
"Semua di bersihkan dengan benar...ya.!," teriak pak Man, kepala pengurus rumah tangga di rumah utama, memberikan perintah kepada anak buahnya saat menanti kedatangan tuan muda dan nona muda baru di rumah tersebut.
Kamar Bara dan Yolanda kembali berada di atas dan di sampingnya kamar baby twins.
Semua sudah di siapkan dengan pengarahan pak Man, lengkapnya Mardiman tersebut.
Dua kamar yang berdampingan tersebut sudah di bersihkan dan di tata sedemikian rupa, terutama kamar baby twins yang di hias beberapa ornamen dan hiasan yang indah menawan.
"Itu jendela nya di bersihkan serta di lap, jangan sampai ada debu di sana."
Teriak pak Man sambil melihat hasil kerja anak buahnya yang sudah selesai sebagian tersebut.
Beberapa pekerja yang di bawa pak Man tersebut dengan cekatan bekerja dan membersihkan semuanya, menata beberapa ornamen dan hiasan yang sudah di siapkan di kamar tersebut.
"Semua sudah pak," kata salah satu pekerja kepada pak Man.
Bola mata pak Man memutar melihat sekeliling kemudian kepalanya mengangguk.
"Baik kita urus yang lainnya karena hari ini tuan muda dan nona muda baru ( baby twins) akan kembali ke rumah," sahut Pak Man kemudian keluar dari kamar tersebut bersama para pekerja untuk membereskan yang lainnya.
Mulai halaman depan sudah ada ornamen dan hiasan yang mempercantik tampilan rumah utama.
Semua itu di lakukan untuk menyambut kembalinya tuan Bara dan nyonya Yolanda dari rumah sakit bersama tuan muda dan nona muda.
Untuk peresmian panggilan itu nanti akan di lakukan oleh tuan Santosa atau tuan besar Hendrawan.
Sudah tradisi di keluarga tersebut setiap kelahiran anggota keluarga maka akan di adakan persemian perubahan panggilan, yang semula Yolanda menjabat panggilan nona muda kini dia harus di panggil nyonya sedangkan panggilan nona muda beralih ke baby girl dan tuan muda untuk baby boy.
Tuan Hendrawan dan nyonya Nursanti kini di panggil Tuan besar dan Nyonya besar, sedangkan Opa Santosa di panggil tuan besar senior.
Mungkin bagi kalangan biasa terkesan ribet tapi begitulah tradisi yang sudah di tetapkan di keluarga Sultan ini.
**
"Mbok Mar...semua sudah di kemas..?," tanya mama Nursanti sambil menatap salah satu pekerja kepercayaan nya tersebut.
"Sudah nyonya besar..," kata mbok Mar kepada mama Nursanti.
Mama Nursanti tersenyum karena meskipun belum di resmikan mbok Mar sudah memanggilnya Nyonya Besar, yang berarti cucu cucunya di panggil tuan muda dan nona muda.
"Sudah semua mah..?," tanya Misye yang juga sudah membawakan tas tangan dari Kaka iparnya tersebut.
Mama Nursanti mengangguk kepada Misye dan Della.
Kamar president suite yang ada di lantai bawah itu memang memiliki akses pintu masuk tersendiri sehingga memudahkan saat pasien akan pulang seperti saat ini.
Beberapa mobil sudah siap di depan dari kamar president suite tersebut.
__ADS_1
Di bantu oleh para sopir, pengawal membawa barang barang bawaan di lansir ke salah satu mobil itu.
Bara mendorong kursi roda dengan pelan ke dekat mobil yang di supiri pak Bandi.
"Hati hati sayang..," Bara menuntun dengan sedikit merangkul pinggang istrinya berjalan memasuki mobil.
Mama Nursanti menggendong baby boy dan Bu Romlah menggendong baby girl, sedangkan Opa Santosa bersama pak Darmais serta Misye dan Della memasuki mobil yang lain lagi.
Papa Hedrawan sudah mulai masuk ke kantor, karena tak ingin membuat pekerjaan nya menumpuk.
"Sudah semua tuan..?," tanya pak Bandi sebelum menjalankan mobilnya.
"Kayaknya sudah pak..langsung jalan aja..," perintah Bara setelah menoleh ke sekeliling dan semua sudah berada di dalam mobil.
Iring iringan mobil tersebut sudah berjalan membelah padatnya jalanan kota tersebut dengan kecepatan sedang.
**
"Rombongan sudah datang..!."
Teriak salah satu pekerja di rumah utama tersebut sambil berlari memberi tahukan yang lainnya.
Mendengar teriakan tersebut, para pekerja yang lain lalu bergegas ke depan membentuk semacam barisan hingga menuju ke rumah utama.
"Selamat datang tuan dan nona muda..!," teriak para pekerja sambil tersenyum dan bertepuk tangan menyambut baby twins yang di gendong oleh Oma dan Neneknya.
"Selamat datang nyonya besar, serta tuan dan nona muda," sapa pak Man sambil mengiringi dua bayi mungil tersebut hingga ke kamarnya.
Baby twins di masukkan di baby box yang besar berdua tak di pisahkan.
Nampak lucu sekali saat keduanya saling berdempetan dengan tenang dan menggemaskan siapa pun yang melihatnya.
Semua pekerja di beri kesempatan untuk melihat nya sesaat di kamar tersebut, karena setelah ini tak ada yang bisa melihatnya di kamar tersebut jika bukan yang bertugas di sana.
"Waah..ganteng dan cantiknya.."
"Iih.. gemesnya.."
"Lucu sekali tuan muda dan nona muda," seru yang lain lagi dengan pandangan gemas.
**
Yolanda yang sudah mulai berjalan jalan dengan pelan masih berkunjung ke kamar bayinya yang ada di sebelah kamarnya.
Nampak di sana Misye dan Della masih memperhatikan Bu Romlah yang sedang memandikan baby boy dan baby girl, mama Nursanti yang belum berani memandikan hanya memperhatikan saja.
"Ish.. putra Bunda sudah ganteng rupanya," kata Yolanda yang sudah siap untuk menyusui sambil duduk di tempat tidur yang ada di kamar tersebut.
__ADS_1
Setelah baby boy siap kini gantian baby girl yang di susulkan untuk di susui.
Kini dua baby sudah di susui bersamaan sesuai yang sudah di ajarkan oleh dokter Lily maupun perawat bayi.
Mama Nursanti kini sudah mendekat mengelus rambut cucu cucu nya dengan gemas sekali.
"Cucu Oma kuat banget menyusunya."
"Biar cepat besar ya.."
Seru mama Nursanti sambil tersenyum senang melihat cucu cucunya nampak lahap menyusu bunda nya.
**
Bara sudah pulang dari kantornya begitu juga dengan papa Hedrawan.
Kini semua masih duduk di ruang keluarga membahas rencana Aqiqah dan pemberian nama.
"Mas..sudah perintahkan pak Bandi mencari kambingnya..?," tanya papa Hedrawan kepada Bara.
"Sudah pah tadi Bara sudah perintahkan pak Bandi..nanti biar sama bapak yang pengalaman masalah kambing," jawab Bara sambil menimang baby girl sedangkan Yolanda menimang baby boy.
"Iya pak..besok biar saya sama pak Bandi mencari kambingnya," sahut pak Darmais kepada besan nya tersebut.
Papa Hedrawan tertawa baru teringat jika pak Darmais besannya biasa berurusan dengan ternak
"Baiklah kalau begitu pak, saya ikut lega ada yang pengalaman," sahutnya sambil tersenyum.
"Kita beli kambing tiga sesuai dengan syariat nya, lalu sapinya satu karena kita mau berbagi," kata papa Hedrawan sembari menatap Bara menantunya.
"Iya pah..."
"Besok kalau mau beli ternak aku ikut sekalian mau lihat lihat pasar," seru Opa Santosa menatap pak Darmais.
"Iya Pi..," kata pak Darmais.
____________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
Terimakasih kepada Kaka readers semuanya... atas dukungan nya selama ini dengan Rate, Vote, Hadiah serta Koment nya sehingga karya ini bisa makin hidup lagi..
Mungkin dalam beberapa chapter lagi karya ini sudah akan berakhir.
Sekali lagi terima kasih atas partisipasi nya..tanpa kalian karya ini tak akan berarti....
Terimakasih**..
__ADS_1