
Yolanda masih berkutat dengan peralatan memasaknya di dapur yang mewah tersebut.
Dia yang selama ini tak pernah menyentuh urusan dapur, sedikit demi sedikit kini mulai tertarik dengan itu.
Karena memasakkan sesuatu untuk orang yang di sayangnya ternyata menimbulkan kesenangan tersendiri baginya.
Dengan serius dia yang masih memakai celemek hitam mempraktekkan apa yang sudah di pelajarinya di Chanel khusus tentang memasak.
"Non..tuan muda sudah selesai olahraga nya.."
"Iya..toh mbok..?."
"Iya non, barusan mbok Mar lihat sudah naik ke kamar..," jawab mbok Mar lagi sambil membereskan perlengkapan memasak yang sudah selesai di gunakan.
"Baik mbok...Yola ke kamar dulu ya kalau gitu.., tolong ini di beresin ya mbok..nanti tinggal mengeluarkan roti yang Yola buat dari dalam microwave..," kata Yolanda kepada mbok Mar yang masih beres beres tersebut.
"Baik Non..nanti biar mbok keluarkan.."
Yolanda langsung bergegas menuju ke kamar.
"Hati hati Non..nggak usah tergesa gitu," seru mbok Mar yang melihat Yolanda nampak tergesa.
*
Bara baru saja selesai mandi, masih berbalut dengan handuk yang hanya sebatas pinggang, memperlihatkan tubuh dengan perut sixpack nya, ketika istrinya masuk ke kamar.
Dengan tubuh wangi parfum maskulin dan nafas bau mint yang menyeruak mengisi setiap sudut ruangan, dia berniat mengambil pakaian di lemari nya.
Cekleek..!
"Lah.. kebetulan..," sahut Bara begitu melihat istrinya masuk ke kamar dan mendekatinya.
"Kebetulan apaan sih mas..?." sahut Yolanda yang masih saja berdebar jika melihat sang suami dengan tampilan menggoda seperti itu.
Bara mendekati istrinya lalu mencium dan membisikkan sesuatu..
"Kebetulan kamu datang.. pas mas Bara kepingin sayang.."
Kening Yolanda sedikit berkerut kemudian tersipu mendengarnya.
"Dasar mesum..," pekik pelan Yolanda hingga tambah tersipu ketika Bara makin mendekat dan mulai memeluknya.
"Mau ikut mas Bara enggak..?." Kata Bara yang masih berbalut handuk memeluk istrinya dari samping
"Ihh....," sahut Yolanda yang mulai bisa merasakan hembusan nafas segar di pipinya.
Seketika merinding kulitnya karena dekapan dan bisikan mas Bara di telinganya.
"I..ikut kemana mas..?," tanya Yolanda sedikit tergagap mencoba mengendalikan dirinya yang makin berdebar ketikan suaminya makin mengeratkan pelukan.
Bara tak segera menjawab pertanyaan istrinya, ketika di rasanya sang istri hanya pasrah saat sedikit di tuntun menuju ke tempat tidur olehnya.
"Mash.. p..p.pintunyah.. b.belumh... di kuncih....," pelan Yolanda bergumam sedikit mendesah, diantara ciuman Bara yang sudah menjalar ke leher istrinya.
Tanpa diminta dua kali Bara langsung bergegas mengunci pintu karena ingin segera menyelesaikan urusannya... sudah enggak kuat kali ya.
**
Opa Santosa sudah menunggu di bawah setelah mandi, sesuai dengan janjinya tadi jam sepuluh mau pergi ke galeri bersama Bara.
Om Jhon tadi sudah di hubungi Bara jika dirinya mau main ke galeri.
"Kemana nih anak sudah mau jam sepuluh belum juga turun...,"gumam gumam Opa saat mbok Mar lewat.
"Kok sepi..?..pada kemana..?."
"Tuan Hendrawan dan nyonya Nursanti barusan keluar tuan besar."
__ADS_1
"kamu lihat Yola..?," tanya Opa kepada mbok Mar.
"Non Yola ke kamar atas tuan besar, saat tuan muda selesai olahraga tadi."
"Oh..," sahut Opa Santosa pelan, lalu berjalan ke ruang tengah kemudian menghidupkan TV dan menontonnya.
Setengah jam kemudian Bara baru nampak turun dari lantai atas diiringi istrinya yang juga sudah nampak rapi.
Begitu melihat Opa sudah rapi Bara menjadi tak enak.
"Maaf ..Opa jadi menunggu kami..," kata Bara pelan sedikit membungkuk.
Opa Santosa tersenyum saja malah melihat ke arah Yola yang sudah nampak segar.
"Kamu juga ikut..?."
"Iya Opa...di rumah terus sendiri bosen..," sahut Yolanda sambil duduk di sebelah Opa.
"Lho kok malah duduk.., ayuuk keburu siang nanti," kata Opa sambil berdiri dan mulai berjalan ke luar.
"Sebentar Opa tadi Yola membuat roti buatan sendiri..mau aku buat oleh oleh saja, nanti kita makan bareng bareng di sana.."
"Kamu mau memasak..? maksud Opa mau terjun ke dapur.?,"
Yolanda mengangguk sambil tersenyum," kan Mas Bara sukanya masakan rumahan Opa, jadi aku harus belajar.." sahutnya.
Opa Santosa langsung terkekeh.
"Cucuku memang makin dewasa kini," puji Opa sambil tersenyum ke arah Yolanda dan Bara.
Yolanda sedikit berlari ke arah dapur tanpa sengaja.
"Eeh..sayaang...jangan lari lari..!," teriak Bara dengan khawatir.
Yolanda langsung berhenti mendengar teriakan kekhawatiran suaminya, sampai di dapur ternyata mbok Mar sudah menyiapkan roti yang di buat Yolanda tadi.
Mbok Mar hanya tersenyum mengangguk.
"Makasih mbok.."
"Sama sama non ..hati hati.."
Bara dan Yolanda langsung bergegas menyusul Opa yang sudah berjalan ke luar, setelah membawa roti hasil buatannya yang di bilang sukses untuk ukuran pemula.
Di luar Opa langsung menuju mobil mewahnya yang terparkir di halaman depan sudah di siapkan oleh asisten Joe.
"Joe..kamu pakai mobil yang lain, biar aku bersama cucuku..," perintah Opa kepada asistennya.
Asisten Joe langsung bergegas masuk ke mobil para pengawal.
Bara duduk di kursi supir dengan Opa di samping nya, sedangkan Yolanda duduk di belakang.
Mobil mulai meninggalkan halaman rumah utama tersebut dengan mobil pengawal dan asisten Joe mengikutinya.
**
Tarjo nampak kaget..dua buah mobil memasuki halaman galeri di hari Minggu, saat ini minggu galeri masih libur....tapi nanti ke depannya hari minggu akan di buka seperti biasa jika ketenagaan sudah mencukupi.
"Ya... stop..!," teriak Tarjo ke arah dua mobil tersebut.
Tarjo tersenyum saat mobil pengawal berhenti di area yang seharusnya.
Tapi Bara sengaja ingin mengerjai Trajo, mobilnya tetap di majukan berjalan pelan menyusuri samping galeri menuju ke belakang.
"Weladalaah..!," teriak Tarjo sambil berlari mengejar mobil yang di supiri Bara.
"Pak..pak... berhenti..!!," kembali Tarjo berteriak mencoba menghentikan mobil tersebut.
__ADS_1
"Modaar aku...bisa kena marah sama tuan Johnson..aku nanti ..," tampak Tarjo menggerutu masih berlari mengejar mobil Bara yang tetap saja berjalan pelan.
Opa memandang Bara sedikit mengerut kan dahinya, sedangkan Yolanda hanya tersenyum saja karena tahu suaminya sedang menggoda Tarjo.
"Bara kenapa kamu tidak berhenti ..kasian tuh tukang parkirnya lari lari mengejar kita..," kata Opa Santosa pelan akhirnya.
"He.he.he..enggak pa pa Opa itu teman Bara ..biar Bara kerjai...," sahut Bara terkekeh.
"Weeh..semprul..Opa sempat deg degan takut kamu nanti berurusan sama tukang parkir nya..he..he..he.," sahut Opa yang juga terkekeh.
"Stoop bos...waduuh...!! kok ngeyel ..!!," kata Tarjo ketika berhasil menyusul mobil dan berdiri di depan mobil mewah tersebut sambil mengusap peluh di dahinya.
Mendengar ada ribut ribut Om Jhon segera keluar dari kamar pribadi nya.
"Ada apa Jo..?..kok rame rame..?."
"Maaf tuan Jhonson ada tamu..ngeyel..malah parkir di sini..hos..hos..," seru Tarjo sedikit terengah engah nafasnya ngos ngosan.
Tarjo masih menghadap om Jhon sedangkan Bara sudah membuka kaca mobilnya.
Wajah Om Jhon yang semula tegang langsung tersenyum melihat siapa yang datang.
"Loh..tuan enggak marah ada pengunjung memarkirkan mobilnya di sini..?," tanya Tarjo sedikit keheranan menatap Om Jhon.
"Jo.. Tarjo...tamu apaan..? tuh lihat..," kata Om Jhon sambil menunjuk Bara dengan dagunya dan tersenyum.
Tarjo langsung menoleh.
"Ealaaahh...Bos bro to... waah.. ngerjain aku ceritanya tadi," Tarjo tersenyum kecut menyadari dirinya di kerjai sahabatnya.
Bara tertawa sambil keluar dari mobil dan tos tangan dengan Tarjo.
"Masak sih..enggak lihat isi dalam mobil," kata Bara sambil mencoba coba menoleh dan melihat isi mobil dari luar...emang gelap sih.
"Gak kelihatan..," kata Tarjo tertawa senang.
Opa dan Yolanda sudah turun dari mobil dan berjalan menghampiri Om Jhon.
Semua bersalaman sebelum masing masing duduk sesuai selera.
"Ini Opa istriku..Jo..," kata Bara mengenalkan Opa Santosa.
Tarjo langsung menyalami dengan sedikit membungkuk.
"Tarjo tuan.."
Opa Santosa tersenyum mengangguk, sebelum mengikuti Om Jhon berjalan menuju ke arah kamar nya.
Opa duduk berdua di bagian depan kamar Om Jhon yang lebih nyaman kursinya semacam kursi tamu untuk om Jhon.
Bara, Yolanda serta Tarjo duduk di kursi depan bekas kamar Bara.
"Mana mbak Tatik kang Tarjo..," tanya Yolanda sambil menyerahkan roti buatan nya, " ini roti buatan ku kita makan bersama ya.."
Tarjo tersenyum," Baru belanja sayuran Non..kan sekarang tugasnya memasak di sini." sambil menerima bungkusan roti tersebut.
"Oh..ya..sebentar Non.."
"saya mau buat minum dulu..Non Yola minum apa? bos bro apa..?."
"Teh saja..," sahut keduanya.
Tarjo tersenyum sambil mengangkat tangan nya membuat huruf O dengan menautkan jempol dan telunjuknya yang berarti "Ok" sambil berjalan menghampiri dua Opa yang masih asyik bercanda di depan kamar.
__________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....
__ADS_1