Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 63 Belanja


__ADS_3

Yolanda dan adik adik iparnya sudah tiba di Mall yang berada di kota tempat Bara berasal.


Mereka bertiga keliling keliling melihat lihat di sana.


Mereka memasuki tempat dimana display pakaian berada.


"Sini..dik..coba lihat..," kata Yolanda ke arah Misye dan Della yang terlihat ragu memasuki tempat tersebut.


"Bagus enggak...?," kata Yolanda sambil menunjukkan gaun ke pada adik adik iparnya.


"Bagus banget kak, tapi sedikit terbuka," kata Misye.


Walaupun adik adik Bara belum berhijab namun selalu memakai sopan dan tertutup.


Yolanda kemudian berkeliling diikuti adik adik iparnya.


"Bagaimana menurutmu..?," menunjukkan sebuah gaun yang lebih sopan dan sangat indah kepada keduanya.


"Bagus banget...," kata keduanya.


"Kalau ini..?."


"Bagus Kaka."


"Ini..?."


"Bagus..."


"Kalian cobalah...," kata Yolanda.


Keduanya saling pandang masih kebingungan dengan perkataan kakak iparnya.


"Semua ini..?."


"Di Coba..?."


"Kami.. enggak punya uang kak...," kata keduanya lemah.


Yolanda terkikik geli melihat tingkah keduanya.


"Kakak yang akan membelikan kalian..," sahut Yolanda sambil tersenyum.


Keduanya masih bingung saling berpandangan.


"Tak ..usah..kak.., malah merepotkan kakak...kami di ajak main ke sini saja sudah senang banget kok...kak," sahut Misye menolak halus.


Yolanda tersenyum kemudian menyerahkan semua baju baju itu kepada kedua adiknya dan menggandeng keduanya ke tempat di mana biasa di pakai untuk mencoba pakaian.


Misye dan Della..pun menurut, kemudian mencoba pakaian pakaian itu.


"Bagaimana kak..?." tanya Misye yang sudah keluar duluan dari tempat mencoba pakaian sambil memperlihatkan pakaian yang di coba nya.


"Bagus...," sahut Yolanda.


"Menurutmu bagaimana...?," tanya balik Yolanda.


Misye hanya mengangguk merasa cocok.


"Coba lagi yang lainnya..," kata Yolanda kemudian.


Misye pun menurut mencoba pakain yang lainnya.


Della yang keluar belakangan kemudian menunjukkan baju yang di cobanya.


"Bagus tidak kak..?."


"Bagus.. cocok dek..buat kamu," sahut Yolanda.


Della tersenyum karena memang dia merasa suka dengan pakaian itu.


"Coba yang lainnya lagi..," sahut Yolanda.


"Ini sudah cocok kok kak," sahut Della.

__ADS_1


"Masak cuma satu..," kata Yolanda.


Akhirnya Della mencoba pakain yang lain lagi.


Akhirnya keduanya di belikan beberapa pasang pakaian.


Keduanya sangat senang sekali, meskipun awalnya kaget..karena banyak sekali yang di beli.


Masing masing tiga pasang baju baru yang harganya mencapai jutaan.


"Ini nggak pa pa kak..?," tanya keduanya.


Yolanda tersenyum mengangguk.


"Makasih Kaka," kata keduanya lalu memeluk Yolanda di depan kasir tersebut.


Tak selesai sampai di sana keduanya juga di belikan sepatu untuk sekolah juga sendal yang bisa di gunakan untuk bepergian karena keduanya menggunakan sendal yang biasa saat itu.


Misye dan Della benar benar sanggat gembira.


Bu Romlah juga di belikan beberapa gamis begitupun dengan pak Darmais di belikan beberapa kaos juga kemeja serta barang barang yang lain seperti sendal untuk bepergian.


"Waah...uang Kaka banyak banget..," seru keduanya kagum dengan banyaknya uang Yolanda.


Keduanya sudah menenteng beberapa tas belanjaan, wajahnya terlihat sangat senang.


"Kita makan es krim di sana dulu..," kata Yolanda kepada kedua adik iparnya.


Ketiga kemudian berjalan ke area food court yang ada di sana kemudian membeli makanan yang ada.


**


Sore itu pak Darmais dan Bara ke tempat pak lurah.


Mereka harus menjelaskan semua nya, karena berita perjodohan Bara dan Jasmine sudah mulai merebak.


Dengan menggunakan motor keduanya ke tempat pak kepada desa tersebut.


"Waalaikumssalam..," Jawab pak Sayuti kepala desa tersebut.


"Ooh..pak Darmais..mari masuk," kata kepala desa tersebut.


Keduanya kemudian masuk ke rumah kepala desa tersebut.


"Ada apa pak..? tumben sore sore datang ke sini..?," kata pak Sayuti sambil menatap ke arah Bara.


"Mm..saya datang dengan anak saya Bara..," kata pak Darmais sedikit gagap.


"Ooh...ini yang namanya Bara to..?, waah...saya sampai pangling, dulu hanya lihat sekilas sekarang sudah makin dewasa dan ganteng..," potong pak lurah Sayuti.


"Oh...ya..pak gimana tadi pak..?," sahut pak lurah Sayuti lagi.


"Mmm...Saya mau membicarakan masalah yang dulu kita bicarakan pak..."


"Kami..mohon maaf pak..karena tidak bisa meneruskan rencana perjodohan anak anak," kata pak Darmais pelan.


"Lho kenapa..?," tanya pak Sayuti yang nampak kaget.


"K..karena anak saya sudah menikah," kata Pak Darmais.


Pak Sayuti memandang Bara, dan Bara sedikit mengangguk.


"Apaaaa...!!."


Tiba -tiba Jasmine sudah berada di ruang tersebut.


Hatinya yang semula berbunga bunga seakan luruh mendengar berita bahwa lelaki yang di idamkan semenjak bertahun tahun yang lalu kini sudah menikah.


Jasmine masih tak percaya dengan apa yang di dengar nya.


"Bara...katakan kepadaku apa benar begitu..?," tanya Jasmine dengan mulai terisak.


"Iya..benar.."

__ADS_1


"Kenapa... kenapa..kau melakukan ini padaku..?," kata Jasmine yang sudah tak bisa membendung tangisnya lagi.


Bu lurah yang mendengar tangisan anaknya segera menuju ruang tamu tersebut.


"Ada apa ini..?, kenapa ribut ribut..?," tanya Bu lurah yang terkenal galak itu dengan nada meninggi.


"Ada apa Jasmine..?."


"Hu..hu...hu..Bu..Bara sudah menikah dengan orang lain," kata Jasmine sambil menangis.


"Apaa..?!?!, Benar pak Darmais..?," tanya Bu lurah.


"B..benar Bu," kata pak Darmais tergagap.


"Bagaimana bapak ini, bukankah bapak kemarin sudah sepakat menjodohkan kedua anak kita."


"Lha ..sekarang tahu..tahu..anaknya sudah.. menikah."


"Pak Darmais mau mencoreng muka kami..?."


"Berita sudah tersebar kalau kita mau besanan, terus gimana sekarang...?," rentetan perkataan Bu lurah yang nampak berapi api membuat pak Darmais hanya terdiam.


"Memangnya ..kenapa kau bisa menikah tiba -tiba...kau sudah menghamili anak orang," kata Bu lurah menuding Bara.


Jasmin memandang Bara yang masih terdiam.


Mendapat pertanyaan Bu lurah, Bara hanya terdiam dan cuma menggeleng.


"Terus kalau enggak hamil kenapa kau buru buru menikahinya hah..!."


"Kamu itu jangan cari cari alasan ..sudah untung aku mau menyerahkan anakku yang cantik masih saja kau sakiti," kata Bu lurah yang sudah meradang.


"Heh..nyakitin apanya..?? aku juga enggaak ngapa ngapain anakknya... lagian perjodohan enggak berembuk dulu...ya gini hasilnya." batin Bara yang masih diam takutnya bila menjawab malah jadi bertengkar.


**


Di tempat lain di keluarga Hendrawan Santosa terjadi kehebohan.


Penyebabnya apalagi kalau bukan kepergian Yolanda yang tiba-tiba.


Nyonya Hendrawan nampak paling marah besar, semua di marahinya.


Tuan Hendrawan kemudian mengumpulkan semau karyawan di rumah itu.


Semau di tanya siapa yang tahu di mana keberadaan Yolanda.


Hingga tibalah saatnya pak Bandi.


"Kamu tahu dimana nona muda Yolanda..?."


Pak Bandi menganggukkan kepalanya.


"Jawab yang jelas..!!," bentak tuan Hendrawan dengan galak.


"I.iyaa..tahu tuan..," jawab pak Bandi.


"Dimana..?," tanya pak Hendrawan masih dengan nada tinggi.


Pak Bandi makin menggigil ketakutan dengan bentakan tuan Hendrawan.


"M.mmenyusul..t.tuan muda Bara di kampung..," jawab pak Bandi terbata bata.


Duaar...!!


Bagai di sambar petir tuan Hendrawan dan nyonya Hendrawan kaget dan saling berpandangan.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..


masih..stay..kan.....


Makasih**.....

__ADS_1


__ADS_2