Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 59 Pengakuan


__ADS_3

Mereka mengobrol hingga beberapa saat di teras itu, tanpa berani menanyakan maksud kedatangan "juragan" Bara ke sana.


"Pasti ini juragan... pemilik mobil yang di bawa ..Bara," batin Pak Darmais maupun bu Romlah.


Semua hanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Bara ...sudah lama kita enggak pernah naik motor bersama..semenjak kita SMA, bagaimana ..kalau nanti sore kita jalan jalan.., bapak aku baru beli motor matic gede lho...," kata Jasmine tiba -tiba memecah keheningan orang orang di sana.


Yolanda langsung memandang suaminya, Bara menjadi makin serba salah.


"Haah..sering berboncengan bareng..? memang nya mereka dulu pacaran..?," Yolanda langsung sedikit cemberut.


"Enggak ah..Min..entar sore mau nguras empang sama bapak..," jawab Bara sekena saja, padahal emang iya bapak mau nguras empang...nanti sore.


"Iihh... nguras empang..?? enggak mau ah.!!,.kotor..kena.. lumpur," sahut Jasmine seketika dengan ekspresi jijik.


"Aku mau kok... lihat panen ikan," kata Yolanda terlihat antusias, karena baginya itu pemandangan yang langka.


"Boleh...," kata Bara, gembira melihat istrinya terlihat senang mau lihat panen ikan.


"Mas..ini..tas..ku..," kata Yolanda menyerahkan tas berisi pakaian nya kepada Bara, yang langsung di sambutnya.


"Oh...Non juragan mau nginap di sini..?," kata Bu Romlah ramah.


Yolanda mengangguk sambil tersenyum manis banget.


"Ayuuk...Non..di kamar aku..," kata Misye yang langsung merasa cocok dengan Yolanda.


"Di kamar aku aja Non juragan..," kata Della tak mau kalah sambil tersenyum ke arah Yolanda.


Memang kedua adik Bara tak terlalu menyukai Jasmine karena sikapnya angkuh dan sedikit galak, soalnya merasa paling kaya.....anak kepala desa.


"Eeh...adik adik..jangan panggil aku Non..dong..., tapi kakak aja ya..?," kata Yolanda kepada kedua adik Bara.


"Emangnya boleh..?, manggil Non juragan dengan sebutan kakak..?," tanya Della dengan polosnya.


"Untuk kalian tentu saja boleh..," kata Yolanda kembali tersenyum manis kepada kedua adik suaminya.


"Yeiii...," teriak kedua adik Bara yang di perbolehkan memanggil kakak kepada nona juragannya kak Bara, kakaknya.


Kemudian kedua adik Bara langsung menarik Yolanda mengajak ke kamarnya.


"Kakak...ke kamar aku ya..," kata Misye.


"Kamar aku aja kakak," kata Della tak mau kalah.


Bara yang membawa tas Yolanda malah tanpa sadar membawa tas istrinya masuk ke dalam kamarnya.


Bu Romlah yang melihat itu makin keheranan.


"Haah..??."


Merasa semua orang malah bubar akhirnya Jasmine minta pamit untuk pulang.


"Saya pulang dulu aja pak Darmais..Bu Romlah..," pamit Jasmine.


"Oh...ya..Jasmine... nanti main ke sini lagi ya...," kata pak Darmais yang merasa tak enak hati mengabaikan anak kepala desa nya.

__ADS_1


"Bara ..ni Jasmine mau pulang..!!," teriak pak Darmais kepada Bara.


Bara buru buru keluar setelah meletakkan tas istrinya di kamarnya.


"Maaf ya...Jasmine, aku gak bisa menemani mu," kata Bara sopan, bagaiman pun Bara berhutang budi karena saat SMA sering nebeng ke sekolah.


Jasmine tersenyum senang Bara tak mengacuhkannya.


"Iyaa.gak pa pa..," jawab Jasmine.


Bara lalu kembali masuk ke kamarnya setelah Jasmine pergi, sedangkan Yolanda masih bersama adik adik Bara, cerita cerita di kamar.


Entah mengapa ketiganya langsung terlihat kompak padahal baru bertemu beberapa saat saja.


Di teras rumah bapak dan ibu masih berbincang pelan.


"Pak...kayaknya ada yang aneh..deh.," kata Bu Romlah bisik bisik.


"Apanya yang aneh..?."


"Anakmu dan Non juragan..," kata Bu Romlah lagi.


"Memang nya kenapa...? dengan mereka...?"


"Ihh... Bapak..ini..," Bu Romlah terlihat gemas dengan pak Darmais yang enggak peka.


"Coba bapak pikir...Non juragan.... cantik banget.. orang kaya...., mobilnya aja tadi mewah banget...terus ..mau nginap di sini.., apa enggak aneh...?," kata Bu Romlah.


"Terus tadi ibu lihat... si Bara malah membawa tas...Non juragan ke kamarnya...hadeuh..gimana ini pak..," Bu Romlah nampak cemas.


"Pak ayoo to pak.. bergerak...," kata Bu Romlah yang makin gemas lihat pak Darmais yang masih plonga plongo.


"Enggak panik gimana pak..kalau mereka ada apa apa... di kota ..gimana pak..?, kita ikut berdosa loh pak...," kata Bu Romlah sedikit keras.


Keributan kecil di teras itu mengundang perhatian Bara.


"Ada..apa ya..Pak...Bu..?,'' tanya Bara sambil berjalan ke beranda depan.


Kedua orang tua Bara langsung terdiam.


Sejenak terjadi kekakuan sebelum akhirnya pak Darmais mulai berkata.


"Ehm.."


Pak Darmais berdehem sebelum memulai perkataannya.


"Bara..bapak mau berbicara serius dengan kamu...duduk lah dahulu," kata Pak Darmais kepada anaknya.


Bara menghampiri kedua orang tuanya, dan duduk di depannya.


"Bapak mau bertanya kepada mu.."


"Bagaimana menurut mu dengan Jasmine..?," pancing pak Darmais.


"Maksud bapak ..?."


"Apakah kamu setuju bapak jodohkan dengan nya..?."

__ADS_1


"Nggak pak," spontan Bara menjawabnya.


"apa alasannya..?," tanya Bu Romlah.


"Mmm... Bara akan bercerita kepada Bapak dan ibu.. sebenarnya.., saya... sudah menikah pak..," kata Bara.


"Apaa..!!," pak Darmais dan Bu Romlah langsung berteriak kaget.


"Iya.. Pak.. Bu... saya sudah menikah dengan mas Bara..," kata Yolanda yang tiba tiba sudah ada di belakang Bara.


"S.ssayaang..," Bara yang juga kaget menoleh ke arah istrinya.


"Aku sengaja menyusul mas Bara, karena khawatir mas Bara akan menerima perjodohan ini," kata Yolanda dengan berkaca kaca.


Pak Darmais dan Bu Romlah hanya terdiam sesaat...masih tak percaya dengan pengakuan anaknya.


"Sini sayang.."


Bara memeluk istrinya yang hampir menangis.


Bu Romlah segera mendekat dan mengusap punggung Yolanda yang masih dalam pelukan suaminya.


"Sudah...sudah..kita masuk ke dalam kita berbicara di dalam tak baik di lihat orang," kata Bu Romlah yang tak ingin di lihat para tetangga.


Dengan di gandeng Bara Yolanda menurut saja saat di ajak masuk ke ruang tamu rumah pak Darmais.


"Ceritakan pada Ibu bagaimana kalian bisa mengaku sudah menikah," kata Bu Romlah yang juga di angguki oleh pak Darmais.


Bara menghela nafasnya, karena tak mungkin dia bercerita pernikahan kontrak kepada kedua orang tuanya.


"Bapak..ibu, benar kami sudah menikah secara sah, baik agama maupun negara," kata Bara.


"Dan bapak juga ibu tak usah khawatir karena Bara tidak melanggar norma dan agama,.. bukan karena itu kami menikah."


Yolanda yang sudah menyiapkan Bukti nikahnya segera mencari tasnya.


"Mas..tas ku mana..?."


"Oh..iya di kamar mas Bara," kata Bara baru sadar.


"Ish..mas Bara.., kok di kamar mas Bara..sih..nyimpannya, kan aku mau tidur di tempat Misye," kata Yolanda sedikit tersipu.


Bara segera masuk ke kamarnya dan mengambil tas branded istrinya.


Yolanda mengambil buku nikah nya kemudian memberikan kepada pak Darmais yang perangkat desa itu.


Pak Darmais menganggukkan kepalanya.


"Iya..ini asli.." kata pak Darmais.


Bu Romlah pun tersenyum kemudian memeluk Yolanda.


"Maafkan ibu ya nak..," kata Bu Romlah.


Yolanda pun membalas pelukan Bu Romlah.


______________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..


__ADS_2