Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 74 Jebakan Betmen


__ADS_3

Dalam minggu minggu ini Bara bakal benar benar sibuk sebagai seorang pelukis.


Untuk menopang kegiatan melukis dia juga aktif browsing melihat pemandangan indah yang ada di dunia Maya.


Begitu ada yang memperlihatkan panorama indah sebuah tayangan langsung di simpannya untuk di jadikan inspirasi dalam lukisannya.


Sudah ada beberapa lukisannya yang sudah tersebar, di tempat pak Musri dan Janeta, di tempat Santosa Propertindo lewat Mbak Ratna, trus nanti untuk teman relasi mbak Ratna juga nanti untuk di pajang di galeri.


Meskipun harus menghasilkan banyak lukisan, namun kwalitas tetep yang paling utama.


Sore itu di apartemen, Bara sedang menyiapkan makan malamnya.


Karena hanya sendirian Bara memasak makanan yang simpel saja,.. seperti omelette telur dan sayuran yang saat ini di buatnya, karena sisa lauk yang awet dari kampung juga masih seperti dendeng ragi, kentang Mustofa dan juga kering tempe pedas manis.


Drrt.. drrrttt..


Telpon genggam Bara yang ada di meja dapur nampak bergetar berbunyi.


Buru buru Bara mengangkat nya.


"Ya..Hallo??."


"Bro..hari besok ngampus nggak??." ternyata si Romy yang telpon.


"Tugasku kan udah di kumpulkan minggu kemaren...," sahut Bara.


"Bukankah harus revisi bab terakhir..?," tanya Romy kembali.


"Cck..kamu itu..ya..kemarin kan udah aku revisi bahkan udah aku ajukan lagi dan sudah gol," sahut Bara sambil ngebolak balik omeletnya.


"Ya .udah. besok aku ke kampus..mastiin lagi..," sambung Bara.


"Naah...itu baru Bara teman ku yang enggak pemalas datang ke kampus," sahut Romy sambil tersenyum di seberang sana.


"Eeh..Bro...mm..," Romy nampak ragu ragu.


"Apaan sih..?, kayak ayam mau bertelur saja aamm... emmm... aamm...emm," sahut Bara.


"Istri lu..ada nggak..?."


"Ngapain emang nanya nanya istriku segala..," kata Bara dengan galak dan posesif.


"Enggak Bro..mau numpang makan...he.. he..he..,"sahut Romy lagi.


"Ooh, istriku baru balik ke orang tuanya.."


"Udaah kesini...aja..langsung," perintah Bara.


"Bener..bro...?."


"Cck..bener lah.."


"Tapi.. berdua..ya..sama Rudi..," kata Romy lagi pelan.


"Iyaa..ya..langsung ke sini...kebetulan kemarin aku habis balik dari kampung banyak oleh oleh..." kata Bara akhirnya.


"Ok...siaaap...," kata Romy sambil bersorak kegirangan.


"Modus..lu..gaya..gaya..an telpon gue, cepetan sini..," kata Bara lagi.


Romy hanya tertawa tawa kesenengan sebelum menutup telponnya.


Karena mau kedatangan temannya Bara membuat omelette telur dan sayur lagi, buat pelengkap lauk soalnya lauk dari kampung juga masih.


**


Sementara itu di rumah mewah tuan Hendrawan nampak tuan Hendrawan berbincang dengan nyonya Nursanti.


"Pah..gimana ini si Yola.., kok malah jadi beneran sama anak kampung itu..?," sungut Nursanti mamanya Yolanda.


"Papah..sih..nyarikan suami bohongan seperti itu( maksud nya tampan dan berkarisma)," kata Nursanti lagi dengan cemberut.


"Hmm...Papah sebenarnya juga tak menyangka mah, kalau si Yola malah tertarik beneran," ucap tuan Hendrawan dengan muka nampak geram.

__ADS_1


"Kita harus cari cara buat misahin mereka..memangnya papa mau punya menantu kere..kayak pemuda kampung itu..?," bujuk Nursanti.


Tuan Hendrawan masih saja terdiam.


"Pah...kok malah diam saja..," sahut nyonya Nursanti.


"Iya..iya... Papah akan cari cara nya," kata Tuan Hendrawan dengan sebal.


"Tapi bagaimana kalau papi sampai tahu...kan papi ngedukung pernikahan mereka.." kata Hendrawan.


Mendengar perkataan suaminya itu Nursanti jadi terdiam.


"Pokonya mamah..enggak suka punya menantu ..kere macam pemuda itu."


"Papa sih..pakai acara nikah nikahan kontrak segala.."


"Itu semua bermula dari lelaki bajingan anak Wijaya itu..Papah hingga kini masih sebal lihat muka anak setan itu..," kata Hendrawan dengan masih marah bila mengingat tingkah laku Leon.


Terang aja tuan Hendrawan marah..besar karena dirinyalah yang dahulu memergoki kebejatan orang yang mau di jadikan menantunya.


"Tapi dia..kan sederajat dengan kita..Pah, kekayaannya sebanding dengan kita...bisa kita banggakan," kata nyonya Nursanti mulai mencuci otak tuan Hendrawan.


"Aaah...jangan sebut sebut anak bejat itu lagi..," sahut tuan Hendrawan yang rupanya masih marah tersebut.


Nyonya Nursanti hanya terdiam mendengar kemarahan suaminya terhadap Leon.


"Aku harus tetap .. membujuk suamiku...dengan pelan pelan, agar Kembali bisa menerima si Leon......menjadi menantu kami.., karena kami sederajat." batin nyonya Nursanti.


**


"Kuraang ajaaaar...pemuda kampung itu makin dekat dengan Yolanda."


"Bahkan foto anak kampung itu saat bersama dengan seorang gadis tak menggoyahkan Yolanda," gumam Leon dengan geram.


"Aku ..harus membuat jebakan yang lebih jitu lagi agar lelaki itu bisa langsung di tendang dari lingkungan Om Hendrawan." kata Leon lagi dengan geram.


Kemudian Leon mengambil handphone nya.


"Halo..," sapa Leon.


"Eh..bos Leon.., ngapain telpon Sisil..?," terdengar suara sapaan genit di ponsel Leon.


"Malam ini kami butuh.. bantuanmu.. bisa..?."


"Apa..sih..yang enggak bisa... asal jangan seperti kemarin aja ya...bos, masak aku sendirian di kerjai orang lima bisa jebol onderdil ku bos..," balas perempuan yang bernama Sisil dengan nada sumbang.


"Alaaa..pakai jebol jebol segala..biasanya kan kamu juga main ramai ramai ok..ok.. saja," sahut Leon kemudian.


"Ya..tapi bayarannya kan nggak balance bos..., masak lawan lima orang cuma di kasih Lima ribu (lima juta) kan harusnya sepuluh hingga lima belas."


"Udaah..semua lubang di pakai lagi..," keluh Sisil.


"Udaah udaah..jangan marah ya..nanti aku tambah..," kata Leon lagi meredam amarah gadis tersebut.


"Naah itu baru...ok, berapa orang nih yang mesti aku layani..," tanya Sisil sumringah.


"Cck...katanya kalau rame rame jebol..m*m*k nya..lha ini malah nantangiin..," seru Leon.


"Yaa..kalau duitnya cocok...dua puluh orang aku sanggup..," tantang Sisil lagi.


"Cck.. dasaar..kamuuu..," gerutu Leon.


"Jadi ndak..bos..kerjaannya, Sisil kembali ke topik utama pembicaraan.


"Jadilah..," sahut Leon sambil mengatakan rencana yang sudah di gagasannya kepada j*l*ng tersebut.


**


Ting..tong...


Ting...tong...


Suara bel apartemen berbunyi, Bara bergegas menuju ke depan untuk membukanya.

__ADS_1


"Assalamualaikum..," sahut Romy dan Rudi sambil tersenyum malu-malu kucing.


"Waalaikumssalam.. ayo masuk aja..," seru Bara sambil mengambil foto selfie mereka bertiga.


Ckriik..


Bara memang berniat memberitahu kan istrinya kedatangan teman teman nya, biar kejadian yang dahulu tak terulang kembali.


"Lho...ngapain pake foto selfie segala," kata Romy keheranan.


"Buat laporan ke bini biar enggak kayak dulu lagi," sahut Bara enteng.


"Memangnya kamu takut sama istri mu..?."


Bara terkekeh mendengar pertanyaan temannya.


"Tidak ada lelaki yang takut sama istrinya..bro.., yang ada karena menghargai dan tak ingin membuat istrinya berpikir yang tidak tidak..semua itu karena sayang sama istri," sahut Bara.


Keduanya hanya manggut-manggut saja mendengar perkataan Bara yang "Sok Dewasa".


"Yuuk langsung Cuus (terus) aja..makaaan," ajak Bara.


Keduanya langsung mengangguk gembira.


Kembali Bara berfoto bersama saat di meja makan.


Ckriik..


Kemudian mengirim ke Istrinya.


('Sayang..Romy dan Rudi main ke apartemen..boleh..ya..')Bara.


('Sekalian numpang makan...kasihan anak kos.')Bara.


Ting..!


Balasan dari Yolanda.


('Iya..sayang...boleh, pokoknya jangan macam macam')Yolanda.


Saat semua lagi makan tiba -tiba bel apartemen berbunyi.


Ting tong....


Ting...toong....


"Ada tamu..?," tanya Romy.


"Santai biar aku buka ...tumben ada tamu segala..," sahut Bara.


Cekleek..


Bara membuka pintu apartemen nya.


Nampak seorang perempuan dengan pakaian kurang bahan dan nampak ketat berdiri di depan apartemen nya.


"Halo tampan..?," sapa perempuan itu sambil tersenyum genit.


"Cari siapa mbak..?," tanya Bara dengan wajah datar.


"Aku mau menemani mu tampan.."


"Haah..!?!?."


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..


Baca juga karya lainku


*Jagoanku ternyata CEO


* Sang Pengacau**

__ADS_1


__ADS_2