
Tarjo selesai membuatkan minuman dua teh hangat dan dua kopi tanpa gula kepada dua Opa yang masih saja seru dengan candaannya itu.
Bersama minuman itu juga di hidangkan roti buatan Yolanda.
"Tuan ini roti buatan non Yola," sahut Tarjo sambil menghidangkan roti di tempat yang rapi dan tertutup biasa Om Jhon menikmati jajanannya.
"Eh..sudah pintar masak rupanya cucumu..," goda Om Jhon kepada Opa Santosa.
"Baru belajar..karena ingin membahagiakan suaminya..," sahut Opa Santosa sambil melirik ke arah cucu dan cucu menantu nya duduk sedikit menjauh nampak asik bercerita.
"Bosbro..aku tinggal ke depan bentar ya..nanti balik lagi ke sini.."
"He'em Jo .. makasih ya teh nya.."
"Asiaap Bosque..," sahut Tarjo langsung meloncat ke arah depan.
Bara hanya tersenyum.
"Eh..cah gemblung..!." goda Bara.
Tarjo terkekeh sambil berlari ke depan karena ingat tadi ada dua mobil yang masuk ke pelataran galeri.
Tarjo berjalan mendekati mobil yang masih parkir di depan itu.
"Maaf bapak bapak..hari minggu masih libur galerinya," sahut Tarjo membuat para pengawal kebingungan.
"Kami tidak ingin ke galeri ..," jawab asisten Joe.
"Lho tidak ingin ke galeri kenapa di sini..?," sahut Tarjo sedikit mengerutkan keningnya.
Asisten Joe hanya menunjuk ke arah mobil yang tadi Bara naiki.
Tarjo tersenyum melihat itu.
"Itu mobil bos sini, boleh masuk..lha sampeyan siapa.. kok mau masuk kayak mereka..?," sahut Tarjo sambil tersenyum cengar cengir.
"Cck..kang kami tidak ingin ke galeri dan kami juga tidak ingin masuk seperti mereka karena kami pengawalnya mereka," sahut asisten Joe akhirnya menjelaskan karena nampak nya kang parkir ini belum juga mengerti.
"Pengawal..?."
Asisten Joe mengangguk.
"Kami pengawal tuan besar Santosa serta tuan muda Bara dan nona muda Yolanda."
"Tuan muda Bara..??."
Tarjo masih sedikit kaget dan melongo mendengar berita tersebut, saat itu istrinya nampak datang di depan gerbang.
Tarjo bergegas menyambutnya.
"Banyak banget dek belanjaan nya..?."
"Kan buat beberapa hari mas..," sahut Tatik sambil memasukkan motor bebek inventaris galery.
Tarjo tersenyum sambil mengiringi motor istrinya bejalan ke arah sisi yang lain dari galeri dimana mes pekerja berada di sana.
"Kok ramai mas..kan libur..?."
"Oh itu non Yola, Bara serta Opa nya non Yola..," sahut Tarjo masih berjalan mengiringi motor istrinya.
"Lho terus mobil yang satunya..?."
"Itu mobil pengawal nya Tik."
"Hah..?."
"Ternyata Bara kalau di sini di panggil Tuan muda loh Tik..," sahut Tarjo lagi.
"Haah..??," Tatik makin terkejut.
__ADS_1
"Sekaya itu ya mas..?."
"Iya... untung nya mereka bukan orang yang sombong..bahkan menolong kita..hingga kini kita bisa bersama bahkan kita bisa menabung, menyisihkan uang untuk kita kirim ke desa," sahut Tarjo yang ikut menurunkan belanjaan untuk di simpan.
"Sudah mas...biar di situ saja..yang ini aku masukkan ke kulkas saja," nanti kita beresin lagi, aku mau menemui non Yola dan Bara enggak enak kan..?," kata Tatik sambil mencuci tangannya dan mengeringkan dengan serbet.
"Iyo..Ayuk.."
Keduanya berjalan ke arah Opa Santosa dahulu menyalaminya lalu berjalan ke arah Bara yang sedang duduk bareng istri nya.
"Non Yola..," sapa Tatik.
"Eh..mbak Tatik...sudah pulang ..? katanya tadi belanja..?."
"Sudah non barusan..," sahut Tatik sambil menyalami Yolanda dan Bara.
"Sudah kerasan disini rupanya..," goda Yolanda.
"Alhamdulillah..non, kerasan kan disini bareng terus sama mas Tarjo," sahut Tatik tersenyum.
"Iya non.. aku juga jadi ndak kepikiran seperti dulu, saat masih berpisah tempat tinggal," sahut Tarjo sambil tersenyum.
"Pokoknya kami berterima kasih kepada Non Yola dan Bosbro, karena kalian berdua kami jadi bisa bersama," sahut Tarjo sambil merangkul pundak istrinya.
"Apaan sih...," seru Tatik yang malu dan sedikit menepis tangan suaminya.
Bara tersenyum.
"Enggak usah malu Tik..memang suami istri itu kan harusnya bersama terus ..ya kan sayang..," kata Bara sambil merangkul istrinya juga.
Yolanda malah tersenyum senang saat di rangkul suaminya.
Mereka kemudian tertawa bersama.
**
Romi dan Rudi teman kampus dan juga kos Bara dahulu kini sedang bingung karena mencari keberadaan Bara yang sulit di temukan.
"Sudah kamu cari di apartemennya..?," tanya teman kos lainnya kepada Rudi dan Romi.
"Justru itu, kemarin kami kesana tak ada..kami pencet tombol apartemen tak ada sahutan..," sahut Romi sedikit lesu.
"Kami mau mengabari masalah wisuda soalnya," sahut Rudi juga nampak lemes.
"Eh..coba nomer yang kita hubungi kemarin kita coba lagi siapa tahu saat itu hanya di luar jangkauan..," sahut Romi mengingatkan Rudi.
"Ok bro..," sahut Rudi mengambil ponselnya yang berada di atas mejanya.
Drrt..drrt..
"Eh..bisa Rom....ni masih nada sambung," seru Rudi kegirangan.
**
Bara masih bercanda dengan Tarjo, Tatik serta Yolanda istrinya.
Drrt...drrt...
"Eh..bentar ada panggilan masuk..nih.," kata Bara melihat layar ponselnya kemudian berdiri.
"Siapa mas..?."
"Rudi..temanku yang pernah nginap di apartemen..," sahut Bara.
"Oh."
"Assalamualaikum..," sapa Bara menyapa Rudi.
"Waalaikumssalam.."
__ADS_1
"Ada apaan Rud..?."
"Alhamdulillah..susah banget di hubungi, aku cari di apartemen juga sepi sepi aja.," jawab Rudi di sebrang yang lain.
"Aku sudah enggak di apartemen lagi, tapi kadang ikut Opa istriku kadang di mertua ku..ada apaan sih..?."
"Sudah dengar berita terbaru wisuda belum..?."
"Oh...iya..aku malah melupakan kuliahku," gumam Bara.
"Beritanya apa..?."
"Wisuda di maju dua minggu lagi..dari sekarang.."
"Hah..? beneran..berita itu Rud..?."
"Iya...makanya Senin besok ambil undangannya ke kampus..," sahut Rudi sambil tertawa mendengar kekagetan sahabatnya tersebut.
"Jam berapa..? pagi aku sibuk soalnya.."
"Nggak di batasi pokonya dari jam delapan sampai jam dua siang."
"Ok makasih infonya, besok kalau kita ketemu kita ngobrol..aku punya tawaran pekerjaan untuk mu.."
"Siap..," sahut Rudi, dan akhirnya percakapan itu selesai.
Bara sudah kembali duduk di samping istrinya.
"Rudi kasih kabar jika wisuda mas Bara di majukan," kata Bara kepada Yolanda yang penasaran ada masalah apa.
"Oh..aku kira ada masalah apa..," sahut Yolanda dengan tersenyum lega.
"Mungkin mas Bara Senin habis ke kantor pusat mau ke kampus dulu setelah itu baru pulang ke Mansion."
Yolanda mengangguk," aku nunggu di rumah aja ya mas masih kangen sama mama."
"He'em..,"sahut Bara.
"Nanti kalau ada perubahan kita bicarakan lagi..sayang.."
"Iya ..mas.."
Tatik dan Tarjo masih duduk bersama keduanya.
"Jo..ni yang buat tamannya siapa..?."
"Akulah.. Bosbro.."
"Bener nggak sih Tik..?.," tanya Bara yang masih ragu dengan jawaban Tarjo.
"Bener kok ..mas Tarjo yang buat tamannya..di sela tugas rutinnya..," sahut Tatik sambil tersenyum bangga dengan pekerjaan suaminya.
"Weiss...mantap .." puji Bara.
"Kapan kapan nambahin taman di kampung kalau gitu..ya...," sahut Bara.
"Siap.. Bosbro.."
Bara dan Yolanda tersenyum mendengar kesanggupan Tarjo yang memang rajin tersebut.
"Gimana..belajar setir mobilnya..?."
"Alhamdulillah..mulai lancar, karena kalau malam aku belajar lagi pakai mobil Box galeri," kata Tarjo sambil tersenyum senang.
"Makasih ya Bosbro...sudah menambah ketrampilan ku.."
"Ish..apaan sih..fungsinya sahabat kan seperti ini saling tolong ," sahut Bara sambil memukul lengan Tarjo pelan.
____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...