
"Aku aja, Bi. Mas Dio minta susunya dicampur,"
"Maksudnya dicampur gimana, Mba?"
"Iya dia mau susu putih sama cokelat nya dicampur jadi satu,"
Bibi terkekeh mendengar ucapan Shena. Awalnya Ia agak sulit percaya tapi melihat Shena benar-benar mencampurkan susu cokelat dan vanila menjadi satu, barulah Bibi percaya seratus persen.
"Eh beneran dicampur ternyata,"
"Iya beneran, Mba. Orang dia yang mau begini,"
"Enak juga kayaknya kalau dicampur, Mba,"
"Tapi apa nggak aneh ya, kok malah minta dicampur. Aku sendiri belum pernah nyoba," ujar Shena.
“Coba aja supaya tau rasanya, Mba. Kata saya mah enak-enak aja soalnya 'kan sebelum dicampur juga susunya emang enak. Kalau dicampur mungkin tambah enak dan rasanya jadi beragam. Nggak cuma satu rasa tapi ada dua,"
Shena terkekeh sepertinya Ia tidak ingin membuatnya, takut malah tidak suka dan ujungnya dibuang. Ia akan mencicipi sedikit susu punya Dio nanti.
Denting antara sendok dan gelas membuat Dio tidak sabaran menyeruput susu buatan Shena. Ia bertanya pada Shena dengan suara yang agak keras.
"Sayang, susunya udah jadi ya?"
"Iya sabar,"
__ADS_1
"Nggak sabaran banget," gerutu Shena yang menjadi bahan kekehan Bibi. Shena lucu kalau sudah menggerutu kesal pada suaminya. Daripada marah yang benar-benar galak, lebih baik menggerutu saja pelan-pelan.
Shena segera membawa gelas berisi susu yang sudah Ia buat ke meja makan. Mata Dio langsung berbinar melihat minuman hangat di depannya.
"Wuih, udah jadi. Makasih ya, Sayang,"
"Sama-sama, dicoba dulu deh enak atau nggak nya,"
Dio mengangguk dan tanpa disuruh dua kali ia langsung menyeruput susu tersebut. Ia langsung berdecak dan mengangkat ibu jarinya.
"Enak 'kan bener kata aku,"
"Rasa apa?"
"Rasa susu dicampur. Vanila sama Cokelat,"
"Enaklah, rasanya jadi nana-nano," ujar Dio seraya tersenyum lebar. Ia segera menawarkan susu itu kepada istrinya yang segera menggeleng.
"Kok nggak mau? enak tau, Sayang,"
"Nggak ah, takutnya kamu bohong, aku penasaran sama rasanya sih tapi aku takut nggak beneran enak nanti aku mual lagi,"
"Emang kamu mual lagi? gara-gara telur?"
"Nggak, kalau yang tadi gara-gara bau masakan gitu tapi cuma sebentar aja mualnya. Aku langsung bikin teh hangat,"
__ADS_1
"Ya Allah, ternyata kamu mual lagi? kok nggak bilang sih?"
"Ya mau ngapain juga bilang-bilang nanti kamu jadinya cemas,"
"Ya harus cerita lah sama aku,"
Shena mendekatkan gelas susu itu kepada suaminya lagi. "Aku nggak mau coba takut rasanya aneh,"
"Nggak aneh, Sayang, orang enak kok. Tapi ya udah kalau kamu nggak mau, aku nggak akan maksa kok. Nanti takutnya kayak kejadian telur,"
"Ya udah deh aku coba,"
Dio tertawa mendengar kelabilan istrinya. Barusan bilang tidak mau, sekarang dia ingin mencobanya mungkin karena benar-benar penasaran.
Shena mencicipi susu bikinannya itu dann ternyata rasanya tak seburuk yang Ia bayangkan.
"Eh iya enak ternyata,"
"Nah 'kan, nggak percaya sih. Untung aja nyobain 'kan, jadi nggak nyesel,"
"Udah kita minum berdua aja,"
"Nggak ah, aku cuma mau nyobain aja kok,"
"Ya udah buat aku semuanya,"
__ADS_1
Dio segera menyeruput hingga habis tak bersisa satu tetes pun. Shena tersenyum senang melihat susu yang Ia buat dihabiskan oleh Dio.