Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 60 Bahagia itu kadang sederhana


__ADS_3

Hari itu hari yang paling bahagia bagi Bara, bebannya seakan terangkat dari pundaknya.


Awalnya dia bingung mesti mulai dari mana akan memberitahu kedua orang tuanya perihal pernikahan nya.


Namun kedatangan Yolanda bagaikan berkah baginya, seakan menguatkannya untuk berani mengatakan pernikahan mereka berdua.


Kedatangan Yolanda membuat insting lelakinya untuk melindungi dan bertanggung jawab terhadap istrinya dengan berkata jujur kepada orang tuanya yang sebenarnya...menjadi terkabul.


Meskipun semua itu juga atas bantuan dan dorongan Yolanda.


Misye dan Della yang mengetahui kebenaran itu seketika bersorak kegirangan, seakan menemukan sesuatu yang sangat bernilai.


Mereka berdua langsung memeluk kakak perempuan nya.


Yolanda yang merasakan ketulusan mereka itu sampai menangis, dia yang anak tunggal tak pernah merasakan ketulusan saudara seperti ini.


Selama ini semua menghormatinya karena dia Nona muda di keluarga nya, karena dia seorang pimpinan di perusahaan nya dan karena harta yang di milikinya.


Berbeda dengan adik Bara yang begitu polos, langsung menyambut nya dengan senang dan sekarang lebih senang lagi begitu tahu bahwa dirinya istri kakaknya.


Ketiganya berpelukan.. kemudian tertawa bersama.


Kemudian Misye..membawa tas Yolanda ke dalam kamarnya untuk di simpan.


"Misye..mau kau bawa kemana tas Nak Yolanda..?," tanya Bu Romlah.


"Kakak Yola kan mau tidur di kamar ku Bu..," kata Misye dengan pelan.


"Sembarangan saja kau..seorang istri itu ya tidur bareng suami nya," kata Bu Romlah.


Membuat Yolanda tersipu malu mendengar ibu mertua nya berkata begitu.


"Oh..iyaa...aku lupa..," kata Misye dengan polosnya.


Bara kemudian membawa tas Yolanda ke dalam kamarnya.


Hari sudah mendekati tengah siang.


"Eeh...sayang ..kamu sudah makan belum..?," tanya Bara tiba tiba teringat istrinya yang pasti berangkat subuh.


"Aku tadi makan sandwich di perjalanan," kata Yolanda pelan.


"Ish...kenapa kamu tak bilang mas Bara dari tadi..?."


"Mau mas Bara buatkan apa sayang..?," tanya Bara.


"Mie rebus...sama..telor dan sayuran ya..kak.., biar Misye buatkan," Sahut Misye.


"minumnya kakak mau apa..?," biar Della yang buatin.


Yolanda hanya mengangguk saja.


Kemudian Misye dan Della sudah sibuk di dapur mereka.


Tak butuh waktu lama Mie rebus dengan telur dan sayuran serta susu hangat sudah terhidang di meja makan.


"Kakak..semua ...sudah siap..," kata kedua gadis remaja itu.


Sambil berdiri di dekat Yolanda.


Yolanda memandang pak Darmais dan Bu Romlah.


"Makanlah dulu nak," kata Bu Romlah, pak Darmais hanya mengangguk.


Dengan di temani Bara dan kedua adiknya Yolanda menuju ruang makan keluarga itu.

__ADS_1


"Gimana kak..? enak..? kurang apa kak..?," tanya Misye berturut turut karena penasaran takut ada yang kurang pas.


"Enak kok dik," kata Yolanda tersenyum.


"Bener...kak..?."


"He em."


"Kalau minumannya gimana kak..?." tanya Della.


"Dicoba dong kak." rengek Della.


Yolanda mencoba minuman susu hangat itu.


"Enaak..manisnya pas..," kata Yolanda sambil tersenyum.


"Yeiii..," teriak Della kegirangan. "


"terang aja pas..lah susu sachet ," batin Yolanda geli melihat kepolosan kedua adik suaminya.


Yolanda yang memang pas lapar langsung menghabiskan makanan dan minuman itu.


Selesai makan Bara mengajak istrinya istirahat, karena tahu tadi berangkat pagi pagi sekali.


"Sayang kamar mas Bara.. sempit nggak apa ya..," kata Bara.


"Kasurnya juga tak seluas disana, nanti kalau kamu enggak bisa tidur karena kesempitan, mas Bara akan tidur di bawah....ambil kasur gulung didepan TV," kata Bara lagi.


Yolanda hanya diam dan langsung memeluk suaminya.


"Makasih mas.. keluarga mas Bara mau mengakui aku sebagai menantu di sini...dengan tulus..," kata Yolanda sambil masih memeluk suaminya.


Bara hanya balas memeluk wanita cantik dan manis yang ada di dekapan nya.


kamu sudah pergi menyusul ku sejauh ini sayang," kata Bara sambil mengangkat istrinya ke atas kasur.


Di ciuminya wajah dan pipi gadis tersebut.


Di l*m*tnya bibir kenyal istrinya yang sangat menggoda dengan sedikit hisapan.


Membuat keduanya terbakar gairah.


Bara sudah naik ke atas kasur dan sudah bersiap, dengan melepas kaos yang di pakainya.


Tubuh berototnya dengan perut sixpack yang kini terbuka, membuat Yolanda makin memerah wajahnya.


Dengan pelan Yolanda meraba perut kotak suaminya, membuat nya makin berdebar kemudian mengalungkan tangannya ke leher Bara yang kembali menciumnya.


Tok.. tok... tok..


Suara ketukan membuyarkan keduanya.


"Baraa....!!, bantu bapak..nguras empang..," sahut bapak dari luar kamar.


BYAAAR...!!


Bara tersadar...kini ada di mana, sambil tersenyum kecut dan melepaskan diri Bara menyahut.


"Iyaa..pak..''


Yolanda juga tersenyum, dan ikut bangun dari tidurnya dengan wajah masih memerah.


"Lho..kamu mau kemana sayang..?."


"Mau lihat panen ikan...," sahut Yolanda dengan enteng.

__ADS_1


"Tempat nya kotor lho sayang.." kata Bara khawatir.


"Nggaak pa pa.."


Bara kembali memakai kaos nya dan berjalan keluar dari kamarnya di ikuti Yolanda.


"Lho... bajunya kok enggak ganti....nanti kotor susah nyuci nya," sahut Bu Romlah saat di depan rumah, begitu melihat Bara masih pakai kaos yang terlihat bersih.


"Lagian siang siang terik pakai kaos pendek..nanti terbakar kulit nya ," kata Bapak.


"Kalau gitu Bara tak ganti baju dulu," kata Bara kemudian Balik ke kamarnya.


Yolanda mengikuti suaminya balik ke kamar.


"Lho...kok ikut mas Bara...?, mas mau ganti baju," kata Bara pelan..ketika sudah di dalam kamar.


"Terus aku dimana..?."


Bara tersenyum...gemes.


Bara kemudian melepas Kaos dan celana pendeknya hingga hanya memakai bokser.


Tubuhnya yang tegap sempurna terpampang jelas di depan Yolanda.


Yolanda tersipu.. pura pura memalingkan wajahnya menghadap tembok meskipun jantung nya berdetak kencang.


Bara yang mengetahui itu malah menggoda.


"Sini...sayang...," kata Bara yang sudah berpakaian lengkap dengan training kaos panjang dan celana panjang nya.


"Nggak mau... ," sahut Yolanda pelan masih sambil menghadap tembok.


Bara tersenyum menghampirinya istrinya dan mengangkat Yolanda.


''Aaaww.."


"Mas Bara sudah selesai ganti bajunya...nagapain ngadep tembok terus," kata Bara sambil mengangkat dan menggendong istrinya.


Yolanda tertawa tawa senang.


Keduanya keluar dari kamar, dan di depan rumah semua sudah berkumpul termasuk Bu Romlah yang sudah menutup warung nya untuk sementara.


Empang ada di belakang namun lewatnya dari samping rumah.


Meskipun sederhana rumah pak Darmais tertata rapi dan bersih, bahkan jalan menuju empang juga tertata rapi kayak di taman taman yang biasa di pakai saat outbond.


Yolanda sangat menikmati suasana pedesaan yang menurutnya udaranya segar dan sejuk.


Empang sudah terlihat, ternyata pekarangan rumah pak Darmais sangat luas, selain empang juga ada aneka tanaman sayuran dan buah buahan di sana.


Di sana sudah berdiri pak Sarman tetangga pak Darmais yang akan membantu memanen ikan.


Pak Sarman sedang berbincang dengan pak Darmais.


"Siapa tuh pak..? kok kayak artis cantik nya..," kata pak Sarman.


"Oh..itu istri Bara..," sahut pak Darmais.


"Lho...memangnya Bara sudah menikah..? lha terus ... kabarnya dengan anak pak lurah.. gimana pak..?."


"Itulah...pak yang masih jadi kepikiran, mungkin besok saya mau ke tempat pak lurah," kata pak Darmais.


___________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


__ADS_2