Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 124 Kantor Pusat


__ADS_3

Sebelum adzan subuh Bara seperti biasa sudah bangun dari tidurnya.


Mengambil air wudhu lalu sholat bersama para pegawai rumah utama di Mushola keluarga itu, setelah itu Bara menyempatkan berolahraga sesaat.


Menguatkan otot otot di tubuhnya yang membuatnya tampak makin kian jantan.


"Tu ..wa...ga...pat...," Bara menghitung jumlah gerakannya berulang ulang, membuat otot otot nya makin mengencang dan membesar.


"Uuh..aku rasa cukup..," gumam Bara sambil mengakhiri gerakannya.


Setelah berolahraga badan serasa lebih segar, dan pikiran lebih cemerlang, setidaknya itu yang di yakini Bara hingga saat ini.


Dengan sedikit tersenyum karena sapaan para pekerja, Bara berjalan menuju rumah utama dan masuk hingga ke kamarnya.


"Sayang..kok belum bangun..?," Bara langsung merebahkan diri di samping Yolanda sambil membelai rambut istrinya.


"Mmm," Yolanda bergumam sedikit, menggerakkan badannya.


"Nanti Baby twins jadi pemalas loh..kalau mama nya enggak rajin," kata Bara sambil tersenyum dan tetap membelai rambut istrinya.


"Emm.." Yolanda kemudian menggeliat setelah di belai belai terus rambutnya oleh Bara.


"Mas Bara sudah bangun..? Jam berapa ini," pelan Yolanda berkata sembari melihat celah di jendela dan mengumpulkan kesadarannya.


"Sudah sholat subuh dan olah raga sesaat tadi malah."


"Kok...enggak di bangunin mas..?."


"Tadi udah mas bangunin..malah kamu nya yang tidur lagi," Bara masih mengusap usap punggung Yolanda agar hilang rasa kantuknya ," yaudah sekarang bangun sholat dulu ya."


Yolanda tersenyum lalu beringsut turun dari kasur dan mengambil air wudhu kemudian menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim di kamarnya.


**


Semua sudah berada di ruang makan, duduk di kursi yang telah di sediakan.


Semua sudah menghadapi nasi dan lauk kesukaanya, begitupun dengan Bara yang telah di ambilkan Yolanda nasi beserta lauknya.


Pagi itu mereka sarapan dengan sedikit mengobro.


"Nanti kita rapat jam berapa Opa..?," tanya Bara sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


Opa memandang papa Hendrawan seakan meminta penjelasan.


"Biasanya sih jam sepuluh."


Papa Hendrawan menjawab sambil mengambil potongan kentang yang ada di semur daging lalu menusuk dengan garpunya kemudian mengunyahnya.


"Atau karena kita semua sudah di sini bagaimana kalau di ajukan jam sembilan..?," Opa memberikan usulannya, mengambil tisu lalu mengelap bibirnya sebelum meminum air putih di depannya.


"Janganlah Pi.., kasian yang belum siap...masih harus perjalanan lagi nanti malah kacau..," kata tuan Hendrawan lalu menatap Opa Santosa yang sudah selesai sarapan.


"Terserah kaulah...kalau gitu papi mau bersantai dulu di depan.."


Opa bangkit berdiri meninggalkan meja makan karena sarapannya sudah selesai.


Bara juga bangkit berdiri dan menyusul Opa untuk duduk di beranda depan sambil membawa tabletnya memeriksa beberapa catatan yang tersimpan di sana.

__ADS_1


Asisten Joe yang sudah selesai sarapan di ruang yang lain nampak menghampiri Opa menyerahkan tablet yang juga sudah menampakkan beberapa kumpulan laporan dan data data.


"Kamu mau pakai mobil sendiri atau bareng Opa..?."


"Pakai mobil sendiri saja Opa, karena kemarin teman kampus beritahu jika hari ini jadwal mengambil undangan wisuda."


Opa nampak menganggukkan kepalanya.


Bara mengambil ponselnya menghubungi sekertaris nya, untuk ikut menghadiri rapat nantinya.


"Mbak..tolong bawa berkas laporan kita, untuk rapat di kantor pusat.. nanti aku langsung ke kantor pusat..," terdengar Bara memberikan perintah kepada Belinda sekertaris nya.


"Baik pak.."


**


"Sayang baju mas Bara mana..?," tanya Bara begitu keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono.


Yolanda yang memang menunggu suaminya di kamar sambil menonton TV segera bergegas.


"Kan sudah aku siapkan di sini." Yolanda lalu mendekati suaminya.


Bara yang memang sengaja menggoda istrinya malah memeluknya.


"Auw...," pekik Yolanda karena kaget.


Bara hanya terkekeh merasa berhasil upayanya menggoda sang istri.


"Udah..nanti keburu telat loh," Meski berkata demikian namun Yolanda menikmati juga dalam pelukan suaminya dari belakang tersebut.


Yolanda membantu memakaikan dasi untuk suami nya, meskipun dengan kesulitan karena suaminya selalu "nakal" mengganggunya.


"Naah sudah rapi.. dan tampan suamiku..," kata Yolanda melepaskan diri dari rangkulan suami nya.


Setelah di rasa cukup Bara melepaskan pelukan istrinya.


"Sayang mas Bara berangkat dulu..ya..," Bara berpamitan dengan istrinya.


"Sebentar mas.''


Yolanda merapikan dasi yang sedikit tak simetris.


Kemudian mencium pipi suaminya.


Cuup..


"Sudah...hati hati..," pelan Yolanda berkata sambil tersenyum senang gantian menggoda suaminya.


Bara yang semula sudah mau bergegas jadi tersenyum lalu memeluk istrinya dan mencium pucuk kepalanya kembali.


"Kamu juga hati hati..meskipun di rumah..," kata Bara pelan berpesan.


Yolanda menganggukkan kepalanya.


**


Pagi itu di kantor pusat nampak lebih sibuk dari hari biasanya.

__ADS_1


Kesibukan tak hanya di tingkat direksi tapi dari tingkat bawah juga nampak sibuk, karena hari itu adalah hari di mana akan ada laporan tengah tahunan dari masing masing kantor cabang.


"Selamat datang Pak Jauhari dari Santosa Propertindo..," sapa seorang resepsionis penerima tamu kepada pak Jauhari bekas atasnya Bara dulu.


pak Jauhari mengangguk tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke tempat yang sudah di sediakan sesuai petunjuk di sana.


"Selamat datang Nyonya Bertha dari Sant Petroleum..," sapa penerima tamu lagi kepada direktur dari luar kota yang di tunjuk mengurusi masalah pengeboran minyak.


Kemudian berturut turut beberapa perwakilan dari kantor cabang yang lainnya berdatangan.


"Selamat datang tuan Hendrawan.."


"Selamat datang Tuan besar Santosa.."


Dan tibalah saat Bara melintas di belakang Opa dan papa Hendrawan resepsionis tersebut sedikit bingung.


"Ini cucuku Bara direktur Sant Otomotif," kata Opa Santosa.


Rata rata para pegawai di Santosa group sudah mendengar nama menantu keluarga itu bernama Bara tapi jarang yang bertemu langsung dengannya.


"Ah..m.maaf.. t.tuan muda..," kata pegawai itu sedikit menunduk hingga salah tingkah.


Dia lalu sekilas melirik daftar hadir direktur Sant Otomotif.


"Selamat datang pak Arjuna Satya Sambara," sahut penerima tamu tersebut menunduk.


Bara balas tersenyum dengan ramah.


"Terima kasih mbak..," ucap Bara membalas sambutan resmi tersebut.


Ketiganya lalu berjalan memasuki gedung tersebut dengan tatapan banyak arti.


"Eh..siapa sih pria tampan yang bersama Owner dan CEO kita..?," tanya salah satu karyawati A kepada petugas penyambut tamu.


"Oh..itu menantu Presdir kita.."


"Haah..?, pantesan ganteng banget," sahut karyawati B.


"Jadi itu suami direktur keuangan kita bu Yola..?." tanya karyawati A lagi.


"Ya beliau juga direktur Sant Otomotif.."


"Haah.., makin terkejut lah gerombolan perempuan biang gosip itu.


Mereka makin seru mengobrolnya dengan bumbu bumbu gosip yang entah datangnya darimana.


"Eeh..dulu dengar dengar.. pernikahan mereka hanya sandiwara..?." kata si A.


"Kata siapa..? mereka itu di jodohkan...karena suatu hal..," sahut si B


"Loh..yang bener mana sih..?, Katanya karena hamil duluan..," kata yang lain.


Makin banyak para karyawan itu yang bergosip dengan berita simpang siur tak jelas.


____________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


__ADS_2