
Bara kini hanya tinggal sendirian di apartemen nya.
Semenjak Yolanda di jemput nyonya Hendrawan, Bara terlihat gelisah mondar mandir tak karuan.
Entah apa yang menyebabkan semua itu, bukankah selama ini di kosan juga sendiri..? kenapa sekarang sendiri rasanya sepi...
Mencoba melukis seperti kebiasaan di kosan tapi tak bisa, konsentrasinya buyar karena pikiran yang galau.
"Ya Allah....ada apa dengan diriku..? aku sudah berusaha menjaga hati ini agar tak ngelunjak, tapi kali ini kenapa susah sekali..?," batin Bara yang tak bisa memungkiri mulai ada perasaan dengan nona Yolanda.
Malam itu Bara tak bisa tidur dengan tenang, untungnya saja besok hari sabtu pekerjaan libur dan kegiatan perkuliahan pun tak ada, besok hari bebas.
Guling sana sini, di lihatnya jam di dinding sudah pukul 22.15.
Karena tak bisa tidur, iseng iseng di bukanya Handphonenya.
"P"(08xx xxxx xxxx)
"Hah..?! ada sebuah nomor baru masuk di nomor kontaknya.
Di lihatnya gambar profilnya.
"Haah..? non Yola..?"
Di simpannya nomor itu di kontak personnya kemudian di buka nya.
"Haah masih... online..?."
Sesaat Bara ragu mau mengirim pesan.
"Ahh...mungkin masih chating sama temannyaa " batin Bara.
Tapi rasa khawatir dengan keadaan Yolanda yang sore tadi masih sakit, membuat Bara memberanikan diri mengirim pesan.
__ADS_1
(Sakit ..sakit kok malah main Hp)
Tingg..!! pesan itu terkirim begitu bunyi tulisannya.
Tak begitu lama terdengar suara notifikasi balasan.
Ting..
(Enggak bisa bobok..) balasan Yolanda.
(Kenapa..?) Bara.
(enggak ada yang mijiti..) Yolanda.
(Lha ..mbok Mar kan sudah balik..?) Bara.
(Pijitannya enggak enak..) Yolanda.
"Hah... bukankah dulu dulu yang mijiti mbok Mar..?, masak cuma habis pulang kampung jadi enggak enak mijitnya..?," batin Bara.
(Lah...emang siapa yang pijitannya enak..?) Bara
(Suamiku...) Yolanda.
Balasan Yolanda sesaat membuat Bara melayang..tapi hatinya kembali di bentengi lagi..STOP..!!
Jangan ngelunjak Bara, ingat siapa dirimu...suara hati Bara kembali mengingatkan
(Udaah...tiduuur...nanti sakitnya enggak sembuh sembuh, nanti kalau udah sembuh ...balik ke tempat suami ya) canda Bara.
Yolanda kemudian mengirim tanda emoticon love kemudian nomornya offline.
"Ya Allah...kuatkan hambamu," batin Bara menahan godaan hatinya.
__ADS_1
**
Semenjak di paksa pulang oleh sang mama Yolanda juga nampak gelisah, sebenarnya dia tidak mau pergi dari apartemen itu, tapi siapa yang mampu membantah perintah sang mama.
Meskipun malam itu badannya sudah tak panas lagi, sudah agak mendingan tapi tetap saja tak bisa tidur, entah mengapa pikirannya resah hatinya terasa kosong, ada yang terasa kurang.
Hari sudah makin malam namun pikiran nya tak bisa lepas dari mengingat Bara.
Di carinya nomor pak Bandi yang tadi mengantar mama menjemput nya ke apartemen.
"Halo..pak..," Yolanda.
"Iya non..?," jawab pak Bandi salah satu sopir pribadi nya yang dulu juga mengantar Bara pulang kampung.
"Punya nomor nya Bara..?," tanya Yolanda.
"Oh..ada non," kata pak Bandi.
"Aku minta ...ya, ada perlu mau ngomong sama Bara."
"Baik non, akan saya kirimkan," jawab pak Bandi.
Setelah mendapat nomor Bara dari pak Bandi, Yolanda ingin segera menelponnya..... tapi..keraguan muncul di hatinya.
Dia hanya kirim nomor nya saja, biar Bara yang menghubungi nya.
Malu kan...masak cewek ngajak ngobrol duluan.
Setelah di tunggu beberapa saat akhirnya babang Bara mengiriminya pesan.
Hati Yolanda bersorak kegirangan, sakit di badannya seakan hilang dengan rasa bahagia yang meluap.
Merekapun berbalas beberapa pesan..yang akhirnya membuat Yolanda bisa tidur nyenyak malam itu.
__ADS_1
__________
Segini aja dulu ya reader...maaf cuma secuil lagi...