
Acara makan sudah berakhir, setelah beres beres selesai Bara menghampiri Yolanda yang masih duduk lesu di sofa.
"Non Yola..mau pulang kapan..?," tanya Bara pelan sambil duduk di samping gadis itu.
Yolanda tak menjawab malah beringsut mendekat ke arah Bara dan memeluk lengan Bara.
"Aku sebenarnya malas pulang mau bobok sini aja," kata Yolanda sedikit merajuk, menempelkan kepalanya di lengan Bara.
"Jangan gitu non..?, nanti malah Nyonya Besar marah."
"Besok aja Non Yola main ke sini lagi, kan besok kita masih libur..hari Minggu," kata Bara mencoba menghibur Yolanda meskipun sebenarnya menghibur hatinya sendiri....hiks.
Meskipun dengan manyun akhirnya Yolanda mau juga pulang.
"Antar aku ke basemen..," kata Yolanda.
Bara pun berdiri dan menghampiri gadis manis itu, kemudian menggandengnya dan keluar dari apartemen menuju parkir mobil yang ada di basemen.
Lama kedua nya bergandengan tangan, di dekat mobil Yolanda.
"Udah..non Yola pulang.. nanti keburu di jemput kesini," goda Bara kembali mengingatkan.
"Sayaang dulu..," kata Yolanda dengan manja.
"Haah..!?!?," Bara nampak kebingungan.
Tiba-tiba Yolanda berjinjit dan,
Cuup..
Mencium pipi kiri Bara, kemudian masuk mobil dengan wajah memerah.
Bara masih termangu hingga suara klakson mobil Yolanda sedikit mengagetkannya.
Tiin...tiin...
Tampak Yolanda melambaikan tangan ke arah Bara.
Bara pun membalas lambaian itu dengan hati yang sulit di jelaskan.
"Jaga..hati..,..jaga..hatii ..kamu hanya butiran debu...jangan terlalu banyak berharap,...kamu hanya ..pajangan untuk pelengkap..kekurangan."
Bara menghela nafasnya seiring kepergian nona muda Yolanda.
Habis sholat Maghrib, bara menyibukkan diri seperti saat di kosan.
Dia mulai kembali aktif meneruskan lukisan yang belum sepenuhnya selesai.
Drrt...drrtt....ddrtt..
Panggilan telpon membuyarkan konsentrasi Bara dalam melukis.
"Siapa sih..?," gumam Bara pelan.
Dilihatnya nama di handphone nya.
"Monster cantik"
Membaca nama itu segera di angkat nya telpon degan menggeser tanda hijau.
"Halo.. Assalamualaikum..," jawab Bara.
"Kok enggak telpon ..sih," suara Yolanda dari seberang tampak cerewet.
"Haah..?!??!,"
"Emangnya kamu enggak khawatirkan aku...? enggak mikirin aku..? kenapa enggak meneleponku .?, .tanyain perjalanan aku lancar enggak kah..?
macet enggak kah..?," cerocos Yolanda dari lain tempat.
Bara masih terdiam mencerna perkataan Yolanda.
''Baraaa...!!," bentak gadis itu dari tempat lain.
"I.iiya..non..apa..?," tergagap Bara menjawab.
"Kamu mikirin aku ..enggak sih..?."
"I.. iiya .. non,"
__ADS_1
"Iya..apa..?," teriak Yolanda lagi.
"I..ii...iyaa..mikir non Yola..," kata Bara putus putus masih tergagap.
"Beneran..?."
"Bener non... suweer.."
"Lagi ngapain malam Minggu..?," tanya Yolanda.
"Tiduran di apartemen..," jawab Bara dengan asal.
"Pokonya jangan keluyuran, mentang mentang enggak ada istri di rumah," teriak Yolanda dari seberang.
"Haah.!?!?,"
"Aku masih tiduran kok non sambil nonton TV," kata Bara kembali dengan asal.
"Ya..udaah..kalau gitu, pokonya malam minggu..enggak usah keluyuran," pesan Yolanda lagi
''Iya Non..," jawab Bara.
"Ish... emang siapa yang suka keluyuran..? enggak ada istri terus keluyuran.. istri..?!?!...Oh..iya..ya..aku sudah punya istri hehehe," Bara hanya terkekeh sendirian mengingat perkataan "istri cantik" nya.
Akhirnya sambungan telepon itu di matikan setelah Bara berjanji akan di apartemen saja.
"Huuh...non Yola... bikin jantungan aja," gumam Bara sambil kembali merapikan alat lukisnnya, sudah enggak mood melukis.
Bara masih termangu setelah menerima telpon Yolanda.
Kadang hatinya terasa berdebar kencang saat mendengar, berbicara atau bersama dengan Yolanda.
Bahkan hati kecilnya bersorak gembira merasakan pehatian dari gadis tersebut, merasakan sikapnya yang sedikit bermanja manja kepadanya..., benarkah nona Yolanda tertarik kepadanya..?
Plaak..!
Di tepuknya kepala agar selalu sadar diri.
Disaat masih termenung memikirkan semua yang di alaminya.
handphone kembali berbunyi.
Diraihnya dan langsung di angkat nya.
''Halo...?
"Halo...bro ..kemana aja..? kok enggak pulang ke kosan..?," tanya Rudi.
"Eh..Rudi..? kirain siapa..? aku lagi kerja di suruh jagain apartemen ni..," kata Bara berbohong.
Rudi adalah salah satu teman kosan Bara yang cukup akrab.
"Boleh dong aku main..? lagi bosan..dikosan," kata Rudi dengan lesu.
"Emangnya kemana gadis gadis yang kau gombali...?," ledek Bara.
"Ish..kau ini..., boleh ya..aku sama Romi main ketempat mu..?Pinta Rudi lagi.
"Ok... bolehlah...aku tunggu, nanti aku sharelok alamatnya, kalau udah nyampai telpon aku lagi nanti aku jemput naik nya," kata Bara sebelum memutuskan telponnya.
Hampir satu jam kemudian kembali telpon Bara berbunyi.
"Ya..udah sampai..?," tanya Bara.
"Ok aku ke bawah," kata Bara yang segera bergegas menuju bawah.
Sampai di bawah tampak Rudi dan Romi sudah ada di kantor keamanan.
"Yook bro kita naik sekarang," ajak Bara kepada keduanya.
Kedua temannya hanya memperhatikan semua yang ada di apartemen itu.
"Waah....Bro...hunian kok mantuull kayak gini," kata Romi.
"Bagaimana sih...kok kamu bisa ada di lingkungan kayak gini..?," tanya Rudi yang masih keheranan dengan apartemen itu.
"Kamu enggak jadi piaraan Tante Tante kan..?," tanya Romi.
"Sembarangan...ngacau kamu..," kata Bara sambil bersungut-sungut.
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai di lantai apartemen yang di tempati Bara.
"Waah... luar biasa..ck..ck..ck...jadi apartemen itu kayak gini ," kata Rudi penih kekaguman yang juga di setujui oleh Romi.
"Ayo..masuk..," kata Bara mengajak kedua sahabatnya yang masih terkagum kagum dengan suasana apartemen mewah itu.
Kedua masuk dan duduk di ruang tamu tersebut.
"Heiii...kok kayak tamu aja..sini nonton TV apa main games," teriak Bara yang melihat keduanya duduk sopan di ruang tamu.
Dengan sedikit ragu keduanya masuk ke ruang yang lebih dalam.
"CK..ck..ck.. ternyata kayak rumah, ada ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan tempat jemuran, bahkan balkon,'' kata kedua sahabat Bara.
"Ini masih belum seberapa di banding yang sono tuh, ada kolam renangnya dan ruangannya lebih luas lagi," kata Bara sambil menunjuk ke arah sebelah kanan yang lebih mewah lagi.
Bara bisa menerangkan karena sebelum nya Bara di tawari mau pilih tinggal di mana oleh Opa santosa, karena di tempat itu Opa punya dua apartemen, yang lebih kecil yang saat ini di tempatinya dan yang lebih mewah lagi di sisi kanan.
Semua bisa di lihat karena apartemen itu berbentuk tapal kuda.
"Beneran ada kolam renangnya..?," tanya keduanya.
Bara hanya menganggukkan kepalanya.
"CK.ck.ck....luar biasa...."
"Udaah... ah mau pada minum apa..?," tanya Bara.
"Apa ambil sendiri kalau mau yang dingin kalau mau hangat ya buat sendiri tuh kompor di sana," terang Bara sambil menunjuk tangannya.
Keduanya bergerak ke arah kulkas yang sebesar lemari dua pintu.
"Wuih...komplit amat isinya ...," kata keduanya sambil geleng-geleng kepala melihat isi kulkas yang komplit ..plitt..
Keduanya mengambil minuman bersoda dan berjalan ke arah TV menonton film keluaran terbaru dari saluran TV berlangganan.
Saat itu sudah hampir jam 21.00.
"Kalian tidur di sini aja..kan udah malem, sekalian kita main games sampai pagi," kata Bara.
"Emang boleh..?," kata kedua sahabat Bara tersebut.
"Boleh saja....kan enggak ada non,..eh..pemilik apartemennya," kata Bara hampir saja keceplosan.
Malam itu ketiga sahabat bermain sambil bercanda karena sudah hampir satu bulan tak bersama sama.
Hingga akhirnya semua tertidur di depan TV sampai pagi.
Sehabis sholat subuh Bara dan teman teman kembali tertidur, karena semalaman bermain, lagian esoknya hari minggu jadi pada santai.
Ting..tong....
Suara Bel apartemen berbunyi.
Kemudian Terdengar pintu apartemen di buka.
Cekleek..
"Haah..!!!."
Bara kaget terlebih kedua temannya lebih kaget lagi, tiba tiba datang wanita yang sangat cantik di apartemen itu.
"Baraa..!!."
"Non Yola..!?!?."
Buru buru ketiganya langsung terlonjak bangun dari tidurannya di karpet depan TV.
"Ini ..teman teman kosan ku," kata Bara sedikit terbata bata.
"Kenalkan teman..teman...ini...."
"Aku istri Bara...," kata Yolanda
"!?!?!?."
___________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak...
__ADS_1
Happy reading....