
"Aku mau minum anget mas..?," kata Yolanda manja dengan suaminya yang nampak sangat perhatian kepada istri nya.
"Mau minum apa sayang..?."
"Jangan susu...aku pingin teh anget yang manis," rengek Yolanda masih dari tempat tidur nya, kepada suaminya.
Bara beranjak dari tempat duduknya di samping tempat tidur istrinya untuk membuatkan minuman hangat.
"Sudah enggak mual kan.. sayang..?." tanya Bara sambil membuatkan minuman teh hangat yang ada di ruang sebelah dari kamar president suite tersebut.
Yolanda menggeleng sambil tersenyum.
"Kapan aku boleh duduk mas..?."
"Kata dokter Ade SpAn dokter yang bius kamu, paling tidak enam jam post operasi, tapi lebih amannya dua puluh empat jam sayang," kata Bara lagi sambil melangkah ke tempat tidur istrinya dan mendekat membawa segelas teh hangat yang barusan dia buat.
"Diminum dulu sayang..," kata Bara sambil mendekatkan sedotan teh hangat tersebut ke bibir istri nya yang nampak sedikit kering karena puasa sesaat sebelum operasi tadi.
"Sudah mas..," cicit Yolanda setelah menyedot hampir separuh gelas teh hangat tersebut.
"Sayang mau makan..? mas Bara suapi ya..?., Della tadi beli bubur ayam di depan rumah sakit yang katanya enak itu," bujuk Bara kepada istrinya agar mau makan sehingga badannya segera pulih kembali.
"Sedikit aja mas masih belum nafsu..."
Bara mengangguk mengerti, lalu menyuapi istrinya.
"Kok pada sepi..?," tanya Yolanda yang baru menyadari hal tersebut, sambil mengunyah bubur yang di suapkan suaminya.
"Baru pada jenguk Baby twins," sahut Bara.
"Cck..sekarang aku di nomor dua kan," sungut Yolanda sedikit cemberut.
Bara tersenyum mengelus lembut pipi istrinya," Enggaklah..semua nomer satu bagi mas Bara," sahutnya.
**
"Duuh...gemes banget..," gumam Misye tapi tak berani menyentuhnya takut kenapa napa.
"Iyaa..," seru Della yang hanya berani menciumi kaki bayi yang sudah di gendong Bu Romlah dan mama Nursanti bergantian.
Semua nampak gembira dengan kelahiran bayi kembar tersebut.
Opa Santosa tak bisa menutupi kebahagiaan nya atas kelahiran cicit pewaris kerajaan bisnisnya tersebut.
"Maaf ibu, baby nya mau di rawat gabung bersama bunda nya," kata perawat bayi tersebut kepada Bu Romlah dan mama Nursanti yang asyik menggendong dan menimang cucu nya tersebut.
Rawat gabung di sini berarti sang Baby mau di antarkan ke ruangan ibu nya, untuk di gabungkan guna menyusuinya.
"Oh..iya sus..," kata mama Nursanti dan Bu Romlah sambil menaruh baby twins ke dalam box bayinya.
Semua mengiringi perawat tersebut berjalan ke kamar Yolanda di rawat.
**
__ADS_1
"He.he..he..Jhon cicit buyut ku sudah lahir," seru Opa Santosa sambil tertawa lepas melalui sambungan ponsel nya.
"..."
"Iya..benar...enam jam yang lalu," sahut Opa Santosa.
"...."
"Iya...maaf..aku tadi tak sempat hubungi kamu, jujur aku juga panik tadi."
"...."
"Iya..di ruang biasa kayak yang dulu waktu mereka di rawat."
Sahut Opa sambil tersenyum senang dan duduk santai di depan ruang rawat yang ada semacam ruang beranda nya.
**
Om Jhon yang mendengar kabar anak Bara sudah lahir nampak ikut gembira.
"Syukurlah..," serunya setelah menutup telponnya.
Barusan Santosa sahabatnya memberitahukan hal tersebut.
"Jo..!," teriak Om Jhon kepada Tarjo yang masih mengatur mobil pengunjung siang itu.
"Iya..tuan.."
"Nanti malam kita ke rumah sakit xxxx."
"Cck..kamu itu.., enggak ada yang sakit... nak Yola sudah melahirkan..," sahut Om Jhon tertawa senang seakan cucunya sendiri yang lahiran.
"Haah... Alhamdulillah...," seru Tarjo yang juga ikut senang.
"Eeh.. maaf tuan..?," Tarjo nampak ragu ragu sesaat.
Om Jhon mengerutkan keningnya, melihat keraguan di wajah Tarjo.
"Ada apa..?."
"Bolehkah bapak ibu dan dek Tatik ikut tuan..?, mumpung di sini kan enggak enak jika tak jenguk," pinta Tarjo dengan pelan.
Om Jhon malah terkekeh," Tentu saja boleh lah... malahan ada temannya kita.," sahut Om Jhon.
Tarjo berjingkrak kesenangan," Jam berapa tuan ..?."
"Habis maghrib aja biar tidak terlalu kemalaman..," sahut Om Jhon lagi sambil berbalik ke kamar nya.
Tarjo pun bergegas ke kamar yang di tempati nya, mencari istrinya.
"Loh dek Tatik mana..?," gumam Tarjo ketika tak mendapati istrinya yang kini juga tengah hamil muda tersebut.
Kemudian Tarjo berjalan ke kamar kedua mertuanya dan memang istri nya sedang di sana.
__ADS_1
"Tak cari cari dek, ternyata disini," kata Tarjo begitu sampai di depan kamar yang di tempati mertuanya.
"Ada apa mas..?."
Tanya Tatik sedikit kaget, tumbenan sampai di cari cari, karena biasanya jam segini suaminya itu masih mengatur parkir pengunjung di depan.
"Non Yola sudah lahiran, rencana nanti malam habis magrib kita bezuk ke rumah sakit.."
"Lahiran..?, Alhamdulillah...," sahut Tatik dan juga kedua bapak ibunya.
"Mas Tarjo tau dari mana..?."
"Tadi tuan Jhonson yang memberitahukan dan mengajak kita semau bezuk.."
"Bapak dan ibu juga diajak..?," tanya pak Kohar kepada Tarjo menantunya.
"Iya pak...kita semua ," sahut Tarjo sambil tersenyum.
Semua mengangguk setuju dan sangat senang sekali.
**
"Ish...sayang jangan marah dong," kata Yolanda kepada baby boy yang nampak kurang pas dengan posisinya menyusu.
Nampak baby boy yang masih berusaha mencari posisi yang pas menurutnya sambil merengek bila merasa kurang nyaman.
Berbeda dengan baby girl yang langsung merasa pas dengan posisinya menyusu.
Nampak sekali bahwa karakter baby boy yang mudah marah dan jengkel, sedangkan baby girl yang pintar dan pendiam.
Bara mengelus rambut kedua bayinya bergantian yang masih ada di pelukan istrinya.
Misye dan Della yang juga mendekat terlihat sangat gemas kepada kedua keponakannya tersebut.
"Iihh..gemees..."
Seru keduanya sambil menciumi kaki keponakannya yang wangi tersebut.
**
Habis maghrib Om Jhon dan keluarga Tarjo datang berkunjung.
Kemeriahan kembali terjadi di ruang tersebut.
Tarjo menaruh keranjang buah buahan di sudut ruangan yang ada mejanya sebelum berkumpul bersama para laki laki di luar, sedangkan Bu Kohar bersama Tatik di dalam sambil melihat kedua bayi kembar yang nampak cantik dan ganteng tersebut.
"Duuh..cantik dan gantengnya..,"seru Tatik melihat kedua bayi yang nampak terlelap di dalam baby Box nya.
"Iya terang to nduk..bapak ibunya juga ganteng dan cantik," sahut Bu Kohar yang juga ikut memperhatikan kedua bayi kembar tersebut.
Bu Romlah dan mama Nursanti juga tak bosan bosannya memandang kedua cucu pertama tersebut.
____________
__ADS_1
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
Baca juga karya lainku dengan mengklik profil ku**....