
“Lo ngomong sama orang tidur, Shen?”
“Ya ampun kaget aku,”
Shena langsung beranjak duduk sambil mengusap dadanya sendiri sementara Dio tertawa terpingkal-pingkal.
“Kamu apa sih, Dio? Kenapa bikin kaget? Kamu senenarnya nggak tidur ya?”
“Emang nggak, hahahaha,”
Ahena berdecak lalu mencubit lengan suaminya itu. Argantara langsung meringis kesakitan.
“Sakit, Shena,”
“Ya abisnya kamu bikin kaget aja, kenaoa nggak bilang aja sih kalau kamu tuh belum tidur,”
__ADS_1
“Ya suka-suka gue lah. Gue mau dnegerin lo ngomong,”
Shena langsung terdiam membeku. Suaminya tidak tidur, dan mendengarkan Ia bicara. Artinya smeua yang Ia katakan tadi didengar oleh Dio.
“Terus—terus—apa yang kamu dengerin? Aku emang ngomong apa aja coba?” Tanya Shena dnegan penasaran.
“Ya semua omongan yang keluar dari mulut lo, gue dengerin baik-baik,”
“Hah? Serius? Kok kamu gitu sih?”
Shena membelalakkan kedua matanya. Dio bahkan mendengar kejujurannya tentang itu. Sekarang Ia merasa bersalah disaat suaminya merasa sedih karena dikecewakan, Ia malah jujur kalau Ia senang.
“Maafin aku ya, Dio. Aku nggak bermaksud kayak gitu,”
“Terus apa?”
__ADS_1
Tiba-tiba Dio menyusul Shena juga untuk duduk. Dio menatap Shena yang benar-benar gugup sekarang karena tidak tahu harus menjawab apa.
“Aku—iya aku senang tapi—aku minta maaf,”
Shena lebih baik jujur, lagipula tadi Dio sudah dengar apa yang Ia katakan. Tidak ada yang bisa Ia tutupi lagi.
“Tapi meskipun aku ada rasa senang sebenarnya aku juga ikut sedih kok, Dio. Aku sedih kamu yang cinta banget sama mantan kamu malah dikecewain. Aku senangnya bukan hanya gara-gara kamu dikecewain dia, kamu jadi mau belajar nerima aku, hal yang bikin aku senang eprtama kali adalah karena kamu dijauhin dari perempuan yang mungkin menurut Allah dia nggak baik buat kamu. Pernah kamu doa untuk dijauhin dari orang yang nggak baik? Jodoh yang nggak baik? Nah mungkin itu jawabannya,”
Dio merenung, apa yang dikatakan oleh Shena Ia cerna perlahan, dan Ia setuju dengan apa yang dikatakan istrinya itu. Kalau memang Ia dan mantan kekasihnya itu berjodoh, seharusnya mereka didekatkan, bukan malah dijauhkan karena rasa kecewa yang ada di hatinya akibat sempat dikhianati.
“Aku minta maaf kalau ada kata-kata aku tadi yang bikin kamu tersinggung,”
“Nggak apa-apa, gue senang dengerin lo ngoceh. Apa lo tiap malam begitu ya? Lo selalu ngoceh walaupun gue udah tidur? Hmm?”
“Nggak setiap malam juga, kadang-kadang aja. Aku senang liat kamu tidur, aku senang nanyak cerita atau ngobrol sama kamu ya walaupun kamu nya tidur sih, nggak ngasih tanggapan apa-apa tapi setidaknya aku merasa lega udah terbuka sama kamu. Karena kalau kamu bangun, kita nggak bisa banyak cerita. Kamu ‘kan bodo amat orangnya, jadi aku gunain kesempatan pas kamu tidur. Maaf ya kalau mungkin selama ini kamu merasa tefganggu, aku nggak ada maksud apa-apa, cuma pengen ngobrol aja,”
__ADS_1
Shdna tidak salah, jadi bukan Shena yang seharusnya minta maaf. Tapi Dio lah yang sudah sepatutnya meminta maaf dari Shena yang selama ini sering Ia abaikan.