
Yolanda masih tetap berdiri di samping Bara meskipun kini sudah tak lagi memeluk lengannya.
"Non Yola..duduk saja..ini masih lama, nanti kakinya pegel lho kalau berdiri terus..," kata Bara pelan.
"Kamu enggak senang ya ..aku temani," jawaban ketus Yolanda.
"Eeh..," Bara terkejut dengan reaksi Yolanda yang nampak jengkel.
Bara hanya tersenyum kecut, sambil tetap terdiam menunggu hingga tiba gilirannya membeli obat yang di inginkan.
Selesai membeli obat Bara dan Yolanda kembali ke parkiran untuk mengambil motornya.
Sepanjang jalan menuju parkiran Yolanda masih saja cemberut dan terdiam, bahkan ketika hampir saja salah jalan, karena salah belok dan di ajak bicara sama Bara juga masih cemberut.
"Aneh banget..ngapain coba ikut kalau memang tidak suka, kalau begini kan aku yang jadi repot, kayak jalan sama robot manekin cantik.....huh.. merepotkan ..saja..," batin Bara berkecamuk.
Sampai di parkiran motor, sama seperti tadi Bara mengambil helm yang yang satu kemudian di pakaikan ke Yolanda.
Muka Yolanda sudah terlihat sedikit cerah tak seperti tadi yang selalu cemberut.
Bara kemudian menaiki motor nya dan kembali Yolanda kasulitan untuk naik di boncengan.
"Sebentar Non..," kata Bara tiba -tiba turun kembali dari motornya.
Yolanda yang kesusahan kemudian mengurungkan niatnya naik motor itu.
Bara yang sudah turun dari motornya, kemudian memposisikan motor untuk di standar tengah.
Dan dengan tanpa permisi, di angkat nya pinggang ramping Yolanda seperti anak kecil dan di dudukkan di motor yang di stadar tengah tersebut.
Yolanda yang mendapat perlakuan tersebut hanya berpegangan pada kedua lengan Bara, mencengkeram nya sambil menjerit kecil.
''Auw..!," jerit kecil Yolanda, sambil tertawa kesenangan.
Orang orang yang melintas dan melihat aksi itu berbisik bisik, bahkan ada yang berkata di samping keduanya.
"Duuhh... romantis nya..mas ini sama mbaknya..," kata seorang ibu ibu yang lewat di sebelah keduanya.
Bara sedikit kikuk menjadi pusat perhatian, namun berbeda dengannya, Yolanda malah nampak tersenyum senang seakan bangga di perlakukan bak ratu.
Sepanjang perjalanan pulang Yolanda kembali seperti saat berangkat, berpegangan pada pinggang Bara dengan sedikit menempelkan tubuhnya.
Motor melaju menyusuri jalanan yang lumayan padat itu, Bara mengendarai motor nya dengan santai karena memang tak mengejar waktu.
Motor kembali melewati taman kota yang banyak muda mudi di sana.
"Baraa...," tiba -tiba Yolanda memanggil Bara.
"Ada apa ya ..non..?," sahut Bara.
"Bagaimana kalau kita mampir kesana..," kata Yolanda sambil menunjukkan tangannya.
Bara yang masih konsentrasi memegang stang motor tak melihat arah tangan Yolanda menunjuk.
__ADS_1
"Kemana non..?," tanya Bara sambil meminggirkan motor nya.
"Ke sana..," kata Yolanda sambil menunjuk ke arah taman kota yang banyak muda mudi pacaran.
"Oh..taman kota...," kata Bara.
Yolanda menganggukkan kepalanya pelan.
"Beneran..?,'' tanya Bara lagi dengan sedikit keheranan.
"Ya...udah.. kalau nggak mau.., ayo pulang," kata Yolanda sambil cemberut.
"Oh..ok.ok..kita kesana," kata Bara melihat monster cantik itu mulai cemberut.
Bara pun mengambil jalan putar kembali ke arah taman kota yang sudah sedikit terlewatkan.
Motor sampai di taman itu, berputar sebentar mencari lokasi parkir yang nyaman, kemudian keduanya turun dan berjalan jalan menikmati malam.
Bara hanya tersenyum kecut melihat sekeliling hanya berisi pemuda dan pemudi yang nampak berpacaran.
Ada yang bergandengan tangan, ada yang berrangkulan dengan mesra, bahkan ada yang berpelukan tak tahu malu.
Sedangkan dirinya hanya berjalan beriringan seperti layaknya orang berjalan.
Nampak di tengah taman kota itu ada pertunjukan live music yang banyak penonton nya.
Bara yang suka dengan kesenianpun tertarik melihatnya, karena selain melukis Bara juga suka dengan seni suara dan seni musik.
Melihat begitu banyaknya penonton yang berjubel, Bara sedikit khawatir terpisah dengan Yolanda, di rengkuhnya pundak Yolanda dan di peluknya gadis itu agar bisa maju dan duduk di kursi yang di sediakan.
**
POV Yolanda
Tanganku tergores piring atau mangkuk, aku nggak tahu.
"Auww..!!," teriakku kesakitan.
Kulihat babang Bara nampak panik, di pegangnya tangan ku dan di lihatnya.
Hati ku berdebar bukan karena sakit tergores, tapi karena di pegang olehnya.
Bahkan lukaku dihisapnya tanpa jijik, katanya biar tidak infeksi..uuh..jantungku makin bergetar saat bibirnya menghisap jariku...terlihat... seksi.
Kemudian dengan telaten dia membersihkan dan mengobati luka ku setelah itu di tutup plester.
Aku hanya memperhatikannya yang nampak cekatan mengerjakan pekerjaan yang bahkan tak pernah ku sentuh,...ya..kan di rumahku....pembantu sangat banyak.
"Apa masih sakit..?," tanyanya mengagetkanku yang masih terpana dengan kecekatannya.
Ya ..aku benar benar kagum dengan kepiawaian nya.
Tadi saat memasakkan aku mie rebus yang kurasakan enak, aku kagum banget.
__ADS_1
Dan kini kulihat dia membereskan perlengkapan dapur dengan gayanya.....pokonya maskulin ..banget.. deh.
"Perih sedikit..," kataku, sebenarnya aku jawabnya asal aja karena kaget tiba-tiba dia bertanya.
Eeh..dia malah ambil sesuatu di tempat biasanya dia nyimpan semua barang pribadi nya.
"Mau kemana..?," tanyaku bingung melihat dia kayak mau pergi kemana gitu.
Katanya mau beli obat biar lukaku enggak infeksi juga mengurangi rasa sakit di lukaku.
Apaa...? aku mau di tinggal .. sendirian di sini...??
iiih....ogah..sereemm..
"Ikuuutt...," rajukku.
Dia sedikit ragu nampaknya, soalnya katanya naik motor karena belum bisa pakai mobil.
Tapi memang aku takut sendirian di apartemen, akhirnya dia memperbolehkan aku ikut
Malah aku di pakein helm dan jaket biar enggak masuk angin katanya ...uuh so sweet banget.
Dia malah sempat ngegoda aku saat memakaikan jaket kulitnya untuk ku, membuatku ..malu aja.
kami turun ke basemen karena motornya parkir di sana.
Sampai di basemen dan saat mau naik motornya aku kesulitan... sumpah aku belum pernah naik begituan... apalagi tempat duduknya tinggi banget...jujur seandainya enggak sama babang Bara...aku males banget.
Setelah motor meninggalkan apartemen baru deh ..ternyata naik motor berduaan gini enak..ya...
Tanpa terasa aku sedikit memeluknya, rasanya nyaman bila bersamanya.
Ternyata melihat suasana malam seperti ini dengan naik motor berbeda dengan mengendarai mobil....aku jadi ingat...saat kecil di ajak mbok Mar naik kereta kelinci sambil di kawal pengawal....rasanya beda sama naik mobil, padahal rute nya sama.
Aku bisa merasakan melihat dari sisi yang beda, taman kota nampak lebih indah apalagi di sana banyak muda mudi yang sedang pacaran.
Angin malam yang menerpa wajahku membuatku seakan bagai Kate Winslet di film Titanic...segaarr.
Tak terasa sudah sampai apotik yang di tunggu, namun anganku masih terbang kemana mana, hingga babang Bara mengagetkanku.
waah...ternyata apotik nya rame banget antriannya, babang Bara pun berbaik hati menyuruhku duduk aja, biar dia yang mengantri katanya....babang Bara emang baiik... deh.
"Haiii ..Baraaa...," tiba -tiba terdengar gadis gadis ganjen itu memanggil babang Bara sambil cekikikan..
Dasar.. perempuan gatel..mau mengganggu babang Bara, ...entah kenapa aku jadi marah..dan cemburu ...tak terima milikku di ganggu.
Aku hampiri babang Bara dan ku peluk lengan kekarnya, biar kedua cewek gatel itu tahu... babang Bara milik aku seorang.
Kami di kenalkan, ternyata mereka teman kampus babang Bara, tapi aku masih jengkel dengan kegatelan keduanya gadis ganjen itu, maka aku katakan saja bahwa aku... istri ....babang Bara, kan kenyataannya memang begitu ..iya....kan..?
____________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
__ADS_1
tetep terus baca...