Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 64 Bertepuk Sebelah Tangan


__ADS_3

Misye dan Della sangat senang sekali, selama ini mereka belum pernah berbelanja sebanyak ini.


Apalagi makan di Mall besar seperti ini hanya ada dalam angan mereka saja.


"Terimakasih kak Yola...sudah baik sekali dengan kami, membelikan kami banyak barang dan makanan yang bahkan kami tak pernah membayangkan nya," kata Misye.


"Iya..Kaka baik banget..," kata Della menimpali Misye kakaknya.


Kedua gadis remaja itu mengucapkan terimakasih sambil tersenyum bahagia.


Yolanda hanya tersenyum saja menanggapi ucapan terimakasih sambil melihat kedua gadis itu yang nampak bahagia.


"Udaah ..habiskan saja makanan nya habis itu kita pulang ya..," kata Yolanda kepada kedua adik iparnya.


Selesai makan di food court mereka bertiga kemudian berniat kembali untuk pulang.


Sebelum keluar gedung mall menuju tempat parkir mereka melewati beberapa toko Roti dan makanan kecil, di sana Yolanda kembali memborong aneka makanan yang ada di sana.


Kedua adik Yolanda sampai membelalakkan mata melihat banyaknya makanan yang di beli Yolanda.


"Kakak...kok belanja banyak sekali nanti uang Kaka habis ," kata kedua adik Yolanda sedikit khawatir.


Yolanda hanya tersenyum saja, bahkan sebelum sampai di parkiran mobil mereka melewati toko tas sekolah dan Yolanda kembali membelikan kedua adiknya tas untuk sekolah.


Pokoknya bagi Misye dan Della hari itu adalah hari super istimewa, sampai kedua tangan mereka kewalahan membawa belanjaan.


Bagi seorang Yolanda hanya belanja dua puluh juta sekali jalan sangatlah enteng, apalagi kali ini tak lebih dari sepuluh juta... bahkan untuk membeli Tas branded nya saja ratusan juta sekali belanja.


Merekapun akhirnya sampai di tempat mobil di parkirkan dan mereka pulang dengan hati yang riang.


**


Di tempat tinggal lurah Sayuti masih terjadi ketegangan akibat Bu lurah yang tersulut emosi nya.


Masih dengan emosi yang meledak-ledak Bu lurah mangata ngatain Bara dan pak Darmais dengan kata kata kasar.


"Maaf Bu lurah..ibu boleh mengata ngatain saya apa saja... tapi jangan kepada bapak saya," akhirnya Bara tak tahan juga dengan perkataan Bu lurah yang menurutnya sudah kelewatan.


"Kami tak melakukan apapun yang merugikan keluarga ini, saya juga tak pernah melakukan apapun terhadap Jasmine yang merugikan nya, tolong hargai keputusan kami," kata Bara kembali.


Sesaat Bu lurah terdiam, semua yang di katakan Bara ada benarnya juga.


Namun emosi yang sudah membakar hati dan kepalanya masih belum bisa di hilangkan.


Masih akan mencoba mendebat perkataan Bara ketika pak Sayuti kemudian berkata.


"Sudah..sudah..kita tak usah ribut ribut..," kata pak Sayuti.


"Tak enak di lihat tetangga," sahut


pak Sayuti lagi.


"Kita memang tak bisa memaksa mereka untuk berbesanan dengan kita."

__ADS_1


"Karena itu hak pak Darmais dan Bara."


"Lagipula Bara benar kita belum pernah berbicara dengan nya." kembali pak Sayuti berkata berturut turut dengan bijak, menyadarkan semua.


Namun Jasmine yang paling sakit hati masih belum bisa menerima itu.


"Bara..kau tak ingat saat kita sering bersama sewaktu SMA, apa kau tak tahu betapa aku selalu memperhatikan mu, aku yang selalu mensuport semua yang kau lakukan..?," tangis Jasmine sambil berkata kata.


Bara mendekat ke arah Jasmine, mengelus pundak gadis tersebut.


"Jasmine..maaf, selama ini kau hanya kuanggap sahabat dan saudara bagiku, aku akan jahat bila malah menerima perjodohan ini padahal aku sudah menikahi gadis lain." kata Bara pelan.


"Tidak Bara..aku menyukaimu sejak lama."


"Aku..tak mengatakanya kepadamu karena aku tahu pedoman hidup mu yang tak pernah berpacaran sebelum apa yang kau cita cita kan tercapai," kata Jasmine sambil berurai air mata.


Bara hanya terdiam melihat Jasmine yang terus menangis dan berurai air mata.


"Selama ini aku menahannya karena aku menanti saat saat kau sudah merasa berhasil, dan kini kau sudah berhasil...malah pulang dengan gadis lain..," kata Jasmine dengan pilu.


Semua yang mendengar perkataan Jasmine juga ikut bersedih, tak terkecuali Bara.


Namun di hati Bara kini sudah ada gadis lain, yaitu istrinya Yolanda yang secara sah menurut agama dan negara adalah tanggung jawab nya.


"Aku akan selalu menunggumu kembali kepada ku Bara..," tangis Jasmine sambil meninggalkan tempat tersebut.


Bu lurah meninggalkan tempat itu sambil mendengus kesal menyusul anaknya.


Bara masih terpaku berdiri di sana menatap kepergian Jasmine sambil menarik nafas panjang nya.


Pak Darmais dan Bara pun meninggalkan tempat kediaman pak lurah dengan dada yang juga penuh kegalauan.


"Ayo..pak ," kata Bara setelah keluar dari rumah pak Lurah Sayuti.


Bara sudah menaiki motor bebek dan menunggu bapaknya untuk naik memboncengnya.


**


Di rumah mewah tuan Hendrawan masih nampak murka.


Semua karyawan yang di kumpulkan nampak menunduk ketakutan.


"Kurang ajaaaar anak kampung itu sudah mempengaruhi Yolanda," dengan geram nyonya Nursanti istri tuan Hendrawan berkata.


"Gara gara papa memilihkan pengantin itu.. semua jadi begini..,"pelan Nursanti menyalahkan suaminya.


"Seandainya dulu pilihannya bukan pemuda semacam Bara yang gagah dan tampan juga penuh pesona, pasti anaknya tak akan tergoda,"batin Nursanti dengan penuh sesal.


"Diam..kau..Ma.. jangan kelewatan kepada Papa..," bentak tuan Hendrawan, yang langsung membuat nyonya Hendrawan mengkerut takut.


"Kalau saja anak Tony Wijaya bukan bajingan semacam itu..., semua ini tak akan tejadi," kata Hendrawan lagi makin murka dengan keluarga sahabat nya itu.


Para pekerja masih berkumpul di sana, semua masih menunduk tak ada yang berani mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Bandi...!!."


"Ya..tuan," sahut pak Bandi tergagap dengan ketakutan.


"Apa kau masih hafal jalan menuju rumah Bara..?," tanya tuan Hendrawan.


"Iya...hafal tuan..," sahut pak Bandi dengan masih ketakutan.


Pak Bandi ketakuatan karena posisi nya yang terjepit.


Kalau mengantar tuan Hendrawan menuju ke desa, pasti besok Nona muda akan memarahinya..bisa bisa kalau nona muda sudah tak berkenan menggunakan jasanya dirinya akan di pecat.


Sedangkan bila tak menuruti tuan Hendrawan ..pasti saat ini langsung di pecat.


Mengingat semua itu pak Bandi jadi ketakutan, bagaimana nanti anak istrinya akan makan bila dia kehilangan pekerjaan nya.


"Siapkan mobil sekarang... aku akan berkemas menyusul anakku ke desa itu...!!," kata tuan Hendrawan.


**


Bara dan pak Darmais sudah sampai di rumah lagi.


Melihat keduanya yang nampak lesu, karena memang suasana tadi yang penuh drama itu hingga terbawa sampai rumah, Bu Romlah pun bertanya.


"Bagaimana pak..?." tanya Bu Romlah dengan penuh kecemasan.


Pak Darmais menghela nafas panjang nya.


Kemudian menceritakan semua yang telah terjadi tadi.


Bara pun menimpali setiap cerita pak Darmais.


"Sungguh Bu..aku tak pernah sekalipun mengira Jasmine menyimpan rasa kepada ku."


"Dan akupun selama ini juga tak pernah memberikan harapan apapun, karena bagiku Jasmine hanya teman biasa."


"Jujur aku sebenarnya juga kasihan padanya..tapi mau bagaimana lagi..aku tak mungkin melakukan apa kemauannya," kata Bara pelan.


"Seandainya Bapak memberitahukan rencana perjodohan ini jauh jauh hari, aku pasti sudah menolaknya dari dulu."


Pak Darmais dan Bu Romlah menganggukkan kepalanya mendengar keputusan anaknya.


"Yaa...bapak salah tak merundingkan dulu kepada mu," kata pak Darmais lemah.


Semua masih nampak lesu dan galau, hingga tibalah Yolanda dan adik adik sehabis dari mall.


Mobil sudah berhenti di depan halaman rumah dekat pintu.


___________


**Masih..baca....kan....??


kasih jejaknya ....

__ADS_1


Makasih yang sudah mendukung karya aku**...


__ADS_2