Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 52 Jujur


__ADS_3

Setelah berganti dengan kaos dan celana pendek Yolanda kembali menghampiri suaminya, dengan sedikit cemberut kecil sambil membawa handphone nya.


Bara nampak terpesona dengan keindahan dan keseksian istrinya.


"Sayaang...jangan pakai baju kaya gini ya..kalau keluar rumah...," kata Bara yang mulai posesif.


"Kenapa...?? jelek..??," goda Yolanda.


"Bukan..mm..pokonya jangan..," kata Bara yang masih sungkan untuk melarang Yolanda, apalagi mencemburui nya.


Yolanda sebenarnya juga bukan gadis yang suka mengumbar aurat, biasanya pakaian seperti itu hanya di pakai saat di kamar nya saja.


"Aku jelek ya..pakai baju kayak gini.?," kata Yolanda menggoda Bara karena ingin mendapatkan pengakuan kecemburuan suaminya tersebut.


"Enggak jelek...sayang.., tapi..mm.a.aaku..., enggak rela orang lain memandang keindahan tubuh mu..," kata Bara sedikit malu mengakui kecemburuan nya.


Yolanda maju mendekat kemudian memeluk suaminya.


"Aku juga nggak ingin lihat mas Bara dekat dekat dengan gadis lain kayak gini," kata Yolanda sambil memperlihatkan foto Bara bersama Janeta.


Bara sedikit kaget....melihat fotonya saat dia berjalan bersama Janeta keluar dari cafe www.


"Berarti ada yang mengawasi ku...siapa..sih..?!?!."


"Bukankah aku sudah pamit sama kamu..sayang, aku mau ketemu anak pak Musri itu untuk urusan lukisan, seandainya kamu di sini pasti aku ajak," kata Bara sambil membalas pelukan istrinya.


"Memang siapa yang kirimi kamu foto itu..?," tanya Bara.


"Nggak tahu..cuma nomor aja..," kata Yolanda masih termangu di pelukan Bara.


"Mungkin orang itu tak ingin melihat kita bahagia,....tapi sungguh mas Bara, bukan orang yang seperti itu," kata Bara meyakinkan istrinya.


"Aku percaya sama mas Bara kok," kata Yolanda akhirnya dengan tersenyum dan memeluk makin erat.


Bara juga makin erat memeluk istrinya tersebut.


"Kemaren kita kan udah belanja ..sayang kalau tak masak, kamu mau makan apa sayang..?


Kata Bara menawarkan.


"Ada udang, ada daging ayam juga daging sapi," kata Bara lagi.


"Aku suka semua.. terserah mas Bara mau masak apa..aku lihat di sini aja ya..?," kata Yolanda sambil mencoba duduk di meja dapur, karena memang di sana tak ada kursi..biar longgar.


Taap..


"Auuw.."


Bara memegang pinggang istrinya kemudian mengangkatnya untuk duduk di meja dapur.


Bara sudah memakai celemek nya.

__ADS_1


Kemudian mencuci Udang dan ayam sebagian.


Daging sapi dan sisa daging ayam beku kembali di simpan di freezer lemari pendingin.


Setelah udang bersih kemudian di kasih perasan jeruk lemon lalu di cuci lagi baru di baluri tepung bumbu.


Sedangkan ayamnya sudah di cuci kemudian di marinasi sebentar selanjutnya juga di baluri tepung.


Beberapa saat kemudian udang dan daging ayam itu di gorengnya.


Untuk ayam cukup digoreng saja, sedangkan udangnya setelah di goreng masih akan di olah lagi dengan saus pedas manis.


Yolanda melihat itu dengan takjub, semua yang di lakukan oleh Bara adalah sebuah keajaiban baginya, karena apapun yang di lakukan oleh orang yang kita cintai dan sayangi adalah amazing... kan.


"Taraaaa...," kata Bara sambil menunjukkan hasil masakannya.


Masakan udang nya masih di dalam wajan, Bara mengambil piring kecil dan sendok kemudian mengambil sedikit udang saus pedas tersebut.


''Coba sayang bagaimana rasanya," kata Bara sambil menyuapkan hasil masakannya setelah di perkirakan tak panas.


"Ymmm....yaamm..enak banget mas...," kata Yolanda sambil menunjukkan jempolnya.


"Beneran..?."


Yolanda hanya menganggukkan kepalanya sambil menikmati udang saus pedas manis itu.


"Mau makan sekarang apa nanti..sayang..?." kata Bara menawarkan.


"Sekarang aja mas..,Aku udah lapar habisnya.. siang tadi cuma makan roti, soalnya mau berkunjung ke kantor mas Bara," kata Yolanda.


Hanya beberapa saat, di meja makan sudah tersaji dua porsi makanan dengan tampilan yang menggoda.


Bara kemudian menghampiri Yolanda yang masih setia duduk di meja dapur, mengangkat lalu menggendong nya hingga sampai di meja makan.


"Waooow...cantik banget tampilannya ..mas.."


"Mas Bara..belajar di mana sih..?, kok bisa pinter kayak gini," puji Yolanda dengan sungguh sungguh.


"Ish..mas Bara kan orang susah.. jadi harus pinter ngelakuin apa apa sendiri, kayak gini kan bisa belajar dari Kou Cube yang di internet," kata Bara sambil tersenyum.


"Lagian mas Bara kan suka seni..lah..anggap saja ini bagian dari seni," kata Bara lagi.


Keduanya nampak menikmati menu masakan Bara.


Selesai makan dan Bara juga sudah sholat Maghrib mereka menonton acara TV sambil duduk di sofa dengan santai.


"Mm..sayang kebetulan kamu kesini sekarang, mm..ada sesuatu yang ingin aku omong kan," kata Bara ragu ragu.


Melihat Bara yang nampak serius Yolanda kemudian bangun dari tiduran nya di pangkuan suaminya.


"Ada apa sih..mas..?."

__ADS_1


"Mmm..menurut kamu ..hubungan kita bagaimana..??." tanya Bara pelan.


"Maksud mas Bara..bagaimana..?," tanya Yolanda yang jadi tegang.


"Kamu kan..tahu.. bagaimana awal kita bertemu..bagaimana pernikahan kita dan bagaimana dengan status ku," kata Bara menunduk dengan wajah sedih.


"Aku tetap..istri mas Bara sampai kapan pun dan mas Bara suamiku sampai kapanpun..," kata Yolanda tegas.


Bara menatap wajah Yolanda yang nampak serius.


"Terima kasih sayang...," kata Bara kemudian mencium kedua tangan gadis tersebut.


"Aku akan berjuang agar tuan dan nyonya Hendrawan merestui hubungan kita," kata Bara lagi meski belum yakin dengan keberhasilan nya.


Yolanda memeluk Bara.


"Aku akan melawan mereka jika memisahkan kita mas," kata Yolanda dengan keyakinan.


"Ada satu lagi yang mau mas Bara omongkan," kata Bara.


Sekilas Bara menceritakan tentang keluarganya yang hanya orang biasa, kemudian memandang Yolanda untuk melihat bagaimana reaksi nya.


Kemudian Bara Kembali melanjutkan perkataannya.


"Kemarin orang tuaku memintaku untuk pulang," Bara berhenti sesaat menarik nafas panjang kemudian berkata lagi.


"Mereka berencana menjodohkan ku dengan anak kepala desa."


"Apaa..!?!?." teriak Yolanda dengan keras, terkejut dan juga marah.


"Sstt...dengar dulu sayang..mas Bara belum selesai berbicara." kata Bara menenangkan istri nya.


"Selama ini mas Bara memang belum bercerita kepada orang tua ku tentang kejadian ini... maksud mas Bara tentang pernikahan kita."


Bara Kembali bercerita awal mula kejadian kenapa sampai menerima tawaran untuk menikah dengan bayaran.


"Begitu lah ..ceritanya sayang, bapakku kecelakaan dan pernikahan ini hanya satu tahun...aku sengaja tak menceritakan pernikahan kita kepada orang tua ku karena aku berpikir kita akan selesai setelah itu."


"Tapi setelah kamu mau menerima mas Bara, aku berniat berbicara dengan keluarga ku besok saat pulang tentang hubungan kita... dengan pelan pelan, agar mereka tak kaget."


Yolanda yang tak lagi emosi hanya mengangguk mendengar penjelasan Bara.


"Kapan mas Bara mau ke kampung..?."


"Minggu depan.." kata Bara.


"Aku ijinkan mas Bara pulang tapi janji akan kembali kesini lagi," kata Yolanda sedikit khawatir.


"Pasti sayang....hidupku ada disini," kata Bara memeluk istrinya, yang mulai berkaca-kaca mata nya.


__________

__ADS_1


**Baca dan dukung karyaku ya....


Terimakasih**...


__ADS_2