
Yolanda sudah berdandan sangat cantik sekali, dengan pakaian atasan sedikit gelap dan bawahan terang membuatnya makin terlihat sangat menawan.
"Mau kemana ..?," tanya mama Nursanti sedikit mengerutkan keningnya melihat sang anak sudah berdandan sangat cantik.
"Mau ajak adik adik ke Butik mah.."
Sahut Yolanda sambil menjinjing tas tangannya.
"Ooh.."
"Duduk dulu mama mau ngomong sama kamu..," kata mama Nursanti meminta Yolanda untuk duduk dan berbincang.
Mama Nursanti lalu menceritakan perbincangan semalam dengan orang tua Bara dan juga papa Hendrawan.
"Jadi Bapak sama ibu mau mengadakan selamatan pernikahan ku di kampung..?," kata Yolanda mengulangi cerita mama Nursanti.
Mama Nursanti mengangguk tersenyum.
"Makanya mumpung nanti sekalian kamu ke butik, mama pesan agar madame Mince di ajak kemari buat mengukur kita semua," sahut mama Nursanti.
"Iya mah..nanti biar Yola perintahkan orang butik untuk kemari."
Bu Romlah yang masih di sekitar kamarnya melihat dua anak gadisnya sudah berdandan rapi.
"Kalian kok dandan mau kemana..?."
"Diajak kaka Yola ke butik Bu..," sahut Misye sambil menyilangkan tas selempang kecil nya.
"Butik..?."
Keduanya mengangguk tersenyum kecil.
"Ya sudah hati hati....jaga kakakmu, jangan minta yang macam macam."
Keduanya kembali mengangguk.
Mereka bertiga kemudian berjalan ke ruang tengah di mana mama Nursanti dan Yolanda berada.
"Sudah siap kalian..?."
"Sudah kak..," sahut keduanya sambil tersenyum.
Yolanda lalu berpamitan dengan mama dan mertuanya.
Begitu juga dengan Misye dan Della mencium tangan Bu Romlah dan mama Nursanti.
"Kalian jaga kakakmu..," pesan Bu Romlah.
"Iya Bu.." sahut keduanya dan berlalu menyusul kaka iparnya yang sudah berjalan ke depan.
Didepan sudah bersiap pak Bandi dan satu pengawal.
Mereka menggunakan mobil mewah bongsor karena satu pengawal duduk di depan dengan pak Bandi.
**
Mobil sudah melaju keluar dari rumah utama yang mewah tersebut.
Gedung tinggi yang berjajar dengan rapi, pedestarian yang nampak bersih taman taman kota yang nampak di rawat dengan benar, semua itu menambah keindahan kota apalagi yang tak pernah ke sana.
Misye dan Della tak bisa menutupi kekagumannya akan keindahan dan kemegahan kota tersebut.
"Waah...bagusnya kota ini..," pelan kata Misye sambil pandangannya memutari keluar jendela mobil.
"Iya..kak," sahut Della yang juga nampak kagum.
"Kalian mau..kuliah di sini..?." sahut Yolanda kepada kedua adiknya.
"Mau kak..," sahut keduanya berteriak dengan spontan.
"Belajar yang pinter agar bisa kuliah di kota ini ya," kata Yolanda menyemangati adik adik nya.
"Siap Kaka..," sahut keduanya penuh semangat.
Mobil sudah berhenti di butik terkenal yang sangat mewah.
"Dell..mewah banget butiknya," bisik Misye kepada adiknya.
__ADS_1
"Iya kak.. kayaknya mahal mahal banget di sini.."
Ketiganya memasuki butik mewah tersebut, Misye dan Della tak bisa menutupi kekagumannya.
Butik yang luas dan terdiri dari tiga lantai itu terlihat mewah sekali.
Misye dan Della hanya mengekor di belakang Kaka iparnya.
"Mari Nona..silahkan di pilih..," salah seorang pelayan butik menyambut.
Yolanda hanya mengangguk sambil terus berjalan makin masuk ke ruang manager.
"Heii.. Nona..jangan kesana..itu ruang manager..!" teriak pelayan wanita itu ketakutan ada pengunjung yang masuk ke area sana.
Yolanda berhenti memandang pelayan tersebut.
"Maaf ..nona... itu bukan wilayah pengunjung..!!," dengan sedikit tersengal karena mengejar, pelayan wanita itu menghampiri Yolanda.
Misye dan Della sedikit ketakutan, mereka berdua belum pernah melanggar aturan di tempat umum seperti ini.
"Sudah berapa lama kamu kerja disini..?," tanya Yolanda kepada pelayan wanita tersebut.
"Baru tiga bulan nona..aku mohon jangan mempersulit saya..mari saya antar ke depan," kata pelayan itu masih dengan sopan sedikit membungkuk.
"Mana manager mu aku mau bertemu.. dengannya..," kata Yolanda kepada pelayan itu.
"Maaf Nona saya tak berani... mengusiknya..bisa bisa kena pecat saya nona..," kata pelayan tersebut ketakutan.
Misye menghampiri Yolanda dan menggandengnya.
"Kaka kita pindah saja Kaka, jangan buat keributan di sini ya..," kata Misye pelan karena juga takut terjadi masalah.
Yolanda hanya tersenyum menepuk pundak adik iparnya.
"Madaaam...!!," Yolanda berteriak keras membuat semua kaget, termasuk para pengunjung.
Mendengar teriakan keras di depan ruangannya seorang pria tulang lunak tegopoh gopoh keluar dari ruangannya.
Dia sudah sangat hafal suara siapa itu.
"Aduuh nona...bisa di pecat saya..," gumam pelayan wanita itu dengan muka pucat dan pasrah.
"Haaah..B.bbos N.nona..?," pelan pelayan wanita itu bergumam.
"Selamat pagi ..eh..siang.., eh..pagi menjelang siang ," sahut madam Mince sambil tersenyum dan badannya melenggak-lenggok gimana gicuu.
Pelayan wanita itu langsung menghadap madam Mince dan berkata.
"Maaf...madam..aku sudah mencegah nona ini masuk kemari...tapi ngeyel..jangan pecat saya madam..," sahutnya ketakutan.
"Cck..," Yolanda hanya berdecak sedikit kesal.
"Heii..kamu tak tahu siapa dia..!," teriak madam Mince.
Pelayan wanita itu menggeleng.
Madam Mince seakan mengerjai pegawainya tersebut, mendekat dan berbisik di telinganya.
"Dia pemilik tempat ini..," kata madam Mince membuat pelayan itu memelototkan matanya.
"Haah..????." Lalu pelayan itu langsung kabur setelah menunduk sangat sopan ke arah Yolanda.
Madam Mince malah terkikik geli lalu memeluk Yolanda.
"Ihh..bos nona sudah lama tak kemari...sampai mau copot kepala Eike...menjalankan usaha ini sendirian..," seru Mince dengan suara cempreng nya.
"Sudah..bosan jadi manager...mau di ganti..," kata Yolanda.
"Issh..bos nona jahat..kalau gicu..," seru Mince pura pura cemberut.
"Ayuk masuk ke dalam kita duduk duduk masak berdiri di sini," ajak Madam Mince menarik Yolanda.
"Siapa mereka..??," Mince bertanya sambil menatap kedua gadis manis yang masih sangat polos di belakang Bos nya.
"Mereka adikku.., adik suami ku.."
"Aaiihh...masih sama mas ganteng itu rupanya," jerit madam Mince cekikikan.
__ADS_1
"Ya..iya lah..kan suamiku.." sungut Yolanda.
"Bukankah pernikahan itu...," madam Mince tak meneruskan perkataannya melihat sorot mata membunuh Yolanda.
"Sekali lagi berkata itu.. kujadikan tukang sapu di butik ini..," kata Yolanda mengancam namun pura pura.
Madam Mince terkikik geli sambil menutup mulutnya dengan lemah gemulai.
"Iih..ayo kita cerita cerita... bagaimana bisa berubah..," kata madam Mince menggandeng tangan Bos nona nya menuju sofa ruang manager.
"Dek...kalian keliling butik pilih semua yang kalian mau..," kata Yolanda kepada adik adik nya.
Keduanya dengan ragu mengangguk dan keluar dari ruang manager lalu mulai mengelilingi butik tersebut.
Setelah keduanya keluar nampak Mince dengan antusias bertanya kepada Bos nona nya.
"Ayoo..sekarang bos nona cerita padaku.. bagaimana kalian masih bersama hingga sekarang..," kata madame Mince setelah keduanya duduk di sofa yang ada di ruang tersebut.
**
Misye dan Della yang masih bingung dengan ragu keliling butik.
Mulai melihat lihat produk baju, celana, sepatu bahkan tas dan aneka produk lainnya.
"Wah..mahal mahal banget kak," bisik Della pelan.
"Iya...jadi bingung..mau pilih yang mana..?."
Mereka kembali berkeliling namun tak menemukan barang yang murah disana, hingga akhirnya kembali lagi ke ruang manager dimana Kaka iparnya berada.
"Kalian sudah kembali..?," tanya Yolanda kepada kedua adiknya dengan tatapan heran.
"Iya..kak, soalnya mahal mahal semua nya..," sahut Della dengan lesu.
Misye hanya mengangguk membenarkan perkataan adiknya.
Madam Mince terkikik geli melihat kedua adik Bosnya yang polos tersebut.
Yolanda juga tersenyum, lalu melambai ke arah keduanya.
"Sini dek.."
Keduanya mendekat ke arah Kaka iparnya.
"Butik ini punya Kaka..jadi pilih yang kamu mau.," kata Yolanda kepada kedua adiknya.
"Haah..??," keduanya membelalakkan matanya.
"P.ppunya Kaka..??."
Yolanda mengangguk tersenyum.
"Sekarang kalian pilih sana..," perintah Yolanda lagi.
Sambil tersenyum keduanya berdiri dan kembali berkeliling mencari barang yang di inginkannya.
**
"Loh..sudah kelilingnya..?," tanya Yolanda kepada dua adiknya.
Keduanya tersenyum sambil menenteng barang yang belum di bungkus.
"Ini Kaka..," seru keduanya menunjukkan barang yang di ambilnya.
Yolanda tersenyum melihat kepolosan adik-adiknya, bahkan setelah tahu bahwa dia pemiliknya pun hanya mengambil sepasang baju...tak seperti yang lainnya menggunakan aji mumpung, pas gratis..ambil sebanyak-banyaknya.
"Madam..Carikan adik adikku pakaian yang tepat untuk nya, masing masing sepuluh pasang, lengkap dengan sepatu dan sendal nya," perintah Yolanda kepada Madam Mince yang juga kagum dengan kepolosan dua adik ipar Bos Nona.
Misye dan Della hanya menganga mendengar perintah kakanya kepada orang kepercayaan nya di butik tersebut.
"Siap bos Nona..," kata madam Mince sambil menghormat gaya militer dengan sangat lucu, membuat Yolanda tertawa geli.
____________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....
Baca juga karya lainku dengan mengklik profil ku..
__ADS_1
Terima kasih**....