
Bara masih di kantornya, sesuai jadwal kemarin sekitar jam sepuluh ada pertemuan dengan rekanan dalam negeri yaitu dari PT Bina Usaha Makmur.
"Apakah semua sudah siap..?," tanya Bara kepada sekertaris nya.
"Sudah pak..berkas sudah saya bawa," sahut Belinda yang memang terlihat profesional dalam bekerja tersebut.
"Kalau begitu kita ke ruang rapat sekarang.."
"Baik pak..," sahut Belinda mengekor bara di belakang dengan semua kebutuhan rapat di bawanya.
Saat sampai di depan ruang rapat pak Margono sudah berada di sana.
"Pagi pak Bara.."
"Pagi pak Margono..," balas Bara.
Mereka masuk ke ruang rapat, tak berapa lama kemudian perwakilan dari Bina Usaha Makmur juga datang jam sepuluh lebih sepuluh menit.
Mereka memasuki ruang rapat dengan masih santai, namun begitu di beritahukan bahwa direktur Sant Otomotif sudah tiba nampak ketegangan di wajah tiga wakil rekanan tersebut.
Melihat direktur Sant Otomotif sudah duduk di sudut meja membuat mereka makin tegang.
"Maaf ..pak direktur kami sedikit terlambat.."
Bara hanya mengangguk mendengar penjelasan dari rekanannya tersebut.
Rapat pun di mulai, data data sudah di tayangkan.
"Melihat data data yang terpampang tadi saya kira bapak bapak dari Bina Usaha Makmur tahu maksud dari pertemuan ini," kata Bara.
"Iya..pak, kami memang mengalami penurunan penjualan dalam triwulan ini," sahut salah satu dari perwakilan Bina Usaha Makmur menjawabnya.
"Saya kira bapak juga sudah tahu apa konsekuensinya jika dalam triwulan berikutnya penurunan ini masih terjadi," kata Bara dengan tegas.
Menurut MoU antara dua perusahaan itu salah satunya di sebutkan bahwa jika dalam dua kali triwulan mengalami penurunan secara terus menerus pihak PT Sant Otomotif berhak mengalihkan pasokan barang ke pihak rekanan yang lain.
Mendengar perkataan tegas Bara tersebut perwakilan dari Bina Usaha Makmur langsung makin pucat.
"Saya tahu pak direktur..kami akan berusaha lebih keras lagi," kata perwakilan yang lainnya.
"Baik aku tunggu realisasi dari janji kalian, karena penurunan ini sudah jauh dari target."
"Satu bulan ini akan kami evaluasi," kata Bara lagi.
"Terima kasih atas kebijakan pak direktur..kami berjanji akan bekerja keras lagi," sahut perwakilan dari Bina Usaha Makmur Kembali.
Rapat dengan PT Bina Usaha Makmur pun di tutup dengan janji mereka akan meningkatkan penjualan di bulan bulan mendatang.
**
"Tepatnya kita akan bertemu perwakilan Jepang jam berapa..?." tanya Bara kepada Belinda sesudah keduanya kembali ke ruang direktur.
"Jam 11.30 pak..," jawab Belinda.
"Siapa yang menetapkan jam tersebut..?," tanya Bara sedikit terkejut melihat schedule di jam itu.
"Nona Sizuka pak..," sahut Belinda.
"Besok lagi jangan mau, itu kan mendekati jam ishoma, kita harus istirahat, sholat dan makan siang," kata Bara sedikit keras.
"Baik pak..akan saya ingat pesan bapak..," sahut Belinda sedikit kaget dengan ketegasan Bara.
"Baik lah..kita punya waktu sebentar untuk mempersiapkan beberapa keperluan kita untuk rapat nanti."
__ADS_1
"Untuk berkas semua sudah siap pak," sahut Belinda.
"Panggil pak Margono kemari mbak..,"sahut Bara kepada Belinda.
"Baik pak..,"sahut Belinda sedangkan Bara langsung masuk ke ruang kantornya.
Tok tok tok..
"Masuk ..!."
Tampak pak Margono memasuki ruangan tersebut.
"Duduk pak.."
Pak Margono duduk di depan direktur tersebut.
"Kita akan mengulas sedikit masalah yang akan kita bahas nanti dengan perwakilan Jepang," kata Bara setelah pak Margono duduk didepan nya.
"Iya..pak ," kata pak Margono sambil mengangguk.
"Menurut bapak kira kira apa pembahasan mereka..?."
"Sesuai yang di beritahukan mereka akan membahas perubahan tarif fee dari kerjasama ini pak," sahut pak Margono.
"Baik..apa pak Margono sudah menyiapkan berkas berkas yang saya minta ..?."
"Oh..sudah pak, tapi ada di ruang saya," sahut pak Margono dengan cepat.
"Baik jangan lupa nanti di bawa saat rapat..," kata Bara sambil melihat jam di tangannya.
"Baik pak..,"sahut pak Margono cepat.
"Nampaknya waktu hampir tiba, kita menuju ke sana ( ruang rapat)," sahut Bara.
Pak Margono langsung berdiri dan mengiringi langkah di rekrut mudanya tersebut.
"Ayo mbak..," kata Bara kepada Belinda.
Bara bersama pak Margono serta Belinda sudah sampai di lantai tujuh, tempat ruang rapat berada.
Nampaknya perwakilan Jepang sudah ada di sana.
Nampak ada lima orang perwakilan itu salah satunya adalah gadis cantik dengan wajah khas wanita Jepang.
Begitu rombongan Bara masuk, semua perwakilan Jepang berdiri membungkuk memberi hormat.
Bara, pak Margono dan Belinda pun menundukkan kepala seperti mereka.
Sekilas nona Sizuka melirik kearah Bara lalu menunduk hormat ke arah pak Margono.
Bara berjalan ke arah kursi untuk tuan rumah, yang berseberangan dengan perwakilan Jepang.
Kemudian semuanya duduk kembali.
Pembicaraan pun terjadi dari kedua belah pihak, rupanya semua perwakilan Jepang sudah fasih berbahasa Indonesia.
"Inti dari pertemuan ini, kami perwakilan dari Japan Otomotif akan merevisi fee yang selama ini kita sepakati," kata nona Sizuka dengan suara lembutnya namun tegas sambil menatap pak Margono.
Setelah wakil Jepang selesai menyampaikan keinginannya, Bara pun berdiri.
Perwakilan Jepang sedikit kaget apalagi Sizuka, yang langsung menatap tajam Bara, pemuda yang sejak awal mencuri perhatiannya tadi.
Bara meminta kepada Belinda menghidupkan proyektor.
__ADS_1
Kemudian Bara mulai mempresentasikan makalah disertai data data yang sudah terkumpul baik dari pihak pak Margono maupun Belinda.
"Kita sudah bekerja sama selama hampir lima tahun ini."
"Bersama ini saya sampaikan data data keuntungan dari kedua perusahaan ini, baik yang di dapat dari Japan Otomotif maupuan Sant Otomotif semua dalam bentuk dolar."
"Melihat angka angka ini menurut saya sudah pantas jika Sant Otomotif memperoleh prosentase yang besar, jika perlu kami harusnya tujuh puluh persen dan Japan Otomotif tiga puluh persen."
Bara berhenti sejenak melihat reaksi perwakilan Jepang yang terkejut, apalagi Sizuka yang selalu menatap Bara seakan tak berkedip.
"Kami satu satunya pemegang hak import semua suku cadang di negeri ini, sedangkan kalian hanya salah satu exportir dari negeri Japan, jika kami mau kami bisa menghentikan kerjasama kita dan akan saya alihkan ke Nippon Otomotif (salah satu kompetitor Japan Otomotif di negri sakura )," kata Bara tak kalah tegasnya.
Sizuka yang masih tergagap karena salah duga dan juga keberanian Bara untuk berdiplomasi kemudian bertanya.
"Maaf...anda siapa...?, kenapa bisa memberikan keputusan..?," tanya Sizuka sedikit gagap.
Selama ini data yang masih di pegang Japan Otomotif direktur Sant Otomotif adalah pak Iskandar yang sudah pensiun.
"Beliau adalah direktur di sini, cucu dari owner Sant Otomotif," kata Pak Margono kepada Nona Sizuka.
Nona Sizuka langsung menutup mulutnya karena saking terkejutnya.
Semua wakil Jepang berdiri kemudian membungkukkan badannya, kembali memberi hormat kepada Bara.
Bara hanya mengangguk sedikit tersenyum.
Akhirnya pertemuan tersebut malah menguntungkan Sant Otomotif, yang semula Sant Otomotif mendapat margin fee enam puluh persen dan Japan Otomotif empat puluh persen, tapi dengan ancaman Bara membuat Japan otomotif malah melepas lima persen untuk Sant Otomotif agar tak di putuskan kerjasamanya.
Kini Sant Otomotif mendapat margin fee enam puluh lima persen, karena memang wajar sebab Sant Otomotif yang membeli dan menjualnya ke seluruh Nusantara lewat rekanan di tingkat nasional.
"Maaf dengan tuan..?," tanya nona Sizuka yang menghampiri Bara.
"Panggil saja Bara.."
"Maaf tuan Bara saya sudah salah kira tadi," kata Sizuka mengulurkan tangan lembutnya menyalami Bara.
Bara menyambut uluran tangan tersebut seperti biasa saja.
"Bolehkan saya mengundang makan malam kepada anda...? sebagai rasa penyesalan atas kekeliruan saya tadi..sebelum saya balik ke negeri saya..?," tanya Sizuka penuh harap.
Bara menghormati ajakan tersebut.
"Kapan..?."
"Bagaimana jika malam ini..?."
"Jam..?."
"20.00."
"Baik Nona aku akan datang...," sahut Bara.
"Di Internasional Resto jalan XX..," sahut Sizuka tersenyum menyebutkan alamat nya.
"Baik aku usahakan datang ..," sahut Bara sambil membalas menghormat dengan membungkuk .
_____________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya
Baca juga karya lainku*
__ADS_1
*