Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 44 Bisnis Tambahan


__ADS_3

Bara mengantar kepergian bapak dan anak itu hanya sampai di pintu apartemen, karena di larang oleh tuan Hendrawan.


"Tak usah antar kami sampai bawah..," kata tuan Hendrawan sedikit melunak.


Bara tetap mencium tangan tuan Hendrawan meskipun habis di marahi dan di ancam.


"Eeh..ternyata tuan Hendrawan cukup menjaga perasaanku di hadapan pengawalnya....buktinya beliau sedikit menurunkan suaranya di depan para pengawalnya."


"Mari tuan muda...," kata beberapa pengawal yang mengawal tuan Hendrawan, pamit kepada Bara.


Bara membalas, mengangguk dengan sopan kepada beberapa orang pengawal tersebut.


Masih berdiri Bara di pintu apartemen, hingga rombongan tersebut menghilang masuk di dalam lift.


Setelah kepergian nona muda Yolanda, kembali kesepian melanda hati Bara.


Sambil menutup pintu apartemen dengan malas malasan, Bara mengambil Handphone nya.


Membuka media sosial nya yang tak di bukanya sejak tadi pagi.


"Wuiihh.. rupa nya sudah banyak pesan yang masuk," gumam Bara sambil membuka pesan pesan tersebut.


Sebuah pesan dari group alumni SMP dibukanya.


Rasa penasaran menghampiri nya karena group nya ramai sekali.


"Akan di adakan acara reunian yang di adakan dua minggu lagi," kata Bara pelan membaca isi pesan tersebut.


"Ooh ...pantes ramai mau mengadakan reuni to."


Ting..


Bunyi sebuah pesan masuk di nomornya.


Sebuah nomor baru dari seseorang.


'Jangan lupa datang di acara reunian alumni SMP bro.., Dimas.'


Pesan dari salah satu teman semasa SMP Bara mengingatkan nya, Dimas adalah teman sebangku dan salah satu sahabatnya dahulu.


"Oh..rupanya si Dimas yang nge DM aku."


'Ok..bro...aku usahain.' balas Bara kepada Dimas temannya.


"Dua minggu lagi..wahh mesti bolak balik ni," gumam Bara pelan.


Kemudian Bara membuka pesan dari teman kampus dan kosnya.


'Jangan lupa senin tugas dari pak Tomo di kumpulkan,' bunyi pesan dari Romi.


Kemudian di balas Bara.


'Maksih infonya bro, sudah siap kok," Bara.


Kemudian sebuah pesan dari Janeta anak pak Musri.


'Mas..bisa minta sample salah satu lukisan. Janeta.'


'Oh..bisa mbak.' balas Bara.


Ting ..


Pesan Janeta kembali masuk.


'Kapan bisa di ambil..?.'


Dibalas oleh Bara.


'Hari ini bisa..... sekalian mengambil lukisan yang sudah di beli bapak mbak Tata.'

__ADS_1


'Di mana ketemu..?.' Tata.


'Di cafe yang semalam juga bisa.' Bara.


'Ok..jam berapa..?.' Tata.


'Habis Maghrib..gimana..?.' Bara.


'Ok.. setuju.' Tata.


'Ok.' Bara.


Setelah tejadi kesepakatan, Bara mengakhiri berbalas pesan tersebut.


Bara kemudian sholat ashar yang sempat tertunda karena kedatangan tuan Hendrawan tadi.


**


Sehabis sholat Maghrib, Bara sudah bersiap membawa beberapa lukisan untuk di bawa menemui anak pak Musri tersebut.


Sebagian lukisan itu sudah di beli oleh pak Musri bahkan pembayaran nya sudah di transfer ke rekening Bara.


Untuk contoh lukisan kali ini Bara membawa lukisan seorang artis internasional yang di idola kan nya.


Dengan pose yang cukup apik membuat karya itu sangat cocok di pajang di mana saja, termasuk tempat usaha, kantor maupun rumah biasa.


Corakan dengan aneka warna itu membuat lukisan itu menampilkan kesan dinamis yang mampu membangkitkan semangat untuk yang memandang nya.


Setelah menutup pintu apartemen, Bara membawa beberapa lukisan tersebut ke tempat parkir mobil nya di basemen bawah.


"Uuh..sedikit repot juga," gumam Bara pelan.


Beberapa lukisan itu meski sudah di ikat rapi namun masih menyulitkan baginya ...tapi itu bisa teratasi.


Bara sudah melajukan mobilnya menuju cafe www sesuai dengan janjian yang telah di sepakati.


"Hm..belum ada kabar," kata Bara pelan sambil memasuki cafe tersebut.


Bara memesan minuman kemudian menghubungi Janeta.


'Saya sudah sampai cafe ..mbak, meja no 16.' Bara.


Ting.


'Ok.masih otw.' Tata membalas pesan Bara.


Bara membaca pesan tersebut.


Sambil menunggu kemudian Bara memainkan handphone nya.


Iseng iseng berkirim pesan kepada Yolanda.


'Lagi ..ngapain..?.'


'Aku kesepian sejak kamu pulang....'


'Tapi..aku petang ini ada ketemuan dengan anak pak Musri di cafe yang semalam, namun kamu... jangan khawatir ..mas Bara profesional.. hanya bisnis aja.'


'Nanti kalau udah beres..mas Bara langsung pulang.'


'Mmuaah.' Bara mengakhiri pesan itu dengan sebuah ciuman dan emoticon hati.


"Sudah lama..mas..?."


Sebuah suara mengagetkan Bara yang mengirim pesan sambil senyum senyum.


"Ooh..mbak Tata.., baru saja kok," jawab Bara sambil mempersilahkan Tata untuk duduk di kursi.


"Mau minum apa...?," tanya Bara.

__ADS_1


"Kok mas Bara sendirian.. enggak di kawal..?," Tata malah bertanya kepada Bara mengabaikan pertanyaan Bara.


Bara hanya tersenyum mendapatkan pertanyaan dari Tata.


"Mbak Tata mau minum apa..?," Kembali Bara bertanya.


"Coklat panas dengan sedikit creamer," sahut gadis itu tersenyum manis.


Bara pun melambaikan tangan ke arah pelayan cafe dan memesan minuman yang Janeta pesan serta camilan khas cafe tersebut.


"Sekarang mas Bara jawab pertanyaan ku yang tadi..," kata gadis itu.


"Yang mana..?," sahut Bara dengan datar.


"Kok nggak di kawal..?,"


"Ooh..lagi momong anak..," sahut Bara asal.


Nampak kekecewaan di raut gadis yang lumayan manis itu.


"Oh..ya mbak ....lukisannya ada di mobil," kata Bara mengalihkan pembicaraan.


Kemudian keduanya sudah terlibat dengan percakapan serius masalah lukisan, saking asyiknya.... mereka mengobrol sambil makan camilan dan meminum minuman.


Tak terasa makanan dan minuman yang mereka pesan sudah habis.


"Waah..minumanku sudah habis..kita langsung ke parkiran aja mbak.. ngambil lukisannya..," kata Bara untuk mengakhiri pertemuan itu.


Janeta mengangguk setuju.


Bara ke kasir untuk membayar makanan dan minuman yang telah di pesannya, sebenarnya Janeta yang ingin membayar nya tapi Bara melarang nya karena tak mau merasa berhutang.


Kedua orang itu kini berjalan ke arah parkir mobil, untuk mengambil lukisan.


Sesaat Bara memperlihatkan sample lukisan yang akan di pinjamkan ke Janeta.


"Ini sample lukisannya mbak," kata Bara sambil membuka penutup lukisan itu.


"Waah...bagus banget mas..ck.ck.," kata Tata nampak mengagumi keindahan lukisan tersebut.


Bara tersenyum senang Janeta nampak cocok dengan sample lukisannya.


"Semoga ada yang cocok dan mau membayarnya mahal mbak..," kata Bara sambil tertawa bergurau.


"Ya..mas..semoga.." sahut Janeta.


Dan karena banyaknya lukisan dan tampak kesulitan Janeta membawa nya, Bara membantu Janeta hingga ke mobilnya.


Nampak dari kejauhan ada seseorang yang menatap kedua orang itu dengan seksama dan tampak mengambil gambar keduanya.


"Mampuus lu..," gumam orang tersebut.


Bara dan Janeta kemudian berpisah setelah urusan selesai.


"Semoga lancar kerja sama kita mbak..," kata Bara.


"Aamiin." sahut Janeta sambil berpamitan pergi dari sana.


Bara yang nampak kegirangan mengepalkan tangannya.


"Yes....yes... yes...," teriak Bara sambil meloncat.


Semua momen itu rupanya di abadikan oleh seseorang.


"wuiihh.. senangnya orang yang lagi selingkuh," gumam orang itu lagi.


_____________


Happy reading...jangan lupa..jejak..jejak... hehehe...

__ADS_1


__ADS_2