Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 70 Balik ke Kota


__ADS_3

POV Yolanda


Aku kaget mendengar percakapan heboh mas Bara dengan teman tetangganya.


"Vivi..?, siapa lagi itu Vivi..?, urusan masalah Jasmine saja belum usai kini tambah lagi Vivi."


Hatiku rasanya sakit seandainya.. mas Bara ..masih mencintai gadis itu.


Memang sih... kita belum pernah sekalipun membicarakan masalah pribadi kami masing masing.


Belum pernah aku tahu yang sebenarnya siapa mas Bara, kami belum pernah berkata jujur tentang perasaan kami.


Aku hanya merasa sangat nyaman saat bersamanya.


Sikapnya yang selalu memanjakan ku membuatku terlena tanpa pernah bertanya bagaimana perasannya kepadaku.


Kini aku mulai sedikit ragu, apakah langkah ku sudah tepat..? benarkah mas Bara mencintaiku..? atau masih adakah gadis lain di hatinya..?


Bila mengingat itu aku menyesal sudah menyerahkan diriku sepenuhnya kepadanya..bahkan rasanya kejadian semalam masih saja terbayang di ingatanku.


**


"Sayaang...."


"Yola..sayangku..," kata Bara yang melihat istrinya kini banyak terdiamnya.


Setelah kepulangan Tarjo dan Tatik, Yolanda nampak terdiam, bahkan sejak pagi mengurung diri di kamar.


"Ada apa..sih..?."


Bara mendekat ke istrinya di elus pelan rambutnya.


Yolanda masih diam saja dengan pandangan menuju satu arah.


Bara mencium rambut wangi istrinya.


"Ngomong dong..?, mas Bara bingung sayang ....kalau kamu diam saja begini..?," kata Bara pelan.


"Siapa itu Vivi..?," sahut Yolanda mulai tercebik.


Bara menghela nafas panjang nya.


"Bukan siapa siapa sayang.. benaran...," kata Bara dengan wajah serius.


"Kenapa mas Bara tak pernah bercerita kepada ku..?."


"Apa yang mas Bara perlu ceritakan..?."


''Semuanya.." kata Yolanda yang mulai terdengar sangat posesif.


Bara kembali menarik nafas panjang, kemudian bercerita tentang semuanya, kisah hidupnya semasa itu dia remaja.


"itulah kenapa teman teman karibku bisa tahu masalah tersebut dan malahan kini membully ku," sahut Bara pelan.


"Beneran mas Bara sudah tak mengingat gadis itu..?," kata Yolanda pelan sambil bangun dari tiduran nya.


"Bener sayang.., itu hanya cinta monyet...eh bukan cinta..mungkin cuma kagum saja saat itu," kata Bara membuat wajah Yolanda makin terlihat cerah kembali.


"Terus bagaimana dengan Jasmine..?."


Bara terkekeh melihat istrinya yang kini sangat posesif.

__ADS_1


"Kemaren sore aku dan bapak sudah ke rumah bapaknya untuk menjelaskan tentang hubungan kita," kata Bara.


Makin terlihat kelegaan di wajah Yolanda.


"Pokoknya mas Bara cuma milik aku.." kata Yolanda memeluk Bara yang masih berdiri di pinggir tempat tidur tersebut.


Bara tersenyum membalas pelukan istrinya.


"Ayuuk kita makan siang habis itu kita berkemas, kita pulang sore aja biar malam sampai di sana kan besok harus kerja..," ajak Bara.


Yolanda mengangguk dan menurut saat di tuntun suaminya menuju meja makan.


Di meja makan sudah terhidang makanan rumahan yang menurut Bara sangat enak, meskipun sederhana hanya nasi serta sayur sop dan lauknya ikan kakap goreng serta tahu dan tempe tak ketinggalan sambal, itu sudah mengundang selera bagi Bara.


Keluarga itu pun makan dengan lahap, meskipun terbiasa makan makanan mewah namun Yolanda juga menikmati makanan yang ada di meja makan tersebut.


Selesai makan mereka berbincang di ruang depan sambil menemani Bu Romlah yang menjaga warung kelontong nya.


"Pak.. Bu..nanti Bara kembali ke kota habis ashar saja, biar sampai di sana tak terlalu malam kan besok harus kerja," kata Bara berpamitan kepada bapak ibu nya.


"Lho..enggak jadi malam to..?," tanya Bu Romlah yang kaget.


"Enggak Bu..biar bisa istirahat..," kata Yolanda menimpali suaminya.


"Minggu depan rencana pulang lagi mau selesaikan urusan sama Mbah Wongso," kata Bara.


"Asyyiikk..., Kaka Yola ikut kan..?," teriak Misye dan Della yang kegirangan.


Yolanda mengangguk dengan tersenyum.


"Ada urusan apa sih pak..sama Mbah Wongso..?," tanya Bu Romlah yang masih kebingungan.


"Nak Yola mau membeli tanah Mbah Wongso," kata pak Darmais.


"Tanah yang mana pak..?."


"Yang mepet sama pekarangan kita."


"Memang berapa duit harganya..?."


"Tadi sih sudah kejadian 2,7 M..," sahut pak Darmais.


"Haah..??," Bu Romlah dan adik adik Bara semua terkejut.


"Dua koma tujuh milyar..?," ucap Misye sambil melihat Della adiknya.


Bu Romlah yang masih kaget tersebut membetulkan posisi duduknya.


"Berapa luas tanahnya pak..?."


"Satu hektar Bu...rencananya mau aku jadikan tempat usaha semacam obyek wisata taman air dan perkebunan serta peternakan," sahut Bara yang menjawab pertanyaan ibunya sambil menerangkan rencanannya.


"Waah...ide yang hebat itu nak," kata Bu Romlah yang memiliki jiwa bisnis.


"Di daerah sini belum ada tempat seperti itu, mungkin di kota kota lain sudah ada tapi di sini belum ada."


"Pasti laris ..," kata Bu Romlah yang kini sangat antusias.


"Semoga saja bisa terwujud Bu," kata Yolanda.


**

__ADS_1


Sehabis sholat ashar Bara sudah berkemas, pakaian dan semua perlengkapannya sudah di masukkan ke dalam tasnya.


Begitu pun dengan Yolanda sudah memasukkan pakaian dan perlengkapan nya ke dalam tasnya.


Mereka keluar dari kamarnya.


"Lho..apa ini..?," tanya Bara melihat di meja depan sudah ada beberapa kardus.


"Itu buat kamu di kota, Bara..," sahut Bu Romlah.


"Pasti nanti kalau di kota akan berguna."


"Itu pisang yang ngasih Tarjo juga ibu masukkan ke dalamnya," kata Bu Romlah.


Bara menurut saja ketika di suruh membawa beberapa kardus oleh oleh dari desa tersebut.


Meskipun sudah banyak uang namun tak baik menolak pemberian orang tua dari kampung...pamali.


Setelah berpamitan kedua nya meninggalkan rumah keluarga Bara di kampung untuk kembali ke kota.


**


Jam delapan malam lebih sedikit Bara sudah sampai di apartemen nya kembali.


Semua barang oleh oleh dari kampung sudah di bawa ke dapur oleh Bara meskipun belum sempat di tata dan rapikan, hanya beberapa makanan olahan saja yang sudah di keluarkan oleh Bara, sedangkan makanan kering yang awet masih di kardus belum sempat di keluarkan.


Bara tersenyum melihat bekal yang di Bawakan ibu nya.


"Ini sama seperti saat pertama aku ke sini, cuma waktu itu tak sebanyak ini oleh olehnya, mungkin karena aku hanya sendiri dan naik angkutan umum," kata Bara pelan yang juga di dengarkan oleh Yolanda.


Bara mengambil rantang makanan yang di bawakan ibunya.


Kemudian di bukanya satu persatu di meja makan.


Lengkap sudah makanan yang dibawakan ibunya, semua makanan yang awet dan tahan lama kesukaan Bara,seperti dendeng ragi dengan daging sapi, kentang mustofa, trus tempe kering bumbu pedas manis.


"Kita makan dulu sayang, meskipun nasinya sudah tak hangat tapi enak kok dengan lauk dari desa ini," kata Bara kepada Yolanda.


Yolanda menurut dan mengangguk.


"Kamu mau minum apa..?, biar mas bara hidupin kompor," kata Bara.


"Susu hangat saja mas..," sahut Yolanda.


Berdua mereka mulai makan setelah Bara membuat dua minuman untuk dirinya dan sang istri.


Jam sembilan malam keduanya sudah makan dan mandi.


Keduanya duduk di balkon apartemen menikmati malam dan bersantai.


"Sayang kamu enggak ingin pulang kerumah..?," tanya Bara setelah tersadar dengan keadaan.


"Besok pagi aja mas..habis dari kantor aku langsung pulang ke rumah," sahut Yolanda sambil merebahkan kepalanya di bahu sang suami.


Bara merengkuh nya kemudian memeluknya, mencium rambutnya, pipinya lalu m*l*m*t bibir Istrinya.


Semua di balas Yolanda mesra.


"Kita ke kamar sayang..," kata Bara yang mulai memburu nafasnya.


Yolanda mengangguk dan langsung di gendong Bara.

__ADS_1


__________


Happy reading...jangan lupa jejaknya.....


__ADS_2