
“Kamu nggak sadar ya ngelakuin ini sama aku? Hah?”
Shena mendorong dada Dio setelah menyudahi kegiatan panas mereka. Sudah satu kali dan sekarang Dio ingin lagi. Shena semakin berpikiran negatif. Suaminya menggauli karena mabuk alias tidak sadar. Bukan karena memang benar-benar mau.
“Astaga, gue nggak mabuk, gue sadar, Shena,”
Dio berbaring terlentang dengan deru napas yang tidak beraturan. Ia mendapat penolakan untuk melanjutkan kegiatan panas mereka dan Ia menghargai keputusan Shena yang sekarang ragu.
“Ngeliat nafsu kamu yang berapi-api, aku jadi curiga kamu ngelakuin ini karena—“
Dio berdecak pelan dan langsung merengkuh erat badan istrinya yang sedih dan kesal bercampur jadi satu, bisa Ia ketahui dari nada bicaranya dan juga tatapan matanya ketika mengusir Ia dari atas tubuhnya.
“Gue nggak mabuk, Shena. Sumpah gue sadar ngelakuin ini sama lo. Gue emang abis minum tapi ‘kan gue nggak mabuk, buktinya gue nyambung ‘kan tiap lo ajak ngomong,”
“Ya tapi kenapa kamu tiba-tiba nyerang aku setelah minum? Hah? Berarti ‘kan—“
“Ya mungkin karena gue ngerasa panas di badan gue, makanya gue—sorry mungkin ini nyakitin hati lo, tapi selama ngelakuin gue benar-bsnar sadar,”
__ADS_1
“Ya berarti kamu gairahnya karena minuman. Kamu gauli aku karena pengaruh alkohol, jadi bukan dari hati kamu yang mau,”
Shena berusaha melepaskan pelukan Dio. Cukup sekali, ketika Dio ingin melakukannya lagi masih dengan nafsu yang belum berkurang Shena jadi curiga suaminya menggauli dirinya karena dibawah pengaruh minuman alkohol.
“Udah deh awas, jangan peluk aku terlalu kencang aku susah napas,”
Dio langsung patuh dengan larangan Shena yang segera berbaring memunggunginya. Dio menghembuskan napas kasar lalu memijat pangkal hidungnya.
“Tapi gue ngelakuin hal tadi nggak suruhan siapa-siapa, emang gue kepengen sendiri, Shen,”
“Tapi kamu abis minum! Tadi kamu juga sempat maksa aku ‘kan?”
Dio tiba-tiba memeluk istrinya lagi dari belakang dan kali ini bibirnya mengecup tengkuk istrinya itu.
“Dio diam! Jangan ganggu, aku mau istirahat lagi,”
“Lo yakin?”
__ADS_1
“Ya iyalah, mau ngapain lagi emang? Aku capek,”
“Tapi sekali lagi nggak apa—“
“Aku nggak yakin kamu nggak dikendaliin sama alkohol, Dio,”
“Astaga, gimana cara buktiinnya? Gue nggak dibawah kendali alkohol, gue nggak teler, Shen. Gue sadar ngelakuin ini sama lo, jadi kalau lo hamil, nggak bakal ada cerita kayak di film-film yang cowoknya nggak ngakuin anak karena ngelakuin nggak sadar,”
Dio seolah bisa membaca alasan dari rasa khawatir istrinya. Shena mungkin takut Ia melakukannya tidak sadar, lalu nanti setelah Ia sadar, Ia akan marah-marah pada Shena apalagi kalau nanti Shena seandainya hamil Shena membayangkan Ia tidak mengakui anak dalam kandungannya itu.
“Lo kebanyakan nonton film kali,”
“Nggak, kamu ‘kan selama ini nggak nerima kehadiran aku, jadi waktu kamu ngelakuin hal tadi, aku sempat heran. Kenapa kamu mau?“
“Kenapa harus nggak mau? Gue manusia biasa yang punya nafsu, dan lo perempuan yang jujur bikin gue tertarik. Lo cantik, lo jangan insecure ngiranya gue nggak nafsu sama lo,”
Dio mengeratkan pelukannya sambil memejamkan mata. Tapi Shena berusaha untuk terlepas dari pelukannya karena jujur Shena merasa sesak dipeluk erat oleh Dio.
__ADS_1
“Gimana aku nggak curiga coba? Kamu ‘kan sebelumnya nggak pernah kayak gini ke aku,”
“Nggak boleh ya? Gue begini salah, ketus lebih salah lagi,”