberapa bulan lalu memposting foto wajahnya dengan emoji hati di bawah foto tersebut. Shena benar-benar kaget sekaligus malu. Ia tak pernah percaya diri untuk melihat mukanya sendiri di dunia maya.

__ADS_1


"Udah di akun aku, terus di akun kamu juga. Nanti muka aku mejeng di akun siapa lagi ya, Mas?"


"Nggak apa-apa, Sayang. Aku nyuruh kamu posting muka kamu di feeds supaya bukan benda mati atau pemandangan mulu yang diliat,"


"Ih nggak juga. Orang ada foto genggaman tangan kita kok, Mas,"


Dio berdecak dan Ia segera meraih ponsel istrinya kemudian menggulir layar. Kali ini pembahasan mereka adalah postingan di akun sosial media.


"Ya emang sih ada tangan kita berdua. Tapi mukanya mana? nggak ada muka manusia di situ. Makanya aku suruh posting foto aku,"


"Nanti aku posting foto Mas pakai caption "Punyaku" boleh nggak?"


"Boleh banget, emang mau? nggak mengurangi estetok?"


"Aku sih mau-mau aja. Tapi nggak jadi deh, nanti banyak yang suka,"


Dio tertawa dan ia sudah beberapa kali dengar alasan itu. Lagi-lagi Shena tak mau membagikan potret wajahnya karena takut banyak yang menaruh hati.


"Terus Mas ngapain posting foto aku di akun Mas? nggak takut ada yang suka?"


"Awal-awal takut sih. Cuma kalau dipikir-pikir nggak apa lah sesekali. Lagian fotonya juga bukan yang aneh-aneh. Cuma foto candid kamu aja dan itu hasil bidikan aku,"


"Woah berarti gedean posesifnya aku daripada Mas ya,"


Shena malu-malu mengakui kalau Ia begitu posesif tidak mau suaminya disukai orang makanya tidak memposting. Sementara Dio tidak seperti itu.


"Aku 'kan pernah ya, Mas, waktu itu posting foto Mas sama aku. Nah ada orang yang komen 'ganteng banget tuh boleh dong liat sini' aku semenjak itu kesal banget. Langsung aku arsip fotonya. Dan nggak hanya satu orang aja, ada lima orang kayaknya yang bilang Mas ganteng, gagah, segala macamnya lah pokoknya. Aku kapok abis itu,"


Dio kaget mendengar cerita istrinya. Baru kali ini Shena menyampaikan penyebab atau alasan terbesar Ia memilih untuk menjadikan foto Dio atau foto mereka berdua sebagai koleksi pribadi.


"Seriusan, Bee?"


"Iya, makanya itu aku langsung arsip foto terus udah nggak pernah lagi post foto apapun tentang Mas, tadinya aku juga nggak kau posting foto aku, tapi Mas nyuruh banget. Akhirnya aku nurut karena kalau diliat-liat emang akun aku sepi banget postingannya cuma yang gitu-gitu aja kayak pemandangan, cangkir, lukisan, bunga, atau apalah. Tadinya mau posting foto berdua Mas aja biar ada yang beda dari feed Instagram aku. Tapi nggak jadi karena aku takut kejadian kayak waktu itu lagi. Kesel banget aku lho, Mas. Padahal kamu bukan artis tapi ada aja yang muji begitu, ya emang kamu ganteng sih tapi daripada kotorin kolom komen aku mending komen di lapak orang aja deh,"

__ADS_1


__ADS_2