Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 43 Terpergok Tuan Hendrawan


__ADS_3

Hari sudah mendekati sore, kedua orang yang tengah di mabuk cinta itu masih tertidur di kasur karena mereka masih ingin bersantai dengan tidur siang.


Bara nampak memeluk Yolanda yang masih tertidur pulas, merasai wangi...aroma tubuh nona muda Santosa itu yang membuatnya ketagihan.


Yolanda yang entah mengapa jika bersama Bara bisa tidur sangat nyenyak juga kesenengan bila tidur sambil di peluk lelaki itu.


Masih sambil memeluk tubuh Yolanda, Bara menciumi leher gadis cantik tersebut.


"Sayaang..geli.." kata Yolanda tiba tiba sambil menggeliat.


Bara yang mencuri curi menciumi leher Yolanda kaget, ternyata Yolanda sudah terbangun.


"Eeh...kamu sudah bangun...sayang..?." kata Bara sedikit malu katahuan mencuri curi kesempatan.


Yolanda mengoyangkan kepalanya mengangguk.


"Maaf ya...aku sudah bangunin kamu ..?."


Yolanda tak menyahut malah membalas pelukan suaminya tersebut.


"Aku senang mas... bila di sini bisa tidur nyenyak," kata Yolanda jujur.


"Tapi kalau di rumah aku susah tidur," katanya lagi.


"Memangnya kenapa...?," sahut Bara sambil kembali menciumi lagi leher gadis itu bahkan di sertai gigitan.


"Auww..," jeritan kecil Yolanda saat Bara sedikit meninggalkan jejak di sana.


"Kangen mas Bara.." kata Yolanda dengan suara manja.


Bara hanya menarik nafas panjang, kesadaran nya kembali teringat akan perjanjian yang sudah di tanda tangani oleh nya.


Masih banyak duri bertebaran di jalanan sana, yang menghadang langkah mereka berdua meskipun di ujungnya sudah ada Opa Santosa yang menunggunya.

__ADS_1


"Iyaa..mas Bara juga senang seandainya kamu bisa terus ada di sini...," kata Bara pelan.


Keduanya kembali terdiam dengan pikiran masing masing, hanya pelukan keduanya yang makin erat.


"Opa sudah kembali ke tempatnya ....pasti aku nanti di minta pulang lagi sama mama dan papa," kata Yolanda di tengah kebisuan Keduanya.


"Pulanglah..nanti .....bila di minta untuk pulang...memang kita belum waktunya untuk terus bersama.."


"Aku akan terus berusaha...


agar bisa membukti kan bahwa aku mampu menjadi gantungan..hidupmu dan pelindung ...untuk mu, dan layak bila di sandingkan denganmu ....sayang.'' batin Bara.


Meski berat Bara harus merelakan gadis yang kini mulai mengisi hatinya untuk kembali ke rumah orangtuanya.


"Aku mau sholat ashar dulu sayang..nanti keburu telat," kata Bara kemudian beranjak dari kasur.


Bara melepaskan pelukannya dan berniat berdiri tapi tangannya masih di pegang Yolanda.


"Cayaang duluuu...," rengek Yolanda kayak bayi.


Cuup..


Bara mengecup pipi Yolanda.


"Sini..," kata Yolanda menunjuk dahinya.


Cuup..


"Sini..," kata Yolanda menunjuk lehernya.


Cuup...rrghh..


Barapun mencium leher itu lama sambil menggeram kayak seekor singa lapar hingga Yolanda kegelian dan berteriak teriak.

__ADS_1


"Apaa...yang kalian lakukan..ha...!!."


Tiba -tiba tuan Hendrawan sudah ada di pintu kamar keduanya sambil membentak kedua yang tengah bergurau.


"Aaah...p.ppapaa..???," terdengar Yolanda juga berteriak kaget, takut dan juga malu..melihat papanya sudah berdiri di depan kamarnya dan melihat aksi keduanya.


Spontan Bara melepas pelukannya dan berdiri sedikit menjauh.


Tuan Hendrawan langsung menatap tajam ke arah Bara yang masih tertunduk tak berkutik.


"Yolanda.... ikut papa pulang...., kemasi barang barang mu..!!," perintah tuan Hendrawan kepada Yolanda yang langsung bangkit dari tidurnya dan mulai mengemasi barang-barang nya.


Tuan Hendrawan mendekati Bara yang masih tertunduk dan membisu.


"Ingat....isi perjanjian apa saja yang sudah kau tanda tangani...aku bisa menyeretmu ke balik jeruji bila kau tak bisa menahan diri mu...," kata tuan Hendrawan di dekat Bara yang masih terdiam terpaku di tempatnya berdiri.


Bara hanya mengangguk kecil mendengar ancaman tuan Hendrawan.


"Jangan macam macam dengan putriku..," ancam tuan Hendrawan lagi.


Kembali Bara mengangguk kecil.


Tuan Hendrawan kemudian menarik tangan Yolanda agar meninggalkan apartemen tersebut setelah semua di kemas Yolanda.


Yolanda hanya memandang ke arah Bara dengan sedih.


Mereka saling berpandangan.


Bara mengangguk kecil dan tersenyum sedikit kearah Yolanda untuk menguatkan agar jangan bersedih.


Yolanda pun akhirnya tersenyum kecil melihat Bara tersenyum.


____________

__ADS_1


Selamat membaca..... tinggalkan jejak...ya....


__ADS_2