Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 97 Opa


__ADS_3

Tuan Hendrawan yang mendapat ancaman dari ayahnya untuk segera menemukan anak dan menantunya, mulai mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Yolanda dan juga Bara.


Namun sudah dua hari ini anak buahnya berputar putar tak juga menemukan keberadaan mereka.


Satu satunya alat komunikasi yang bisa di hubungi hanya ponsel Bara, namun kini tak bisa di hubungi, itu karena di sengaja tak Bara aktifkan karena kebetulan ponselnya dual SIM card dan yang di aktifkan nomer yang tak ada hubungannya dengan keluarga tuan Hendrawan.


Tuan Hendrawan makin frustasi, di tambah lagi memikirkan keberadaan anaknya Yolanda..iya kalau bersama Bara..jika tidak..terus bagaimana nasibnya? terus jika anaknya dalam bahaya..?


**


Flashback on


"Sebenarnya apa sih yang kamu cari..?," tanya Opa Santosa kepada Hendrawan saat mereka berdua di taman belakang setelah Opa selesai memarahi anak dan menantu nya.


"Maksud Papi apa..?," tanya Hendrawan masih ketakutan dengan kemarahan Papi nya.


"Kamu ingin seorang menantu yang kaya tapi bajingan kayak anak sahabat mu itu..atau kamu ingin menantu yang baik..meskipun hanya orang biasa..?," tanya Opa Santosa lagi.


Hendrawan bingung mau menjawab pertanyaan dari Papi nya.


"Kalau menurut pandangan Papi..Bara lelaki yang santun, taat pada agamanya..dan sudah pasti takut akan dosa dan tak akan macam macam."


"Dia anak yang baik, dari keluarga baik baik, meskipun tak kaya raya, pekerja keras dan juga penuh talenta."


"Kau pikir Papi menyetujui rencana mu dengan pernikahan kontrak terus Papi ongkang-ongkang saja..? tanpa menyelidiki siapa orang tersebut..?, Papi.. ini orang tua dan Papi sudah memprediksi ini bakal terjadi apalagi saat Papi lihat... Bara bahkan lebih tampan dan gagah dari anak sahabat mu itu.''


"Memang saat ini dia hanya pemuda biasa.. ibarat mutiara dia belum di poles masih campur aduk dengan kotoran dari kerang, tapi jika sedikit saja di poles Papi yakin dia akan menjadi menantu yang bisa di banggakan," kata Opa Santosa memberi ceramah kepada anaknya tersebut.


Hendrawan hanya terdiam mendengar semua perkataan Papi nya, menimbangnya.... memang benar apa yang di ucapkan oleh Papinya tersebut.


"Pokoknya kamu harus menemukan Bara dan Yolanda.. secepat nya.., kalau kamu tak menemukannya, papi benar benar akan membekukan saham Papi," ancam Opa Santosa.


Hendrawan benar benar ketakutan bila Papi nya melakukan hal tersebut.


Flashback off


**


"Mas..aku kok..pingin banget jalan jalan tapi aku takut kalau nanti ketahuan..papa dan mama.?," kata Yolanda pagi itu..entah kenapa rasa itu tak bisa di tahannya.


"Kalau cuma jalan jalan kita bisa saja sewa taksi online, nanti kita muter-muter keliling kota," kata Bara sambil mendekap istrinya pagi itu.

__ADS_1


"Iih..bukan jalan jalan seperti itu..?," sahut Yolanda manja dengan suaminya.


"Terus jalan jalan yang bagaimana..?." sahut Bara sambil membetulkan selimutnya karena memang saat itu masih pagi, mereka kembali bermalas malasan sehabis sholat subuh.


"Kamu mau ke Mall..? atau shoping..?, boleh...mas Bara sudah punya uang," kata Bara lagi.


"Apalagi itu...enggak mau..," sahut Yolanda dengan cepat.


"Terus jalan jalan kemana sayang..?," sahut Bara sambil mencium pucuk kepala istrinya yang sangat di cintainya tersebut.


"Jalan jalan pakai motor seperti dahulu, malam malam sama mas Bara sambil bersantai..," sahut Yolanda sambil tersenyum menerawang membayangkan keinginannya.


"Kok kayak...orang ngidam saja..," sahut Bara asal sambil tersenyum.


"Kalau beneran ngidam bagaimana..?," tanya Yolanda sambil menoleh ke arah Bara yang masih mendekapnya dari belakang.


"Ya mas Bara senang sekali..," sahut Bara.


Yolanda hanya diam sambil mendekap lengan suaminya yang melingkar di pinggang nya.


"Berarti nanti malam jalan jalan kita mas..?," kata Yolanda kembali ke topik awal.


Bara duduk dari rebahan nya.


Yolanda hanya menganggukkan kepalanya.


"Tapi hati hati..jangan sampai ketahuan papa atau mama...aku enggak mau kita di pisahkan lagi," kata Yolanda dengan sedih.


Bara kembali memeluk istrinya.


"Ok..mas Bara akan hati hati..dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita lagi," sahut Bara dengan kesungguhan.


Yolanda mengangguk tersenyum senang.


**


Pagi itu Opa Santosa sudah berniat akan ke apartemen.


Tujuannya mencari Kedua cucu dan cucu menantu nya.


Dari mansioan utama menuju ke apartemen jaraknya lumayan jauh mungkin sekitar dua jam perjalanan.

__ADS_1


Sebenarnya Hendrawan sudah beberapa kali meminta agar Papi nya tinggal bersama di rumah utama, tapi Opa menolaknya karena masih ingin tinggal di mansion utama tempat dirinya dan Oma hidup bersama.


"Tolong siapkan mobil aku mau ke apartemen...mungkin kita bisa menemukan sesuatu yang bisa menunjukkan keberadaan kedua cucuku," kata Opa kepada pengawal juga asistennya tersebut.


"Baik tuan besar..akan kami siapkan," jawab pengawal tersebut sambil menunduk dalam tanda sangat hormat kepada Opa.


**


Sedikit agak siang Bara yang berencana ke apartemen nya sudah bersiap.


Dengan menggunakan Hoodie dengan penutup kepala dia sudah akan memesan ojek online.


Dia sengaja menutupi kepala agar tak mudah di kenali oleh orang orang.


"Sayang...mas Bara berangkat dulu ambil si Neneng..ke apartemen, kamu jangan keluar keluar ya..," pesan Bara.


Yolanda menganggukkan kepalanya.


"Hati hati mas...," pesan Yolanda kepada Bara sebelum berangkat.


Bara ganti menganggukan kepalanya.


Setelah memesan ojek online Bara menuju apartemen yang pernah di tinggali nya.


Tak butuh waktu lama keduanya sudah sampai di apartemen.


Seorang penjaga yang sudah hafal dengan Bara hanya tersenyum menganggukan kepalanya.


Bara langsung bergegas ke tempat parkir di mana si Neneng berada.


Setelah menstater motornya dengan Kayuhan manual akhirnya motopun hidup.


"Maaf..sudah hampir satu bulan lebih aku tak menaiki kamu..," kata Bara sambil tersenyum dan berkata kata sendiri, mengelus si Neneng lalu melesat pergi tancap gas.


Opa Santosa yang berpapasan dengan motor Bara saat di gebang apartemen sedikit menajamkan matanya.


"Ehh kayaknya aku kenal dari gestur tubuhnya," gumam Opa pelan masih mengawasi pemotor tersebut.


"Tapi di mana ..?," opa masih bermonolog dengan pikirannya


"Aah..bukankah tadi itu Bara..., akhirnya Opa menemukan jawaban nya.

__ADS_1


_____________


Lagi mager...semoga suka ...


__ADS_2