
Semenjak pagi hari kemeriahan di taman Permata Hatiku sudah mulai terasa.
Tempat duduk untuk para tamu undangan sudah berjajar dengan rapi di tempat masing masing.
Satu persatu para tamu undangan sudah nampak hadir di sana.
Termasuk juga tamu dari pemerintah, baik pemerintahan setempat maupun pemerintahan daerah.
Bahkan walikota yang sebelumnya tak di undang karena hanya pesta kecil, namun ternyata istrinya adalah teman satu komunitas yang biasa bersama mama Nursanti jika berkunjung ke ibu kota, turut di agendakan akan hadir.
Dan semalam ibu walikota tersebut yang menelpon langsung mama Nursanti, sehingga akhirnya turut di undang.
"Sebenarnya hanya pesta pernikahan kecil kecilan Jeng sekalian meresmikan usaha anak mantu, namun jika Jeng Soraya dan suami berkenan hadir kami sangat senang sekali," begitu jawaban mama Nursanti saat malam tadi.
"Pasti Jeng akan kami sempatkan hadir di sana," begitu jawaban istri pejabat daerah tersebut.
Papa Hendrawan yang mengabari Pak Budiaman dan pak Beni jika ada resepsi di kampung juga malah menyebarkan berita tersebut ke para kolega, sehingga banyak para kolega yang berniat hadir siang itu.
Acara inti yang sebenarnya mau di adakan pagi hari, kini di undur sedikit siang, karena takutnya banyak yang telat dengan banyaknya tamu jauh yang akan datang.
Banyaknya iring iringan mobil yang memasuki desa tersebut menarik para pencari berita, apalagi setelah tau jika yang mengadakan acara adalah keluarga Santosa dengan berbondong bondong para wartawan meliput acara tersebut setelah mendapat izin dari Opa Santosa sebagai pendiri Santosa Group.
Para warga sampai ternganga, mendapati kenyataan tersebut.
"Haah...ternyata besan pak Darmais keluarga Santosa yang termasuk orang terkaya di negeri ini..?," kata si A dengan masih tak percaya.
"Iya..ya..pantesan pestanya sangat meriah..," kata si B menyahut.
"Alhamdulillah..ya..mereka masih merakyat bahkan berbaur dengan kita, semalam saja kita ngobrol santai dengan bapak itu," kata si C tak mau kalah.
Ya..semalam Opa, papa Hedrawan dan Om Jhon malah ikut begadang sambil becanda menemani warga yang masih menata podium dan segalanya.
Bara menyambut sendiri para tamu undangan bersama istrinya.
Keduanya yang berdandan dengan pakaian ala pengantin dengan jas dan gaun warna dominan putih, makin tampak sangat tampan dan sangat cantik.
Semua tamu undangan menjadi sangat takjub melihat nya.
__ADS_1
Jasmine yang juga datang bersama ibunya awalnya sedikit kaku, namun keramahan Bara dan keluarganya membuat Bu lurah menjadi kembali ceria, bahkan Jasmine memeluk Yolanda mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua.
"Selamat Yolanda..," kata Jasmine meskipun sesungguhnya hatinya merasa sangat perih melihat hal tersebut, namun di kuatkan nya dan di paksakan tersenyum.
"Terimakasih Jasmine," sahut Bara dan Yolanda.
"Semoga kamu segera menyusul," sambung Bara lagi dan di angguki Yolanda, membuat Jasmine tersenyum getir.
Tak kalah terpukau adalah teman teman SMP Bara yang datang bergerombol pagi itu, semua tak menyangka sehebat ini Bara sekarang.
Menjadi menantu dari salah satu keluarga terkaya di negeri ini.
Vivi yang juga hadir tak bisa sedikitpun melepaskan pandangan nya kepada Bara, meskipun di sampingnya ada istri cantiknya.
Ada banyak sesal di hatinya dulu menyia nyiakan lelaki yang sebenarnya sudah di sukainya itu, namun karena saat itu malu dan atas usaha Edo ''mengompori'' nya hingga saat itu dia menghina Bara dan menjauhi nya.
Namun masih saja ada rasa bangga di hatinya saat ini, kepada teman teman jauhnya dia selalu mengatakan Bara mantan pacarnya.
"Dia mantan pacarku..ganteng ya..," katanya dengan bangganya.
**
Ternyata bukan hanya Walikota namun juga wakil rakyat tingkat daerah juga banyak yang hadir.
Akhirnya acara inti di mulai, di awali oleh seorang MC yang membuka acara tersebut dengan mengatakan tujuan adanya resepsi dan peresmian itu.
"Ini adalah dua acara yang di gabung, yang pertama adalah pesta pernikahan tuan muda Arjuna Satya Sambara dengan nona muda Noni Yolanda Santosa..," sambut MC tersebut dengan menyebutkan panggilan sultan keduanya, semua itu makin membuat tamu undangan ternganga terutama warga dan teman teman Bara.
"Selanjutnya acara sambutan dari walikota, bapak camat dan bapak lurah," kata pembawa acara tersebut.
"Barulah sambutan dari tuan muda Arjuna Satya Sambara yang juga direktur Sant Otomotif," sahut pembawa acara itu lagi dan di akhiri tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.
Prook.. prook... prook..
Satu persatu para pihak yang di sebutkan naik ke podiun, mereka menyampaikan pidato yang pada dasarnya menyanjung dan memuji Bara sekeluarga dan keluarga Santosa.
"Suatu kebanggaan bagi kami memiliki anak muda seperti mas Bara, yang mampu mengangkat nama desa dan penduduknya. bahwa kita bisa sukses jika benar benar berusaha tanpa mengecilkan peran keluarga tuan Santosa," kata pak Lurah di antara pidatonya, membuat warga juga ikut bangga atas pencapaian Bara.
__ADS_1
Kembali semua warga bertepuk tangan dengan meriah.
"Sekarang tibalah saatnya bagi tuan muda Arjuna Satya Sambara memberikan sambutan," kata pembawa acara sambil menerangkan sedikit siapa Bara, mulai dari seorang mahasiswa yang berprestasi, pelukis hebat yang juga ikut andil dalam kepemilikan saham galeri museum terkenal hingga menjabat sebagai seorang direktur Sant Otomotif yang memasok kebutuhan kendaraan bermotor di negeri ini
"Kami persilahkan untuk maju ke depan..tuan muda Arjuna Satya Sambara..!!," teriak pembawa acara tersebut dengan keras.
Bara dengan tampilan yang gagah dan tampan maju ke depan podium.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.."
Bara mengawali pidatonya dengan salam, lalu puja dan puji kepada Allah SWT serta salam dan sholawat kepada rosulnya lalu di mulailah pidato tersebut.
"Saya tak akan bisa seperti ini tanpa adanya dukungan dari Opa,papa mama, Om Jhon serta keluarga ku dan terutama istriku yang sangat aku sayangi yang selalu mendukung ku bagaimana pun kondisiku."
"Untuk itu aku berencana membangun taman wisata ini, ku persembahkan untuk istriku tercinta."
"Dan atas bantuan papa Hedrawan serta bapakku pak Darmais akhirnya taman wisata ini bisa terwujud," kata Bara sambil menatap papa Hendrawan dan pak Darmais.
Lalu papa Hedrawan dan pak Darmais berdiri mengenalkan dirinya.
"Terima kasih papa, terima bapak.." kata Bara sambil mengangguk ke arah papa mertuanya serta bapaknya, dan di balas dengan senyuman papa Hedrawan juga pak Darmais.
"Untuk itu maka taman wisata ini aku beri nama Permata Hatiku, sebagai penggambaran betapa sayangnya aku dengan istri yang menjadi permata di hatiku dan bidadari surga ku..."
"Dan semoga semua yang datang kesini akan selalu senang dan terhibur karena taman wisata ini mengingatkan akan permata hati nya."
Kata kata sambutan Bara di akhir tepuk tangan yang meriah dan pelukan hangat sang istri.
Acara tersebut di akhiri dengan pembukaan taman Permata Hatiku oleh walikota wilayah itu.
Dan keseluruhan acara itu di akhiri dengan santap siang secara prasmanan.
Semua yang ada di sana sangat menikmati acara tersebut, dari para pejabat, tamu undangan, hingga warga setempat serta anak-anak semua nampak menikmati hidangan yang di sajikan di sana.
____________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan like, vote, rate dan hadiahnya..
__ADS_1
Baca juga karya lainku dengan mengklik profil ku...
Makasih Kaka reader**...