Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 85 Kembali ke Desa


__ADS_3

Hari itu Bara sangat bersemangat sekali dalam bekerja, hatinya sangat riang karena adanya berita beberapa keberhasilan usaha nya.


Dan itu kebawa di pekerjaan nya.


Bara nampak sibuk memfotokopi beberapa berkas yang di bawanya dengan mesin printer yang ada di kantor nya.


"Waah... mas Bara hari ini tampak bersemangat sekali kerjanya..," goda Bu Susi perempuan yang paling senior di bagian pemasaran itu.


Bu Susi dan pak Jupri adalah pegawai yang paling senior di sana.


Bahkan untuk Bu Susi mungkin tinggal beberapa tahun lagi akan pensiun.


"Iya..Bu..kan habis ijin kemarin," sahut Bara sambil tersenyum.


"Memangnya mas Bara kemana kemarin kok ijin segala..? tumben aja," tanya Bu Susi.


"Ke kampus Bu..tinggal beresin tugas akhir aja," sahut Bara kembali.


Bara balik ke mejanya setelah memfotokopi beberapa berkas dan kembali sudah berkutat di meja nya lagi.


"Makan siang yuuk Bosque..," ajak Bondan yang sudah berdiri di depan meja Bara.


"Ok...bentar lagi ni kelar kok," sahut Bara sambil menata berkas berkas tersebut.


"Yaap..sudah beres..," sahut Bara sambil mengambil kotak makannya untuk di bawa ke cafetaria atau kantin kantor.


Bara bersama ketiga temannya sudah berdiri antri di depan lift, karena itu jam makan siang pasti pengguna lift membludak.


Ting.


Lift yang di tunggu sudah terbuka di dalam sudah banyak orang kalau hanya satu dua orang mungkin masih muat tapi bila keempat nya masuk kayaknya enggak muat.


Clarissa yang ada di dalam lift sudah mau memanggil Bara cuma saja rasa malu menahannya.


Dia dan teman temannya hanya menatap rombongan Bara sambil tersenyum saja.


Bara membalas dengan tersenyum dan mengangguk sopan.


Membuat gadis gadis yang berada di dalam lift sontak heboh dengan senyuman Bara.


Tak jauh beda dengan gadis gadis itu, teman teman Bara yang melihat gadis gadis itu tersenyum ke arah mereka juga tak kalah heboh, apalagi Bondan yang paling "over confidence", dia merasa para gadis itu tersenyum kepada nya.


Dia bahkan sampai berjingkrak jingkrak.


"Yees... yeess.. yeess....!," teriak Bondan kesenengan.


"Ngapain Bro..?," tanya Saiful.


"Gadis gadis itu tersenyum kepadaku..!!," seru Bondan masih sambil meloncat loncat.


"Issh..kepedean sekali kamu..," sahut Tomy.


"Kenyataan nya begitu kok bro." kata Bondan masih cengengesan.


Bara hanya geleng geleng saja melihat tingkah teman teman nya.


**


Bara sudah melajukan mobil nya menuju kantor pusat Santosa Group.


Sebelum berangkat dirinya sudah berkirim pesan kepada Yolanda jika sudah dalam perjalanan menuju ke kantor pusat.


Sampai kantor pusat Bara langsung menuju ke tempat parkir dan berniat menunggu di sana.


Belum juga mobil nya berhenti untuk di parkirkan, telponnya sudah berdering.


Drrt... drrt...


Dengan buru buru Bara mengangkatnya begitu tahu yang menelpon istrinya.


"Hallo sayang...."


"Mas Bara ada di mana..?," tanya Yolanda.


"Baru aja sampai tempat parkir, katanya suruh tunggu di parkiran," sahut Bara.


"Ok deh..aku ke situ ya..," kata Yolanda sebelum menutup telponnya.


Bara pun kembali menaruh ponsel di kursi samping karena masih kosong tak ada yang menduduki.


Tuk..tuk...


Kaca mobilnya di ketuk seseorang tiba-tiba.


Ternyata Yolanda sudah berdiri di dekat pintu mobil Yolanda.


"Lho...kok sudah ada di sini..?," tanya Bara kaget sambil membukakan pintu mobil untuk Yolanda.


"Aku sudah di sini dari tadi..," sahut Yolanda sambil tertawa senang.


"Nunggu mas Bara."

__ADS_1


"Berarti tadi nge prank mas Bara..?." kata Bara sambil tersenyum.


Yolanda mengangguk dan kembali tersenyum jahil.


"Entar mas Bara balas..lho...kalau udah di kamar..," goda Bara gantian.


"Ihh..balas apaan di kamar..," sahut Yolanda yang tahu maksud bara kemudian pipinya memerah.


Bara tertawa senang berhasil menggoda istrinya.


"Mas..tasku ada di mobil," kata Yolanda memberitahu Bara.


Bara menjawab istrinya dengan mengangguk.


Bara pun melajukan mobilnya kemana itu ..dia sudah paham, karena parkir mobil dewan direksi ada di tempat khusus.


Kemudian Bara turun dari mobilnya, membantu Yolanda membawakan Tas pakaian istrinya ke dalam Mobilnya, begitu sampai di tempat parkir khusus petinggi perusahaan.


Dari kejauhan tampak tuan Hendrawan yang akan menuju mobilnya melihat kejadian tersebut.


"Heeh...anak..itu masih nekat juga..malahan berani menjemput Yola ke sini..?," geram tuan Hendrawan bergumam pelan.


"Awaas kau nanti..!!."


**


Mobil sudah melaju di jalan Tol yang menghubungkan Kota besar itu dengan kampung halaman Bara.


Didalam mobil Bara dan Yolanda bercanda dan bercerita.


"Sayaang...lukisan aku yang aku kirim untuk kontes masuk nominasi lho..," kata Bara dengan bangga.


"Beneran mas.. Alhamdulillah..," sahut Yolanda.


"Itu baru kata si Janeta, pak Musrinya belum ngabari."


"Ya..kalau Tata bilang begitu, paling nanti bentar lagi pak Musri kasih berita," sahut Yolanda lagi.


"Semoga saja beneran, karena pas aku ceritain hal ini ke Om Jhon, kata si Om ini bisa di jadikan momentum untuk pembukaan galeri nantinya."


"Semoga saja sukses apa yang di rencanakan Om Jhon."


"Aamiin," sahut Bara masih sambil konsentrasi menyetir.


Keduanya terdiam memandang keindahan jalanan yang mulai temaram


"Mas kita nanti berhenti di rest area ya..., pengen pipis."


Yolanda mengangguk sambil membuka aplikasi di ponselnya.


"Lima kilo lagi ada rest area mas...," kata Yolanda.


Bara mengangguk mendengar petunjuk istrinya.


Beberapa menit mobil keduanya sudah memasuki rest area tersebut.


Mereka segera mencari toilet umum di sana.


Dan ternyata toiletnya berdekatan dengan mushola.


Setelah selesai semua urusan di toilet dan beribadah, keduanya mencari makan di sana karena perjalanan masih dua atau tiga jam lagi.


**


Di rumah pak Darmais masih duduk di beranda depan bersama istri dan kedua anak perempuan nya.


"Kak Bara jadi pulang hari ini kan Pak..?," tanya Misye kepada bapaknya.


"Ya..janjinya gitu," sahut pak Darmais sambil menyeruput kopi nya.


"Lagian kan nak Yola mau membayar tanahnya Mbah Wongso, jadi kalau enggak sekarang ya besok," kata pak Darmais lagi.


"Tapi ini sudah mau jam sembilan malam pak..kan kemarin kak Bara datangnya jam delapan lebih dikit," sahut Della sambil sedikit manyun.


"Iya...kita kangen kak Yola," sahut Misye lagi.


''Idiih..kalian ini..., sudah sana tutup warung ibu..," kata Bu Romlah yang melihat dua anak gadisnya malah bersungut-sungut tak jelas.


Dengan gontai kedua remaja itu menurut perintah ibunya.


"Padahal kita sudah tunggu tunggu hari ini kak Yola bakalan datang..ya..kak," kata Della kepada Misye kakaknya, sambil membantu kakaknya itu menutup pintu lipat warung kelontong ibunya.


"He'em..," sahut Misye.


Sebenarnya pak Darmais maupun bu Romlah juga harap harap cemas anak dan menantu nya belum juga kelihatan datang.


"Ya..sudah Bu..kita masuk saja sudah jam sembilan lebih lima menit... mungkin mereka tidak pulang hari ini," ajak pak Darmais kepada istrinya.


Belum juga pak Darmais menutup pintu rumah, terdengar deru mobil memasuki pekarangan mereka.


Reengg...

__ADS_1


"Lha..pak..itu kak Bara datang..!!," teriak Misye dan Della bersamaan sambil berlari ke depan.


Yolanda turun duluan sambil menenteng tas jinjing nya, sementara Bara masih memberesi barang bawaan.


"Kakaaak....," teriak Misye dan Della sambil berlari memeluk Yolanda.


Ketiganya berpelukan..dan tertawa gembira.


Yolanda merasa sangat senang kehadiran nya serasa sangat di butuhkan dan di tunggu tunggu kedua adik iparnya.


"Sudah ..sudah..biarkan kakakmu masuk dulu," seru Bu Romlah kepada Misye dan Della.


Yolanda menyalami ibu dan ayah mertuanya sebelum masuk ke dalam rumah itu.


Bara masih melansir beberapa tas bawaan, karena selain dua tas pakaian juga ada tas kerjanya juga beberapa paper bag oleh oleh.


"Aku bantu ya kak..," kata Misye dan Della.


Bara memangguk setelah menerima uluran tangan kedua adiknya.


"Bawa masuk semuanya..," sahut Bara kepada adiknya untuk membawa beberapa paper bag itu.


**


Semua sudah masuk ke dalam rumah.


Suasana malam di rumah pak Darmais malah makin meriah dengan kedatangan anak dan menantu tersebut.


"Sayang kamu mau mandi ..?, biar di panas kan air supaya enggak dingin," kata Bara.


"Iya..mas.."


Misye dan Della langsung beranjak ke dapur untuk memanaskan air.


"Sekalian kakak mau di buatkan minum apa..?," tanya Della.


"Kak Bara kopi," sahut Bara.


"Kak Yola apa..?."


"Apa aja deh...yang penting hangat..," sahut Yolanda.


"Susu jahe aja ya kak."


Yolanda menganggukan kepalanya.


"Sekalian sayur nya di angetin ya Mis..biar Kaka makan malam habis mandi," kata Bu Romlah.


"Iya..Bu."


Habis mandi Bara dan Yolanda sudah merasa segar kembali.


"Sudah makan dulu..sana," kata Bu Romlah kepada Bara dan Yolanda.


"Iya..bu., Ibu masak apa..?,". tanya Bara sambil berjalan menuju meja makan.


"Gudeg sama ayam goreng dan telur dadar.."


"Ibu masak banyak karena kalian mau pulang," kata Bu Romlah tersenyum senang.


Bara dan Yolanda bergegas ke meja makan.


Keduanya makan dengan lahap karena makan di rest area tak seenak masakan rumahan.


"Mas Bara mau nambah ..?," tanya Yolanda begitu melihat piring suaminya dengan cepat tandas dan kosong.


"He'em...habis tadi cuma makan dikit."


Yolanda tersenyum sambil mengambil kan nasi untuk suaminya.


"Cukup..cukup sayang...jangan banyak banyak...nanti kekenyangan, perut mas Bara malah sakit bila kamu naiki..," goda Bara.


Bluuussss....


Yolanda blussing seketika wajahnya, sambil tolah toleh melihat sekeliling mungkin saja ada adik atau mertuanya lewat dan mendengar nya.


"Issh... mas bara..!!," seru Yolanda tertahan..dengan malu.


Bara tertawa senang godaannya membuat istrinya salah tingkah.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....


Happy reading...


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau (silat)


* Jagoanku ternyata CEO (Roman**)

__ADS_1


__ADS_2