Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 145 Ke Desa Bersama Keluarga Besar


__ADS_3

Pagi hari Bara dan Yolanda sudah di ijinkan pulang dari rumah sakit.


Setelah kembali di lakukan medical cek up.


"Alhamdulillah...," kata semuanya begitu tiba di rumah setelah pulang dari rumah sakit.


Rupanya para sopir dan pengawal yang akan menempuh jalur darat pun sudah bersiap di rumah utama, bahkan Tarjo dan istrinya sudah mengantar Om Jhon ke rumah utama tersebut.


"Sudah dari tadi Jhon..?," kata Opa Santosa begitu melihat sahabatnya sambil tersenyum memeluk nya.


"Barusan..kok..," sahut Johnson balas memeluk Opa sambil tersenyum dengan yang lain dan menyalami semuanya.


"Sudah siap semuanya..?," kata Opa lagi lalu mengajak om Jhon duduk di kursi yang ada di beranda.


Om Jhon hanya mengangguk kemudian tersenyum menunjuk tasnya.


Keduanya bercakap cakap di sana sesaat, sampai pelayan menghampiri memberitahukan makan pagi sudah siap.


Para keluarga makan pagi di meja makan di ruang makan dan yang lainnya makan di tempat para pekerja termasuk Tarjo dan Tatik, sebenarnya sih Bara mengajak makan di ruang makan namun Tarjo dan Tatik menolaknya dengan halus.


"Aku makan di belakang saja, biar bisa nambah sesuka ku..," canda nya Tarjo dengan tersenyum.


"Memangnya di dalam enggak bisa nambah..?," sungut Bara kepada sahabat nya itu karena alasan Tarjo yang tak masuk akal.


"Udah Bara... kami makan di belakang aja..ya..," bisik Tatik pelan, karena di sana semua memanggilnya tuan muda, kan enggak enak jika memanggil langsung nama.


"Ya udah deh mbak ..makan yang banyak ya, perjalanan jauh loh..," kata Yolanda kepada Tatik.


"Beres Non..," sahut Tatik kepada Yolanda lalu tersenyum.


**


Setelah semua makan pagi dan membawa beberapa bekal di masing masing mobil, nampak enam mobil sudah terlihat meninggalkan rumah utama termasuk Tarjo yang menyupiri mobil Om Jhon.


Karena jalur darat butuh waktu lima hingga enam jam maka mereka berangkat dahulu, nanti menunggu di bandara yang ada di kota Bara sebelum di lanjutkan ke desa pak Darmais.


"Kita berangkat jam berapa Opa memangnya..?," tanya Yolanda kepada Opa Santosa yang juga melepas kepergian sopir sopir tersebut.


"Kita habis ashar saja, biarkan mereka menunggu kita di bandara sana," sahut Opa Santosa lalu tersenyum memandang cucunya.


"Tak ada yang ketinggalan toh barang barang mu..?."


"Enggak Opa...semua barang kita sudah di masukkan ke mobil yang di supiri pak Bandi."


"Terus barang barang papa sama Mama di masukkan mobil yang di supiri pak Asep, lainnya di mobil yang lain..," sahut Yolanda dengan masih menatap mobil mobil yang satu persatu meninggalkan rumah utama tersebut.


**


"Dell Kaka kok berdebar ya mau naik pesawat terbang..," kata Misye sambil rebahan di kasur di dalam kamar yang di tempati nya.

__ADS_1


"Aku juga kak..," sahut Della serius menatap ke arah kakanya.


Keduanya masih kasak kusuk saat Yolanda masuk ke kamar itu.


"Ada apa sih dek..?."


"Ini kak..kita lagi bahas ..tentang naik pesawat nanti."


"Memang kenapa..?."


"Berdebar kak..takut..," sahut Misye tersenyum malu malu.


Yolanda tersenyum juga.


"Santai aja enggak apa apa kok."


"Iya sih kak..sudah di coba santai tapi enggak bisa," sahut Misye lalu menghampiri Kaka ipar, begitupun dengan Della.


Yolanda mengangguk tersenyum, mengusap lembut punggung keduanya.


"Kan nanti bareng bareng sama kita semua..pokonya enggak usah panik ya..jangan takut berlebihan," kata Yolanda lagi kepada kedua adiknya.


"Makasih Kaka..," kata keduanya sambil memeluk Yolanda, saat itu mama Nursanti yang mencari Yolanda melihat ketiga nya berpelukan sedikit heran.


"Loh..ada apa ini..?."


"Kami takut naik pesawat mah..," kata keduanya jujur kepada mama Nursanti.


"Santai ya...," kata mama Nursanti sambil menepuk pundak Misye dan Della.


"Terima kasih mah.."


Kata keduanya kepada mama Nursanti.


**


"Aaaa...," teriak Pelan Misye dan Della saat pesawat take off dan saling berpegangan tangan.


Ruang pesawat yang mewah itu sangat menakjubkan, membuat pak Darmais, Bu Romlah dan kedua anakknya sangat kagum, bahkan Bara yang sudah sering melihat kemewahan juga kagum dengan tampilan pesawat pribadi jenis Heavy Jet yang berkapasitas 16 orang tersebut.


"Gimana dek..?,"tanya Yolanda kepada Misye dan Della setelah pesawat sudah stabil terbangnya.


"Luar biasa kak, awalnya takut banget tapi ternyata tak semenakutkan itu.."


Kata Misye tersenyum senang sambil melihat ke luar jendela, melihat pemandangan dari ketinggian.


Semua nampak indah di lihat dari ketinggian, sungai sungai yang berkelok kelok seakan cacing raksasa yang menjelujur di bawah sana.


Suasana sore di penerbangan kali ini makin menambah keindahan pemandangan dengan cuaca yang cerah.

__ADS_1


"Kaka apa boleh ambil foto..? disini .?."


"Boleh asal ponselnya di mode pesawat ya biar enggak mengganggu komunikasi pilot pesawat ya..," kata Yolanda sedikit menerangkan.


Mendengar kakanya membolehkan berfoto, Misye dan Della langsung berselfie dengan berbagai gaya.


Bahkan dia juga berfoto bersama Opa dan Om Jhon, serta papa Hendrawan dan mama Nursanti.


Begitupun pak Darmais juga berfoto di pesawat tersebut tanpa malu malu," Buat di perlihatkan teman teman kantor," selorohnya dengan jujur.


**


Pukul 17 kurang sedikit rombongan itu sudah keluar dari Bandara di mana para sopir dan pengawal kecuali Asisten Joe sudah menunggu.


Asisten Joe yang tak pernah berpisah dengan Opa tersebut ikut naik pesawat pribadi tersebut.


Semua kini sudah memasuki mobil masing masing dan mulai berkendara.


"Halo pak..kita sudah sampai di kota..," kata pak Darmais kepada pak Sarman yang di tugasi menjaga tempat wisata bersama beberapa pekerja lainnya.


"Oh..iya pak..semua sudah siap sesuai permintaan pak Darmais," sahut pak Sarman dari ujung telponnya.


Pak Sarman sudah memanen beberapa kilo ikan dan udang serta memetik beberapa buah buahan, merapikan beberapa tempat dan menata Mansioan mewah tersebut bersama pekerja yang lainnya.


"Mas berapa bulan kita enggak pulang ya..?," kata Yolanda yang berada di mobil lainnya, sambil menatap ke sekeliling melihat sepanjang perjalanan menuju ke kampung halaman suaminya.


"Kenapa..?."


"Aku kok melihat semakin ramai dan jalanan makin di perlebar," sahut Yolanda merebahkan kepalanya di bahu suaminya.


"Iya...mungkin pemerintah daerah sudah mulai berbenah..," sahut Bara sambil memandang sebuah baliho atau papan promosi yang mempromosikan Area wisatanya.


"Sayaang..lihat..apa itu benar obyek wisata kita..," kata Bara sambil menunjuk sebuah papan promosi di pinggir jalan.


"Haah...kayaknya iya ..mas, bapak kok enggak cerita ya..," seru Yolanda yang juga terkaget kaget.


Yolanda mengawasi baliho atau poster tersebut.


"Memang namanya taman Permata hatiku ya mas..?," kata Yolanda sambil menatap suaminya.


"Iya..kan memang untuk permata hati mas Bara," sahut Bara sambil mencium pucuk kepala istrinya.


Yolanda sangat senang sekali dengan semua perhatian suaminya.


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku dengan mengklik profil ku....

__ADS_1


Makasih**....


__ADS_2