Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 116 Undangan Makan Malam I


__ADS_3

Pukul 15.30


Bara sudah pulang dari kantor, nampak Yolanda sudah berdiri di pintu menyambut nya dengan senyuman di wajahnya.


Rasa penat dan tegang setelah seharian di kantor seketika luruh melihat senyuman istri yang di sayangi nya.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam..," sambut Yolanda meraih tangan suaminya dan salim mencium nya.


Bara tertawa melihat itu.


"Heeh.., makin pintar ya..," goda Bara sambil memeluk istrinya.


Yolanda tersipu di goda seperti itu, kemudian membalas pelukan suaminya.


"Kan ingin jadi istri yang baik..," sahut Yolanda masih memeluk suaminya berjalan beriringan menuju ke arah kamar.


"Terimakasih sayang...kamu memang yang terbaik," kata Bara mencium ujung kepala istrinya sambil berangkulan.


Keduanya sudah berada di dalam kamarnya, Bara ke kamar mandi untuk bersih bersih dan berganti pakaian.


"Sayang...nanti malam aku ada undangan makan malam dari perwakilan rekanan kita yang dari Jepang..," kata Bara sambil menyisir rambutnya.


"Emm.."


"Maksud mas Bara mau ajakin kamu..habis itu kita nongkrong di galeri," sahut Bara.


"Lha..memangnya di galeri ada apa kalau malam...? bukankah dulu sepi sepi saja kalau malam..?."


"Makanya itu...tadi pagi waktu mas Bara antar lukisan, om Jhon di sana..aku kaget kirain ..tumben pagi pagi sudah sampai di galeri.."


"Eeh...rupanya kini om Jhon sering menginap di sana soalnya kalau malam galeri malah kayak pasar malam banyak yang nongkrong dan bersantai.., kata nya Om Jhon dan Tarjo."


"Makanya mas Bara pingin mencobanya," sahut Bara sambil tersenyum ke arah istrinya.


"Toh besoknya kita libur hari sabtu," sahut Bara lagi.


Yolanda nampak senang sekali menerima ajakan suaminya, karena lama tak pernah bersantai semenjak menghindari kedua orang tua nya.


"Jam berapa mas..?."


"Undangan makan nya sih..jam delapan, berarti dari sini sekitar jam tujuh mungkin ya..," kata Bara.


"Memangnya di mana makan malamnya mas..?."


"Di Internasional Resto.."


"Ooh..kalau itu lokasinya padat mas..bagaimana kalau kita berangkat habis sholat Maghrib," kata Yolanda.


"Bolehlah..," kata Bara sambil merapikan krah kausnya.


Keduanya lalu bergandengan keluar dari kamar mencari opa Santosa yang masih memberi makan ikan di kolam kecil taman samping rumah.


"Opa..," sapa Bara.


"Eh sudah pulang..?."


"Sudah Opa..," sahut Bara sambil duduk di dekat Opa yang masih asyik memberi makan ikan ikan koi tersebut.


"Bagaimana pekerjaan mu..?," tanya Opa.


"Alhamdulillah Opa lancar.."

__ADS_1


"Bagaimana hasil ketemuan dengan wakil Japan Otomotif..?," tanya Opa.


Bara lalu menceritakan semuanya, hingga keuntungan Sant Otomotif naik lima persen pun di ceritakan nya.


"Baguslah...kau memang bisa di andalkan..," kata Opa sambil tersenyum dengan senang.


Bara hanya tersenyum mendengar pujian Opa.


Pelayan datang membawakan minuman pesanan opa.


"Tuan muda dan nona muda mau minum apa..?," tanya pelayan tersebut.


"Kopi dengan sedikit gula dan krimer untuk suamiku, lalu susu ibu hamil rasa mangga untuk ku..," kata Yolanda kepada pelayan tersebut.


"Baik nona muda.."


**


Di galeri sedari tadi Om Jhon masih mengamati hasil karya lukisan Bara, yang baru datang pagi tadi dan sedang di pasang pigura oleh pak Karmin dan anak buah nya.


"Wah..bagus bagus..," gumam Om Jhon pelan.


"Iya...dapat ide dari mana mas Arjun bisa buat karya seindah ini," kata Pak Karmin yang juga ikut mengaguminya.


Tarjo yang bertugas bersih bersih sudah selesai, dan jika tugas utamanya sudah rampung dia kembali berkutat membuat taman di tempat tempat yang sekira masih lowong dan perlu di hias.


Malah kini Tarjo bisa selalu bersama istrinya, karena Tatik selalu membantu dan menemani suaminya itu bekerja.


"Dek..ambilkan cetok..itu," kata Tarjo kepada Tatik yang masih duduk di dekat tempat proyek taman tersebut.


"Ini mas..sekalian aku ambilkan air Yo mas buat ngaduk semennya nanti..," kata Tatik sambil beranjak berdiri.


"Nggak usah..selang airnya sudah aku dekatkan kok, buatkan aja mas Tarjo teh manis," kata Tarjo kepada istrinya.


Tatik segera berdiri dan berlalu menuju kamar nya.


"Boleh Tik..," sahut pak Karmin.


Sedangkan Om Jhon mengangguk saja," sedikit saja gula ku..," seru Om Jhon akhirnya.


"Kalau gula habis ambil di meja kamar ku Tik..," seru pak Karmin.


"Masih kok pak, kemarin bawa dari kampung," sahut Tatik sambil menghidupkan kompor yang biasa di pakai bersama sama.


Tak berapa lama kemudian minuman sudah jadi, Tatik membawa minuman Om Jhon dan pak Karmin duluan.


"Minumannya tuan..," kata Tatik meletakkan minuman Om Jhon di meja depan tempat nya duduk.


"Minumnya pak Karmin.."


"Makasih..Tik.."


"Tik buat beli gula dan perlengkapan nya untuk kita bersama.., jadi kalian tak usah beli sendiri sendiri..," kata Om Jhon memberikan uang kepada Tatik.


"Oh iya..tuan, terimakasih..," sahut Tatik menerima uang tersebut, sambil berlalu...mengambilkan minuman untuk suaminya.


Tatik berjalan mendekati tempat Tarjo masih membuat taman.


"Kok lama banget..," seru Tarjo sambil mulai menata bata dan semen.


"Kan sekalian bikinkan minum tuan Jhonson dan pak Karmin..," kata Tatik meletakkan minuman suaminya di tempat yang datar agar tak gampang tumpah.


"Ooh.."

__ADS_1


"Ini malah di kasih uang untuk membeli gula teh dan kopi mas.."


"Yang ngasih siapa..?," tanya Tarjo.


"Tuan Jhonson lah..mas..masak pak Karmin..," kata Tatik sambil menunjukkan segepok uang di tangannya.


"Tapi bingung aku mas.., belanja nya di mana ya..yang komplit soalnya di kasih uang banyak mau beli kebutuhan pokok lainnya..? kan Tatik tak pernah keluar dari area galeri sini," kata Tatik pelan.


"Nanti mas Tarjo temani..kita jalan jalan selepas Maghrib kan pengunjung belum banyak," sahut Tarjo sambil membentuk gundukan taman di depannya.


"Oh..iya..Tik, tadi pagi Bara kesini mengantar lukisan.."


"Lho kok aku enggak di kasih tahu mas..?kan aku belum sampaikan salam dari bude Romlah untuk Bara," sahut Tatik.


"Lah wong dia tergesa gesa mau ngantor ya aku enggak bisa ngabari kamu.."


"Lah memangnya Bara kerja di mana..?."


"Kata tuan Jhonson jadi direktur di Sant Otomotif.


"Apa itu mas..?."


"Itu loh...perusahaan yang menyediakan suku cadang seluruh negeri ini..," kata Tarjo lagi sambil menuangkan air ke adonan pasir dan semen.


"Seluruh negeri ini..?," teriak Tatik sedikit kaget.


"Iya..," kata Tarjo.


"Waaah...kaya banget berarti Yo mas..?."


"Iya... untungnya Bara bukan orang sombong, masih ingat ke kita sahabat sahabat nya."


"Terus aku malah di kasih uang buat biaya kursus setir mobil," kata Tarjo.


"Heh..beneran mas..?."


"Iya...jadi kalau kamu nemuin uang di kantong celanaku, itu uang buat kursus setir mobil pemberian Bara.. jangan di ambil ya..,'' kata Tarjo yang mengetahui biasanya istrinya bila nemu duitnya pasti langsung di anggap uang belanja ( hayo siapa ni ..yang kayak Tatik..)


Tatik tersenyum mendengar perkataan suaminya.


"Kalau mas sudah bilang begini aku ya tidak berani mengambilnya," kata Tatik sambil tersenyum malu malu, karena suka mengambil uang suaminya yang tertinggal di kantongan.


**


Bara dan Yolanda sudah bersiap sehabis sholat Maghrib.


Sebelum itu sore tadi keduanya sudah berpamitan kepada Opa Santosa.


"Jadi berangkat..habis maghrib ini..?," tanya Opa yang melihat kedua cucunya sudah berpakaian rapi tapi santai.


"Iya..Opa, sekalian nanti habis itu mau ke galeri," jawab Bara


"Takut kena macet Opa," kata Yolanda menegaskan.


"Ya sudah hati hati di jalan..jaga istri mu Bara..," pesan Opa.


Bara mengangguk sambil mengambil tangan Opa untuk di ciumnya, begitupun dengan Yolanda yang mengikuti perbuatan suaminya.


"Assalamualaikum..," kata keduanya sambil keluar menuju ke tempat dimana mobil di parkirkan.


"Waalaikumssalam..hati hati..," balas Opa Santosa.


_____________

__ADS_1


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku**...


__ADS_2