Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 34 Kinerja Bara


__ADS_3

Dalam minggu minggu ini Bara nampak sangat sibuk, karena banyak sekali yang harus di kerjakan nya.


Proyek tugas baru yang di berikan oleh bu Ratna membuatnya tertantang untuk menyelesaikannya dengan sebaik mungkin.


Bara yang sudah mengunjungi bangunan itu tinggal mempercantik penataan interior dari bangunan rumah tersebut.


Setelah mengambil gambar dari tiap tiap bagian kemudian Bara mulai mendisain hiasan apa yang cocok untuk ruangan itu, selain perkakas yang ada.


"Tik.." Bara menjentikkan jarinya.


Bara merasa menemukan sebuah ide cemerlang dari pikirannya.


Dia akan memasang salah satu hasil lukisannya di sana.


Karena di butuhkan kesegaran dari ruang itu maka Bara memilih lukisan yang bernuansa pemandangan alam.


Lukisan pemandangan pantai yang yang tampak di lihat dari tengah hutan.


Seakan akan seseorang yang melihat pantai dari dalam hutan, jadi di bagian tengah ada pantai dengan pasir putih nya, lalu agak ke pinggir tampak pepohonan yang nampak rindang dan sejuk.


Lukisan yang sangat indah itu sangat layak di pajang di ruang tersebut.


Di apartemennya Bara sudah menyiapkan lukisan yang sudah di bungkusnya itu.


Selain kegiatan kantor dan juga kuliah Bara masih menyempatkan diri belajar setir mobil privat.


Bahkan hingga tengah malam dia masih belajar cara mengemudi mobil itu.


Sebenarnya pengoperasian menyetir mobil tak terlalu asing bagi Bara, karena mobil manual itu kan hampir sama dengan motor sport nya.


Kalau di motor sport kan tangan kanan gas dan rem, tangan kiri kopling dan perseneling di kaki kiri.


Sedangkan di mobil kaki kiri injak kopling, kaki kanan gas dan rem, dan tangan kiri perseneling.


Dan cara melepas kopling dengan penambahan gas saat berganti perseneling juga sudah tak asing baginya.


Tak butuh waktu lama bagi Bara untuk belajar menyetir, cuma butuh feeling untuk belokan, tanjakan dan parkir mundur.


Tiap malam Bara keliling kota untuk memperlancar kemampuan menyupirnya, namun tetap masih dengan pendampingan instruktur nya.


"Wuih...mantap... mas Bara sudah kayak orang yang pegang setir lama," kata instruktur sopir yang sudah lumayan sepuh kala itu saat berlatih.


"Beneran pak...?, jangan muji bohongan lho...," sahut Bara masih dengan konsentrasi menyetir.


"Beneran kok mas..., coba.....dari kemarin kan mas Bara sudah menyetir lancar tanpa bapak omongin apapun, itu menandakan mas Bara sudah mahir dan bisa mengambil keputusan sendiri," kata bapak itu lagi.


"Tapi saya masih belum berani kalau sendirian..pak," kata Bara lagi.

__ADS_1


"Laah....itu wajar mas, kan belum ada satu minggu kita belajarnya, tapi dengan kemampuan seperti ini sudah mantuull....banget," kata bapak itu lagi sambil mengacungkan jempol nya saat latihan itu.


Bara yang tersanjung hanya tersenyum simpul sambil masih konsentrasi melihat jalanan kala itu.


Hampir empat hari ini Bara tak berkomunikasi dengan Yolanda karena sama sama sibuk, atau mungkin sama sama ragu untuk memulainya.


"Non Yola kok enggak ngabari apa apa lagi ya...?, atau mungkin dia sangat sibuk..?, atau mungkin malah sudah nyaman di rumahnya..kali...., yaah...semoga non Yola baik baik saja meski tak bersama denganku,' batin Bara.


Besok Jumat adalah hari yang di janjikan ketemu dengan rekanan yang akan memborong properti bila cocok dengan keinginan mereka.


Pagi hari sesudah sholat, Bara nampak menyiapkan semua keperluan yang di butuhkan.


Karena sudah memiliki SIM A, Bara berencana ke kantor menggunakan mobilnya...repot kan bila membawa lukisan yang hampir satu meter lebarnya belum panjangnya lebih dari satu meter itu dengan motor.


Lukisan sudah, bekal makan siang sudah, tas kerja otomatis sudah dan semua yang di butuhkan sudah di bawanya.


Dengan berdandan lebih rapi dari biasanya Bara menuju ke kantor.


"Wuih...kayaknya beda banget ya....ke kantor naik motor dan naik mobil, kalau begini kayak bos bos,". batin Bara sambil senyum senyum sendiri.


Mobil melaju dengan sedikit lambat dari biasanya, kan biasanya naik motor ya...


Hingga tiba di kantorpun Bara sedikit telat dari biasanya.


Saat Bara keluar dari mobilnya sebuah tepukan di bahu Bara mengagetkannya.


"Rental," spontan aja Bara menjawab.


"Mahaal......pasti ni mobil sewanya......, terang aja masih baru lagi, plat nomernya aja masih sementara...," kata Bondan sambil mengelilingi mobil gagah Bara dan memandanginya dari berbagai sisi.


"Berapa sewanya perhari...?, bisa tuh kapan kapan aku ikut ngrental buat week end kayak gini," kata Bondan lagi.


"Satu juta," kembali Bara ngomong asal.


"Udaah...deh ntar telat kalau ngobrol disini terus," kata Bara mengalihkan topik karena memang sudah waktunya masuk kantor.


Bondan masih kayak belum rela meninggalkan mobil yang memang sangat cocok bagi anak muda tersebut.


Bahkan beberapa kali Bondan nampak berfoto selfi dengan latar belakang mobil tersebut.


"Wuiihh....mantap buat profil media sosialku," kata Bondan sambil tersenyum senang.


Bara sampai di ruangannya, di sana sudah nampak teman teman satu divisinya berkumpul membahas sesuatu.


"Waah...tumben Bara kamu datang terlambat," sahut Jesika.


Bara hanya tersenyum saja.

__ADS_1


"Pada ngomongin apa sih Jes..?," tanya Bara kepada Jesika yang masih nampak berkerumun dengan Nikita dan Tantri.


"Ini lagi ngomongin mas Boy, kayaknya punya mobil baru deh," kata Tantri.


"Mas Boy...?, emang ada teman kita di sini yang bernama boy...?," tanya Bara bingung.


"Boy..itu dari kata Boyooo..!!," kata ketiga gadis itu sambil tertawa lepas.


Bara spontan tergelak dan membuatnya makin terlihat tampan pada saat tertawa lepasnya.


Ketiga gadis itu yang malah berhenti tertawa karena terpesona sama Bara yang tak menyadarinya.


Ketiganya memandang Bara sambil melongo.


"Memangnya ada apa dengan si Boyo..?," tanya Bara kepada ketiga gadis yang masih memandanginya.


Nikita menunjukkan profil Bondan di media sosialnya, yang sedang foto Selfi dengan latar belakang mobil Bara.


"Hah..?!??!," Bara melihatnya dan kembali tertawa lepas.


Ketiga gadis itu makin terpesona dan mendekat ke arah Bara.


Beberapa saat kemudian orang yang di bicarakan nampak memasuki kantor dengan gayanya.


"Wuih..kayaknya ada yang punya mobil baru niih..," kata Jesika menyindir Bondan.


"Makan makan dong syukuran...," timpal Nikita dan Tantri.


Bondan hanya tersenyum kecut menanggapi guyonan teman temannya.


"Besok ya kalau Nomor nya sudah keluar," kata Bondan sok PeDe.


Bara hanya tersenyum melihat ulah teman temannya.


**


Siang hari sehabis jumatan Bu Ratna bersama pak Jupri juga Bara menuju kawasan xx di mana properti itu berada.


Mereka datang lebih awal karena akan menyiapkan rumah percontohan tersebut.


Bu Ratna yang melihat rumah sudah rapi nampak senang dengan kerja Bara, wanita singgle parent yang masih cantik itu nampak tersenyum puas.


"Kerja bagus dik Bara," kata Ratna.


Apalagi saat Bara memasang sebuah lukisan buatannya yang nampak makin membuat ruangan itu terlihat segar dan berkelas.


__________

__ADS_1


Lanjut..tetep baca ya....


__ADS_2