
"Terimakasih kaka..," kata Misye sambil memeluk Kaka iparnya.
Begitu juga Della memeluk Kaka iparnya sambil mengucapkan rasa terima kasihnya.
Dihadapan mereka kini banyak sekali bermacam pakaian yang sangat bagus bagus di sertai beberapa pasang sendal dan sepatu juga tas.
Keduanya sampai melongo melihatnya.
"Ini buat nona yang ini dan ini buat nona yang ini," kata madam Mince.
Yolanda tersenyum puas dengan pilihan madam yang memang terlihat cocok semua dengan kedua adik iparnya.
"Oh ya..madam seperti yang tadi sudah aku ceritakan, aku mau minta tolong buatkan kami baju baju untuk nanti acara ku di desa," kata Yolanda kepada madam.
"Acaranya kapan..?."
"Acaranya sih semingguan lagi, tapi kan sabtu besok mas Bara mau wisuda, jadi kalau bisa Jumat harus sudah jadi karena habis kegiatan wisuda kita langsung ke desa.. bila memungkinkan...," sahut Yolanda sambil memperhatikan adik adiknya yang menata barang barang nya.
"Aduuh...bos nona ini..selalu membuat Eike stress..deeeh, ini sudah mepet bos nona.."
Madam Mince nampak kaget dengan tenggang waktu yang di berikan.
"Ini aja rencana dadakan, pagi ini mama baru beritahu aku..," sungut Yolanda cemberut yang malah marah membuat madam tersenyum.
"Gimana bisa kan..?."
Madam Mince nampak berpikir sejenak.
"Ok.. Eike siap.."
"Naah..gitu...jangan jadi pemalas.." seloroh Yolanda sambil berdiri dari duduknya.
"Cck ..iiihh..bos Nona..nyebelin deh.."
"Laporannya nanti aku teliti seperti biasa, kirim kan berkasnya..," sahut Yolanda tak menanggapi keluhan madam dengan gaya kemayu nya.
"Siap bos Nona..," sahut madam Mince saat di minta laporan seluruh kegiatan butik.
Yolanda meninggalkan butiknya setelah berpesan kepada madam Mince, agar datang setelah dhuhur nanti.
**
Misye dan Della sangat gembira sekali, keduanya mencoba semua pakaian yang di pilihkan madam.
"Ish...cantik banget baju ini..," seru Misye sambil memutar tubuhnya.
Baju yang mewah itu membuatnya makin terlihat cantik, begitu pun dengan Della tambah manis dengan baju pilihan madam yang di coba nya.
"Kita kalau pakai baju ini jadi kayak anak gedongan ya..," sahut Misye sambil memutar tubuhnya di depan cermin.
"Iya ya kak.."
Sahut Della yang juga nampak memutar badannya, tersenyum dengan senang.
Mereka mencoba baju baju itu di kamar yang di tempati Misye.
Bu Romlah yang datang ke kamar anaknya hingga terbelalak melihat banyaknya pakaian dan perlengkapan nya.
"Kalian ini apa apaan..? belanja sebanyak ini..? menghabiskan berapa puluh juta..?.," seru Bu Romlah dalam kekagetannya.
Kedua anaknya ketakutan dengan amukan ibu nya.
"Kami enggak minta kok Bu, tapi kak Yola yang meminta mengambilkan barang barang ini..," kata Misye pelan.
"Iya..pegawai Kaka di butik yang mengambil ini semua.."
Sahut Della menguatkan apa yang di katakan oleh kakaknya.
__ADS_1
"Pegawai nak Yola..?."
Keduanya mengangguk.
"Jadi kalian tadi ke butik nak Yola..?."
"Iya..kami juga baru tahu setelah Kaka sendiri yang mengatakan."
"Ooh.."
**
"Sayaang..," panggil Bara kepada istrinya, begitu masuk ke kamarnya sehabis pulang kerja.
"Mas Bara sudah pulang..?."
"Iya..kan setengah hari..," sahut Bara langsung memeluk istrinya dari belakang, yang masih membereskan sedikit baju bajunya.
"Kok enggak meminta salah satu pelayan beresin baju bajunya," kata Bara makin mengeratkan pelukannya, sambil menciumi rambut istrinya yang tercium harum.
"Cuma misahin baju yang sudah enggak muat kok mas," kata Yolanda sambil kegelian karena ciuman suaminya sudah mengendus di lehernya, hingga nafas hangatnya terasa menyembur di leher jenjangnya, membuatnya makin merinding.
Bara yang tak mendapat penolakan makin bergerak liar, tangannya di susupkan di balik baju istrinya mencari apa pun di baliknya yang sangat di sukainya.
"Pintunya sudah di kunci mas.."
Bara tak menjawab langsung menuju pintu dan menguncinya sambil melemparkan jas dan mulai melepas bajunya.
Yolanda tersenyum sudah berjalan ke arah kasurnya, menunggu suaminya yang sudah melempar kan semua pakaiannya..tergesa berjalan menghampiri nya.
**
"Assalamualaikum...," teriakan suara cempreng begitu memasuki rumah mewah tuan Hendrawan.
"Waalaikumssalam., oh..Mince sudah datang kau rupanya.."
"Iya.. Nyonya besar..," sahut Mince sambil menopang dagu dan mengusap dahinya dengan tisue.
"Bos Nona mana nyonya..?, mau menyerahkan laporan butik ," kata Mince sambil masuk dan duduk di ruang tamu.
Dua bawahan madam Mince juga ikut masuk dan duduk di dekat sang madam.
"Nak.. panggil kan kakakmu gih.."
Kata mama Nursanti begitu melihat Misye nampak melintas di ruang tersebut.
"Iya..Ma.."
Misye bergegas ke kamar kakaknya.
Tok..tok..
"Kaka..," seru Misye dari luar kamar kakaknya.
"Ya..sebentar..," seru Yolanda dari dalam kamarnya setelah selesai mengeringkan rambutnya.
"Ada apa dek..?," tanya Yolanda setelah membuka pintu nya, begitu melihat Misye berada di depan pintunya.
"Madam Mince nya sudah datang kak... sekarang ada di ruang tamu...." kata Misye kepada Kaka iparnya yang nampak wangi sehabis mandi.
"Ya..nanti Kaka menyusul, nunggu mas Bara yang baru mandi dulu ya dek..."
Misye mengangguk kemudian kembali ke bawah.
**
"Mas aku turun dulu..," kata Yolanda setelah suami nya keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk di pinggangnya.
__ADS_1
"Ngapain tergesa-gesa sayang..?."
"Oh..iya aku belum cerita sama mas Bara," kata Yolanda lalu duduk dan menceritakan semua rencana para orang tua mereka.
Bara hanya sedikit kaget, namun juga menyadari memang seperti itu kebiasaan di kampungnya.
Yolanda sudah turun duluan saat Bara masih berganti baju dan mengeringkan rambut nya.
Sampai di bawah asisten madam Mince sudah mulai mengukur semua anggota keluarga termasuk Misye dan Della.
"Eh..bos Nona..," sapa madam Mince sambil mengulurkan tumpukan berkas laporan keuangan dan kegiatan butik.
Yolanda tersenyum menerima laporan tersebut.
"Sudah di ukur semuanya..?."
Madam Mince mengangguk," Tinggal bos Nona dan misua yang belum, nanti untuk tuan besar pakai ukuran yang masih ada di butik..," katanya dengan gaya kemayu nya, memang untuk papa Hendrawan hampir dua Minggu sekali membuat baju kerja untuknya di butik Yolanda tersebut.
Bara yang sudah rapi nampak turun dan menghampiri istrinya.
"Eeh..Mas Bos...," seru madam Mince sambil tertawa tawa melihat Bara menghampiri ke arah nya.
Bara hanya tersenyum saja menanggapi pria tulang lunak tersebut.
"Wadduuh...mas Bos sekarang makin guanteeng..deh..," seru madam Mince lagi.
"Ish...memangnya dulu jelek aku..," kata Bara menggoda madam Mince.
"Dulu..juga ganteng tapi kini makin ganteng.."
"Bisa aja kau..sudah cepat aku dan istriku di ukur..," kata Bara akhirnya berkata sambil tersenyum.
"Siap mas Bos.." kata madam Mince sambil tertawa terkikik.
**
Semua sudah mengerubungi dr Lily SpOG yang masih memeriksa kehamilan Yolanda di ruang tempat praktek di rumahnya.
Dengan alat USG 4D canggih sang dokter nampak serius memeriksa kandungan Yolanda.
"ini cucu kalian..," kata dr Lily SpOG sambil menatap mama Nursanti, lalu menunjuk ke arah layar monitor USG 4D dimana tampak dua embrio yang jauh makin besar di bandingkan waktu periksa beberapa minggu yang lalu.
Dengan usia kandungan empat bulanan kini gambaran bayi sudah terlihat sangat jelas.
Semua nampak senang terlebih pak Darmais dan Bu Romlah, yang baru pertama kali ini ikut memeriksakan calon cucu mereka.
"Apakah..masih ada keluhan..?," tanya dr Lily SpOG kepada Yolanda setelah pemerikasaan USG selesai.
"Enggak ada Tante, mungkin mual itupun sedikit dan sudah jarang," sahut Yolanda.
"Oh..iya jeng..kita sekalian mau konsultasi masalah naik pesawat, apakah sudah boleh..?.," kata papa Hedrawan menyela perbincangan anaknya dan dokter Lily.
"Kemana tujuannya..?." tanya dokter Lily untuk menganalisa kemungkinan kemungkinan yang mungkin terjadi.
"Ke kota X," sahut papa Hendrawan.
"Ke sana naik pesawat paling satu jam, boleh sih..karena juga kehamilannya sudah lebih dari empat bulan, cuma mbak Yola ada keluhan tidak selama ini..?."
"Enggak ada Tante.."
"Kalau enggak ada keluhan sih tak mengapa naik pesawat," kata dokter spesialis kandungan tersebut.
Semua nampak lega mendengar penjelasan itu.
___________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
__ADS_1
Dukung juga karya lainku dengan mengklik profil ku....
Makasih Kaka readers**...