Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 102 Rencana Kerja Lagi


__ADS_3

Mereka masih berada di ruang periksa dokter Rustam SpOG.


"Maaf Opa Rustam..yang mana yang merupakan calon baby nya...ya.?," tanya Bara yang sangat penasaran.


Kemudian dokter Rustam mulai menerangkan lewat layar monitor sambil memutar mutar semacam pemindai (probe) yang di tempelkan di permukaan perut Yolanda, yang sebelumnya di olesi semacam jell.


"Lha ini..titik ini yang merupakan calon bayi nya, harusnya ada satu tapi ini ada dua, jadi kemungkinan ini adalah bayi kembar," sahut dokter Rustam.


Bara menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Terus apa pantangannya..Rus..?sekalian ini biar anak muda pada tahu..," sahut Opa Santosa dari belakang Bara sambil kembali duduk di kursi nya.


"Pantangannya..karena ini masih trimester pertama yang jangan beraktifitas yang ekstrim..masih rawan keguguran, jangan sampai terlalu kecapaian..juga," jawab dokter Rustam.


Bara dan Yolanda menganggukan kepalanya.


"Emm...," Bara nampak ragu ragu untuk mengatakannya.


Dokter Rustam memandang Bara dan tersenyum, tahu apa yang akan di tanyakan anak muda di depannya.


"Berhubungan suami istri boleh..asal pelan pelan dan hati hati..itu kan yang mau kau tanyakan mas..?," kata dokter Rustam sambil tersenyum bijak.


"I.iiya..Opa ," sahut Bara sambil tersenyum malu malu.


"Apaan sih mas..," Yolanda juga malu malu dengan wajah sedikit memerah.


Opa Santosa dan Opa Rustam tertawa bersama melihat kedua pasangan muda di depannya.


Kemudian dokter Rustam menerangkan kembali makanan yang tidak boleh di konsumsi dan makanan yang harus di konsumsi selama kehamilan.


semua mengangguk angguk termasuk opa Santosa.


Setelah di rasa cukup mereka periksa akhirnya mereka berpamitan untuk pulang.


**


"Kalian sudah tahu hasil pemeriksaannya...kan..."


"Jadi mulai saat ini harus lebih hati hati, Opa tak mau terjadi apa-apa sama kalian dan cucu buyut Opa," kata Opa saat perjalanan pulang dari rumah dokter Rustam SpOG.


"Iya Opa..," sahut keduanya.


Mobil melaju dengan santai kembali ke mansion utama, rencana mau jalan jalan pakai motor akhirnya di tunda karena sudah keliling pakai mobil sambil periksa kandungan.


Sehabis Maghrib mereka sudah kembali ke mansion utama, sebelum sampai mansion tadi malah Opa meminta Bara untuk mampir ke mall yang di lalui untuk membeli susu bagi ibu hamil beserta vitamin-vitamin nya.


"Opa mau sholat ..di kamar aja," kata Opa begitu tiba di mansion utama dan turun dari mobil yang di kemudikan Bara.


Bara menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Mas Bara mau sholat di mushola mansion aja ya sayang.., kamu naik duluan.. ," pamit Bara begitu semua sudah turun dari mobil.


Beberapa pekerja langsung menghampiri dan membawakan barang belanjaan Yolanda.


Bara berjalan ke samping mansion di mana di sana ada mushola yang biasa di pakai sholat berjamaah baik tuan rumah, para pekerja maupun para tamu yang berkunjung ke mansion utama.


Nampak beberapa orang mengangguk kepada Bara begitu berpapasan dengannya, Bara pun membalas nya dengan ramah.


Nampaknya sholat berjamaah baru saja usai.


"Sudah selesai pak sholat berjamaah nya..?," tanya Bara kepada salah satu petugas keamanan yang masih duduk di tangga mushola.


"Baru saja selesai tuan muda," sahut petugas keamanan yang sedang memakai sepatunya tersebut.


Bara pun menjalankan kewajiban nya di mushola tersebut sendirian.


**


Sehabis makan malam mereka masih duduk duduk bersantai di taman mansion itu.


Mengobrol bersama Opa Santosa yang malam itu nampak sangat bahagia sekali.


Di sela sela mengobrolnya Opa sedikit memberikan wejangan kepada keduanya.


"Bara ..Yolanda..kalian sebentar lagi akan jadi orang tua, mulai sekarang bersikap lah lebih dewasa dalam artian bisa di jadikan contoh untuk anak anak Kalian."


"Semua yang kalian lakukan harus di pikirkan masak masak."


"Iya Opa..," sahut kedua nya.


"Dan untuk mu Bara kamu harus lebih menjaga istrimu, ada dua calon bayi di dalam kandungan istri mu..."


"Iya Opa.."


"Jangan lagi takut kepada siapapun..karena kalian sudah sah sebagai suami istri," kata Opa Santosa kembali.


Bara menganggukan kepalanya mengerti apa yang Opa Santosa pesankan.


"Bagaimana dengan kuliahmu..?," tanya Opa Santosa kepada Bara.


"Sudah hampir selesai Opa..tinggal tugas akhir...itupun sudah saya kumpulkan karena sudah sidang dan lukus hanya tinggal menunggu saat wisuda," sahut Bara sambil mengelus rambut Yolanda yang nampak bermanja manja tiduran di pangkuannya.


"Bagaimana kalau kau mulai bekerja di salah satu cabang Santosa group tapi tidak lagi sebagai pelaksana..?," tawar Opa Santosa.


"Opa rasa kamu mampu karena bukankah dulu kamu yang membuat semua pekerjaan Beni dan Budiaman nampak lancar..?," kata Opa.


Pak Budiman adalah asisten tuan Hendrawan dan pak Beni adalah asisten pak Budiman dahulu pekerjaan mereka sering di kerjakan oleh Bara saat masih jadi bawahan keduanya.


"Saya mau saja Opa tapi masih perlu banyak bimbingan..," jawab Bara pelan.

__ADS_1


"Pasti itu...Opa tak mungkin melepasmu begitu saja.."


"Baik kalau begitu akan kita siapkan dalam beberapa hari ini...kamu akan kerja kantoran lagi.."


"Opa rasa untuk masalah lukisan bisa kamu kerjakan di sela sela kegiatan kantor mu..," kembali Opa berkata.


**


Di tempat lain suatu siang tepatnya di kantor kepolisian.


Nampak beberapa petugas kepolisian sedang mengadakan rapat di kantor pusat kepolisian itu.


Seorang perwira kepolisian sedang memimpin rapat berdiri di depan.


"Menurut laporan bulanan yang di laporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi peningkatan angka kriminal di bidang perdagangan obat obatan dan miras," sahut pimpinan polisi tersebut.


"Untuk itu aku tugaskan beberapa tim untuk mengatasi dan membongkar masalah ini," kembali kepala polisi tersebut berkata.


"Siaap komandan..!," sahut beberapa anak buah dari kepala polisi tersebut.


Kemudian mereka menandai tempat tempat tertentu yang di mungkinkan jadi pusat peredaran dari obat-obatan terlarang dan miras tersebut, merencanakan beberapa penyergapan dan penangkapan.


Setelah mendapatkan mandat dan tugas beberapa polisi tersebut meninggalkan ruang rapat di kantor polisi tersebut.


**


Tuan Hendrawan masih saja berusaha mencari keberadaan Bara dan terutama anaknya Yolanda.


Sudah lebih dari satu minggu keberadaan Bara dan Yolanda tak di ketahui dimana rimbanya.


"Kemana anak anak itu..? masak aku harus lapor polisi... untuk menemukan mereka.. karena kalau hal tersebut kulakukan maka seperti membuka aib keluarga ini, karena anakku kabur," gumam tuan Hendrawan sambil duduk di meja kerjanya.


Pagi tadi dirinya sudah bersitegang dengan istrinya gegara Nursanti yang memintanya segera bertindak lebih.


"Papa..apa tidak ingin segera menemukan anak kita..?," rengek istri nya pagi tadi.


"Lha memangnya aku hanya diam saja..?, papa ini sudah kesana kemari mencari anakkmu mah..," balas Hendrawan dengan kesal tadi pagi.


Bila mengingat itu dirinya juga makin pusing, tapi ada sedikit keyakinan di hatinya jika Yolanda kini sedang bersama Bara.


"Semoga benar dugaaanku jika Yolanda kini sedang bersama Bara..jadi aku lebih tenang."


Tuan Hendrawan kemudian teringat akan sesuatu.


"Oh..ya..aku punya nomer bapaknya Bara nanti kapan kapan akan aku hubungi," kata tuan Hendrawan pelan.


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya....

__ADS_1


Happy reading**.....


__ADS_2