Akan Indah Nantinya

Akan Indah Nantinya
Bab 43


__ADS_3

-Shena, gue ada hadiah buat lo. Udah di kurir ya-


Dio mengernyit ketika membaca pesan yang masuk di ponsel Shena. Pesan itu hanya sekelebat lewat di bagian atas layar. Dio kebetulan hendak meletakkan ponselnya berdekatan dengan ponsel Shena tapi malah salah fokus dengan pesan yang masuk itu.


Dio meletakkan ponselnya, lalu meraih ponsel sang istri. Sayangnya dikunci dan Ia tidak tahu apa sandinya. Entah dapat dorongan darimana Ia untuk menjawab rasa penasarannya dengan cara seperti. Padahal biasanya Ia tidak mau peduli apapun soal istrinya.


“Ah gue nggak tau apaan sandinya. Lagian pake sandi segala. Orang gue aja nggak tuh,” gerutu Dio sambil meletakkan ponsel istrinya dengan sedikit kasar di atas nakas.

__ADS_1


“Mancing gue kepo aja. Siapa yang malam-malam gini mau kasih hadiah? Baik amat,”


Dio langsung berbaring di ranjang karena tidak berhasil menjawab rasa penasaran yang tiba-tiba mendorongnya supaya melihat langsung pesan itu di ponsel istrinya tapi ternyata tidak bisa karena dikunci layarnya sehingga Ia tidak bisa berkutik atau melakukan apa-apa.


Ketika Shena keluar dari kamar mandi, Dio pura-pura memejamkan matanya. Shena berjalan mendekati ranjang. Ia mengamati suaminya yang sudah memejamkan mata pertanda Dio sudah tidur.


“Dio, kamu tau nggak, aku senang banget belakangan ini karena kamu beda. Semoga kamu nggak jahat lagi ya ke aku. Ya walaupun kamu kemungkinan besar berubah karena mantan kamu yang udah nggak mungkin bisa balik lagi sama kamu, alias aku ini kayak dijadiin cadangan, aku nggak apa-apa kok. Aku tetap bahagia. Aku mau pernikahan kita ini bertahan sampai kita pergi dari dunia ini, Dio,” gumam Shena dengan suara yang sangat pelan tidak mau mengganggu suaminya yang sudah terlelap. Tanpa Shena sadari Dio mendengarkan semua ucapannya.

__ADS_1


“Kamu mau anterin aku ke kampus, mau makan masakan aku bahkan punya request untuk dibuatin gulai. Aku benar-benar senang banget kamu nggak galak lagi ke aku, kamu menghargai aku. Memang itu yang aku mau. Makasih ya, Dio,”


Entah kenapa Dio merasa hatinya menghangat mendengar kata-kata istrinya itu. Curahan hati Shena yang sedang bahagia karena Ia mulai berubah, membuat Dio sadar bahwa mungkin perubahan inilah yang diidam-idamkan Shena selama ini. Kebahagiaan Shena sederhana. Diperlakukan baik, dihargai sudah lebih dari cukup untuk Shena.


Shena sekarang beralih mengusap alis Dio yang tebal bak ulat buku sambil Ia tersenyum. Shena masih belum menyadari kalau suaminya belum tidur, hanya sedang berlakon saja sekarang, dan tanpa disengaja malah mendengarkan curahan hati Shena yang sedang bahagia katanya.


“Mungkin kesannya jahat kalau aku bilang senang mantan kamu itu bikin kamu kecewa dan akhirnya kalian benar-benar udah nggak ada harapan untuk bareng lagi. Aku tau kamu masih belum bisa sepenuhnya lupain dia tapi kalau aku boleh jujur, tapi memang rasa senanglah yang ada di hati aku sekarang. Karena mantan kamu itu bikin kamu kecewa, akhirnya kamu mau belajar nerima aku,”

__ADS_1


“Kayaknya udah nih curhatnya, gue bangun ah. Gue pengen tau reaksi dia. Kaget atau biasa aja,” batin Dio seraya menahan senyumnya.


__ADS_2