Akan Indah Nantinya

Akan Indah Nantinya
Bab 82


__ADS_3

“Shena itu hamil, Dio. Jadi kamu harus pahami komdisi dia,”


“Apa? Shena hamil, Ma?”


Dio membelalakkan kedua matanya terkejut mendnegar ucapan sang Mama yang baru saja memberitahu bahwa istrinya tengah mengandung.


Dio bahkan belum tahu apa-apa, tapi Mamanya sudah tahu lebih dulu. Dio menelan salovanya sudah payah. Jujur Ia tidak percaya tapi wajah mamanya meyakinkan sekali.


“Mama, serius ‘kan ngomong gini ke aku?”


“Ya masa Mama bohong sih? Mana mungkin Mama bohong. Memang benar kok Shena lagi hamil, usia kamdungannya udah masuk dua bulan,”


“Astaga kenaoa aku nggak dikasih tau sih? Aku yang paling brlakangan tau?”

__ADS_1


“Sebenarnya nggak, Papa kamu juga belum tau,”


“Gue udah tau, Di,”


Tiba-tiba Sehan, abang sepupunya menjawab sambil berjalan memasuki ruang makan. Sehan ikut masuk dalam pembicaraan karena kebetulan ingin mengambil air minum.


“Parah banget masa aku belakangan tau?”


Ia jadi orang terakhir yang tahu tentang kehamilan Shena saja sudah membuatnya tak habis pikir. Ini Shena juga tidak mau memberitahu Papanya supaya berita itu tidak sampai ke telinganya melalui papanya.


“Kenapa Shena nggak mau ngasih tau aku sih, Ma?”


“Ya karena dia belum siap,”

__ADS_1


“Maksud Mama?”


“Kamu selama ini ‘kan bilang kalau kamu belum diap jadi ayah. Akuirnya Shena ragu banget mau nyampein berita itu ke kamu. Walaupun udah Mama suruh berulang kali tapi entah kenapa dia belum juga ngomong dama kamu. Waktu kamu di Lombok Mama juga baru tau kok. Mama tau dari dokter karena saat itu Shena pingsan dan dibawa ke rumah sakit jadi dokter ngejelasin semuanya ke Mama,”


“Ya ampun aku nggak tau soal itu,”


“Ya karena memang Shena nggak mau cerita dan juga Shena nggak mau Mama cerita,”


Sehan tiba-tiba duduk di sebelah Dio sambil menepuk bahunya pelan. “awalnya gue juga nggak habis pikir sih kenapa Shena milih untuk nggak langsung terbuka sama lo. Tapi dia begitu ada alasan dan lo harus coba ngertiin. Dia takut ngomong sama lo, Dio. Takut kalau lo nggak terima anak itu. Makanya lain kali jaga omongan apalagi anak itu pembahasan yang sensitif. Jangan pernah ngomong nggak siap atau gimana, kadian istri lo. Kalau orangnya nggak suka overthinking sih nggak masalah. Tapi si Shelina ‘kan suka overthinking ya,”


“Emang kenapa sih kamu ngomong nggak siap kayak gitu? Semua orangtua di dunia ini sebenarnya nggak ada yang benar-benar siap jadi orangtua, Dio. Pasti ada rasa nggak siapnya walaupun sedikit. Tapi tenang aja, akan ada banyak kesempatan untuk mempersiapkan diri. Bahkan setelah snak kamu lahir, setiap harinya kamu bisa belajar jadi ayah yang baik,”


“Iya bener kata Tante, gue juga kalau ditanya siap atau nggak sejujurnya siap nggak siap ya. Lima puluh persen siap dan sisanya nggak siap. Kenapa? Ya karena gue tau jadi orangtua tuh nggak gampang, Di. Gue ragu, gue bisa nggak ya jadi ayah yang baik buat anak gue, ntar gimana ya sikap gue ke dia? Gue mesti gimana ke dia? Jujur ada banget pikiran-pikiran kayak gitu. Tapi bawa enjoy aja,” ujar Sehan seraya merangkul bahunya.

__ADS_1


__ADS_2