
Semua sudah duduk di meja makan dengan menghadapi piring nya masing masing.
"Cobain ya mas..," kata Yolanda yang tadi barusan membuat nasi kebuli makanan kesukaan suami nya.
"Ini sih enggak murni masakanku, tapi masih di bantu koki dapur kita ," Kembali Yolanda berkata sambil menghidangkan makanan tersebut di tengah meja agar semua bisa mengambilnya dengan mudah.
Setelah doa sebelum makan di lantunkan mulailah semua menikmati makanan yang di sajikan.
"Enak kok sayang..beneran enak banget.. ," kata Bara sambil tersenyum dan mengunyah makanan tersebut.
"Dagingnya gimana..? masih alot..?."
Bara mencoba daging nya, ternyata sudah empuk banget.
"Waah enak banget... dagingnya juga empuk, enggak apek bau kambing.. pokonya enak."
Bara berkata dengan tetap makan dengan sangat lahap.
Opa yang sedikit jauh dari panci nasi kebuli sedikit tertarik.
"Coba Opa juga mau mencicipi, sedikit dulu aja," kata Opa mengangsurkan piringnya ke arah Yolanda yang lebih dekat.
"Segini Opa..?."
"He'em."
Opa lalu mulai menyendok dan merasai nasi kebuli masakan cucu nya.
"Gimana Opa ..? enak kan..?," Bara bertanya penasaran dengan penilaian Opa.
Opa mengangguk anggukan kepala nya.
"Enaak...nggak kalah jauh sama restoran.. lumayan lah ukuran masih belajar.."
"Tuh..kan sayang enak kata Opa.."
Papa Hedrawan dan mama Nursanti juga penasaran, mereka juga menyingkirkan menu lainnya dan mencoba masakan anaknya .
"Emm...enak kok.."
Papa Hedrawan nampak juga menikmati makanan tersebut.
"Iya enak ... Yola, enak banget malah menurut mama."
Yolanda makin senang semua suka dengan masakan nya, meskipun itu masih di bantu koki rumah utama.
Akhirnya malah menu nasi kebuli buatan Yolanda yang laris manis di acara makan siang itu.
Setelah semua selesai makan Opa berkata.
"Habis ini kalian berdua bersiap kita balik ke Mansion.."
Papa Hedrawan dan mama Nursanti sedikit kaget.
"Lho..Pi..kok cepet amat..," papa Hedrawan langsung protes.
"Cepet apanya ..? kan sudah dari hari Jumat mereka disini..," Opa berkilah sambil sedikit cemberut.
Papa Hedrawan dan mama Nursanti langsung lemas, namun keduanya tak berani membantah sedikitpun perkataan Opa Santosa.
"Habis sholat ashar kita pulang ke Mansion.."
"Iya Opa ..," jawab Bara dan Yolanda hampir bersamaan.
**
"Sayaang baju tidurku yang bergambar Dora Emon mana..?."
"Mas Bara kembalikan lagi ke lemari ."
"Lho..kok di kembalikan sih..mas.., itu mau aku bawa ke Mansion."
"Bukankah di sana baju tidur sudah banyak..?." sahut Bara sedikit keheranan.
"Iyaa..tapi itu baju tidur kesukaanku.."
Bara yang melihat kesungguhan di wajah istrinya langsung berdiri berjalan menuju lemari pakaian istrinya.
__ADS_1
"Ya..udah...mas Bara ambilkan."
Setelah di ambil baju itu Bara lipat dan di masukan di tas yang akan di bawa ke mansion.
"Ayuuk kalau sudah kita turun..nanti Opa malah nungguin kita," kata Bara sambil menjinjing tas yang akan di bawa ke mansion.
Yolanda menuruti ajakan suami nya, keduanya lalu turun dari lantai dua tempat kamar mereka berada.
**
Opa sudah nampak di ruang tamu bersiap kembali ke mansion dimana Opa tinggal selama ini.
"Ngapain sih tuh anak..," sungut Opa sambil melihat pergelangan tangan kirinya, di mana jam tangan ada di sana.
Dengan tak sabaran Opa kembali duduk sambil mengangkat satu kakinya dan di silangkan.
"Lama banget..," gerutu Opa lagi.
Tak berapa lama terlihat lah kedua cucu menuruni tangga kamar mereka.
"Maaf Opa agak lama...soalnya nyari baju tidur kesayangan Dik Yola," kata Bara yang menenteng tas di tangan kanannya dan menggandeng istrinya.
"Oh..ya sudah..Opa kira ada apaan.."
"Ayuuk kalian bareng Opa.. nanti mobil Yola yang kalian bawa kemarin biar di antar pengawal ," sahut Opa sambil bangkit dari duduknya.
"Kami belum pamitan papa dan mama lagi Opa..,"seru Yolanda mengingat kan suaminya.
"Oh..iya Opa.."
Selagi mereka mau masuk ke ruang tengah mencari papa dan mama, malahan sudah terlihat mama Nursanti dan papa Hendrawan berjalan kearah mereka dengan menenteng tas.
"Loh..kalian mau kemana..?," tanya Opa Santosa melihat anak dan menantu nya senyum senyum menghampiri mereka di ruang tamu.
"Kami mau ikut ke mansioan Pi..," sahut mama Nursanti sambil tersenyum ke arah Opa Santosa.
**
Di kampung pak Darmais yang mendapat kabar dua minggu lagi mau di jemput anakknya untuk menghadiri wisuda sangat senang sekali.
Begitu pulang dari kantor nya pak Darmais langsung mencari istri nya.
Teriakan Pak Darmais mengagetkan Bu Romlah yang masih memasak di dapur.
"Ada apa sih pak..ngagetin ibu saja..," kata Bu Romlah sambil tergopoh-gopoh keluar dari dapurnya.
Misye dan Della juga menghampiri bapaknya karena penasaran ada berita apaan sih sehingga bapak nya teriak teriak mencari ibunya.
"Bara tadi telpon.. bapak pas di kantor."
Bu Romlah langsung menatap serius wajah suaminya.
"Ada apa Pak..?. dengan Bara..?."
Menyadari ketegangan di wajah istrinya pak Darmais langsung tersenyum.
"Ibu enggak usah tegang ini berita baik kok."
"Ooh..," nampak kelegaan di wajah Bu Romlah dan adik adiknya Bara.
"Dua minggu lagi Bara wisuda dan kita akan di jemput ke kota..," kata pak Darmais sambil tersenyum kepada anak istrinya.
"Yeeii...Kaka pulang...Kaka pulang..!."
Misye dan Della langsung melonjak gembira mendengar berita tersebut.
"Ish..kakak kamu enggak pulang..," sahut pak Darmais kepada dua anak gadisnya tersebut.
"Lho lah terus yang jemput kita siapa..?," tanya Bu Romlah kaget dengan perkataan suaminya.
"Mungkin supir bapak Hendrawan kali ya Bu..," sahut pak Darmais ragu ragu.
"Mana ibu tahu pak..?," kata Bu Romlah yang jadi bingung ketika di tanya suaminya itu.
"Pokoknya pesan Bara Jumat pagi kita sudah harus bersiap, nanti habis bapak ngantor jemputan itu baru tiba.."
"Oh..gitu ya pak..''
__ADS_1
"Terus kita menginap di mana..pak..?."
"Waah kalau masalah itu bapak kurang tahu juga ya Bu..," sahut pak Darmais sambil berjalan memasuki kamar nya untuk berganti pakaian.
**
Semua sudah tiba di mansion, Opa nampak senang sekali melihat anak, menantu dan cucu cucu nya berkumpul bersama di kediamannya.
Selalu tersenyum Opa sambil duduk duduk di taman samping mansioan itu mengamati lukisan Bara yang banyak di produksi di sana.
"Kalian mau di sini sampai kapan..?."
"Enggak lama kok Pi.."
"Loh..lah..kenapa..?."
"Besok Hendra kan harus ngantor pah..kalau dari sini terus kejauhan," keluh papa Hedrawan.
"Iya..juga sih..," sahut Opa yang menyadari hal tersebut.
"Lagian Santi rabu kan ada kegiatan mengantar istri duta besar keliling obyek wisata di kota salah satunya ke Arts Museum," kata papa Hendrawan sambil menyeruput minuman nya.
Mama Nursanti yang baru bergabung turut mengamati lukisan Bara.
"Pah..tadi mamah habis ngomong omong sama menantu kita, kan dua minggu lagi mau wisuda."
"He'em..,Terus..?."
"Bagaimana kalau kita berkunjung ke tempat besan kita di desa, kan katanya ada proyek di sana..," sahut mama Nursanti sambil mengusap usap lengan suaminya.
Opa yang mendengar obrolan anak dan menantunya hanya tersenyum miring.
"Alaa...dulu aja kalian nolak nolak..menantu ..yang bahkan anak baik baik.."
"Dari mana mama tahu kalau menantu kita ada proyek di desa..?."
Mama Nursanti tersipu.," Hanya dengar dengar saja sih pah.."
"Di tanyakan dulu saja, sama Bara kalau memang sudah selesai kita bisa ke sana... itung-itung silaturahmi sekalian menyegarkan pikiran," Opa menyahut obrolan anak dan menantu nya tersebut.
"Oh ya..Pa..dua minggu lagi mas Bara ( mama Nursanti jadi ikut ikutan Yolanda manggilnya) kan wisuda, mama mau siapkan kamar di rumah utama untuk keluarga besan kita..," kata mama Nursanti lagi kepada suaminya yang kembali meminum kopinya.
"Naah pas kebetulan sekali... kalau begitu, nanti kita pulang ke desa bareng bareng ," sahut Opa lagi memberikan masukkanya.
Mereka masih mengobrol seru ketika Bara dan Yolanda nampak berjalan mendekat ikut bergabung.
"Mas..sini..mama mau tanya..," panggil mama Nursanti kepada Bara yang masih sedikit jauh.
"Iya Ma..," sahut Bara mendekat dengan di ekori Yolanda.
"Bagaimana..Proyek mas Bara di desa..?," tanya mama Nursanti.
"Menurut Bapak sih sudah selesai Ma.., ada apa ya Ma..Pa..?."
Bara sedikit terkejut karena mama Nursanti bisa tahu masalah proyek nya.
"Kita masih berembug bagaimana kalau kita berlibur ke sana, sehabis bapak ibu mas Bara menghadiri wisuda..?."
Bara kembali terkejut mama mertuanya mau berkunjung ke desanya.
"Tapi.. tempat nya jauh mah..," Bara sedikit ragu.
"Masalah itu gampang," sahut Opa dengan senyumnya.
"Maksud Opa..?."
"Nanti kita pakai jalur udara, biarkan para supir menjemput kita di bandara kota sana," sahut Opa Santosa yang juga nampak antusias sekali.
Bara mengangguk masih tak percaya dengan rencana tersebut.
"Aku setuju..!!," teriak papa Hedrawan dengan tiba tiba.
"Kita bisa berlibur satu minggu di sana.."
Semua nampak bersemangat termasuk Yolanda.
"Asyyiikk..bisa panen ikan lagi.."
__ADS_1
__________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...