Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 110 Kegiatan yang Kontras


__ADS_3

Meskipun terjadi insiden di awal, hari pertama kerja sebagai pemimpin perusahaan bisa di bilang cukup lancar.


Setelah bertemu pak Margono, kemudian Bara di antar ke ruang rapat direksi dimana opa Santosa sudah nampak duduk di sana dengan beberapa kepala bagian yang lain.


Begitu Bara masuk semua kepala bagian berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Selamat datang pak Direktur..," sapa para kepala bagian tersebut menunduk.


Bara sedikit mengangguk dan menunduk membalas penghormatan tersebut, kemudian berjalan ke arah kursi yang di arahkan pak Margono.


Bara kemudian duduk di samping Opa Santosa yang sudah duduk di sana sejak tadi, bergabung dengan semuanya pejabat terasnya.


Setelah semua dirasa sudah berkumpul, acara pun di mulai.


Pak Margono yang seakan menjadi pembawa acara mulai membuka acara dan mempersilahkan Opa Santosa memulai sambutan nya.


Pertama opa Santosa berbicara memberikan sambutannya secara umum mengenai riwayat perusahan dan perkembangan nya.


Kemudian mulai menjurus dengan permasalahan perusahaan saat ini, yaitu tentang pengangkatan direktur yang baru.


Beliau mengatakan mengangkat Bara menjadi direktur bukan hanya karena cucu nya saja, tapi juga karena kemampuan nya, sedikit memberikan keterangan bahwa Bara pernah menjabat asisten direktur pusat, bahkan mengatakan Bara ahli pemasaran yang handal...dan ..bla..bla...bla...banyak lagi yang di katakan Opa, semua membuat para kepala bagian di sana menjadi sedikit kagum padahal sebelumnya sedikit underestimate.


"Terimakasih kepada bapak dan ibu semuanya atas penyambutan ini, semoga ke depannya kita bisa bekerjasama memajukan perusahaan ini dengan baik..," kata Bara mengakhiri perkataanya begitu tiba giliran memberikan sambutan.


Semua bertepuk tangan setelah Bara sedikit menyampaikan sambutannya.


Untuk hari itu kegiatan Bara masih tentang orientasi tempat dan ruangan dari perusahaan tersebut.


**


Bara masih beristirahat siang itu di dalam kantor nya, karena saat itu jam makan siang.


Bara yang terbiasa membawa bekal dari rumah sudah berniat akan membuka bekal makannya ketika tiba -tiba pintu ruangan nya di ketok dari luar.


Tok tok tok..


"Masuk..!."


"Maaf pak...apakah bapak tidak ingin ke cafetaria dari perusahaan ini...? ," kata sekertaris direktur yang bernama Belinda tersebut.


"Maaf..saya suka masakan rumahan," sahut Bara sambil menunjukkan kotak bekal yang dia bawa.


Belinda pun mengangguk dan pamit makan siang ke cafetaria, "Baik pak..saya akan ke cafetaria, apakah bapak memerlukan sesuatu seperti minuman mungkin..?."


"Terimakasih..lain kali saja.."


"Baik pak ..permisi.."


Bara hanya mengangguk sebelum sekertaris nya menutup pintu ruangannya.


Drrt... drrt...


Telpon genggam yang ada di sampingnya nampak berbunyi, sedikit mengagetkannya karena bagaimana pun hari itu membuatnya sedikit tegang.


Dilihat di layar tertulis My angelwife.

__ADS_1


Bara segera mengangkat nya.


"Assalamualaikum..," sapa Bara.


"Waalaikumssalam.. bagaimana mas..hari ini..?," tanya Yolanda yang juga merasakan ketegangan suaminya.


"Alhamdulillah...lancar sayang.. berkat doa dan dukungan mu..," sahut Bara tersenyum.


"Syukurlah...aku ikut lega mas.."


Mereka mengobrol sejenak membuat Bara jadi lebih santai dan sedikit terhibur, karena di kantor tersebut dia belum punya teman sama sekali.


**


Di kampung Bara, pak Darmais masih mengawasi para pekerja.


Berkat bantuan dari tuan Hendrawan, pekerjaan tersebut menjadi makin lancar dan cepat, karena tenaga tukang bangunan juga di tambah.


Di lahan itu sudah berdiri tiang pancang tiang pancang yang nantinya akan di bangun mansion seperti yang Bara rancang.


Dengan di batu pemborong langganan kelurahan semua rancangan Bara bisa di aktualkan.


Taman taman sebagian sudah selesai di bangun tinggal menunggu pohon pohon yang menjadi penghias nya tumbuh dengan subur.


kolam kolam juga sebagian sudah selesai di bangun, ada tiga kolam dari rencana lima kolam, satu kolam ukuran dewasa dan empat lainnya nanti untuk permainan dan mini Waterboom.


"Pak...yang sebelah sana pengerjaannya kurang rapi..," kata pak Darmais kepada pemborong yang bernama pak Soleh.


"Iya... pak..nanti coba saya lihat, bila perlu kita perhalus lagi," kata pak Soleh bergegas ke arah yang di tunjuk pak Darmais.


"Assalamualaikum..pak..," sapa pak Darmais kepada tuan Hendrawan siang itu sebelum memulai mengobrolnya.


"Waalaikumssalam pak," balas tuan Hendrawan.


Mereka pun mengobrol tentang perkembangan proyek itu, kemudian pak Darmais mengirim beberapa gambar dari proyek tersebut dan meminta saran dari tuan Hendrawan bagaimana pendapat nya, kira kira bagian mana yang masih perlu di rubah lagi.


**


Siang itu nyonya Nursanti masih bertemu dengan Dewinta ibu dari Leon.


Mereka masih saja membicarakan rencana kembali mendekatkan anak anak keduanya.


"Kok Leon tak di ajak kemari sih Wi..?," tanya nyonya Nursanti yang memanggil sahabatnya itu Wi..kependekan dari Dewi.


"Iya...tadi sudah aku ajak ...tapi dianya tak bisa, katanya lagi ada acara penggalangan dana apa lah ..gitu.. aku tak tahu," sahut Dewinta.


"Bagaimana dengan Yolanda ...sudah di ketahui keberadaan nya..?," tanya balik Dewinta.


"Belum sih..."


"Loh..lah mas Hendrawan gimana..?."


"Enggak tahu tuh..malah anteng anteng saja..," sahut Nursanti sesikit cemberut.


"Jangan jangan mas Hendrawan sudah mengetahui keberadaan nya..?."

__ADS_1


Nursanti yang semula tak pernah berpikir ke arah sana jadi terhenyak.


"Apa mungkin begitu ya...?." batin Nursanti yang kini jadi jengkel kepada suaminya jika memang benar begitu.


"Sudah..lah Wi.. bagaimana kalau kita telpon Leon saja, aku kangen sama cerita ceritanya..," sahut Nursanti mngalihkan pembicaraan masalah Yolanda yang membuatnya makin pusing.


''Siapa tahu dia bisa menemani kita di sini..," kata Nursanti lagi.


Lalu Nursanti pun menelpon Leon setelah mendapat persetujuan dari ibunya tersebut.


"Halo..Leon..?."


"Eh.. iya... Tante..," sahut Leon.


"Ini Tante bersama mama kamu lagi di mall X , ke sini dong.. tante kangen sama calon menantu Tante," sahut Nursanti.


"Maaf Tante ini lagi ada meeting sama klien..," sahut Leon dari seberang.


"Lho.. kata mama mu, kamu baru ada penggalangan dana..?."


"Em..e..anu Tante..tadi habis penggalangan dana langsung meeting, maaf Tante di sini berisik Leon tutup dulu ya tante...nanti kita sambung lagi percakapannya.


"Gimana Nur..? bisa kesini..?," tanya Dewinta.


"Masih sibuk katanya.., anakmu itu sekarang banyak kegiatan ya...waah hebatnya..," sahut Nursanti.


""


Leon yang masih berpesta dengan teman temannya nampak asyik menikmati minumannya.


"Ada barang baru..nih...,"Kata salah satu temannya.


"Efeknya lebih kuat..dan mantap pokonya.."


"Kita bisa ambil dulu barangnya, lalu bayarnya setelah kita sebarkan."


"Kita bisa untung dobel bro...bisa makai dan jual juga...gimana.?."


"Boleh...juga kita coba nanti sambil pesta sama ciwe ciwe..," kata Leon tersenyum senang.


Tiba -tiba telponnya berbunyi dan dilihatnya nama Nursanti, setelah mengobrol sesaat dia memutuskan panggilan tersebut.


"Siapa sih...ganggu aja omongan bisnis..," kata Temannya tak suka.


"Temen mami aku.., sudah gak usah di pikirin ponselku udah aku matikan..," kata Leon tersenyum senang sambil melambai ke arah para jalang yang mulai berdatangan dengan dandanan menor dan pakaian sangat minim.


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku...


* Sang Pengacau


* Jagoanku ternyata CEO**

__ADS_1


__ADS_2