Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 136 Oleh oleh dari kampung


__ADS_3

Pak Darmais dan Bu Romlah yang semula canggung dan kikuk kini lambat laun mulai sedikit terbiasa karena keramahan dari tuan rumah.


Mereka masih bercakap cakap beberapa saat di ruang tengah keluarga itu, di selingi candaan.


Membicarakan perjalanan tadi hingga beberapa hal termasuk proyek obyek wisata di desa.


"Soalnya gini nih..pak, kita berencana mau liburan ke desa pak Darmais, refreshing menyegarkan pikiran...gitu, sambil memancing ikan.." kata Papa Hendrawan sambil tersenyum ke arah pak Darmais.


"Alhamdulillah sudah siap pak..," sahut pak Darmais nampak senang sekali.


Kemudian pak Darmais teringat coolbox yang di bawa dari desa tadi.


"Oh..ya...Bara bapak membawa pesenan nak Yola di coolbox tadi." sahut pak Darmais kepada Bara.


"Yeiii..!!," Yolanda langsung berteriak kesenangan karena sejak tadi mau menanyakan merasa enggak enak.


"Ya..sudah sekarang pak Darmais dan bu Romlah beristirahat dulu," kata Papa Hendrawan.


"Pak Man..!," teriak mama Nursanti memanggil pak Man.


Pak Man datang menghampiri mereka di ruang keluarga.


"Iya..saya Nyonya.."


Kata pak Man mendekat sambil membungkuk penuh hormat.


"Antarkan Besan saya ke kamar yang sudah di sediakan ya.."


"Iya Nyonya.."


"Mari tuan ..Nyonya...dan nona nona," kata pak Man kepada pak Darmais dan Bu Romlah serta Misye juga Della.


Bapak ibu Bara tersebut mengikuti pak Man dengan Misye dan Della yang mengekor di belakang.


"Waah..rumah kok begini megah ya Del.."


"Iya..kak.."


Mereka berhenti di depan beberapa kamar yang berjejer.


"Ini kamar Tuan dan Nyonya..," kata pak Man kepada pak Darmais sambil tersenyum dan sedikit menunduk.


"Maaf pak jangan panggil kami Tuan dan Nyonya..panggil saja pak dan Bu seperti biasa..," kata pak Darmais sambil menunduk sopan.


"Maaf kami tak berani Tuan.."


Kata pak Man sambil tersenyum lalu memandang ke arah Misye dan Della.


"Ini kamar Nona nona," kata Pak Man menunjukkan dua kamar kepada Misye dan Della.


Keduanya bersorak kegirangan.


"Terima kasih pak..," sahut keduanya.


"Sama sama nona..," balas pak Man tersenyum ramah.


**


Semua sudah berada di taman samping dapur, termasuk Opa melihat para pekerja yang nampak membongkar Cool box yang cukup besar tersebut dengan puluhan kilo gurame dan udang Windu yang di taruh di sana dengan taburan Es kristal.


Beberapa kardus lumpia yang belum di goreng juga sudah di simpan karena sebagian yang sudah di goreng sudah di hidangkan di meja.


Mangga muda pesanan Yolanda juga sudah di taruh di semacam keranjang tempat buah.


"Waah...cukup besar besar juga ya ikannya," sahut Opa Santosa memandang ikan dan udang yang sangat banyak tersebut.


"Bara..memang kamu tak ingin membagi Jhonson ikan ikan ini..? dia juga penggemar sea food loh.," kata Opa mengingatkan Bara.


"Oh..iya..opa..nanti aku akan kesana," sahut Bara yang di ingatkan Opa sambil tersenyum.


"Mas..aku enggak usah ikut ya..aku mau melihat chef membakar ikan dan belajar memasaknya..," kata Yolanda sambil tersenyum.


"Lagian aku juga pingin main main sama adik adik.," kata Yolanda lagi.


Bara tersenyum mengangguk dan berkata kepada para pekerja.

__ADS_1


"Pak tolong nanti di kemaskan ikan dan udang masing masing tiga apa empat kilo," mau saya bawa ke galeri bentar lagi.


"Baik tuan muda.."


**


Bara sudah bersama pak Darmais dan Bu Romlah menuju ke galeri.


Misye dan Della tentu saja ingin bersama Kaka iparnya di rumah utama.


"Bara ..bapak tak menyangka kamu akan berhasil seperti ini..," kata pak Darmais yang duduk di sebelah nya.


"Alhamdulillah..pak..Bu berkat doa kalian aku bisa seperti ini.."


"Iya..nak ibu juga sangat senang sekali melihat kehidupan mu di sini," kata Bu Romlah yang duduk di belakang bahkan sambil sedikit terharu dengan mata berkaca-kaca.


Bara mengangguk sambil fokus menyetir.


"Pesan Bapak jangan sampai kamu terlena..tergoda dengan segala macam kemaksiatan dan keburukan yang pernah bapak dengar di tayangkan tayangan TV.."


"Jadilah kepala keluarga yang benar benar bertanggung jawab, jangan kau sakiti hati istri mu karena kamu sudah di beri banyak fasilitas dan kenikmatan duniawi..," pesan pak Darmais berturut-turut.


Sepanjang perjalanan pak Darmais dan Bu Romlah banyak memberi wejangan hidup kepada anaknya agar tak salah melangkah, karena bagaimanapun juga semakin tinggi pohon akan semakin banyak angin yang menerpanya.


"Camkan semua apa yang bapak dan ibu katakan tadi, jangan lupa beribadah," pesan Bu Romlah kepada anak lelaki nya.


"Njeh..Pak Bu..," sahut Bara sambil membelokkan mobilnya ke arah galeri yang mulai banyak pengunjung karena hari mulai petang meskipun galeri tutup karena hari Minggu.


"Ayoo.. terus...," teriak Tarjo yang sudah bisa menebak siapa pemilik mobil tersebut.


"Lho..bukankah itu Tarjo..," teriak Bu Romlah yang kesenangan melihat nya.


"Iya Bu..Tarjo sama Tatik kan aku suruh tinggal di sini.."


Bu Romlah dan pak Darmais makin senang serasa bertemu saudara saat di tempat yang jauh dari sanak famili, apalagi Tarjo dan Tatik memang sudah seperti keluarga pas di desa.


"Stop...sini saja..!," teriak Tarjo yang melihat Bara samar samar sambil meniling niling kursi sebelah Bara.


"Ngapain lihat lihat..," seru Bara sambil keluar dari mobilnya.


"Lihat sendiri..tuh..," kata Bara sambil membukakan pintu belakang dan mengambil bungkusan tas plastik besar dan lumayan berat.


"Weiih...pakde..budhe...!," teriak Tarjo dengan kencang sambil tertawa.


Pak Darmais dan Bu Romlah yang baru keluar dari mobil juga tersenyum lebar.


"Apa kabar Jo.."


"Alhamdulillah pakde.. budhe..," sahut Tarjo lalu mengambil tangan keduanya untuk salim.


"Akhirnya sampai juga ke kota..," kata Tarjo sambil tersenyum senang kepada pak Darmais dan Bu Romlah.


Pak Darmais dan Bu Romlah juga tertawa senang bertemu Tarjo.


"Ayok ngobrol di belakang aja Jo..," kata Bara mengajak nya.


"Siap..Bose.."


Pak Darmais dan Bu Romlah hanya tersenyum melihat tingkah polah Tarjo yang terkesan lucu.


"Eeh... Bara aku kira siapa..?," teriak Om Jhon.


Bara hanya tersenyum menghampiri lalu salaman.


"Ini bapak ibu nya Bose tuan..," Tarjo yang malah berkata memperkenalkan orang tua Bara kepada Om Jhon.


"Oh..iya..to..," sahut Om Jhon sambil tersenyum dan menerima uluran tangan pak Darmais Serta Bu Romlah.


"Saya.. Jhonson..Bara biasa memanggil Om Jhon..," kata Om Jhon dengan ramah.


"Oh..iya pak Jhon saya Darmais ini Romlah istri saya ibunya Bara.."


"Ya..ya..ayok duduk sana saja..," ajak Om Jhon.


"Oh ya ..Om.. ini ada oleh oleh ikan segar dan udang segar dari desa, Opa tadi mengingatkan jika Om Jhon suka sea food...," sahut Bara membuat Om Jhon terkekeh senang.

__ADS_1


"Jo... Tatik mana ajak kesini lah..," kata Bara melihat Tarjo malah santai duduk di kursi.


"Oh..iya..ya.. lupa..," sahut Tarjo menepuk jidatnya, lalu berdiri berjalan ke arah kamarnya memangil Tatik istrinya.


Bara, Om Jhon dan kedua orang tua nya nampak berbincang ringan.


"Waah..kalian harus bersyukur punya anak sebaik Bara..," kata Om Jhon disela obrolan.


"Ah...Om Jhon bisa aja, kalau tak ada Om saya jadi gelandangan..," sahut Bara.


"Aish..kamu ini.."


Tatik yang di beritahukan suaminya tentang kedatangan Bu Romlah nampak dengan tergesa menghampiri.


Kemudian Tatik memeluk Bu Romlah seperti ibu nya karena kangen rumah, keduanya malah saling bertangisan.


"Maaf budhe..Tatik jadi ingat rumah.."


"Iya...enggak pa pa Tatik, Budhe juga senang bertemu denganmu.., bapak ibumu sehat..mereka titip salam..," sahut Bu Romlah yang juga ikut terharu dan terisak.


Mereka kemudian berbincang sesaat di sana.


"Dek...ini ikan dari empang pakde dan budhe, nanti di masak ya...tuan Jhon suka."


"Iya..mas.." sahut Tatik yang sudah kembali ceria menjawab suaminya.


Bara yang teringat sesuatu lalu berkata kepada Om Jhon.


"Oh..ya Om minggu depan kita mau refreshing ke desa ku, sama papa, mama juga Opa.., Om mau ikut tidak..?,"


"Kata Opa kita naik pesawat nanti biar Tarjo naik mobil dengan yang lain..gimana Om..?."


Om Jhon yang mendapat tawaran itu langsung mengangguk.


"Om pasti ikutlah...mosok kamu mau meninggal kan sahabat mu yang tua ini disini sendiri..," sahut Om Jhon tertawa dengan keras karena kesenengan.


Pak Darmais dan Bu Romlah hanya tersenyum melihat orang orang nampak menyayangi Bara anaknya.


**


Habis magrib Bara sudah kembali di rumah utama bersama kedua orang tua nya.


Bara kaget di halaman samping sudah di tata meja makan yang sudah rapi di siapkan para pekerja.


"Istri mu merengek minta makan di sini...," kata Opa yang sudah duduk di kursi tersebut melihat Bara yang baru datang nampak terkejut.


"Iya mas...biar sekali kali beda makan malam dengan olahan ikan dan udang di tempat terbuka..," kata Yolanda sambil tersenyum kepada suaminya.


Papa Hedrawan dan mama Nursanti juga nampak menikmati suasana tersebut.


Tak berapa lama makanan olahan berbagai macam ikan dan udang sudah di sajikan.


Ada yang di bakar, ada yang di goreng bahkan ada yang di gulai, sedangkan udangnya di olah berbagai macam menu juga.


"Waah...bikin ngiler mas..," sahut Yolanda sambil mengusap usap perutnya.


Semua mulai makan setelah Opa memimpin doa dan masing masing sudah menghadapi piring nya.


"Emm.. enak..," kata Yolanda kesenangan.


"Iya..biar cicitku enggak ileran, masak dua cicitku ileran," seru Opa membuat pak Darmais dan Bu Romlah saling berpandangan.


"Dua..?," kata pak Darmais pelan.


"Iya...pak, cucu kita nanti langsung dua... Kembar," sahut papa Hedrawan membuat pak Darmais dan Bu Romlah kesenengan.


"Alhamdulillah..," kata pak Darmais dan Bu Romlah.


Misye dan Della juga langsung berteriak kecil.


"Yeiii keponakan ku langsung dua.."


____________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....

__ADS_1


__ADS_2