
Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Bara, karena apa ..? karena dia akan bekerja di perusahaan lagi.
Bukan hanya bekerja sebagai pekerja biasa....tapi bekerja sebagai pemimpin perusahaan... direktur, dari sebuah anak cabang dari Santosa Group yang bergerak di bidang Otomotif, bernama PT Sant otomotif.
Mungkin terdengar aneh...karena tiba -tiba dirinya menjadi seorang pemimpin perusahaan anak cabang namun sebenarnya semua itu bukan hal yang baru dan asing bagi Bara.
Karena dia sudah pernah bekerja di belakang layar untuk menyelesaikan tugas tugas tuan Hendrawan kala itu.
Kala itu, Bara menjadi asisten pak Beni sedangkan pak Beni asisten pak Budiman dan pak Budiman asisten tuan Hendrawan.
Hampir semua tugas...Bara ikut menyelesaikan, dari mulai membuat laporan, proposal, pidato bahkan rencana program saat itupun Bara juga ikut menggagas nya.
"Sini mas aku rapikan dasi nya..," kata Yolanda sebelum sarapan, sambil menatap suaminya yang makin terlihat tampan dan mempesona dengan baju yang sangat rapi.
Bara menurut saja, bahkan saat Yolanda sudah berdiri di depannya dengan serius merapikan dasinya, Bara malah menggangu dengan memeluk istrinya...menciumi dahi dan pipi istrinya yang malah jadi kesulitan.
"Sudah..?."
Kata Yolanda saat di rasanya suaminya tak bergerak lagi menciumi pipi nya, kemudian Yolanda kembali merapikan dasi itu.
"Biar Mas Bara enggak kepikiran kamu terus sayang..kan nanti mas Bara pulangnya sore..," kata Bara sedikit merajuk ..sambil masih memeluk pinggang Yolanda yang masih berhadapan dengannya dan kembali menciumi seluruh wajah istrinya setelah urusan dasi beres.
Yolanda hanya tersenyum saja.
"Ayuk..sarapan dulu...nanti Opa kelamaan menunggu kita..," kata Yolanda sambil menggandeng tangan suaminya.
**
Sejak beberapa minggu ini di PT Sant Otomotif sudah terjadi kasak kusuk, penyebabnya karena direktur lama nya sudah pensiun lebih dari satu bulan ini namun pengganti nya belum ada.
Tapi dalam beberapa hari ini terdengar santer jika pengganti nya akan datang.
Dan di minggu terakhir kemarin akhirnya semua penasaran itu terjawab, bahwa pengganti direktur di sana adalah salah satu keluarga Owner nya.
Awal pekan ini semua karyawan di gedung tersebut sudah bersiap dari pagi tadi, dengan di pimpin langsung oleh wakil direktur mereka akan melakukan sambutan kepada direktur baru dari Sant Otomotif.
Khusus hari itu semua karyawan di wajibkan masuk kantor mulai jam enam pagi, padahal biasanya jam delapan pagi.
Tampak beberapa karyawan ada yang menggerutu karena kebijakan tersebut.
"Merepotkan saja..sudah datang pagi pagi...masih kerja Yang bukan bagiannya..," gerutu salah satu karyawan pria tersebut.
"Iya...gara gara harus masuk jam enam aku harus menginap di sini," sungut pegawai yang lainnnya.
**
Mobil yang di naiki Opa dan Bara sudah sampai di halaman gedung PT Sant Otomotif.
Keduanya sudah turun ke Lobi gedung yang terlihat sangat megah tersebut.
__ADS_1
Saat itu masih sepi Opa dan Bara langsung berjalan dan berhenti di depan ruang tunggu yang ada di lobi.
"Kamu duduk di sini dulu,...Opa akan mencari Margono," kata Opa kepada Bara.
Pak Margono adalah orang kepercayaan Opa Santosa di peusahaan itu, usianya mungkin seumuran dengan tuan Hendrawan atau seusia pak Darmais.
Saat ini pak Margono menjabat wakil direktur di perusahaan itu.
PT Sant Otomotif bergerak di bidang penyediaan suku cadang onderdil kendaraan bermotor di negeri ini, mulai dari aneka suku cadang segala mobil dan juga motor.
PT Sant Otomotif satu satunya pemegang hak impor resmi suku cadang onderdil berbagai kendaraan yang nantinya akan di sebarkan ke rekanan yang ada di negeri ini.
Dan rekanan itulah yang nanti memasarkan produk tersebut ke seluruh Nusantara.
Bara masih duduk dengan santai di kursi lobi depan itu, sebenarnya jantung nya berdetak kencang tak karuan, sejak semalam hal tersebut ia ungkapkan ke sang istri.
Flash back on.
"Sayang...mas Bara kok makin ke sini makin berdebar ya..besok mau berangkat kerja...jadi direktur utama lagi..," kata Bara malam itu.
"Apa yang membuat mas Bara deg degan..?."
"Banyak hal.."
"Coba sebutkan," kata Yolanda dengan sabar sambil tiduran di pangkuan sang suami.
"Terus.."
"Aku takut tak bisa menjalankan perusahaan.."
"Yang lainnya..?."
"Aku merasa rendah diri..mungkin.," kata Bara.
Yolanda bangun dari tidurannya.
"Mas Bara tak perlu memperhatikan padangan orang orang kepada mas Bara, cukup perhatikan aku dan Opa yang sangat percaya mas Bara.. akan mampu bekerja..dengan baik."
"Ini perusahaan..bukan hasil kerja satu orang, tapi Tim dan kebetulan mas Bara pemimpin Tim..jadi kerjanya bersama sama..tak perlu khawatir yang berlebihan."
"Mas Bara tak perlu rendah diri, mas Bara suami dari pemilik seperempat saham dan cucu dari setengah pimilik saham di sana...bila ada yang macam macam kita tendang saja," sahut Yolanda sambil memegang kedua pipi suaminya.
Bara tersenyum mendengarkan motivasi dari sang istri.
"Ya..Allah belum di surga saja aku sudah di berikan bidadari sehebat ini..," kata Bara pelan sambil memeluk istrinya.
"Terima kasih sayang...kau telah membuat hidupku menjadi lebih indah..," kata Bara lagi.
"Mas Bara juga sudah memberi kebahagiaan di hidupku..dengan bersedia menjadi suamiku..," sahut Yolanda membalas pelukan suaminya.
__ADS_1
Flash back off.
"Bapak..menunggu seseorang..?," tanya seorang resepsionis perempuan di dampingi seorang securiti kepada Bara yang masih duduk di ruang tunggu lobi tersebut.
"Iya..," jawab Bara sambil mengangguk.
"Bapak punya kartu ijin memasuki perusahaan ini..?," kembali sang resepsionis tadi bertanya.
Bara menggeleng karena memang tadi tak lapor ke penjaga depan karena datang bersama Opa dalam satu mobil.
"Cck..gimana..bapak ini..?, harusnya bapak lapor dulu..baru masuk, di sini kantor pak.. bukan mall, main langsung masuk aja..," gerutu petugas keamanan tersebut.
Bara sudah mau berdiri dan menjawab ketika tiba -tiba datang seseorang dengan tergopoh-gopoh.
"Pak Bara..ya...?."
Bara mengangguk.
"Saya Margono pak..," kata pak Margono sambil sedikit menunduk.
Mereka kemudian berjabat tangan.
Petugas resepsionis dan petugas keamanan tersebut langsung tercekat, mengetahui orang tersebut tamu wakil direktur, mereka sudah bertindak kurang sopan tadi.
"Heii..kalian..!, ini bapak direktur kita..!," bentak pak Margono yang tadi sekilas melihat dan mendengar perlakuan kedua petugas itu kepada Bara, sebelum dirinya sampai di depan direktur muda itu.
"Haah...???," kata keduanya dengan wajah makin pucat pasi.
"M.mmaaf pak direktur..," kata keduanya sambil menunduk sangat sopan.
Bara menghela nafasnya.
"Tak apa...kali ini saya maafkan.. tapi besok lagi ..kalau ada tamu di tanya yang lebih sopan lagi ya.."
"Bagaimana kalau itu terjadi pada tamu penting..?."
"Kita semua yang malah rugi kan..? waspada boleh tapi jangan di lupakan adab dan sopan santun," kata Bara lagi.
Kedua pegawai itu mengangguk dan menundukkan kepalanya sebelum meninggalkan tempat tersebut.
___________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....
Baca juga karya lainku
* Sang Pengacau
* Jagoanku ternyata CEO**
__ADS_1