
Bara masih terkejut dengan kedatangan wanita tersebut di depan apartemen nya.
Di lihatnya seorang wanita dengan pakaian sangat minim dengan beberapa tonjolan aksesoris nya yang seakan mau meluber kemana mana, berdiri di depan pintu apartemen nya.
Kejadian itu menjadikan beberapa orang jadi melihat ke arahnya.
"Pasti ini ada yang salah." batin Bara.
"Maaf mbak....mbaknya salah kamar..kali.."
"Biasanya yang pesen kayak ginian itu yang kamar sono tuh," kata Bara sambil menunjuk asal karena malu di lihatin orang orang yang lewat di lantai apartemen tersebut.
"Enggak kok mas..aku memang khusus datang untuk orang yang bernama mas Bara," kata Wanita tersebut sambil tersenyum menggoda.
Mereka berdebat kecil di depan pintu masuk apartemen tersebut.
"Waah...jelas..ini ada yang nggak beres..," batin Bara.
"Ok..silahkan masuk..mbak" sahut Bara mempersilahkan perempuan itu masuk..karena tiap orang yang lewat pasti melirik ke arah mereka berdua.
"Kita selesaikan di dalam," sahut Bara kembali.
"Terserah masnya..mau di selesaiin keluar di dalam enggak papa ..mau di luaran juga boleh ..gak papa..bisa buat masker," Sahut Sisil genit.
"Iss..," Bara malah begidik ngeri mendengar celotehan mesum dari mbaknya.
Semua kegiatan yang ada di apartemen tersebut nampak di abadikan oleh seseorang.
**
POV Sisil.
Aku sebenarnya malas di order sama tuan muda Leon, orangnya angin anginan...kadang bener tapi banyak...enggak benarnya.
Kadang pas baik sih mau bayar sesuai permintaan tarifku tapi kadang malah ...Zonk.
Seperti minggu kemarin ..ngakunya pesta mewah...malah aku yang bonyok, di kerjai lima orang... mana mainnya pada ngawur....pake acara di rekam di ponselnya lagi...., katanya buat konten nya...., uhh.....sebeeel.
Tapi entah kenapa sore ini dia memintaku untuk melayani temannya...katanya..sihh, di sebuah apartemen di kawasan tertentu yang ku tahu itu sangat... meewaah... banget.
Aku sebenarnya malas, tapi karena tuan muda Leon langsung mentransfer uang ke rekening ku akhiri nya aku semangat juga.
Aku berangkat langsung ke apartemen tersebut setelah mandi dan pakai wewangian.
Kupilih linggeri terbaik yang aku punya serta baju ku yang paling sexy...biar om yang memakai jasaku semangat..hi.hi...hi.
Tapi anehnya tuan muda Leon kali ini agak ribet...dan cerewet gak kayak biasanya, pakai aku di suruh ngabari segala kalau sudah sampai di sekitar apartemen.
Yaa..akupun melakukan apa yang di mintanya.
Dari aku mau berangkat sampai aku tiba aku kabari tuan muda Leon..pokonya sudah kayak wartawan mau meliput sebuah berita saja...pakai acara laporan sekilas info.
__ADS_1
Sesuai yang tuan muda Leon jelaskan aku langsung menuju lantai dan apartemen yang di sebutkannya.
Sebenarnya bagi seorang pekerja seperti ku, setiap dapat orderan selalu penasaran dan bertanya tanya.. siapa..? bagaimana..? seperti apa..? orang yang harus aku layani.
Kadang kadang ngeri juga bila mendapat pelanggan yang sadis..dan kejam, apalagi ..yang mengancam jiwa..karena tidak satu dua kali teman teman seprofesi aku yang ketiban sial..di rampok, di kasari maennya, bahkan nyaris di cekik dan di bunuh...iih..ngeri.
Dengan sedikit dag dig dug...aku pencet bel apartemen tersebut...semoga bukan laki laki seperti yang aku takutkan.
Beberapa saat aku menekan bel apartemen tersebut, tapi belum juga di buka.
Baru saja mau ku tekan lagi saat sudah terdengar kunci pintu di putar.
Cekleek.
Jreeeeng...
Nampak lah seorang lelaki yang sangat ganteng dan gagah membuka pintu.
Dia sedikit terkejut dengan kedatanganku dan memalingkan muka, uh...pura pura.. belum tau rasanya udah...emoh emoh...begitu tahu rasanya...minta nambah terus..
Aku sampai terkesima melihat ketampanannya, kupasang senyum terbaikku agar dia tertarik dan tergoda.
"Kalau kayak gini siih...aku mau melayaninya dengan...suka rela..., sumpah..ganteng banget dan badannya bagus banget.... udah...mau gaya apapun aku layani...dari mandi kucing.. sampai...******* aku siap," batinku kegirangan.
Eeh.. tapi dianya kayak datar datar saja...malah bilang aku salah kamar..kek, yang pesen orang lain..kek, uuh....cius(serius)....apa pura pura niih...., mana ada sih...? kucing di kasih ikan asin nolak... apalagi aku bukan.. ikan asin...tapi.. bandeng presto montok...yang enggak ada duri nya..lembut..enak dan gurih...pokoknya...mantap dah.., belum bila aku keluarkan keahlian ku yang emak emak lain enggak bisa, di jamin si Abang pasti merem melek minta nambah terus.
Akhirnya aku di persilahkan masuk ke apartemen setelah berdebat di pintu apartemen nya.
Mungkin dia malu karena kami jadi bahan tontonan orang.
**
Leon yang ingin menjebak Bara sudah menyewa seorang jalang langganannya.
Meskipun dengan sedikit bujukan agar mau melakukan tugasnya, setelah di transfer sejumlah uang.
"Yess..mampus kau..!!, Leon di lawan..," gumam Leon dengan kegirangan karena merasa yakin pasti jebakannya berhasil.
Sesuai dengan instruksi nya, agar Sisil.. jalang yang di sewanya selalu memberi tahukan posisinya biar nanti pas moments tepat bisa dia rekam kegiatannya.
Begitu Sisil memberitahu nya akan berangkat, Leon langsung meluncur ke apartemen tersebut mencari posisi yang tepat untuk merekam.
"Dengan bukti ini ..kau pasti di tendang ...orang kampung bayaran," sahut Leon sambil mengepalkan tangannya karena sangat geram.
Leon sudah menemukan tempat yang tepat untuk merekam berbagai adegan.
Begitu Sisil mengatakan bila sudah di lantai yang di tuju, Leon langsung mengarahkan alat perekamnya ke arah Sisil dari keluar lift sampai di depan pintu apartemen dan akhirnya wanita suruhannya berhasil masuk ke dalam apartemen tersebut.
"Yeees...! yees....! yees...!."
Nampak Leon kegirangan begitu sudah mendapatkan gambar yang diinginkannya.
__ADS_1
"Selamat bersenang-senang ..," kata Leon sambil meninggalkan tempat tersebut.
**
Romy dan Rudi baru saja selesai menikmati makanannya, ketika Bara memanggilnya.
"Rom..Rud...sini bentar...," kata Bara.
Kemudian Bara menceritakan kejanggalan kejadian di depan apartemen nya tersebut.
"Aku yakin ini jebakan untuk ku..," kata Bara.
"Memangnya siapa yang ingin menjebak mu..?," tanya Romy dengan wajah penuh penasaran.
"Kamu enggak perlu tahu, karena akupun juga belum tahu," kata Bara kepada Romy maupun Rudi.
"Yang penting bantu aku untuk menemui wanita itu yang kini ada di ruang tamu, karena tadi waktu di luar apartemen malah jadi tontonan warga apartemen," sahut Bara memohon kepada keduanya.
"Aku akan menghubungi istriku dahulu," sahut Bara kembali.
Kemudian Rudi dan Romy berjalan ke ruang tamu menemui wanita yang ada di sana.
Nampak si wanita terkejut dengan kedatangan dua pemuda yang berpenampilan biasa biasa saja tersebut.
"Waah...duh...bakal di keroyok lagi aku, atau malah di rekam lagi untuk konten video P*rn*," gumam Sisil dengan wajah yang sudah lesu.
"Kirain.. mau main sama.. babang tamvan yang tadi...eeh..malah dua pemuda buluk ini," kembali Sisil bergumam pelan.
Bara yang di dalam apartemen sudah menelpon Yolanda.
"Sayang ..lagi ngapain..?." Sapa Bara.
Kemudian Bara menceritakan kejadian di apartemen, semula Yolanda mau marah..karena mengira suami nya hanya cari cari kesempatan.
Namun setelah Bara menerangkan akhirnya Yolanda percaya.
"Sayang..sekarang ini perempuan itu masih di ruang tamu, karena tadi di luar aku malu dilihatin orang jadi ku suruh dia nya masuk."
"Ini masih aku suruh Rudi sama Romy menemaninya,..kira kira kamu bisa datang kesini enggak ..?," tanya Bara.
Bara pun menutup telponnya begitu mendengar kesanggupan istrinya untuk datang ke apartemen mereka.
__________
**Masih...setia menunggu kelanjutannya..kan..?
Jangan lupa tinggalkan jejaknya..ya...
Baca juga karya lainku
*Sang Pengacau
__ADS_1
* Jagoan ku ternyata CEO**