Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 76 Rencana yang gagal


__ADS_3

Tak berapa lama, bel apartemen berbunyi.


Ting tong....


Ting tong.....


Cekleek..


Bara membuka kan nya nampak Yolanda sudah di depan apartemen dengan Baju Rumahan dengan rambut hanya di ikat ke atas dan memakai jaket, nampak sekali kalau dia tergesa gesa ke sana.


"Mana wanita itu..?," begitu tatapan mata Yolanda seakan berkata begitu kepada Bara.


Bara pun tak banyak berkata hanya menunjuk dengan matanya.


Meskipun hanya memakai baju rumahan namun kecantikan tetap terpancar di wajahnya yang memang sudah ayu dari sana nya.


Melihat kedatangan wanita yang sangat cantik seketika sisil wanita jalang itu sedikit berubah wajahnya.


Apalagi saat Bara dan wanita cantik tersebut (Yolanda) sama sama menatap ke arahnya.


Yolanda dan Bara sudah berdiri di dekat Sisil yang masih cuek duduk dengan tenang, meskipun sebenarnya tidak demikian, di lubuk hatinya terdalam juga merasa tak nyaman saat orang memandangnya dengan penuh tanya.


"Maaf mbak...mbaknya kesini atas pesanan siapa..?," tanya Bara masih dengan sopan dan pelan.


Sisil memandang Bara, lelaki yang sejak awal dingin namun sopan.


"Mmm..."


"Berapa sih kamu di bayar..?, oleh orang yang menyuruhmu..?," kini Yolanda yang bertanya sedikit ketus dan terlihat begitu posesif terhadap suaminya, apalagi melihat pakaian yang di kenakan Sisil sangat menggoda... memamerkan perhiasan kewanitaan nya yang tampak meluber kemana mana.


"Kami tak akan memperpanjang masalah ini, Tak akan melaporkanmu ke polisi karena sudah melawan hukum dengan menjual diri di tempat umum..tapi katakan kau di suruh siapa..? berkelakuan seperti ini..?," tanya Yolanda makin galak karena Sisil tak juga mau menjawab.


Begitu mendengar mau di laporkan ke polisi, hati Sisil menjadi sangat ketakuatan.


Bayangan pernah kena razia polisi sewaktu dahulu kembali muncul di ingatannya, membuatnya makin ketakutan.


"Bagaimana...?, mau aku laporkan sekarang...?," gertak Yolanda yang mulai marah.


Kedua teman Bara, Rudi dan Romy yang ada di sana juga mulai ikut mengintimidasi.


"Kami akan menjadi saksi yang memberatkan lho mbak..," kata Romy.


"Benar..," sahut Rudi.


Sisil makin ketakutan di keroyok omongan orang orang yang ada di sana.


"M.mmaaf..kan..aaku jangan laporkan ke polisi," kata Sisil tergagap dan gemetaran.


"Kalau begitu katakan siapa yang menyuruh kamu melakukan semua ini..?," kata Bara dengan nada yang sudah biasa kembali.


"A..aku di perintahkan oleh tuan muda Leon," sahut Sisil dengan kepala tertunduk.


"Aku..biasa melayani tuan muda Leon jadi sekarang aku di perintahkan untuk melayani seseorang yang bernama mas Bara," sahut Sisil dengan jujur.


"Ooh...kamu piaraannya Leon..?," sahut Yolanda.


"Iya..salah satunya Non," sahut Sisil masih ketakutan melihat Yolanda yang masih saja galak wajah nya.


"Tuan muda Leon sering sewa jasa aku, untuk kebutuhannya pribadi," kata Sisil yang malah membuka kebobrokan tuan muda dari keluarga Wijaya tersebut di hadapan semua orang.

__ADS_1


Yolanda mendengus mendengar perkataan gadis di depannya.


Perasaannya campur aduk tak bisa di terangkan, bagaimana pun dahulu dirinya pernah terobsesi atau mungkin cinta monyet kepada Leon.


"Baik aku maafkan kamu... tak kami laporkan ke polisi tapi bila aku butuhkan bantuanmu kamu harus mau..," kata Yolanda dengan tegas.


Semua kaget termasuk Bara..."memangnya bantuan apa yang di butuhkan dari perempuan macam Sisil ya..?."


Sisil mengangguk menyanggupi permintaan dari Nona galak di depannya.


**


Sementara itu Leon yang nampak berbahagia hatinya masih berada di sebuah diskotik berkumpul kumpul dengan teman temannya.


"Wuih..bos tumben hari ini nampak senang banget ada apaan sih..?," tanya seorang gadis dengan dandanan mencolok dan pakaian irit bahan.


"Hari ini aku lagi senang..proyek ku berhasil," sahut Leon sok sokan.


"Wiih..bagi bagi duit dong..," seru gadis gadis yang lain sambil mengerubungi Leon, bahkan ada yang langsung duduk di pangkuannya.


"Pastilah..kita akan pesta sampai pagi..," sahut Leon sambil m*r*m*s salah satu aksesoris gadis gadis di sana.


"Iissh...bos Leon ini," desis gadis yang aksesoris nya di jamah Leon sambil tersenyum genit.


"Pesen minuman dulu...dan makanan..habis itu kita pesta di kamar..," sahut Leon sambil merangkul para gadis.


"Yeeeiii..!!," teriak para jalang tersebut kegirangan.


"Sebentar..kalian diam dulu aku mau telpon seseorang..," kata Leon menghentikan kegiatan dan celotehan para jalang.


"Halo Tante..," sapa Leon yang nampak nya panggil an telpon nya sudah tersambung dengan seseorang.


**


"Bagaimana pah..?, apakah papah sudah mencari cara agar memisahkan mereka berdua..?," tanya nyonya Hendrawan kepada tuan Hendrawan.


"Masih aku pikirkan mah.."


"Aah..papah..ini terlalu santai.. bagaimana kalau anakkmu..keterusan..," sahut Nyonya Hendrawan.


"Maksudnya..?."


"Mereka sekarang kan sering bersama...tidur bareng..kalau sampai hamil gimana..Pah..?," seru nyonya Hendrawan dengan kecemasannya.


Tuan Hendrawan hanya membuang muka.


"Iya..aku bahkan memergoki sendiri mereka mesra mesraan di apartemen." batin tuan Hendrawan.


"Nanti aku pikir kan," sahut tuan Hendrawan sambil mendengus kesal.


Perbincangan keduanya di kagetkan oleh dering telpon nyonya Hendrawan yang tiba tiba berbunyi.


Drrt...drrrt...


"Sudah...ah..tuh..telpon mamah bunyi," kata Tuan Hendrawan yang bosen ngebahas masalah anakknya.


Nyonya Hendrawan melihat ponsel nya, dilihatnya sebuah nama.


"Sebentar ya pah..urusan perempuan..," kata nyonya Hendrawan berbohong pamit ke suaminya sedikit menyingkir.

__ADS_1


Tuan Hendrawan hanya diam saja.


"Halo..ada apa..telpon Tante malam malam..?," kata Nyonya Hendrawan.


"Saya punya berita bagus untuk Tante...masalah anak kampung itu," kata seseorang di ujung telponnya.


"Beneran..."


"Beneran ..lah..tante, nanti kalau bukti ini di berikan pada Om Hendrawan pasti anak kampung itu di tendang ha..ha..ha," kata Si penelpon yang tak lain adalah Leon.


"Ya...nanti kita bicara lagi kapan kapan,....ini lagi ada Om Hendrawan, sudah dulu ya..," kata Nursanti sambil mengakhiri sambungan telepon nya.


"Siapa sih..mah...malam malam telpon..," tanya Tuan Hendrawan dengan kurang suka.


"Oh..teman sosialita pah...mau mengadakan arisan lagi."


"Aku bilang aja kapan kapan kita bahas lagi, malam ini mamah lagi sibuk," sahut Nursanti kepada suaminya.


**


Setelah menginterogasi Sisil dan di ketahui siapa dalang di balik peristiwa itu, akhirnya Sisil di persilahkan pergi dari sana.


Setelah kepergian Sisil kedua teman Bara juga mohon pamit undur diri, sebenarnya sih tadi niatannya mau menginap tapi berhubung istri Bara datang mereka mengurungkan menginap di sana.


"Aku pulang dulu ya Bara..," sahut Romy.


"Jangan lupa besok ketemu di kampus," sahut Rudi.


"Mari mbak..," kata kedua teman Bara berpamitan kepada Yolanda.


Yolanda menganggukkan kepalanya.


"Ok ...hati hati, sampai ketemu di kampus," sahut Bara.


"Makasih makanannya," kata keduanya, ketika di antar sampai pintu apartemen.


Bara hanya tersenyum saja.


Setelah kepergian keduanya Bara kembali menghampiri istrinya.


"Untung pas ada teman mas Bara, kalau tidak ..bagaimana..?." sungut Yolanda sambil menghempaskan pantatnya di kursi.


"Kalau enggak ada temanku ya.. enggak aku bukain pintu dong sayang..," sahut Bara menenangkan istrinya yang masih saja cemberut.


"Beneeer.?."


"Yaa..bener...laaah..sayaang, gila apa ..sudah punya yang bening, cantik, baik, masih main gila kayak..si Leon aja...gak punya otak...," sahut Bara sengaja menyebut nama Leon, karena hatinya juga panas dan sedikit cemburu karena bagaimana pun dia mungkin cinta pertama Yolanda.


"Eeh..," Yolanda kaget melihat baru kali ini Bara berbicara kasar di depannya.


"Apa mungkin mas Bara cemburu ya..?," batin Yolanda yang malah senang.


Kan katanya cemburu tanda nya cinta.


___________


**Maaf readers..sekalian...upnya telat.. hari ini pekerjaan sangat banyak...


Tetap didukung ya... makasih**..

__ADS_1


__ADS_2