Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 51 Bersama Lagi


__ADS_3

Semua kini nampak canggung dengan Bara, begitu pun dengan Bara yang bingung mau bersikap bagaimana.


Yolanda masih dengan tanpa beban memeluk lengan suaminya.


"Mas Bara pulang jam berapa..?."


"Mm..mungkin jam empat atau lima..," sahut Bara yang masih syok kaget, ternyata yang sidak ke sana adalah Yolanda bukan tuan Hendrawan atau perwakilan nya.


Semua petinggi Santosa Propertindo masih nampak kikuk.


"Kalau Pak Bara mau pulang sekarang juga tak apa..apa..ini juga sudah jam tiga lebih," kata pak Jauhari direktur pelaksana di Santosa Propertindo, sambil memandang Yolanda


"Ayuuk mas pulang..," kata Yolanda..tanpa basa basi di depan semua orang


Entah kenapa sikap Yolanda menjadi sangat manja bila bersama Bara.


"Silahkan..pak Bara..," kata pak Jauhari kepada Bara dan Yolanda.


Bara memandang Bu Ratna.., meminta ijin.. nampak Bu Ratna mengangguk dengan lemah.


"Ayuuk mas..," kata Yolanda sedikit menarik lengan Bara.


"Sebentar.. sayang.., aku ambil tas ku dulu." kata Bara dengan mesra kepada Yolanda.


Semua orang makin terpana mendengar Bara memangil Yolanda dengan lembut, Yolanda yang biasanya di kenal tegas dan galak kini nampak jinak di dekat suaminya.


Bondan melongo memandang Bara.


"Aku pulang dulu Bro..," kata Bara kepada Bondan dan teman temannya.


Bondan masih saja melongo kayak orang kesambet setan, tanpa bisa berkata apa-apa..pokonya speechless...sambil memandang kepergian Bara.


Tuuk...!!


"Heii..!!," teriak Tomy dan Saiful sambil mengetuk kening Bondan yang tampak syok..(kalau ini syok beneran).


Bondan tersadar dan cengar cengir kayak orang kurang waras.


"Mari..bapak bapak..dan ibu ibu..," kata Yolanda sambil memeluk lengan Bara penuh posesif.


Sepasang suami istri itu berjalan menuju lift gedung tersebut, dengan diiringi rombongan pegawai dari kantor pusat.


Keduanya kemudian berjalan ke parkiran masih dengan di iringi rombongan itu.


"Oh...ya pak Johan, saya mau pulang ke apartemen suamiku, bapak boleh balik ke kantor lagi menyimpan berkas berkas yang tadi sudah kita peroleh," kata Yolanda kepada seluruh rombongan dari kantor pusat, terutama kepada pak Johan.


Pak Johan yang juga hadir di pernikahan Yolanda mengangguk, sedangkan yang belum tahu sedikit kaget mengetahui Yolanda sudah berumah tangga.


Keduanya sudah memisahkan diri dari rombongan itu.


"Mas..Bara naik apa tadi pagi waktu berangkat kerja..?."


"Naik motor."

__ADS_1


"Terus..?."


"Terus apanya ..sayang..?," tanya Bara yang bingung.


"Terus kita naik apa..? pulangnya..ke apartemen..?, tadi kan aku naik mobil perusahaan..?"


"Naik taksi on line saja, motor mas Bara biar di tinggal di sini.. bagaimana..?."


Yolanda mengangguk senang.


"Ini beneran mau ke apartemen..?," tanya Bara yang tak percaya.


Yolanda mengangguk sambil tersenyum manis banget..


"Yoiii...!,"


Sambil berteriak Bara mengangkat Yolanda kesenangan.


"Oauww...mas..mas...," Yolanda kaget namun kegirangan.


Sepasang mata mengawasi kemesraan kedua sejoli itu dengan geram dan tangan terkepal


"Huh...kurang ajar...!!..awas..nanti ku kasih gambar perselingkuhan suami bayaranmu...biar.. kau tahu siapa dia sesungguhnya..," gumam orang tersebut dengan marah.


Bara menurunkan istri nya kemudian membuka aplikasi taksi online.


Tak berapa lama taksi pesanan mereka datang.


"Kita langsung pulang aja ya sayang..?," kata Bara yang tak sabar sampai di apartemen.


Taksi melaju dengan santai tanpa kendala.


Tak sampai lima puluh menitan taksi itu sudah tiba di lobi apartemen.


"Ini pak ongkosnya... kembalinya buat bapak," kata yolanda menyodorkan selembar uang warna merah.


"Terimakasih tuan dan nyonya.."


Keduanya pun turun dari taksi itu, setelah membayarnya.


Mereka menuju lift tersebut.


"Baraa..!!."


Terdengar suara panggilan dengan suara serak dan berat.


"Oh..Om Jhon..," sapa Bara balik.


"Baru pulang dari kantor..?."


"Iya Om.., mau kemana om kok tampak rapi..?," tanya Bara basa basi.


"Biasa... ketemuan sesama orang tua ," kata Om Jhon sekenanya.

__ADS_1


"Ya..sudah Om..hati hati, aku mau naik duluan..," kata Bara pamit kepada Om Jhon.


Om Jhon melambaikan tangan nya dan berjalan pergi setelah Bara dan Yolanda menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju lift.


"Siapa sih..mas..?, kok kayaknya pernah lihat bapak itu," tanya Yolanda pelan.


"Namanya Om Jhon..lengkapnya Jhonson..Jhonson siapa ya...aku enggak tahu sayang,'' kata Bara sambil menekan tombol lantai 20.


"Apakah dia pemilik Jhonson corporate ya..?," gumam Yolanda pelan.


Ting..


Mereka sudah sampai di depan pintu apartemen.


Setelah membuka pintu keduanya


memasuki apartemen tersebut.


Bara yang sangat rindu kepada Yolanda langsung memeluk gadis itu.


Dia langsung mencium pipi gadis tersebut...kemudian m*l*m*t bibirnya.


Yolanda membalas perlakuan Bara.


Yolanda juga mengalungkan tangannya ke leher suaminya.


Bara makin liar dengan menci*m dan menggig*t leher Yolanda.


"S..ssayang...aku masih..dapet..," kata Yolanda malu malu.


Byaarr...


Bara langsung tersadar dan teringat ancaman tuan Hendrawan kemarin.


"Ingat..isi perjanjian isi perjanjian apa saja yang sudah kau tanda tangani...aku bisa menyeretmu ke balik jeruji bila kau tak bisa menahan diri mu."


Bara kemudian melepaskan pelukannya mengecup pipi dan kening istrinya.


"Maaf ...habisnya aku kangen kamu sayang..," kata Bara yang mulai berani mengakui isi hatinya dengan pelan.


"Aku ..juga..'' kata Yolanda tersipu.


Keduanya kemudian masuk ke ruang tengah di mana biasa mereka bersantai.


"Baju gantinya masih ada kan di lemari..?," tanya Bara, karena kemaren pas pulang di jemput tuan Hendrawan Yolanda hanya membawa sekedarnya.


Yolanda menganggukkan kepalanya.


"Ya udah..ganti baju dulu nanti mas Bara akan siapkan makanan buat kita," kata Bara sambil kembali mencium kening istrinya.


__________


Segini dulu ya... keburu...malam..

__ADS_1


jangan lupa jejaknya....


__ADS_2