Akan Indah Nantinya

Akan Indah Nantinya
Bab 80


__ADS_3

“Hai, salam kenal Shena,”


“Hai, Bang Sehan,”


“Shen, aku Tania istrinya Sehan,”


“Hai juga kak Tania,”


Hari ini Shena menerima kedatangan tamu yang tak lain adalah abang sepupu Dio, Sehan yang kebetulan sedang berlibur di Jakarta membawa serta istrinya. Mereka berdua datang jauh-jauh dari Jepang dan sudah sempat menginap di hotel dan karena Ardina meminta mereka datang, maka akhirnya mereka datang ke rumah tentunya dnegan niat menginap.


“Yeayy abwa koper. Akhirnya rumah ini rame,”


Sehan terkekeh mendengar ucapan Tante nya kelihatan sekali Ardina senang menyambut kedatangannya dan sang istri.


“Wah Kak Tania lagi hamil berapa bulan ini? Lucu banget perutnya, gemes deh,” ujar Shena sambil mengusap perut Tania yang sudah membesar.


“Kandungan aku udah lima bulan, Shen,”


“Semoga sehat-sehat terus ya, Kak. Sampai kelahiran nanti mudah-mudahan semuanya lancar,”


“Aamiin,”


Tania dan Sehan langsung mengamini. Doa baik Shena untuk anak mereka sangat berarti. Kemudian mereka kompak menatap perut Shena yang tiba-tiba diusap oleh Ardina.

__ADS_1


“Shena juga lagi hamil nih, semoga kandungannya juga sehat, dan lancar sampai persalinan, tolong doain ya, Sayang,” ujar Ardina seraya menatap Sehan dan Tania.


“Aamiin ya Allah, sehat-sehat terus ya, Shen. Sekangat hamilnya! Duh nggaks abar deh nanti anak kita main bareng,”


“Makanya yang lama di sini, jangan balik ke Jepang kalau perlu biar anak kita bisa main,”


Mereka semua tertawa mendnegar ucapan Shena yang senang sekali akhirnya di tumah ada penghuni lain. Disaat suaminya masih di Lombok bersama ayah mertuanya jujur Shena memang merasa kesepian. Belum tahu pasti kapan suaminya itu pulang. Karena dari yang tiga hari diundur jadi lima hari. Dan ini sudah hari keenam. Walaupun begitu, Dio tetap rajin memberinya kabar dan rajin juga mengetahui kabarnya.


“Oh iya Abang sama Kakak mau disiapin apa nih? Mau bubur jagung? Aku abis bikin bubur jagung, atau mau yang lain?”


“Nggak usah repot-repot, Shena. Kita ini bukan tamu, jadi santai aja. Kamu harus banyak istirahat lho, jangan kecapekan,”


“Iya memang dia ini akrif banget. Susah kalau udah disuruh istirahat. Tante kadang suka kesal ngasih taunya. Bandel banget, diauruh bedrest masih aja bantu masak, masih aja bersih-bersih,”


“Ekang nggak betah ya kalau diam aja pas hamil, Shen?”


“Iya, Kalau kakak sendiri gimana?”


“Sama kok, aku juga nggak betah. Suka banget punya kegiatan,”


“Terus kakak dimarahin sama Bang Sehan nggak?”


Sehan langsung mengambil alih pertanyaan untuk Ia jawab “Kadang iya sih kalau dia udah berlebihan banget aktifitasnya. Ya aku ‘kan khawatir ya kalau dia kenapa-napa, adek ipar. Kamu juga yang bener kalau disuruh bed rest ya ikutin, jangan terlalu sibuk. Lagi hamil muda pula. Keponakanku semoga sehat-sehat terus ya,”

__ADS_1


“Aamiin makasih, Bang,”


“Jadi Shen, Bang Sehan ini udah kayak abangnya Dio banget deh. Walaupun dia jauh di Jepang tapi dia lancar komunikasi sama Dio, termasuk sepupu yang paling dekat banget sama Dio,”


“Tapi sayang waktu kalian nikah aku sama Tania nggak bisa hadir. Maaf ya, Shen,”


“Nggak apa-apa dong, Bang. Aku ngerti kok, Mas Dio juga udah pernah cerita soal Abang,”


“Dio gimana kanarnya? Kemana nih dia?”


“Mas Dio lagi ke Lombok sama Papa, Kak Tania,”


“Oh, ada urusan kerjaan?”


“Iya, Kak,”


“Gimana rasanya ditinggal jauh sama suami? Pasti suami kamu juga khawatir deh kamu lagi hamil dia tinggalin ya walaupun cuma bentar sih,”


“Dio tuh belum tau Shena hamil,”


“Hah? Kok bisa?”


“Ya karena emang baru ketauan,”

__ADS_1


“Oalah, terus kok nggak langsung dikasih tau?” Tanya Sehan pada Shena yang langsung saling menatap satu sama lain.


__ADS_2