Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 137 Ngidam mangga muda


__ADS_3

Semua nampak menikmati aneka olahan makanan yang di sajikan di meja tersebut.


Entah karena ikan dan udangnya yang memang masih fresh serta di masak oleh koki keluarga yang termasuk chef handal atau karena terbawa suasana baru makan di ruang terbuka sehingga semua nampak merasa menu itu sangat nikmat.


Bahkan Opa Santosa dan papa Hendrawan sampai nambah ikan bakarnya beberapa kali.


"Kaka enggak pakai nasi..?," tanya Misye yang duduk di sebelah Yolanda, karena melihat Kaka iparnya hanya mengambil ikan dan udang.


"Engga.., pingin ini aja," sahut Yolanda sambil menambahkan sambal cocolan yang banyak.


"Sayaang..sambal nya jangan banyak banyak ya..nanti malah sakit perut..," kata Bara yang terlihat khawatir, melihat banyak sambal di tuangkan ke piring istrinya.


"Mas Bara ingin nanti baby nya ileran..?," sungut Yolanda membuat Bara hanya menggeleng pasrah, seakan membiarkan apa yang di lakukan istrinya.


**


Selesai makan semua masih duduk bersantai di halaman tersebut menikmati indahnya malam.


Yolanda yang akan meminta tolong pelayan mengupaskan mangga di cegah sama Misye.


"Biar Misye saja yang kupasin kak," kata Misye mencegah Yolanda memanggil pelayan.


Misye dan Della dengan telaten mengupas mangga mangga muda. tersebut.


"Segini kak..?."


"Lagi..," rengek Yolanda.


Lalu kembali Meisya dan Della mengupasnya.


Setelah di rasa cukup banyak lalu di potong potong dan di cuci sebelum di taruh di kotak makanan.


"Aah..sini dek..," seru Yolanda kegirangan, lalu nampak melahap mangga mangga tersebut dengan lahap.


Semua yang melihat hanya menelan ludah ngilu seakan merasakan asaam.


"Enggak kecut kak..?." tanya Misye sambil nyengir.


"Segeer.., mau..?."


"Enggak..," seru Misye dan Della berbarengan.


Yolanda tersenyum senang tak ada yang merebut mangga mudanya.


"Dek...nanti di kupasin lagi ya..?.," rengek Yolanda kembali.


"Lagi..??? kak..???."


Semua yang ada di sana geleng geleng kepala melihat Yolanda doyan banget mangga muda itu.


"Iya buat besok pagi..," kata Yolanda sambil masih asyik memakan potongan demi potongan mangga tersebut.


Della dan Misye pun kembali mengupas mangga mangga tersebut, sambil di tunggui Yolanda.


"Dek..di desa masih banyak enggak mangga muda nya..?."


"Banyak kak..," sahut Misye sambil masih telaten mengupas mangga mangga muda tersebut.


"Banyak..?," ulang Yolanda sambil tersenyum mendekati adik adik iparnya.


"Buanyaaak banget..kak..," kata Della sambil tersenyum.


"Yeii..Asyik..besok..bisa petik mangga langsung dari pohonnya," seru Yolanda kegirangan, lalu ketiganya nampak tertawa senang.


Mama Nursanti yang melihat keakraban Yolanda dan adik adik nya tersenyum senang.


**


Bara dan Yolanda sudah berada di kamar nya, keduanya sudah berbaring di kasur empuknya.


Di dekap istrinya sambil di ciumi rambut wanginya sambil di usap pelan perut yang mulai sedikit membulat.

__ADS_1


"Kok belum tidur ..? udah malam loh..?," sahut Bara yang merasakan istrinya masih terbuka matanya, padahal biasanya jika sudah di peluk pasti langsung tidur.


"Pingin mangga lagi.."


"Haah..lagi..??, entar sakit perut sayang..," kata Bara yang sangat khawatir.


"Mas Bara pingin anak kita ileran..?," sungut Yolanda seakan memiliki mantra khusus "ileran" menaklukan sang suami.


Bara menggeleng mendengar anaknya ileran.


"Tadi udah di kupasin Misye dan Della ditaruh di kulkas dapur."


Bara langsung bangkit mendengar perkataan istrinya.


"Jangan banyak banyak ya sayang.."


"He'em," sahut Yolanda yang tersenyum senang mengangguk.


**


Bara berjalan turun ke lantai bawah, nampak papa Hedrawan, mama Nursanti serta kedua orang tua nya masih berbincang serius.


"Loh belum tidur kamu..?."


"Belum pah..dek Yola minta mangga muda lagi.."


"Haah..lagi..??."


Semua terkejut menelan ludah yang terasa membanjir karena membayangkan asam nya mangga.


Bara mengangguk saja sambil berlalu menuju ke dapur.


Pak Man yang melihat Bara berjalan ke arah dapur langsung menyusulnya.


"Tuan muda mau mencari apa..?."


"Dek Yola minta mangga muda lagi..pak, tadi sudah di kupas di taruh di kulkas dapur..," sahut Bara yang sudah menghentikan langkahnya.


"Baik pak aku tunggu di ruang keluarga," sahut Bara.


Pak Man mengangguk dan berlalu.


"Jangan banyak banyak pak," teriak Bara karena pak Man sudah sedikit jauh.


Bara lalu kembali menuju ruang tengah untuk menunggu pak Man mengambilkan irisan mangga muda tersebut.


"Lho mana mangganya..?."


"Masih di ambilkan pak Man Bu," jawab Bara saat ibunya bertanya sambil duduk bersama mereka.


"Lagi ngobrolkan apa pah..?."


"Ini kita masih berunding kira kira istrimu boleh enggak naik pesawat..? dengan kondisi kehamilan nya .. berbahaya enggak..?," kata papa Hedrawan menerangkan obrolan mereka.


"Seandainya enggak boleh, kita lewat jalur darat saja semua," sambung mama Nursanti sambil memandang Bara.


"Kalau begitu kita konsultasikan saja.., sekalian periksa kehamilan .. bagaimana..?," kata papa Hedrawan.


"Kapan itu pah..?."


"Terserah mas Bara kalau bisa secepatnya," sahut mama Nursanti.


"Kalau begitu nanti Bara usahakan untuk pulang awal Mah..," kata Bara sambil mengangguk kepada mama Nursanti.


"Oh..iya ..maaf.. ini mumpung sekalian Papa Hendrawan dan mama Nursanti ke desa bagaimana jika kita adakan selamatan pernikahan mereka.. karena masih ada saja penduduk yang belum tahu Bara sudah menikah..," kata Bu Romlah memberanikan diri.


Papa Hedrawan dan mama Nursanti tersenyum mengangguk setuju.


"Kami juga setuju usulan Bu Romlah.."


Mama Nursanti berkata sambil tersenyum menatap suaminya.

__ADS_1


Pak Man datang menghampiri Bara sambil membawa sepiring kecil mangga muda yang sudah di potong potong.


"Ini mangganya tuan muda..," kata pak Man menunduk sopan.


"Terima kasih pak Man.."


Bara mengambil mangga tersebut lalu kembali ke kamarnya setelah berpamitan dengan kedua mertua dan orang tua nya.


**


Sampai di kamar Bara geleng geleng kepala karena istrinya malah sudah terlelap dengan dengkuran halus.


"Cck..tadi minta mangga malah sudah pulas..," gumam Bara sambil tersenyum dan menaruh sepiring potongan mangga di nakas samping tempat tidurnya.


Kemudian Bara naik ke kasurnya, membetulkan selimut istrinya agar menutup sempurna lalu dia berbaring di samping nya memeluk sang istri yang makin nyaman tidur nya.


**


Pagi hari Bara sudah rapi dengan pakaian kerja nya.


"Wah..Kaka terlihat makin tampan banget..," seru Misye.


"Iya..," sahut Della yang juga sudah duduk di ruang tengah menanti sarapan di siapkan.


Bara hanya tersenyum lalu mengacak rambut adik adiknya.


"Apa rencana kalian pagi ini..?.," tanya Bara kepada kedua adiknya.


"Mau di ajak kak Yola ke butik," sahut keduanya sambil tersenyum senang.


Bara tersenyum mengangguk mendengar nya.


"Hati hati jaga Kaka dan keponakan kalian..," sahut Bara.


Keduanya mengangguk tersenyum.


"Mas makan dulu...yuuk.," kata Yolanda yang menyusul suaminya ke ruang tengah.


Bara mengangguk berdiri menghampiri istrinya, kedua adiknya nampak mengekor di belakangnya.


**


Semua sudah di meja makan.


Pak Darmais dan Bu Romlah yang memandang Bara dengan balutan jas mewah seakan tak percaya jika itu anaknya.


Nampak tampan dan gagah sekali.


Setelah para orang tua mengambil nasi, Yolanda mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Segini mas..?."


"He'em."


"Mau lauk apa..?."


"Ini..sama itu sayang..," kata Bara menunjuk lauk yang di inginkannya.


"Kamu enggak makan sayang..?," melihat Yolanda malah menyiapkan kotak bekal nya.


"Enggak mas...masih mual.."


Yolanda menyahut pertanyaan suami nya sambil menata kotak bekal dengan nasi dan lauknya.


"Enggak usah banyak banyak sayang...kan mas Bara mau pulang awal.."


Yolanda mengangguk tersenyum.


___________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


__ADS_2