
Mereka pun sampai di basemen tempat parkir motor.
Kembali Bara memakaikan helm di kepala Yolanda dengan hati hati.
Yolanda yang di pakaikan helm hanya tersenyum menatap wajah Bara yang menurutnya makin ganteng saja.
"Ada apaan sih..non Yola..? kok memandangku seperti itu..?."
"Ada yang salah..?."
"Enggak...enggak ada yang salah," kata Yolanda yang tampak malu malu ketahuan memandangi Bara.
Mereka pun menaiki motor menuju pusat perbelanjaan terdekat.
Biasanya sih Bara sukanya ke pasar tradisional lebih murah, tapi kali ini tak ia lakukan karena tak tega mengajak Non Yola yang habis sakit umtuk panas panasan dan desak desakan di pasar yang kotor.
Motor melaju dengan kecepatan sedang, Yolanda yang sejak tadi di bonceng sudah memeluk pinggang Bara tanpa malu malu lagi.
"Emangnya kita mau belanja apaan sih..?," tanya Yolanda di dalam perjalanan itu.
"Ya .. kebutuhan seminggu...non, kan mumpung hari libur, soalnya besok kalau pas hari kerja enggak akan kekejar," kata Bara.
"Memangnya kamu bisa masak..?."
"Ya...kan ada tutorial nya non, mau masak apapun tinggal lihat di chanel Kou Cube," jawab Bara.
Yolanda makin kagum dengan kemandirian pria di depan nya.
"Hebat...kamu ya..?," terucap kekaguman yang tulus dari bibirnya.
"Hebat apaan..non... biasalah orang susah ...memang harus bisa melakukan apapun sendiri an," kata Bara.
Tanpa terasa motor mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan.
Setelah memarkirkan motor keduanya masuk ke dalam supermarket tersebut dan memulai belanja.
beberapa kilo daging ayam, telur dan sayuran sudah masuk ke keranjang belanja nya, tak lupa bumbu bumbu serta gula dan kopi kesukaan Bara pun sudah di masukkan di kerajang.
Tak lupa minyak dan roti kering buat camilan.
"Non Yola..ingin beli apa lagi..?.''
"Aku bingung..," kata Yolanda pelan, terang aja bingung...mana pernah dia ngurusi masalah .. beginian.
"Kenapa sih dagingnya enggak daging sapi ..?," tanya Yolanda.
"Mahal..non," jawab jujur Bara.
"Nanti aku yang bayar..," kata Yolanda.
__ADS_1
"Jangan non..., enggak usah.''
"Emang non Yola..mau daging sapi..?," tanya Bara.
"Enggak sih."
Mereka pun masih berbelanja pelengkap lainnnya termasuk mie instan yang bisa di buat bila kepepet.
Sekilas Bara melihat atasannya di kantor saat memilih bumbu dapur.
"Waah...gawat nih kalau sampai ketahuan Bu Ratna, bisa bisa akan banyak pertanyaan nanti," batin Bara.
"Non kita pindah ke sana ya," kata Bara sambil menggandeng tangan Yolanda.
Yolanda yang tak tahu hanya tersenyum senang saat di gandeng Bara.
Acara belanja pun berakhir, keduanya sudah membawa barang belanjaan di lobi toko serba ada tersebut menunggu taksi online yang mereka pesan.
Tak lama mobil online datang.
"Dengan bapak Arjuna ya..?," tanya sopir taksi online tersebut.
"Benar pak," jawab Bara sambil memasukkan barang belanjaan.
"Tolong nanti di turunkan dan di titipkan di bagian keamankan ya pak..?," kata bara sambil membayar, setelah menanyakan ongkos kirimnya tak lupa juga memberi kan tips.
Hari sudah siang ketika mereka berdua sampai di apartemen kembali, Yolanda langsung naik ke atas sedangkan Bara mengambil barang belanjaan di Bagian keamanan apartemen tersebut.
Yolanda yang tak pernah melakukan pekerjaan itu sebelumnya, ikut membantu dengan canggung.
Bara yang melihat hal itupun melarangnya.
"Sudah...sudah..non Yola duduk saja ..ok," kata Bara mencegah Yolanda untuk ikut bekerja menata barang belanjaan.
"Aku..bisa kok ."
"Bukan masalah bisa atau enggak tapi non Yola...baru saja sakit," cegah Bara lagi.
Akhirnya Yolanda menurut dan mundur duduk di sofa depan tivi, sambil memperhatikan Bara menata semua barang dengan sangat rapi.
"Non Yolanda mau di masakan apa..?," tanya Bara memecah keheningan diantara keduanya.
"Terserah kamu." jawabnya sambil tersenyum senang.
"Mau aku buatkan ayam geprek..?."
"Emang kamu bisa..?."
"Bisalah..kan tinggal di marinasi terus di masukkan ke tepung bumbu dan di goreng, lalu buat sambal," kata Bara, kemudian mengambil daging ayam di kulkas mencucinya lalu membaluri dengan bumbu dan di diamkan nya.
__ADS_1
Sambil menunggu bumbunya meresap di daging ayam, Bara memasak nasi di rice cooker.
Tak lama berkutat di dapur apartemen, akhirnya selesai sudah kegiatan itu.
Di meja makan sudah tersaji ayam goreng tepung yang sudah di penyet di sambal dan di taruh di dua piring, sebagian di simpan Bara buat makan malam.
Plating makanan yang cantik membuat nampak makin menggugah selera makan.
Yolanda yang dari tadi melihat dengan takjub nampak sangat senang saat bara ala ala sinetron di tivi menghampiri Yolanda menggandengnya menuju meja makan.
"Silahkan ...di nikmati tuan putri," kata Bara dengan sedikit membungkuk bergaya seperti main drama.
Yolanda terkekeh melihat tingkah polah kocak dari Bara tersebut.
Mereka pun makan berdua dengan lahap, Bara terkesan sangat memanjakan nona muda keluarga Santosa itu.
Bukan apa apa sih, karena Bara menganggapnya sebagai tamu di apartemen tersebut sehingga tidak di biarkan melakukan apapun, apalagi kemarin baru saja sakit..enggak mungkin kan langsung sembuh aja.
Pokoknya selama bersama Bara, adalah tanggung jawab nya mencukupi semua kesejahteraan gadis tersebut.
Drrtt....drrtt....drrt....
Telpon genggam Yolanda berbunyi.
Yolanda menghentikan acara makannya, di lihatnya layar handphone tertera nama mama.
"Ya ...Ma.."
"Kamu dimana..? masih sakit kok malah keluyuran, dari pagi mama cari cari kok tidak pulang pulang," terdengar rentetan suara dari telpon genggam itu.
"Aku ke apartemen..ma."
"Ngapain kamu kesana lagi..? bukankah mama sudah larang kamu kesana, kamu mau mama susul lagi..?," bentak nyonya Hendrawan.
"Sebentar lagi... aku pulang," jawab gadis itu lesu.
Bara hanya memandang gadis tersebut, tak mengucapkan kata apapun.
Setelah acara makan selesai Bara membereskan semuanya.
Mereka kembali terdiam dengan pikiran masing masing.
"Sebentar lagi aku pulang," kata gadis itu dengan lemah.
Bara mengangguk dengan sedih, tapi pura pura tak ada masalah.
____________
Selamat membaca...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya..